:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label rujuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rujuk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

(Menjawab Tuduhan Keji Para Pendengki Terkait Bayan Rujuk Ust. Saifuddin Zuhri hafidzohulloh)

Kolaborasi Halabiyun, Kumpulan Thullabul Hawa' dan Syuhada Al IskandarKOLABORASI HALABIYUN: KUMPULAN THULLABUL HAWA’ DAN SYUHADA AL ISKANDAR
Alhamdulillah was Sholatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala Alihi wa Ashabihi Waman Tabi’a Hudahu Ila Yaumil Qiyamah. Wa Asyhadu Alla Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluhu, Amma Ba’du :

Minggu, 14 Desember 2014


Download Audio

Terkait rujuknya beliau ini terdapat banyak catatan, dan yang terakhir adalah beliau berjalan bersama mereka mutamayyi'in.
##Silakan baca: saifuddin-zuhri-bermasalah-lagi-alamat


untuk audio dari asatidz in syaa Alloh menyusul

Kamis, 21 Agustus 2014


Rujuk Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah**
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.

Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran, atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

Selasa, 17 Juni 2014

Senin, 02 Juni 2014

Al Ustadz Abu Karimah Askari hafidzahullah :
"Demikianlah para 'ulama kita mengajari kita"

Al Ustadz Afifuddin hafidzahullah :
"Ini merupakan pelajaran amaliyah (amal nyata) besar, dari seorang alim robbani yang bijak.
Ahlussunnah di semua tempat, mereka memiliki (prinsip) :
'ilmu tentang al-haq dan beramal dengannya, lebih mengedepankan al-haq di atas segala sesuatu.
Senantiasa mengikuti dan mengagungkan al-haq, berhukum dan kembali kepadanya.'
Sehingga mudah bagi mereka untuk rujuk kepada al-haq tatkala telah jelas al-haq tersebut bagi mereka.
Rujuk kepada al-haq merupakan keutamaan, sedangkan keras kepala di atas kebatilan merupakan kehinaan.
Kita memohon taufiq kepada Alloh."

Al Ustadz As Sarbini hafidzahullah :
"Alloh telah meninggikan kedudukan Adam 'alaihissalam sampai ke derajat nabi, dan Alloh memilihnya sebagai nabi setelah taubatnya Adam 'alaihissalam dari dosanya.
Keras kepala di atas kebatilan tidak lain itu merupakan diantara kebiasaan iblis"

Al Ustadz Ayip Syafrudin hafidzahullah :
"Sikap itu merupakan sikap tawadhu beliau hafidzahullah.
Sikap ketulusan beliau untuk senantiasa berjalan di atas al-haq.
Rujuk dan taubat seorang hamba Alloh adalah sebuah kemestian, karena taubat atau rujuk pada kebenaran adalah sesuatu yang diajarkan dalam syariat yang mulia ini.
Tidaklah seseorang bersikap tawadhu karena Alloh kecuali Alloh akan meninggikannya.
Peristiwa ini memberi pelajaran emas yang teramat berharga bagi kitadari seorang alim.
Semoga kita bisa memetik pelajaran emas ini. "

sumber : Whatsapp Miratsul Anbiya Indonesia 10
بسم الله الرحمن الرحيم
Di antara gambaran totalitas masyaikh kita terhadap al-Haq

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Shalawat dan Salam kepada Nabi dan Rasul termulia
Amma Ba’d
Telah terjadi penelponan pada pagi hari Rabu, tanggal 29 Rajab 1435 H kepada ayah dan syaikh kami asy-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah al-Jabiri hafizhahullah.
 Aku bacakan kepada beliau perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari kitab Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, “Fulan lebih jelek dari Iblis.” (IV/506-510).
Syaikhuna- yang mulia- telah rujuk dari ucapan beliau “Iblis Yaman.”
Beliau (asy-Syaikh ‘Ubaid) berkata, “Aku rujuk, aku memohon ampun dan bertaubat kepada dari ucapan tersebut.”
Beliau menyampaikan kepadaku, agar aku menyebarkan pernyataan rujuk beliau ini.
Aku memohon kepada Allah agar meninggikan kedudukan Syaikh kami dan menjaganya.
Akhir dakwah kami adalah “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”.
Yang menelpon dan membacakan (kepada beliau)
Murid beliau
Muhammad Abdurrahim Ikhwan
Madinah Nabawiyah
# http://www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=20841
Sumber: WA Miratsul Anbiya Indonesia

Senin, 21 April 2014

penegasan rujuknya ustadz Dzul Akmal Riau
Allahu Akbar!
Penegasan Telah Rujuknya Ustadz Dzul Akmal & Nasehat Indah Untuk Menjaga Tali Persatuan Diantara Salafiyun
Sebuah kabar yang tentunya sangat membahagiakan bagi setiap orang yang beriman tatkala mendengar saudaranya rujuk dari kesalahannya.
Alhamdulillah berikut ini kami haturkan nasehat berharga yang disampaikan oleh Al ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah di Perawang Riau dan penegasan telah rujuknya UDA (Ustadz Dzul Akmal) semoga kita semuanya bisa mengambil faidah padanya dan tetap kokoh di atas Al Haq sampai ajal menjemput kita…amin. 
 

audio download di sini

Terkait Taubat Dzul Akmal ini ada catatan2 dari asatidzah, yang insya Alloh akan kamu upload disini
Sumber: sumur dan WA Miratsul Anbiya
Apik Elek Bloge Dewek