:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label taat pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taat pemerintah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juli 2017



🕌⛱ Pengumuman Resmi DAURAH NASIONAL "ASY-SYARI'AH" KE-14 TAHUN 1438 H / 2017 M
~~~~

                   بسم الله الرحمن الرحيم

🌅 Insya Allah akan segera hadir kembali, Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang ke-14 tahun 1438 H /2017 M, dengan tema:

🌏🗺 "STABILITAS BANGSA & NEGARA TANGGUNG JAWAB BERSAMA"

Bersama para masyayikh Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Timur Tengah:
1⃣ Asy-Syaikh Dr. Khalid azh-Zhafiri (Kuwait)
2⃣  Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghaleb (Yaman)
3⃣  Asy-Syaikh Usamah bin Saud al-Amri, MA (Arab Saudi)
4⃣  Asy-Syaikh Hamed Khamis al-Junaibi (Uni Emirat Arab)
5⃣ Asy-Syaikh Dr. Hisyam al-Husani (Uni Emirat Arab)

🎗 DAURAH ASATIDZAH
🗓 Waktu: Senin—Jumat, 30 Syawwal—4 Dzulqa’dah 1438 H (24—28 Juli 2017 M)
🏘 Tempat: MA’HAD AL-ANSHAR, Sleman
📞 Kontak Person
📲 081328022770
📲 081328078414

🌴 DAURAH UMUM
🗓 Waktu: Sabtu—Ahad, 5—6 Dzulqa’dah 1438 H (29—30 Juli 2017 M)
🕌 Tempat: JAKARTA ISLAMIC CENTER, Tugu Utara, Koja, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta
☎ Kontak Person
📲 085319732909
📲 081513978370
📲 08129394826


               ===================
🎙 MUHADHARAH SATU HARI
📆 Hari: Sabtu, 5 Dzulqa’dah 1438 H (29 Juli 2017 M)
Waktu: 09.00  - 14.00 WIB
🕌 Tempat: MASJID AGUNG MANUNGGAL BANTUL
📱 Kontak Person
085100453237
             ===================

Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah Ke-14

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
▶ https://telegram.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

✈🚅🚖🚘

~~~~~
RUTE MENUJU LOKASI KAJIAN (JAKARTA ISLAMIC CENTER)
~~~~~


1⃣ 🛩 Dari Bandara Halim Perdanakusuma
📌 Naik angkutan jurusan Terminal Tanjung Priok
📌 Dari terminal, naik Metromini 41, turun simpang lima Semper
📌 lanjut poin no. 9

2⃣ 🛬 Dari Bandara Soekarno - Hatta
🖌 Naik angkutan  jurusan Terminal Tanjung Priok
🖌 Dari terminal, naik Metromini 41, turun simpang lima Semper
🖌 lanjut poin no. 9

3⃣ 🚈 Dari Stasiun Gambir
🔸 Naik busway, turun di halte ITC Cempaka Mas
🔸 naik metromini 07 menuju simpang lima Semper
🔸 lanjut poin no. 9

4⃣ 🚂 Dari Stasiun Pasar Senen
📎 Jalan kaki ke terminal Senen
📎 naik Metromini 07 jurusan simpang lima Semper
📎 lanjut poin no. 9

5⃣ 🚌 Dari Terminal Tanjung Priok
🔹 Naik metromini 41, turun di simpang lima Semper
🔹 lanjut poin no. 9

6⃣ 🚎 Dari Terminal Rawamangun
Ada dua alternatif :
✏ Naik busway, transit ke halte BPKP
✏ naik busway lagi turun halte Pool/Plumpang
—-Atau ——
👉🏻 naik angkutan jurusan pasar Senen (tidak ada angkutan yang langsung ke Terminal Tanjung Priok)
👉🏻naik Metromini 07 jurusan simpang lima Semper.
👉🏻 lanjut poin no. 9

7⃣  🚌 Dari Terminal Kampung Rambutan
🖍 Naik bus Mayasari Bakti PAC 07 Tanjung Priok – Kampung Rambutan
🖍naik Metromini 41 turun simpang lima Semper.
🖍 lanjut poin no. 9

8⃣ 🚕 Dari Terminal Senen
💎 Naik Metromini 07 turun simpang lima Semper
💎 lanjut poin no. 9

9⃣ 🚘🚘 DARI SIMPANG LIMA SEMPER
🔶jalan kaki, atau
🔶naik angkot jurusan Masjid Islamic Center ( jarak kurang lebih 300 meter). Insya Alloh angkutan dari simpang lima menuju Islamic Center banyak pilihan.

•••••••••••••••••••••••••••••
🌅📚 Channel Daurah Nasional “asy-Syari’ah” Ahlus Sunnah wal Jama’ah
▶ https://telegram.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com
🔗 http://daurahnasional.com/rute-menuju-lokasi-kajian-islam-ilmiah-ahlus-sunnah-wal-jamaah-asy-syariah-ke-14-tahun-1438-h-2017-m-jakarta-islamic-center/

🛵🛵🛵🛵🛵🛵

Rabu, 11 Mei 2016

Jakarta - Sebelum rapat paripurna Kabinet Kerja di Istana, Presiden Joko Widodo rupanya memanggil Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk membahas munculnya aktivitas terkait komunisme. Apa instuksi Presiden dalam pertemuan itu?

"Tadi siang kami dengan Jaksa Agung, Kepala BIN dan Panglima TNI yang diwakili KASAD, dipanggil Bapak Presiden terkait komunisme. Jadi menyikapi maraknya aktivitas dan beberapa atribut yang menunjukkan identitas PKI ataupun komunisme yang belakangan ini meningkat," ucap Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai rapat di Istana, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Menurutnya, Presiden memberi perhatian soal banyaknya kaos-kaos bergambar palu arit, termasuk merchandise yang dijual atau kegiatan-kegiatan lain yang menunjukkan masyarakat menduga komunisme akan bangkit kembali.

"Oleh karena itu Bapak Presiden tadi sudah jelas menyampaikan gunakan pendekatan hukum," ujar Badrodin soal intruksi Presiden.

Presiden melandaskan pada Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 yang berisi tentang pembubaran PKI dan larangan terhadap komunisme dan juga penyebaran dan mengembangkan paham-paham komunisme, Leninisme dan Marxisme.

