:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label fitnah tv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitnah tv. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2015

Bantahan asy Syaikh  al 'Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah untuk Hizbiyyun yang menjadikan beredarnya video beliau sebagai dalil bolehnya berdakwah melalui Video/TV

Al Allamah bin Baz rahimahullah ditanya:

Soal :
Apa hukum mempelajari cara memandikan dan mengafani mayat dengan menggunakan video?

Jawaban:
Mempelajarinya bisa tanpa menggunakan video, karena ada beberapa hadits shahih yang cukup banyak tentang pelarangan gambar dan laknat bagi para penggambar (makhluk bernyawa).
(As’ilah al Jum’iah al Khairiyah bisyarqo’)

Soal:
Apakah televisi juga masuk kategori menggambar (makhluk bernyawa)?
Atau apakah program-program siaran televisi yang berisi kejelekan diharamkan secara mutlak?

Jawaban:
Seluruh bentuk tashwir (menggambar makhluk bernyawa) haram. (Al Ibraaz li Aqwa’lil Ulama fi Hukmil Tilfaaz)

Beliau rahimahullah juga berkata:
Munculnya gambar saya bukanlah dalil bahwa saya membolehkan menggambar makhluk bernyawa, tidak pula menunjukkan keridhaanku terhadap gambar tersebut. Sebab, saya tidak tahu kalau mereka ternyata mengambil gambarku.
(Fatawa al Lajnah Soal ke-13 1/460)

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

Arsip WSI|| http://forumsalafy.net/

Kamis, 30 Juli 2015


BANTAHAN UNTUK KEDUSTAAN KAUM HIZBY YANG YANG MENUKIL DARI SYAIKH FAUZAN HAFIZHAHULLAH TENTANG BOLEHNYA MEREKAM CERAMAH DENGAN KAMERA VIDEO
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya:
Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Samahatul Walid, penanya mengatakan: “Salah seorang ikhwah menukil dari Anda bahwa Anda berpendapat bolehnya merekam pelajaran-pelajaran dengan kamera video dan dia mengklaim bahwa Anda pernah mengatakan bahwa rekaman tersebut bisa dihapus setelah memanfaatkannya, apakah hal ini benar?

Asy-Syaikh:
Cukuplah bagimu bahwa itu hanyalah klaim, cukup ini. Klaim adalah sedusta-dusta ucapan, ini merupakan sedusta-dusta ucapan. Saya tidak mengucapkan perkataan seperti ini. Jika dia memang benar, maka saya menantangnya untuk menunjukkan rekaman suaraku atau tulisan yang saya tulis dengan penaku. Adapun engkau merasa tenang (cukup –pent) dengan apa yang dikatakan oleh manusia maka Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menghisab kalian atasnya.

Wallahu Ta’ala a’lam.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10159

http://forumsalafy.net/?p=2777

HUKUM MENGAMBIL GAMBAR DENGAN VIDEO ATAU HP
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Samahatus Syaikh, ada beberapa pertanyaan tentang hukum mengambil gambar dengan video dan HP?

Jawaban:
Rasul shallallahu alaihi was sallam telah mengharamkan mengambil gambar secara mutlak. Beliau tidak menentukan alat apa yang digunakan untuk mengambil gambar. Beliau tidak menentukan alatnya, sehingga hukumnya sama saja apakah dilukis dengan tangan atau berupa pahatan atau fotografi. Semua ini termasuk yang dinamakan dengan perbuatan mengambil gambar, dan manusia menyebutnya sebagai gambar.

Maka apa saja yang merupakan tindakan membuat gambar maka haram hukumnya. Kecuali yang sifatnya darurat, diperbolehkan sesuai dengan kadar darurat, na'am.

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/4439
http://forumsalafy.net/?p=12167
----------------

سماحة الشيخ: ورد مجموعة من الأسئلة تسأل عن حكم التصوير بالفيديو والجوال.

الجواب: الرسول صلى الله عليه وسلم حرّم التصوير مطلقا، ولم يحدد الآلة التي يكون بها التصوير، لم يحدد الآلة، سواء رسمًا باليد أو نحتًا أو فوتوغرافيًا، كله يدخل في مسمى التصوير، والناس يسمونه تصوير، كل الناس يسمونه تصوير، فما كان تصويرًا فهو حرام، إلا ما دعت الضرورة إليه فيباح بقدر الضرورة، نعم

HUKUM MENGAMBIL GAMBAR DENGAN KAMERA VIDEO YANG DI GUNAKAN UNTUK BERDAKWAH
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله

Pertanyaan:
Apakah hukum mengambil gambar dengan kamera video, khususnya digunakan untuk dakwah di jalan Allah, mendorong dan memotivasi manusia untuk melakukan sedekah dan infak, atau menjelaskan apa yang dilakukan oleh musuh-musuh (orang-orang kafir) berupa berbagai macam gangguan terhadap kaum muslimin, sehingga kaum muslimin dibangkitkan perhatian mereka ketika menyaksikan gambar tersebut?

