:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label tauhid syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tauhid syirik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2014

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

Inilah untaian doa sekaligus peringatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam di atas ranjang kematian beliau.
Doa dengan kata-kata yang sarat makna dan sebuah ungkapan yang mengandung luapan kasih sayang, “Ya Allah, jangan jadikan kuburku berhala.”1 Sebuah bentuk semangat yang tinggi dan kasih sayang yang dalam terhadap umatnya. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala:
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” 
(At-Taubah: 128)

artinya beliau sangat menginginkan (bersemangat) atas kalian. Kata Ibnu Katsir rahimahullah, yakni bersemangat untuk membimbing kalian dan menyampaikan manfaat dunia dan akhirat kepada kalian. Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggalkan kita dan tiadalah seekor burung yang mengepakkan sayapnya di udara melainkan beliau telah menyampaikan ilmunya.”
Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka melainkan telah disampaikan kepada kalian.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 2/425)

Senin, 15 September 2014

Faedah dari Al Ustadz Muhammad As Sewed HafizhahullahTermasuk DAKWAH TAUHID dan DAKWAH SUNNAH adalah menerangkan bahaya dari lawannya.

~Kalau menerangkan TAUHID, harusnya menerangkan juga bahayanya musyrikin.
~Kalau menerangkan SUNNAH, harusnya menerangkan juga bahayanya bid'ah dan ahlul bid'ahnya.
~Dakwah Sunnah akan sempurna kalau diiringi dengan penjelasan tentang ahlul bid'ah.

Dari Akh Ali Hasan Jayapura
Whatsapp Ittibaus Sunnah
(Disampaikan pada tanggal 8 Juni 2014 di Merauke)

Selasa, 02 September 2014

Asy-Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits Muqbil bin Hadi al-Wadi’i hafizhahullah
Pertanyaan : Apa Hukum Hormat Bendera yang ada di Madaris dan Militer?

السؤال: ما حكم تحية العلم الموجودة في المدارس والعسكرية ؟


✔Jawab :
Hormat Bendera termasuk salah satu kemunkaran dari berbagai kemunkaran yang ada.
Wajib atas para pejabat penanggung jawab untuk merubahnya.
Wajib pula atas para ahlul ilmi untuk mengingkarinya. Karena itu merupakan bentuk penghormatan.
Sementara penghormatan itu untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian juga untuk kaum muslimin.
Ini (hormat bendera) juga termasuk perbuatan taqlid (membebek) kepada para musuh Islam.
Kalau saja para musuh Islam itu mengatakan, “tidak ada hormat bendera”, niscaya kamu lihat teman-teman kita itu (yakni kaum muslimin yang membebek kepada para musuh Islam tersebut, pen) juga akan meninggalkannya.

Namun memandang perbuatan tersebut (hormat bendera) tidak sampai kepada kesyirikan.
Kecuali

Rabu, 04 Juni 2014


Mengunjungi-Candi-Borobudur
BOLEHKAH MENGUNJUNGI CANDI BOROBUDUR?
al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad al-Makassari
| | |
Pertanyaan: 
 Apa hukumnya berkunjung ke tempat-tempat wisata yang merupakan tempat ibadah orang kafir seperti Candi Borobudur dan semisalnya?  [ Rasyid Ariefiandy; salafy…@myquran.com]

Jawab:
Alhamdulillah.
Ini adalah perbuatan yang di dalamnya terdapat perkara-perkara yang bertentangan dengan syariat Islam, di antaranya:

Selasa, 24 Desember 2013

Bimbingan Ulama
menyikapi
Natal dan Tahun Baru
Penyusun: Al-Ustadz Muhammad Rifqi hafidzahullah


Para pembaca yang berbahagia,
 Hari Natal dan Tahun Baru sering menjerumuskan kaum muslimin. Natal merupakan salah satu hari raya umat Kristen dalam rangka memperingati kelahiran Isa al-Masih ‘alaihissalam yang menurut anggapan mereka jatuh pada tanggal 25 Desember. Sedangkan perayaan Tahun Baru adalah perayaan untuk menyambut berakhirnya masa satu tahun kalender Masehi (Gregorian) dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya pada tanggal 1 januari. Bagaimanakah pandangan Islam dalam hal ini? Islam –sebagai agama yang sempurna- melalui para ulama, telah memberikan bimbingan yang tepat kepada umatnya di dalam menyikapi 2 hari raya tersebut sebagaimana berikut ini:

Kamis, 19 Desember 2013


Dakwah merupakan ibadah yang agung. Sayangnya, dakwah telah banyak disalahgunakan untuk membungkus kampanye politik dalam rangka mencari pengikut, merekrut simpatisan dan kader partai, atau sekedar mencari dunia. Di sisi lain, ada da’i yang mengkhususkan pada persoalan-persoalan politik hingga melupakan hal-hal mendasar dalam Islam. Lalu bagaimanakah sesungguhnya dakwah Rasulullah itu?

Terlalu banyak seruan atau ‘dakwah’ ilallah (menuju Allah) yang kita jumpai di sekeliling kita. Masyarakat pun dengan mudahnya mengatakan bahwa ‘dakwah itu semuanya sama’. Benarkah? Lalu manakah seruan yang benar yang akan mendekatkan kepada Allah?

Selasa, 17 Desember 2013

SYIRIK
Meminta Syafa'at Kepada Orang Mati
oleh: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Di samping alasan tawassul sebagai-mana telah disinggung pada edisi yang lalu, alasan lainbagi para penyembah kubur adalah mengharapkan pembelaan dan syafaat. Seakan-akan mereka lebih mengetahui dari Allah dan Rasul-Nya tentang syafaat.

Hal ini persis seperti alasan kaum musyrikin jahiliyah semasa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam diutus. Padahal Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan akan hal itu? Bahkan beliau melarang umatnya dari perbuatan-perbuatan seperti itu. Apakah mereka mau mengajari Allah tentang agama ini?! Ingatlah! Agama ini milik Allah. Untuk itu seluruh amalan, bentuk dan tata cara ibadah sudah seharusnya sesuai dengan aturan dari Allah dan utusan-Nya

Selasa, 03 Desember 2013

 Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Kenapa demikian? Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya.

Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah bukan sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian itu dibahas? Bukankah kita semua telah mengetahui dan mengenal pencipta kita? Bukankah kita telah mengakui itu semua?

Rabu, 13 November 2013

Pembahasan edisi kali ini dimulai dari prinsip yang paling mendasar dari ajaran Islam, sebagai pengingat bagi yang lupa, nasehat bagi yang lalai dan meluruskan bagi yang salah dalam memahaminya.

Dalam rangka menjalankan perintah Allah:
 وَذَكِّرْ    فَإِنَّ    الذِّكْرَىٰ    تَنفَعُ    الْمُؤْمِنِينَ  
 Maka ingatkanlah, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi kaum muk-minin. (adz-Dzariyat: 55)

Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:Dari Umar Radiyallahu ‘anhu , beliau berkata:
“Tatkala kami sedang duduk bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut hitam legam, tidak ada pada-nya tanda-tanda selepas bepergian dan tidak ada seorangpun di antara kami yang menge-nalinya.
Dia datang dan duduk menghadap Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam kemudian merapatkan lututnya kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam seraya berkata: “Wahai Muhammad terangkan kepadaku apa itu Islam?”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab:

Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi ke-cuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah rasul (utusan) Allah dan engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, ber-puasa di bulan Ramadahan, dan menjalani ibadah haji di Baitullah (al-Haram) jika engkau mampu mengadakan perjalanan kepadanya”. (HR. Muslim juz 1 hal 133)

Apik Elek Bloge Dewek