"Tadi disampaikan Bapak Presiden pendekatannya pendekatan hukum, karena masih berlaku Tap MPRS, kemudian UU Nomor 27 Tahun 1996 tentang perubahan pasal 107 KUHP," lanjut Badrodin.

Pasal 107 KUHP ada 6 tambahan juga terkait larangan terhadap kegiatan dalam bentuk apapun yang menyebarkan atau mengembangkan paham komunime, Leninisme dan Marxisme.

"Sehingga kami sudah berikan arahan kepada seluruh jajaran untuk bisa lakukan langkah-langkah hukum terhadap yang diduga mengadung ajaran komunisme. Baik itu menyiarkan ataupun mengembangkan. Apakah bentuknya atribut, kaos, simbol-simbol, termasuk juga mungkin film yang bisa mengajarkan komunisme," tegas Badrodin.

Sumber
http://news.detik.com 

Senin, 09 Mei 2016

(JAWABAN ILMIYAH TERHADAP ACUNGAN KEPALAN TANGAN KIRINYA)

Sebagaimana gambar yang beredar luas di media adanya sebuah aksi unjuk rasa pada hari buruh 1 Mei menunjukkan sekumpulan pengunjukrasa berseragam merah dan nampak seseorang yang sengaja tidak mengancingkan baju luarnya demi mempertontonkan kaos dalamnya yang bergambar palu arit dalam beberapa pose fotonya yang kemudian diidentifikasi sebagai orang yang bernama PIUS GINTING.

Keterangan singkat tentang bintang tamu berkaos Palu-Arit Partai Komunis ini:
Nama Asli : Mardan Pius Ginting
Tempat dan Tanggal Lahir : Tanah Karo, 14 Oktober 1975
Alamat : Jl Kompleks Panorama Kav. 18 A
Jalan Lebak Bulus 2 No 8 Cilandak Barat, Jakarta Selatan
Blog/Kolom : www.beritasatu.com/blog/author/pius-ginting
Green Politics di www.rmol.co
Website aktivis: www.walhi.or.id
Pendidikan:
Univesitas Bung Karno University – Fakultas Hukum (2010-2015)
Institut Teknologi Bandung (1996 – 2001)
SMA Negeri 1 Medan Sumatera Utara

Alamat Sosial Media Network
piusginting.blogspot.com
twitter.com/piusginting
facebook.com/public/Bung-Pius-Ginting
Url bukti: http://www.kuakap.com/2016/05/biodata-profil-pius-ginting-aktivis.html

Gambar 1. Dulu bak Tikus got, sekarang berkaos Partai Komunis memamerkan kepalan tangan kirinya dalam beberapa pose foto publiknya.

Setelah kehebohan tersebut buru-buru orang berkaos Partai Komunis ini memberikan hilah, alasan.

Nukilan:
"Berikut ini Penjelasan / konfirmasi bung pius ginting atas pemakaian kaos Vietnam bergambar palu arit di May Day di halaman facebook-nya

Terkait dengan beredarnya foto saya dan teman teman saat saya memakai kaos bergambar palu arit yang kini banyak disebar di media sosial, saya perlu memberikan penjelasan sebagai berikut.

1. Kaos tersebut seperti yang saya sebutkan dalam posting awal di fb adalah buatan dan souvenir dari Vietnam. Juga ditunjukkan dengan adanya tulisan Viet nam. Indonesia memiliki hubungan baik dan hubungan diplomatik dengan Vietnam. Termasuk bebas berkunjung.

2. Teman yang saya ikut befoto maupun organisasi yang ada dalam foto tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kaos yang saya pakai. Foto tersebut sekedar foto bersama bertemu dengan teman teman saat aksi May Day.

3. Momen May Day adalah momen kegembiraan buat buruh dan kalangan aktivis. Pemerintah pun telah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur. Dan dirayakan dengan kegembiraan, seraya terus menuntut perbaikan kondisi buruh.

4. Saya menyayangkan pihak pihak yang men share foto saya dan teman teman dari akun fb tanpa izin saya. Sudah seharusnya kita menghormati privasi dan ruang pribadi kendati berada di media sosial, seperti fb.

Demikian penjelasan ini saya sampaikan.
Mari kita bangun wacana yang produktif agar perbaikan ketidakadikan dan kualitas demokrasi ini terus membaik untuk kebahagiaan rakyat kita." -selesai penukilan-

Gambar 2. Kaos souvenir Lambang Vietnam, alasannya

http://www.kuakap.com/2016/05/fakta-sebenarnya-baju-pius-ginting.html
Beritasatu
Blog BeritaSatu.com Pius Ginting
:pushpin:Bantahan dan jawaban

Pius Ginting menyatakan:
"1. Kaos tersebut seperti yang saya sebutkan dalam posting awal di fb adalah buatan dan souvenir dari Vietnam. Juga ditunjukkan dengan adanya tulisan Viet nam. Indonesia memiliki hubungan baik dan hubungan diplomatik dengan Vietnam. Termasuk bebas berkunjung."

Komentar:
1. Dia mengira dengan jawaban (baca: acungan kepalan tangan kirinya) "telak" ini akan selesailah persoalannya, namun sebenarnya dari jawabannya itulah justru merupakan awal dari rentetan bukti fakta bahwa orang ini hendak bersilat lidah dan lari melemparkan tanggungjawabnya kepada pemerintah Vietnam dengan dalih baiknya hubungan diplomatik kedua negara.

2. Pius sengaja mempertontonkan gambar kaos Palu-Arit dalam beberapa pose fotonya dengan bukti baju luarnya yang sengaja pula tidak dikancingkannya! Lalu bagaimana mungkin setelah berpose publik di ruang publik dalam acara publik demonstrasi terbuka (bukankah memang tujuan demonstrasinya adalah unjuk gigi kepada publik?!) lalu orang ini sekonyong-konyong berhilah tentang privasinya yang tidak dihormati dan menyayangkan pihak pihak yang men share fotonya dan teman temannya dari akun fb tanpa izin dia?!?!?!

3. Benarkah Lambang Palu-Arit adalah Kaos souvenir Lambang Vietnam yang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan negara Indonesia seperti alasannya?!
Sekarang mari kita simak gambar bendera dan lambang Vietnam.
Bendera dan lambang negara Vietnam (yang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan negara Indonesia) bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3. Bendera dan lambang negara Vietnam

Dari kedua bukti tersebut, adakah kesamaan dengan alasan yang dikemukakan oleh Pius Ginting seperti poin pertama alasannya souvenir Lambang Vietnam dengan kaos bergambar Palu-Arit yang dikenakannya???
