Rujuk Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah**
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak
pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan
organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As
Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh
Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.
Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal
Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu
dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka
senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.
Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah
Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari
kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai
kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk
mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang
lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling
mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran, atau
bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah
perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan
sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.