:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label bantahan untuk said aqil siraj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bantahan untuk said aqil siraj. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2015

BENARKAH SYARI'AT MEMAKAI CADAR (HIJAB) ITU ADALAH TRADISI BUDAYA ARAB JAHILIYYAH SEMATA?

Dijawab Oleh:
Al-Ustadz Muhammad 'Umar As-Sewed -hafidzahullah-
Kajian rutin di Masjid 'Ali bin Abi Thalib Tegal, Jum'at 27 Dzulqo'dah 1436H/11 September 2015

durasi 03:30
DOWNLOAD 
_______________
** Nasehat indah untuk menjawab tuduhan keji dari Sa'id Agil Siraj hadaahullah yang mengatakan Cadar itu hanyalah Tradisi Arab dan celaannya terhadap nenek-nenek negro yang mengamalkan syari'ah memakai Cadar..

Bukti suara Said Agil
durasi 01:16
DOWNLOAD
_______________


مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Selasa, 22 September 2015

Tanya:
Bagaimana bantahan kepada syubhatnya Said Aqil Siradj yang mengatakan shaf shalat lurus rapat itu pemahamannya wahabi. Karena takut kalau iblis masuk dalam shaf-shaf shalat.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah

# Kalau kami senang, iblis masuk dalam shalat jama'ah. La haula wala quwwata illa billah,
hadza rojul imma jahil wa imma shohibul hawa, wa tsani aqrab. Ini orang imma dia bodoh, atau shohibul hawa, tapi yang kedua lebih mendekati ya ikhwah.
# Dia doktor jebolan Ummul Qura Makkah, bahasa arabnya fasih, tidak mungkin goblog. Tapi dari shahibul hawa.

Keif sunnah rasul 'alaihi shallatu wasallam, perintah rasul dikatakan pemahaman wahabi?
Kegoblogan yang kaya apa yang lebih jauh daripada ini?
Penyimpangan yang kaya apa yang lebih parah daripada ini?

Rasul memerintahkan:

سوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَفِّ مِنْ تَماَمِ الصَّلَاةِ

تَسْوِيَةَ الصَفِّ
lurus dan rapat. Lihat fathul bari syarah shahih bukhari karya Al Hafizh Ibnu Hajar dari syafiiyyah, tidak usah jauh-jauh dari mazhab yang lain, dari syafiiyyah.

Juga rasul menyatakan dalam sabda yang lainnya lagi:

لَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ
"Jangan kamu biarkan ada yang longgar-longgar untuk setan"

Itu maknanya apa? Disuruh lurus, jangan suka renggang.
Itu bukan wahabi,
itu sunnah nabi 'alaihi shallatu wasallam.

Na'udzubillahi min dzalik, yang dikhawatirkan ada unsur istihza' bi sunnah, mengolok-olok suunnah. Kalau demikian keadaannya, na'udzubillahi min dzalik dikhawatirkan kekufurannya, istihza' bi sunnah kufur, barakallahufiikum.

Yang kedua, ketika rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan jangan kamu biarkan yang longgar-longgar untuk setan, ya hadza bukan untuk berjama'ah bersama kita orang.

Setan itu kafir, tidak mungkin shalat. Dia itu datang untuk
~ merusak shalatnya kaum muslimin,
~ mengganggu shalatnya kaum muslimin,
~ supaya jangan khusu',
~ supaya jangan tenang,
~ supaya bubar.
Koq malah senang sama iblis? La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim.

Na'am ya ikhwah, ahlussunnah (tetap, -red) ahlussunnah, yang salah katakan salah, munkar katakan munkar walaupun tokoh nasional, barakallahufiikum. Yang luar biasa dikatakan wahabi, la haula wala quwwata illa billah. Kalau wahabi adalah rasul, masya Allah kebanggaan bagi kaum muslimin dikatakan sebagai wahabi, karena mengikuti rasulullah shallallahu 'alahi wasallam.

Tapi penamaan yang salah kaprah. Imma bodohnya orang ini, wa imma dia orang yang menyimpang, yang kedua lebih mendekati ya ikhwah. Sekali lagi yang kedua lebih mendekati.

Download Audio disini
DOWNLOAD

VIVA.co.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Kyai Haji Said Aqil Siradj, mengaku tidak bermaksud menghina atau melecehkan siapa pun terkait pernyataan dia perihal jenggot. Menurut dia, lontarannya mengenai jenggot hanya guyon atau bercanda.

"Itu kan guyon saja. Masalah jenggot itu bercanda," ujar Said kepada VIVA.co.id di kantor PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

http://m.news.viva.co.id/news

GUYON ?
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65)لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja".
Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah :65,66)

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ(29)وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ(30)وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ(31)وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ(32)وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ(33)فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ(34)عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ(35)هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(36

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mu'min, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu'min. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Muthaffifin:29-36)


Wallohul musta'an

Minggu, 13 September 2015


"MUDAHNYA MEMAHAMI SYARI'AT ISLAM & JELASNYA AL-HAQ DARI KEBATHILAN"
(Bantahan untuk Sa'id Agil Siraj hadaahullah)

Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad 'Umar As-Sewed -hafizhahullah-
Jum'at, 27 Dzulqo'dah 1436 H - 11 Sept 2015 M
Masjid Ali bin Abi Thalib Tegal
Durasi 23:20

DOWNLOAD
==============================================================
ceramah ketua pnbu Aqil Siroj
Menghujat bersedekap di dada sebagai mencekik leher

Menghujat syariat merapatkan shaf sebagai ajaran wahabi dan lebih suka melonggarkan shaf (shalat bersama Iblis -Kafir Laknatullah!!!!!- daripada shalat bersama Wahabi)

Melecehkan Malaikat Munkar-Nakir masih ngantri belum (bisa) menanyai Gus Dur karena kuburannya masih ramai

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
==============================================================
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]  | www.alfawaaid.net
Apik Elek Bloge Dewek