Jawabannya adalah TIDAK ADA KORELASI APAPUN ANTARA GAMBAR PALU-ARIT PIUS dengan GAMBAR BENDERA & LAMBANG NEGARA VIETNAM (yang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan negara Indonesia)!!

Gambar 4. TIDAK ADA KORELASI APAPUN ANTARA GAMBAR PALU-ARIT PIUS dengan GAMBAR BENDERA & LAMBANG NEGARA VIETNAM

Lalu apa kaitannya antara kaos bergambar palu-arit yang dikenakannya di ruang publik secara demonstratif dan bangga dengan souvenir Lambang Vietnam?!

Mari kita simak gambar di bawah ini:

Gambar 5. Palu-Arit Vietnam ternyata adalah SOUVENIR LAMBANG (PARTAI KOMUNIS) VIETNAM!!

Inilah keterangan sangat penting yang kami letakkan diantara dua tanda kurung yang merupakan hakekat alasan tersembunyi yang tidak ditulisnya yaitu kaos Pius Ginting adalah SOUVENIR LAMBANG (PARTAI KOMUNIS) VIETNAM!!!!
Dan ini tidak ada kaitannya dengan hubungan diplomatik yang baik diantara kedua negara!!!

Gambar 6. Tipuannya murahannya, dia mengira bisa menipu manusia dengan menonjolkan hubungan budaya (Partai Komunis) diantara negara-negara Asean dan dibekingi Gus Dur. Url bukti: https://m.facebook.com/pius.ginting.7?fref=search

Vietnam (Bahasa Vietnam: Việt Nam Chữ Nôm: 越南[viət˨ næm˧] ( simak)), bernama resmi Republik Sosialis Vietnam (Cộng Hòa Xã Hội Chủ Nghĩa Việt Nam 共和社會主義越南) adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan.
Maka apakah bantahanmu wahai Pius Ginting dengan tudingan kami bahwa kamu bersama berbagai pose fotomu benar-benar sedang berdemonstrasi bukan semata kaos biasa cinderamata dari Vietnam tetapi KAOS ISTIMEWA BERLAMBANG PALU ARIT PARTAI KOMUNIS VIETNAM?!?!

Setelah kami bongkar dengan bogem mentah bukti ilmiyah yang menelanjangi tipudaya dan kebohonganmu ini, apakah engkau wahai Pius Ginting juga akan melemparkan alasan yang sama seperti sebelumnya dengan mengatakan bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan The Communist Party of Vietnam (CPV), Partai Komunis Vietnam memiliki hubungan yang baik diantara keduanya dengan bukti identiknya lambang souvenir kedua partai?!?!?!

Kenapa mereka -pasca reformasi- berani terang-terangan menunjukkan identitas ke-PKI-annya setelah sebelumnya bak tikus got yang bersembunyi?! Mabes TNI Community telah menegaskan bawa itu karena mereka memiliki BAKING YANG KUAT.

Sebagai contoh, lihatlah bagaimana seorang wanita yang bernickname Ribka Ciptaning Proletar berani terang-terangan menulis buku provokatif berjudul AKU BANGGA JADI ANAK PKI yang tak tanggung-tanggung langsung diberi sokongan kata pengantar oleh Gus Dur alias Abdurrahman Wahid!!! Wallahul musta'an.

Gambar 7. Disokong Abdurrahman Wahid, bangga sebagai anak pemberontak PKI Pengkhianat Bangsa!

Landasan hukum terlarangnya PKI dan kejahatan penyebarluasan paham Komunis di wilayah NKRI

-TAP MPRS NO. XXV thn 1966 (LARANGAN KOMUNIS DI NKRI)
- UU NO. 27 THN. 1999 ttg perubahan pasal2 dlm KUHP khususnya di KUHP buku kedua Bab I ttg Kejahatan terhadap Keamanan Negara; sbb:

Pasal 107 a (UU No.27/99) [1]
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudanya dipidana dg pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 107 b (UU No.27/99)
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apa pun, menyatakan keinginan untuk meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara yg berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta ha, dipidana dh pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 107 c (UU No.27/99)
Barang siapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tullsan dan atau metalui media apa pun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme yg berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dg pidana penjara paling lama 15 (lima betas) tahun.
Pasal 107 d (UU No.27/99)
Barangsiapa yg secara melawan hukum di muka umum dg lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marx isme Leninisme dg maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara, dipidana dh pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 107 e (UU No.27/99)
Dipidana dg pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun:
a. barangsiapa yg mendirikan organisasi yg diketahui atau patut diduga menganut ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya; atau
b. barangsiapa yg mengadakan hubungan dg atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam maupun di luar negeri, yg diketahuinya berasaskan ajaran Komunisme/Marxisme Leninisme atau dalam segala bentuk dan perwujudannya dg maksud mengubah dasar negara atau menggulingkan Pemerintah yg sah.

PKI/KOMUNISME/LENIMISME/MARXISME DKK ADALAH KEJAHATAN TERHADAP KEAMANAN NEGARA...!!!
RAKYAT INDONESIA DILINDUNGI HUKUM UNTUK MENOLAK PKI!

Sumber
Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata JOIN Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq

Minggu, 08 Mei 2016

Ma’had Riyadhul Jannah, Cileungsi Bogor
Jumat, 5 Februari 2016M
Bersama: 
Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله تعالى

Tema : 
Mewaspadai Kebangkitan Komunis
Link Download :

Mewaspadai Kebangkitan Komunis 
sumber : salafycileungsi.net
Publikasi : ahlussunnahsintangkalbar.blogspot.com 


PURWOKERTO
SABTU, 9 APRIL 2016

Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin – Sesi 1

⇓ Download Disini
Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin – Sesi 2

⇓ Download Disini
 

FANS PAGE MABES TNI COMMUNITY PERINGATKAN DARI BAHAYA KEBANGKITAN PKI

Informasi resmi Fanspage Mabes TNI Community pada 7 Mei 2016 pukul 11:49 siang
"Seluruh komponen anak bangsa agar waspada tanggal 9 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari lahir PKI ke-102.
Para antek-antek partai jahanam tsb (kabarnya) akan membagikan 102 rb kaos PKI serta atribut2 lainnya.