Jawaban:
Tidak boleh selamanya, dakwah kepada agama Allah telah berjalan sejak masa Ar-Rasul shallallahu ‘alaihi was salam dan para rasul sebelum beliau dan tidak digunakan sesuatu yang haram padanya dan tidak pula dengan sarana yang haram, maksud saya sarana yang haram tidak boleh digunakan dan dikatakan: “Ini untuk mendakwahkan agama Allah Azza wa Jalla.” Na’am.

***

Sumber: Syarh Qurratul Uyunil Muwahhiddin kaset ke 54 menit 1:05:46 hingga 1:06:23. (Untuk Audio Silahkan download di link Arsip WSI dibawah)

http://forumsalafy.net/?p=12128

BANTAHAN SYAIKH FAUZAN HAFIZHAHULLAH DENGAN BEREDARNYA PHOTO/GAMBAR BELIAU
Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan حفظه الله

Penanya:
Beberapa kali muncul gambar Anda di beberapa surat kabar, dan saya telah menghubungi surat kabar ini dan saya nasehati dan saya beritahu mereka bahwa Anda tidak ridha terhadap perkara ini karena berpendapat bahwa gambar haram dengan segala jenisnya kecuali yang sifatnya darurat. Lalu mereka menjawab bahwa seandainya beliau (syaikh Fauzan) tidak ridha, pasti akan menghubungi atau menulis dan bahwasanya pendapat Asy-Syaikh tidak demikian. Bagaimana pendapat Anda – semoga Allah menjaga Anda -?

Asy-Syaikh:
Tidak, saya tidak mengetahui semua perkara, ini merupakan tanggung jawab mereka sendiri, dosanya yang menanggung mereka. Gambar tersebut diambil dari saya tanpa saya sadari, diambil ketika saya berjalan di sebuah tempat. Mereka juga telah mengambil gambar orang yang lebih mulia dari saya yaitu Asy-Syaikh Ibnu Baz dan mereka menampakkan gambar beliau padahal beliau mencela dan mengharamkan dan menulis kepada surat kabar: “Kalian jangan menampilkan gambar saya!” Namun mereka tetap saja memasang gambar beliau, sehingga dosanya mereka yang menanggung.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10232

***
Penanya:
Apakah menyiarkan ulang acara-acara keagamaan yang disiarkan langsung dengan suara dan gambar melalui media televisi setelah menyimpannya diperbolehkan atau termasuk perbuatan mengambil gambar yang diharamkan?

Asy-Syaikh: Ini menjadi tanggung jawab yang menyiarkannya dan menyimpannya,tanggung jawab mereka, na’am.

***

Sumber:  http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10232

http://forumsalafy.net/?p=12130

NASEHAT BAGI YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MASALAH GAMBAR
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya:
Fadhilatus Syaikh –semoga Allah memberi taufik Anda– banyak manusia yang meremehkan masalah gambar makhluk hidup (dengan cara mengambil, memajang atau menyimpannya –pent), khususnya dalam bentuk video dan yang ada pada telepon genggam, padahal sebagian mereka ini nampak padanya sifat-sifat baik. Maka apa nasehat Anda, semoga Allah memberi taufik Anda?

Asy-Syaikh: Ini termasuk fitnah tanpa diragukan lagi. Syetan selalu menghasung manusia kepada fitnah dan dia menggunakan hal-hal yang paling membahayakan dan menampakkan kepada manusia bahwa dia adalah orang yang menginginkan kebaikan. Jadi ini termasuk perbuatan syetan, yaitu senangnya manusia kepada gambar dan kelalaian mereka dari keharaman hukumnya dan akibatnya. Ini termasuk tipu daya syetan terhadap mereka. Wajib untuk mewaspadai perkara-perkara ini.