Bagi yg mengetahui kegiatan spt ini agar melaporkannya ke kantor polisi atau markas TNI terdekat"

Url bukti: https://m.facebook.com/Mabes-TNI-Cilangkap-102138603199152/

Sebarkan!!
 



Minggu, 17 April 2016

Bingkisan Untukmu wahai para MLMiyun Dzulqarnainiyyun, para Facebooker dan para admin "Pelita (gak) Sunnah" yang sering mencela dan mencari² kesalahan Para Umara' (Penguasa & Pemimpin) Negara Yaman terkhusus Asy Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah (beliau adalah menteri Negara Yaman) dan yang lainnya.

Wasiat manakah yang kalian tempuh ???
Wasiat manakah diantara 2 wasiat ini yang kamu pilih ?

Apakah,...
Wasiat pertama :
Wasiat Anas bin Malik dan para Sahabat Kibar (Senior) radhiyallahu 'anhum :
Kami dilarang oleh kibar kami dari Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
"Janganlah kalian mencela umara' (penguasa² & pemimpin²) kalian, dan janganlah kalian mengkhianati mereka dan janganlah kalian membenci mereka, Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah kalian, karena sungguh urusan telah dekat."
diriwayatkan Ibnu Abi 'Ashim dlm As Sunnah 2/488, dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah.

ataukah,..
Wasiat kedua :

Wasiat Ibnu Saba' Al Yahudiy :
"Mulailah kalian untuk mencela Umara (Penguasa²/Pemimpin²) dan nampakkanlah itu sebagai tindakan amar ma'ruf nahi munkar, pikatlah dan ajak hati-hati manusia kepada perkara ini."
Tarikh Ar Rusul oleh Imam At Thabariy 4/340


#سؤال_بدون_جائزة

أي الوصيتين تختار ؟

- الوصية الأولى:
وصية أنس وكبار الصحابة رضي الله عنهم:
نهانا كبراؤنا من
أصحاب النبي ﷺ قال :
(لا تسبوا أمراءكم ولا تغشوهم ولا تبغضوهم واتقوا الله واصبروا فإن الأمر قريب)

رواه ابن أبي عاصم في السنة(٢/٤٨٨)
وصححه الألباني.

- الوصية الثانية:
وصية ابن سبأ اليهودي: 
(إبدؤوا في الطعن على أمرائكم
وأظهروا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر تستميلوا قلوب الناس
وادعوهم إلى هذا الأمر)

تاريخ الرسل للطبري(٤/٣٤٠)

SALAM
Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

HUKUM MENCELA PEMIMPIN/PENGUASA NEGARA LAIN & BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG DUNGU YANG MEMBOLEHKAN MENCELA PEMIMPIN NEGARA LAIN DENGAN DALIH "BUKAN PEMIMPIN KAMI"

Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Hadi Al Madkhali حفظه الله

Pertanyaan pertama:
Semoga Allah berbuat baik pada Anda, kami memohon kepada Anda arahan nasehat untuk sebagian thalibul ilmi dan pemuda salafi yang sibuk membicarakan kejelakan pemerintah beberapa negara-negara Teluk, dengan dalih bahwa para penguasa tersebut bukanlah pemimpin mereka dan negara tersebut bukan negara mereka, dan telah tersebar manhaj ini -sangat disayangkan sekali- sangat luas di media-media sosial dan lainnya, bersamaan dengan masuknya banyak dari pemuda salafi ke dalam politik praktis dan banyak dari mereka yang sibuk membicarakannya.

Jawaban:
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjawab pertanyaan ini, sehingga tidak menyisakan ruang ijtihad bagi kita dalam permasalahan ini, seperti dalam hadits yang telah shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits tersebut telah masyhur bagi banyak penuntut ilmu walillahilhamd, yaitu sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻧَﺼِﻴﺤَﺔٌ ﻟِﺬِﻱ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﻓَﻠَﺎ يُبدِهِ ﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻭَﻟْﻴَﺄْﺧُﺬْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺨْﻞُ ﺑِﻪِ وَليُحَدِّث فِيمَا بَينَهُ وبَينَهُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻗَﺒِﻠَﻬَﺎ فَذَاكَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﺃَﺩَّﻯ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ.

"Barangsiapa yang dia punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan, janganlah menampakkannya secara terang-terangan, peganglah tangannya, menyendirilah dengannya, dan berbicaralah empat mata dengannya, jika ia terima maka itulah yang diharapkan, jika tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya."

Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "untuk orang yang memiliki kekuasaan" sifatnya adalah umum. Jadi kata "dzu" yang datang disebutkan dalam hadits ini dalam keadaan majrur yaitu "li dzi sulthan" kata "dzu" di sini bermakna pemilik.

ﻣﻦ ﺫﺍﻙ ﺫﻭ ﺇﻥ ﺻﺤﺒﺔ ﺃﺑﺎﻥ
Demikian dikatakan oleh Ibnu Malik dalam al-Khulashah bahwa kata "dzu" bermakna pemilik.

Maka maknanya adalah barangsiapa yang punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan.

Jadi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkaitkan dengan pemimpinmu sendiri, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah mengaitkannya dengan pemimpin mana saja yang akan engkau nasehati, atau yang ingin engkau nasehati, maka janganlah engkau tampakkan secara terang-terangan, dan ini perintah yang jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga wajib bagi seorang hamba untuk melaksanakannya, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia adalah pengikut hawa nafsu (ahlul bid'ah).

Dan pemahaman yang tadi kalian sebutkan itu adalah pemahaman yang tidak benar, karena sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang punya nasehat untuk dzu sulthan" yaitu shahibu sulthan (yang memiliki kekuasaan).

Maka pemimpin mana saja dari para pemimpin kaum muslimin, wajib atas setiap muslim jika ingin menasehatinya agar tidak menampakkannya secara terang-terangan, karena padanya terdapat keburukan dan mengandung bahaya, dan karena sesungguhnya tujuan dari nasehat adalah menyampaikan kebaikan untuk orang lain dan memetik dari orang lain dan diberikan kepada yang lain, dalam hal ini yaitu dengan menyampaikan nasehatmu kepada pemerintah dan mengambil kebaikan darinya untuk rakyatnya dan bangsanya, juga untuk kaum muslimin pada umumnya yang berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi cara ini (mencela pemerintah negara lain) bertentangan dengan tujuan tersebut, apabila engkau menempuh cara semacam ini, engkau membicarakannya, dan engkau menyebarkannya, maka sesungguhnya si pemimpin tersebut tidak akan menerima nasehatmu, ketika itu engkau menjadi seperti yang dikatakan:

ﺭﺍﻡ ﻧﻔﻌﺎ ﻓﻀﺮّ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺪ *** ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻘﻮﻗﺎً

"Dia bermaksud untuk memberi manfaat, tetapi justru menimpakan mudharat tanpa sengaja.
Dan diantara perbuatan berbakti ada yang terkadang justru berupa kedurhakaan."

Dan saya mengajukan pertanyaan kepada orang yang mengatakan perkataan tersebut, yang mana dia bukan seorang penguasa: Apakah engkau ridha jika engkau ada di Saudi kemudian ada yang mencelamu dari orang yang berada di Kuwait?! Engkau tidak akan ridha, dan jika keadaannya seperti itu padahal engkau bukan seorang pemimpin, maka ambillah pelajaran dengan dirimu sendiri.

Maka dalih yang dia klaim berdasarkan wilayah kekuasaan dan teritorial untuk membenarkan perbuatannya itu tidaklah benar. Jadi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan dengan wilayah tertentu, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan kecuali dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga.

Maka pemahaman ini tidaklah benar, bahkan itu adalah pemahaman yang berpenyakit, dan wajib bagi yang telah mendengar kalimat ini untuk memahami firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang benar.

Dan saya membuatkan sebuah permisalan bagi yang mengucapkan seperti itu, apabila seseorang yang ada di Saudi apakah dia ridha dicela oleh seseorang dari Kuwait dengan dalih karena dia bukan orang Kuwait dan orang yang mencelanya adalah seorang Kuwait?! Ini tidaklah benar, dia tidak akan menerima, tidak mungkin dia memberimu udzur, dia akan membantahmu esok harinya di internet secara langsung, atau membantahmu di koran-koran, atau dia pergi ke negaramu untuk membantahmu dengan mendakwamu, dakwaannya adalah bahwa 'dia telah mencelaku atau merendahkanku', apakah dia akan menerima dalih itu?! Tidak akan menerima!!

Maka wajib bagi seorang hamba untuk berbuat kepada manusia dengan apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.

Inilah yang saya nasehatkan untuk diri saya dan ikhwah semuanya, adapun perkataan yang engkau sebutkan tadi adalah perkataan yang salah yang menunjukkan akan kejahilan dan ketidakpahaman atau di atas hawa nafsu.

نسأل الله العافية والسلامة.

Dengarkan audio beliau dibawah :arrow_heading_down: :
:inbox_tray: http://bit.ly/1WQ9r3d

Minggu, 13 September 2015


Tepat pukul 19.00 WIB, Kemenag bersama sejumlah ulama, tokoh agama dan perwakilan negara sahabat selesai melaksanakan sidang Itsbat penentuan awal bulan Dzulhijjah, 1436 H. Dari sidang tersebut ditentukanlah tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Selasa, 15 September 2015.

"Tadi kami mendengarkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia. Dan tidak satupun yang melihat hilal. Jadi tahun ini kita menetapkan tanggal 1 dzuljihhan jatuh pada Selasa 15 September. Jadi artinya Idul Adha akan jatuh tanggal 24 September, pada hari Kamis," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Machasin di kantornya Jl MH Thamrin, Jakpus, Minggu (13/9/2015).

Machasin menjelaskan, memang ada perbedaan dalam penentuan jatuhnya Idul Adha tahun ini. Kemenag tidak mempermasalahkan perbedaan ini.

"Kalau ada yang menetapkan atau meyakini tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada 14 September, kita memberikan kebebasan, karena tidak ada paksaan dalam masalah agama. Jadi dipersilahkan yang menurut keyakinannya tanggal 10 Dzulhijjah pada tanggal 23 September. Kita saling menghormati perbedaan ini," jelasnya

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat hari raya Idul Adha 1436 Hijriah jatuh pada 23 September 2015. Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu'ti menerangkan penetapan itu didasarkan pada penghitungan hisab hakiki wujudul hilal. Kemungkinan, Mu'ti menambahkan, Arab Saudi dan mayoritas organisasi Islam lainnya juga akan merayakan Idul Adha pada 23 September.

"Beribadah dan berhari rayalah bersama Waliyul amr / Pemerintah, Sebagaimana tuntunan dari Rosul Sholallohu'alaihiwasallam"


Postingan di KHAS
http://m.detik.com/news/berita

Senin, 03 Agustus 2015

Dijawab Oleh: Al-Ustadz Abu Muawiyah Asykari  -hafidzahullah-

P E R T A N Y A A N:
Mohon dijelaskan tentang hukum memasang bendera. Pinginnya nggak masang, tapi biasanya ada edaran dari RT untuk pasang.
Kalau nggak pasang takutnya dipersulit urusan sama mereka. Ada yang bilang tergantung sikon, bisa mubah, bisa haram, mohon penjelasannya.
Baarokallohufiik.

J A W A B A N:
Tentang hukum memasang bendera, ana pernah bertanya langsung kepada Syaikh 'Ubaid hafizhahullah tentang perihal memasang bendera berkaitan dengan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, dan Beliau menjawab tentang bolehnya dengan alasan bahwa bendera hanya merupakan tanda bagi sebuah negara yang memiliki kekuasaan di negeri tersebut.

Tanya jawab ini terjadi sudah beberapa tahun silam di Bontang ketika ana mengisi daurah, dan di sela-sela daurah kami menelpon Syaikh Ubaid.
Namun rekaman yang ada di ana belum ketemu, ana gak tahu mungkin ikhwan Bontang ada yang bisa bantu menemukannya.

Namun kami disini memang belum pernah melakukannya, hingga saat-saat sekarang dengan timbulnya fitnah ISIS yang dapat menyebabkan adanya tuduhan yang dikhawatirkan kepada kami, barulah kami melakukannya, dengan niat  BUKAN karena merayakan kemerdekaan, namun sekedar untuk menampakkan bahwa kami adalah BAGIAN dari bangsa Indonesia.
Wallahu A'lam.