Seseorang tidak butuh kepada untuk mengambil gambar dan tidak pula kepada gambarnya. Adapun jika terpaksa membutuhkan gambar, maka para ulama berfatwa tentang kebolehannya sebatas menutupi kebutuhan darurat, seperti untuk membuat kartu identitas, paspor, atau ketika terjadi kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan agar bisa diketahui mana pihak yang salah, maka semacam ini merupakan perkara-perkara yang sifatnya darurat. Adapun selainnya maka tidak membutuhkan.

Sumber audio:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10234

http://forumsalafy.net/?p=2612

Senin, 27 Juli 2015

FENOMENA DAI SELEBRITI NAMPAKNYA BAK BOLA SALJU YANG TERUS MENGGELINDING MEMBESAR MENJADI TREN DIKALANGAN DAI YANG MENGAKU SEBAGAI SALAFY INI, KINI JEJAK SANG PENGAMPU RODJA TV YANG MULAI MALANG MELINTANG KELUAR MASUK TV SWASTA NASIONAL  MULAI DIIKUTI DR.SYAFIQ REZA BASALAMAH, TAK MAU KALAH DENGAN SANG DAI, PROMOSI SEKOLAH TERMAHAL SURURI PUN ALIH ALIH MENGGUNAKAN JASA TELEVISI SWASTA NASIONAL UNTUK PROMOSI SEKOLAHANNYA, WALAUPUN PADA ACARA TERSEBUT DIKEMAS SEDEMIKIAN RUPA DENGAN SEKIAN PELANGGARAN SYARI’AT DIDALAMNYA, MULAI DARI DI DAHULUI OLEH PENGANTAR HOST WANITA TAK BERHIJAB, BERDANDAN, DIKEMAS DENGAN ARANSEMAN MUSIK MODERN, DAN TIDAK KALAH FATALNYA SELINGAN IKLAN IKLAN YANG TENTUNYA SIAPA YANG BISA MENYARINGNYA.

Ketika hawa nafsu  menjadi tujuan dan dakwah sebagai tunggangannya, sekian pelanggaran terhadap syariat yang dulu mereka ingkari pun kini mereka terjang, demi sebuah popularitas yang jauh jauh hari Agama kita yang sempurna telah melarangnya. Hilah demi hilah diluncurkan untuk mengemas kebatilan yang mereka pertontonkan, sekian pembelaan dan sokongan para  muqolid pun mereka dapatkan. Sungguh aneh memang di antara sekian puluh yang katanya Duat Kibar Salafi(kir) Halabi dengan sekian titel gelar dari luar negeripun lebih memilih asyik membuta berdiam diri  tak terdengar mengingkari agar nampak bahwa jejaring Halaby tetap solid aman tentram guyup rukun walau (kemunkaran) apapun yang terjadi. Panser-panser tua yang selama ini garang kepada Ahlusunnah juga seolah tersumbat lisannya, tak terdengar suara sumbangannya sekalipun.

Aksi para selebriti layar kaca Halabypun terus melaju mengoyak dan merontokkan sendi-sendi kehormatan dan kecemburuan isi rumah tangga para pengagumnya.
Inilah yang mereka banggakan! Orang-orang tercerabut rasa cemburunya, para suami merasa aman lagi bangga meninggalkan rumahnya mengais rezeki sementara sang istri dan kerabat wanitanya berbetah-betah menikmati mimik muka serta kelembutan wajah sang ustadz idola!!

Tak hanya itu, bak gayung bersambut, sang ustadz Halaby dedengkot Rodja tak tanggung-tanggung pula memamerkan atraksi dan mimik perannya di depan pemirsa dengan akting sempurna, senyuman dan gerakan tubuhnya kepada lawan jenisnya di depan berjuta pasang mata…yang mereka banggakan telah menyaksikan.

Lihatlah ketika dedengkot Rodja Badrusalam begitu percaya diri dengan sekuel maut yang melanggar syariat Sang Pencipta….
Badrussalam 02
Badrussalam 03
Badrussalam 04
Badrussalam 01
(Mohon maaf untuk keperluan pembuktian sengaja kami tampilkan gambarnya agar tidak menuduh kami melemparkan fitnah dan rekayasa)
Oooohhh……murka Allah Ta’ala tiada mereka takuti ?
Musibah telah lengkap bagi pengisi teladan dan pemirsanya….yang berakting menikmati dan yang melihat merasa ingin selalu mengulangi (menyaksikan aksi sang dai). Semakin bertambah banyak rating yang menyaksikan acara kemunkaran ini maka itu adalah indikasi keberhasilan dakwah di sisi Halaby!!!