Jum'at 15 Agustus 2014 Pukul 21:42 WIB
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] Dikutip dari WS Semarang
www.alfawaaid.net

Jumat, 24 Juli 2015

Asatidzah -hafidzahumullah- menasihatkan kepada ikhwah agar :

1). Hendaknya menjaga lisannya dan agar tidak berkomentar tanpa bimbingan ilmu. Allah Ta'ala berfirman :
{وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} [الإسراء : 36]
"Janganlah kalian mengikuti sesuatu yang kalian tidak ada ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,  penglihatan,  dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban." (al-Isra' : 36)

2). Terkait poin pertama di atas, hendaknya ikhwan tidak menyibukkan diri dengan mendengarkan atau mengikuti berbagai berita di media massa, karena kita tidak mengetahui siapa para pembawa berita tersebut.
{يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبإ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين
} [الحجرات: 6]
"Wahai orang-orang beriman,  apabila datang kepada kalian seorang fasiq dengan membawa berita, maka lakukanlah tabayyun (memperjelas dan memastikan). Karena bisa jadi kamu menimpakan pada suatu kaum dengan kebodohan,  sehingga kalian menjadi menyesal atas apa yang kalian lakukan." (al-Hujurat : 6)

Jangan pula terpengaruh dengan berita-berita dari kaum khawarij,  dengan tidak membaca dan menyebarkan berita-berita yang bersumber dari mereka.


Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إن الله يرضى لكم ثلاثا، ويكره لكم ثلاثا...ويكره لكم قيل وقال
"Sesungguhnya Allah ridha untuk kalian tiga hal,  dan benci untuk kalian tiga hal....
(di antaranya)  : Allah benci untuk kalian : "katanya dan katanya" (yakni mengikuti sesuatu yang tidak jelas, pen).

3). Musuh-musuh Islam,  termasuk kaum Nashara,  tidak akan berhenti berbuat makar dan jahat kepada kaum muslimin. Hal ini menuntut kaum muslimin untuk selalu WASPADA.

4). Hendaknya kita tetap bersama pemerintah dan menjaga kewibawaan pemerintah RI selaku waliyyul amr.
Manhaj kita mengajarkan supaya kita selalu mendoakan kebaikan untuk pemerintah kita agar Allah senantiasa beri taufiq di atas kebenaran, dan semoga Allah jaga dan jauhkan dari berbagai makar dan kejahatan musuh-musuh Islam, baik Yahudi,  Nashara,  musyrikin,  dsb . Karena Allah berfirman
{ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم قل إن هدى الله هو الهدى ولئن اتبعت أهواءهم بعد الذي جاءك من العلم ما لك من الله من ولي ولا نصير
} [البقرة: 120]
"Tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nashara terhadap kalian,  sampai kalian mau mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya hidayah Allah itulah hidayah. Kalau kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepada kalian,  maka tidak ada untuk kalian pembelaan dan pertolongan dari Allah." (al-Baqarah : 120).

Kita juga berdoa semoga Allah memberikan kepada mereka bithanah (teman-teman dekat) yang baik dari kalangan kaum muslimin yang shalih, bukan dari kalangan orang-orang jahat dari kaum liberal, Syiah, dan kaum kuffar secara umum karena Allah berfirman:
{يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم قد بدت البغضاء من أفواههم وما تخفي صدورهم أكبر قد بينا لكم الآيات إن كنتم تعقلون
} [آل عمران: 118]
"Wahai orang-orang beriman,  janganlah kalian menjadikan bithanah (teman-teman dekat/kepercayaan) orang-orang di luar kalangan kalian. Karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka,  dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh Kami telah menerangkan ayat-ayat Kami jika kalian memahaminya." (Ali 'Imran : 118)

Al-Imam Ahmad rahimahullah mengatakan :
لو كان لنا دعوة مستجابة لدعونا بها للسلطان
"Kalau seandainya kami punya doa yang dikabulkan,  niscaya kami gunakan mendoakan kebaikan untuk pemerintah."

Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah juga mengatakan,
لو كانت لي دعوة مستجابة لم أجعلها إلا في إمام,  لأنه إذا صلح الإمام أمن البلاد والعباد
"Kalau seandainya aku punya doa yang mustajab niscaya tidak aku gunakan kecuali untuk (kebaikan) pemimpin. Karena apabila pemimpin baik,  maka negeri dan rakyat akan aman."

Semoga pemerintah kita diberi taufiq oleh-Nya agar menegakkan hukum dengan bijak dan tepat atas perbuatan mungkar kaum kafir.

5). Mengingatkan kepada kaum muslimin agar bertaubat dan bersegera membersihkan aqidah dan tauhidnya, serta memperbanyak ibadah kepada Allah.
Karena musibah dan kelemahan yang menimpa kaum muslimin disebabkan jauhnya mereka dari Allah dan ajaran agama-Nya.
Masih banyak terjadi dan tersebar di tengah-tengah muslimin kesyirikan,  di antaranya adalah meminta-minta kepada orang yang sudah mati, mengagungkan kuburan, sesajen, perdukunan, jimat-jimat, dll.
Di samping banyak pula tersebar bid'ah yang merupakan cara amaliah atau cara beragama yang tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Allah Ta'ala telah memperingatkan siapa saja yang menentang ketaatan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
{فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ} [النور : 63]
"Maka hendaknya waspada orang-orang yang menentang perintahnya (Rasulullah) bahwa mereka akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih." (an-Nuur : 63)

Di samping banyak pula terjadi berbagai dosa dan kemaksiatan, seperti meninggalkan shalat lima waktu, zina, meminum khamr, riba, dll. Allah Ta'ala telah memperingatkan :

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} [الروم : 41]
"Telah tampak berbagai kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan-tangan manusia. Agar Allah timpakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka,  agar mereka mau kembali." (ar-Ruum : 41)

{ذلك بأن الله لم يك مغيرا نعمة أنعمها على قوم حتى يغيروا ما بأنفسهم وأن الله سميع عليم
} [الأنفال: 53]
"Yang demikian (siksaan)  itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu sendiri merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri,  dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar laga Maha Mengetahui." (al-Anfaal : 53)

Berbagai kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, antara lain nikmat Islam, nikmat stabilitas nasional, nikmat keamanan dalam beribadah, keamanan dalam bidang sosial kemasyarakatan, nikmat wibawa Islam dan kaum muslimin, dan lain-lain, mereka ubah dan mereka hilangkan dengan berbagai dosa, kesyirikan yang merajalela, bid'ah yang tersebar luas, serta berbagai kemaksiatan dari yang terbesar hingga yang terkecil yang menyelimuti kehidupan masyarakat.

Maka hendaknya kaum muslimin BERPEGANG TEGUH dengan ajaran Agama Islam segala aspek kehidupan,  dan meninggalka segala yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam.
Di samping waspada dari musuh-musuh Islam.

6). Doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita yang ditimpa musibah ini. Termasuk yang mengalami luka-luka maupun kerugian harta.

--------------------------------------
3 Syawwal 1436 H / 19 Juli 2015

ttd

Usamah Mahri
Luqman Baabduh
Muhammad as-Sewed
Qomar Suaidi
Muhammad Afifudin
Syafrudin
Abdus Shomad
Askari
Muhammad Sarbini
Ayip Syafrudin
Abdul Jabbar
Muslim
Abdullah Nahar
Abdul Haq
Mukhtar
Muhammad Ihsan
Ahmad Khodim

Rabu, 18 Maret 2015


Maka, Subhanalloh...
Kalau berbicara tentang faham 'nasionalisme', pada prakteknya ahlussunnah salafy itu yang paling baik. Secara praktek, bukan secara pemahaman. Na'am.
Beberapa kali saya berbincang-bincang, sekadar bincang-bincang saja, na'am, dengan apa namanya...aparat keamanan, dengan temen-temen begini yang baru ngaji, dokter, dan semisal, na'am.

Sekarang nasionalisme itu sebenarnya apa? Apakah orang yang mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan bersama lagu Indonesia raya lalu hormat kepada bendera merah putih? Itu yang disebut nasionalisme? Hanya sebatas itu?
Begitu murahnya nasionalisme di Indonesia.

Setiap orang kan bisa menghafalkan lagu Indonesia raya, na'am. Walaupun dia bukan orang Indonesia. Setiap orang bisa saja mengibarkan bendera (merah) putih lalu hormat.
Itu sudah bisa dikatakan orang Indonesia asli? Sejati? Nasionalismenya sudah teruji?

Tetapi misalkan contoh kecil saja, misalkan ketika pemerintah pusat katakan negara, untuk kepentingan bersama kepentingan bangsa menentukan lahan ini akan digunakan sebagai proyek negara, Jalan tol misalkan. Terjadi perlawanan, demonstrasi. Sebagian pihak menolak kalau harganya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Ini yang namanya nasionalisme? Ini yang namanya nasionalisme? na'am

Tapi seandainya yang memiliki lahan-lahan tersebut adalah ahlussunnah salafiyin, diberi ganti yang murahpun (akan) diberikan. Karena pemerintah yang menginginkan, untuk kepentingan bersama. Untuk kepentingan bersama. Silakan pak ambil lahan saya untuk kepentingan bersama. Sudah tidak perlu ribet berpikir. "Wah...yang untung pemerintah kalau begini, kita dapet ganti ruginya apa?"na'am.
Karena alhamdulillah ahlussunnah terbimbing, tebimbing dengan Al quran dan Sunnah Nabi Shalallohu 'alaihiwasallam.

Ketika harga bahan bakar minyak dinaikkan, BBM dinaikkan, oleh pemerintah.
Bagaimana sikap ahlussunnah salafiyin? Dari ujung Sumatera sampai ujung Papua, na'am, mereka yang betul-betul belajar sunnah Nabi shalallahu'alaihiwasallam tidak ada satu kata pun yang terucap sebagai bentuk celaan kepada pemerintah dan penguasa. Tidak...
Yang ada justru "ya sudah...Sabar, kita yang menyesuaikan, dikurangi jalan-jalannya, kan gitu. Dikurangi jalan-jalannya."
Karena kebijakan itu adalah kebijakan pemerintah, yang tentunya kita berprasangka baik berdasarkan sekian banyak pertimbangan. Tidak mungkin kebijakan yang kemudian mendzolimi rakyat dan warga, kemudian ditelurkan dan ditetapkan secara terang-terangan seperti itu. Nggak mungkin. Pasti melalui berbagai pertimbangan.

Siapa yang melakukan aksi demo, sampai pada tindakan anarkis? Membakar ban di jalan raya, memukuli polisi, bentrokan fisik dengan polisi, menyandera tangki-tangki minyak, na'am. Menyatakan memboikot ini dan itu, mencela dan mencaci maki.
Ada ahlussunnah yang melakukannya? Tidak !!!
Hizbiyun, ahlul bid'ah yang melakukannya. Hizbut Tahrir, melakukan aksi demo serentak dan serempak di seluruh Indonesia. Na'am. Di pusat kota-kota besar, na'am, melakukan aksi demonstrasi. Na'am.
Mahasiswa, yang katanya 'maha' tetapi bodohnya luar biasa. na'am. Di makassar, bentrokan fisik antara mahasiswa dengan aparat keamanan hanya karena urusan pemerintah menaikkan harga BBM. Tangki-tangki minyak disandera, padahal isi tangki tersebut sedang dinanti dan ditunggu oleh masyarakat di bagian sana. Bukan bertambah baik kondisinya, tambah rusak, nambah pekerjaan.
Ada ancaman mebakar SPBU, ada ancaman ini, ancaman itu, sampai kemudian objek-objek vital milik pertamina kemudian harus dijaga aparat keamanan, ini malah membuat susah, na'am. Warga sudah takut, masyarakat kemudian khawatir dan cemas, masing-masing lebih baik berdiam di dalam rumah. Na'am.

Coba kalau misalkan kita kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam
"Tu addunamaa 'alaikum wa tas aluuna haqqokum 'indalloh"
Ini bimbingan Nabi shalallahu'alaihiwasallam,
"sudah lakukan saja tugasmu sebagai rakyat, laksanakan kewajibanmu sebagai warga. cukup, titik sampai disitu."
Hak kita? Hak rakyat bagaimana?
Nabi menganjurkan, sebagai sebuah tuntunan hidup, mintalah kepada Alloh Subhanahu wata'ala. Kalau tidak diberikan di dunia, nanti di akherat Alloh akan berikan. Nanti di akherat Alloh akan berikan.

Lantas penguasa yang dzolim dibiarkan? Penguasa yang lalim seperti itu didiamkan?
Tidak, doakan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Alloh 'azza wa jalla. Berdoa agar orang-orang yang ada di sekeliling dan di sekitar pemimpin kita adalah orang-orang yang baik, bithonah ashsholihah, teman-teman baik, para pembisik-pembisik yang baik, bukan para pembisik-pembisik yang jahat.