Yang tak kalah ngerinya, hasungan demi hasungan muncul untuk menyaksikan aksi para dai Halaby dipentas layar kaca pelbagai stasiun televisi. Masih hangat rasanya fatwa (baca:hilah) sang Doktor Badri untuk menutup aib fitnah yang menyerbu para istri akibat tayangan wajah para punakawan dai Halabynya yang dipertontonkan di Televisi milik para Halaby dengan cadar (lalu apa yang dipikirkan tatkala mendirikan stasiun televisi -bukan stasiun radio- serta menata make-up tampilan diri jika bukan untuk menampilkan sosok tubuh dan wajah dirinya di depan pirsawan dan pirsawati?) -pun hilang gaungnya berganti dengan  hasungan gencar gerakan back to TV, sebuah fakta dan realita yang menyayat hati dari sebuah kedok gerakan dakwah yang menggembar-gemborkan meniti jejak salafus shalih.
Badrussalam
Bukankah tujuan para suami Halabywati memasukkan televisi ke rumah-rumah mereka agar jajaran para dai Halaby yang sekarang bertebaran menjadi pengisi di pelbagai stasiun TV tidak hanya bisa didengarkan suaranya (dan ini cukup sebuah radio untuk menikmatinya) tetapi juga bisa ditonton tampilan dirinya?! Kelembutan dan kegantengan (wajahnya)? Ini adalah fitnah, musibah bagi para suami yang tergerus rasa cemburunya.
Badrusalam
Badrussalam 5
Link Video Badrusalam pada ceramah singkatnya diiringi ilustrasi video, musik piano dgn aransemen modern. dimulai dari bermudah mudahan dengan gambar, berlanjut kpd sandiwara,diwawancarai host wanita bersolek, berlanjut kepada musik yang harom. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Link bukti “Kapan kita meminta maaf ?” di YouTube – https://youtu.be/poylGJG-asM

VIDEO Dedengkot Rodja, DAI SELEBRITI BADRUSALAM hadahullah yang kini malang melintang keluar masuk televisi. Dulunya membela diri sekarang tak malu membuka jati diri sebagai Mujahirin Sejati selagi “berdakwah” memamerkan aksi hangat bersanding bersama artis televisi:
Tonton “Full ~ Berita islam Masa Kini 2 Juni 2015   Tata Cara Wudhu Yang Benar – Ustad Badrusalam” di YouTube – https://youtu.be/zA-ejrJyLoc

DR.Syafiq Reza Basalamah mengikuti jejak Badrusalam LC.
Giliran berikutnya...
Syafiq Reza Basalamah mengikuti jejak Badrusalam
Lihat “Tombo Ati “Silaturahim” – Khazanah Trans7 Spesial Lebaran 2015″ di YouTube – https://youtu.be/iByOiaXjXRk
Anjuran Menonton Profil Singkat Pesantren Al-Andalus.
Anjuran Menonton Profil Singkat Pesantren Al-Andalus yang ditayangkan pada salah satu program channel tv yg berjudul “Asyiknya Mondok” di Channel TV RCTI Official.
Tayangan ulang hari Rabu, 1 Juli di Seputar Indonesia PAGI jam 06.00 dan Seputar Indonesia SORE jam 15.30 WIB.

Sebuah Hasungan yang menjerumuskan ke lembah maksiat kepada ALLOH dan Rosulnya, sebuah acara yang dipandu Presenter wanita pesolek yang berpakaian yang hakekatnya telanjang, dengan iringan full musik, dengan kepastian selingan iklan iklan yang penuh syahwat tentunya. Sebuah hasungan tak bertanggung jawab kepada umat. Sebuah fenomena perubahan perilaku yang fantastis.
Bukti link video YouTube  “Asyiknya Mondok – Pesantren Al-Andalus” di YouTube – https://youtu.be/-TUdC89kOaM
hasungan kembali kepada layar maksiat televisi
Screenshot bukti hasungan menyaksikan aksi sang Ust dan menyaksikan promosi sekolahan termahal Sururi dilayar kaca, yang secara tidak langsung hasungan kembali kepada layar maksiat televisi. ALLOHU MUSTA’AN.
Lalu bagaimana jika kemunkaran tersebut (baca: aksi para dai Halaby Rodja) ditonton si istri dan kerabat didampingi oleh para suami mereka?????
Duhai…. bencana bukanlah keberhasilan dakwah!!
idola ibu-ibu
Dan kapan pula  “DzulqarnainTV” dilaunching sebagaimana kasak-kusuk yang ditebar PARA punakawannya? Akankah semakin menambah laju persaingan sengit tampilan diri para aktor dai yang bermimik muka di depan suami dan para istri?
Semoga keluarga kita terhindar dari virus bencana dayyuts  ini, aamiin.
bolehkah wanita melihat para ulama di tv