Doakan, untuk presiden kita, wakil presiden kita, mendapatkan pembantu-pembantu yang baik, yang soleh. na'am. Para ulama sampai-sampai mengatakan kalau seandainya saya memiliki doa yang mustajab, akan aku berikan untuk kebaikan penguasa, karena kalau penguasanya baik, rakyatnya pun baik.

Sayang, tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat belum terlaksana. Tahukah apa salah satu tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat?
 Mendoakan kebaikan untuk pemimpin-pemimpin kita.
~Mendoakan presiden kita,
~mendoakan wakil presiden kita,
~mendoakan para menterinya, na'am
~mendoakan gubernur-gubernur di Indonesia.
Para pemerintah, penguasa itu didoakan kebaikan.

Ya Alloh berikan kesabaran kepada mereka dalam menjalankan amanah,
Ya Alloh bimbinglah mereka ke jalan yang lurus,
Ya Alloh jauhkan dari mereka orang-orang yang jahat,
Ya Alloh lembutkan hati mereka, hati para pemimpin kami untuk lebih memperhatikan rakyat kecil,
Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.... Doa !!!
Itu tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat, yang ternyata kita belum tentu semua sudah melakukannya.
Doa secara khusus, di waktu yang khusus.

Coba bayangkan kalau 160 juta muslim dan muslimah di Indonesia sama-sama mendoakan tiap hari, mendoakan kebaikan untuk pemerintahnya, apakah Alloh akan membiarkan doa-doa begitu saja? Tidak, Alloh akan kabulkan.
Tapi sayangnya dari 160 atau 180 juta muslim ini yang pernah mendoakan pemerintah dengan baik berapa orang sih, berapa persen? Tidak perlu ya kita membayangkan orang yang ada di luaran sana, kita sekarang yang hadir di masjid ini. Coba misalkan secara jujur diadakan angket kecil-kecilan, yang pernah secara khusus mendoakan pemerintah, Ya Alloh..Ya Alloh semoga pemerintah kami.... Cuma berapa persen, berapa orang? Na'am
Padahal ini adalah salah satu prinsip dan salah satu aqidah ahlussunnatiwaljama'ah.


diranskrip dari potongan rekaman dauroh
ust. Abu Nasiim Mukhtar Iben Rifai
"Membina Keluarga Penuh Barokah"
30 Jan - 01 Feb 2015
Masjid Markaz Al Islamy, Pangkalan Bun, Kalimantan tengah.
Download audio

Selasa, 17 Maret 2015

[mengingat kembali salah satu prinsip dari sekian prinsip Islam yang kebanyakan kaum muslimin sekarang tidak mengetahuinya]

(ditulis oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed)

Kewajiban taat kepada pemerintah merupakan salah satu prinsip Islam yang agung. Namun di tengah karut-marutnya kehidupan politik di negeri-negeri muslim, prinsip ini menjadi bias dan sering dituding sebagai bagian dari gerakan pro status quo. Padahal, agama yang sempurna ini telah mengatur bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap pemerintahnya, baik yang adil maupun yang zalim.

Kamis, 21 Agustus 2014


Rujuk Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah**
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.

Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran, atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

Minggu, 16 Maret 2014

Ketahuilah sebuah kekuasaan/pemerintahan yang sah bisa terbentuk dengan beberapa cara:

1. Dengan cara dipilih dari orang yang terbaik (melalui kesepakatan seluruh rakyat), sebagaimana Abu Bakr Ass Shiddiq terpilih sebagai khalifah, karna memang telah disebutkan dalam beberapa hadits yang menjelaskan bahwa manusia terbaik setelah Rosul adalah Abu Bakr.

2. Penguasa yang sedang memimpin sudah memilih/mempersiapkan siapa yang akan menjadi penerusnya. Sebagaimana Abu Bakr mengangkat 'Umar sebagai Khalifah pada saat beliau memimpin untuk menjadi penerusnya. Juga Mu'awiyyah yang mengangkat Yazid sebagai penerusnya. Cara ini juga dipakai di Saudi Arabia.

Minggu, 27 Oktober 2013

oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Tidak ada kehidupan tanpa ada kebersamaan. Urusan agama dan dunia juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada kebersamaan. Karena itulah, Allah Subhanahu wata’ala melarang berpecah belah dan berselisih, serta memerintahkan bersatu dan bersepakat di atas ketaatan kepada-Nya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103)
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Ali Imran: 105)

Kesatuan dan kebersamaan haruslah di bawah kepemimpinan.

Jumat, 25 Oktober 2013

oleh Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi

Manusia terfitrah sebagai makhluk sosial. Hidup mereka saling bergantung satu dengan yang lainnya. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan mereka dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lantas menjadikan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lakilaki dan perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersukusuku supaya kalian saling mengenal.” (al-Hujurat: 13)

Manakala menjalani kehidupannya dengan berbangsa-bangsa dan bersukusuku, secara sunnatullah manusia membutuhkan pemimpin yang dapat mengurusi berbagai problem yang mereka hadapi. Itulah manusia, makhluk Allah Subhanahu wata’ala yang mendapatkan kepercayaan dari-Nya untuk memakmurkan bumi ini.
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Keburukan pemerintah bisa jadi adalah menu hangat yang tersaji di banyak obrolan. Banyak orang yang berbicara dengan berapiapi ketika membincangkan keburukan penguasa. Seakan-akan mereka lebih cakap atau lebih baik berlipat-lipat daripada pemerintah yang berkuasa. Yang ironis, mereka yang berbicara meledak-ledak cuma bermodal menonton televisi atau membaca koran.

Permasalahan dan akar sesungguhnya yang terjadi sangat mungkin mereka tidak tahu. Pengetahuan mereka ya sebatas apa yang ia dapat dari media. Repotnya, mediamedia sendiri punya sudut pandang masingmasingyang berbeda.

Saat demokrasi telah mengakar, pemerintah apa pun dan di negara mana pun, memang hampir niscaya menjadi sasaran hujatan, entah oleh media, musuh-musuh politiknya (oposisi), pengamat politik, ataupun rakyat jelata. Pemerintah seolaholah isinya hanya cacat dan cacat. Tidak ada kebaikan sama sekali. Bagaimana pemerintah bisa menjalankan roda pemerintahan jika terus digoyang, bahkan kadang kebijakan yang belum dijalankan saja sudah dianggap salah?
Apik Elek Bloge Dewek