Dan semoga kita semuanya diberi kemudahan Allah Ta’ala untuk menerima kebenaran dan istiqamah di atasnya,  aamiin.

sumber:  http://tukpencarialhaq.com/2015/07/25

Selasa, 07 Juli 2015

Sebenernya terlalu banyak penyimpangan-penyimpangan mereka, cuma untuk yang satu ini, bener-bener membuat ngelus dada rasanya. Bener-bener vulgar. Tujuan saya bikin artikel ini semata-mata nasehat, buat temen-temen yang masih tertipu dengan mereka.

Semakin jelas mana yang beneran mana yang bohongan, mana yang asli mana yang imitasi, mana yang sungguh-sungguh mana yang main-main, mana yang diatas sunnah mana yang diatas bid'ah.

Sungguh fitnah tipu daya syaithon itu membawa pelakunya menyimpang tanpa sadar, dari bermudah mudahan dengan gambar, berlanjut kpd sandiwara, diwawancarai host wanita bersolek, berlanjut kepada musik yang harom. Allahu musta’aan

Sungguh orang yang baru mengenal sunnah pun kalau mau bersikap jujur sportif pasti akan tahu, INI BATHIL.
Sedih rasanya melihat betapa banyak orang yang sebenernya pengen bener, sudah sedikit tahu bahwa salafy (mengikuti salaf) adalah satu-satunya jalan kebenaran, tetapi justru ditipu oleh da'i-da'i hizbiyun, sururiyun, rodjaiyun.

Kalau ada temen-temen yang masih seneng sama rodja dan ustadz-ustadz yang semacam ini, sungguh tujuan saya menyusun artikel ini karena sayang dengan kalian, kalian tertipu, kalian tertipu. Manhaj salaf bukan seperti apa yang mereka bawa.
Kalau ada yang bilang kamu mencari-cari, ngorek-ngorek kesalahan orang,
Saya katakan, saya cuma mengumpulkan dari apa yang sudah kalian sebar sendiri.
Apakah kesalahan yang sudah tersebar lantas dibiarkan?
Sekali lagi, ini disusun dari apa yang sudah tersebar, mereka sendiri yang menyebar.

"Loh itu kan hikmah, demi kemaslahatan dakwah...."
Yang namanya hikmah adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Hikmah adalah mengatakan yang haq adalah haq dan bathil adalah bathil. Mengukur segala sesuatu berdasarkan Quran dan sunnah dengan pemahaman salaf, bukan dengan perasaan wa 'wudele dewek'. Bukan yang namanya hikmah itu terobos sana terobos sini, yang halal menjadi harom dan yang harom menjadi halal.
lahaulawalaquwwataillabillah

Kalaulah kalian tidak mengatasnamakan sunnah mungkin jatohnya lebih ringan. Tapi apa? kalian mengaku berjalan diatas sunnah, kalian mengatasnamakan dakwah salaf, dakwah yang mulia, dakwahnya Rosul dan para Shohabatnya.
Demi Alloh...sakit hati ini...cemburu...nggak rela...

Yaa ikhwan bukalah mata, jangan menutup diri, sadarlah.
Allohul musta'an.

Tanggapan Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzohulloh,
(dari potongan dauroh Mujur Kroya, Dakwah Salafiyyah diantaran Dakwah Haddadiyah dan Mummayiah)
download audio 1
download audio 2
(dari tanya jawab dauroh Cileungsi, Pemicu gemuruh Fitnah)
download audio 3 
 

Manhaj daripada-daripada, mendingan-mendingan, walaupun-walaupun.
(benar apa yang disampaikan Ust. Muhammad hafidzohulloh)

Bersama host wanita bersolek.
Ya..ustadz, salaf mana yang membolehkan bebas nadzor/memandang wanita yang bukan mahromnya?

Yang terbaru, tausiyah sambil diiringi background video dan alunan piano.

Komentar dari yang sudah mulai sadar

Komentarnya Al Ustadz Muhammad umar As Sewed, tegas...
Mereka Bukan Kita, Kita Bukan Mereka !!!
Allohul musta'an
Apik Elek Bloge Dewek