:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label khawarij. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khawarij. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016


044736000_1452745485-IMG-20160114-WA061
Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi di jalan Thamrin itu mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan belasan lainnya luka-luka.
Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka.
Bom bunuh diri.

Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bberasal pada satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.

Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syar’i. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.
Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.

Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?
Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Harura’ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.

Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syar’i padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syar’i. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.

Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum muslimin dan memberontak terhadap pemerintah muslim. Karena itu propaganda kaum Khawarij sejak dahulu, yaitu memberontak terhadap pemerintah dan menghalalkan pembunuhan kaum muslimin.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebid’ahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs

Sumber : http://serambiharamain.com

Selasa, 18 Agustus 2015


 
Jawaban Tandas atas Vonis Kafir  BEKAS Panglima Laskar Jihad JA'FAR UMAR THALIB terhadap Pemerintah RI terkait peristiwa Tolikora yang Disebarluaskan oleh si Halaby Khabits Sony Abul Husain ath Thuwailiby

Diambil dari dauroh "ADAKAH SALAFY MURJI'AH?" 

Masjid Ibnu Taimiyyah Sukoharjo, 1 Dzulqa’dah 1436H / 16 agt 2015

Durasi (20:15)

Download Audio: Download

Sumber: WA Majmu'ah Manhajul Anbiya

Kamis, 09 Juli 2015

KETUK PALU VONIS KAFIR JAFAR UMAR THOLIB TERHADAP SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X
Vonis kafir yang disampaikan pada acara Tabligh Akbar bersama Ja’far Umar Thalib hadahullah Senin, 15 Juni 2015 di Wonosari, Gunung Kidul.Tabligh Akbar yang merupakan agenda rutin setiap tahun guna membekali masyarakat Muslimin di Kab. Gunung Kidul menjelang ramadhan.

AUDIO DIBAWAH Bukti penyimpangan JA'FAR UMAR THOLIB
Download audio

Tanggapan dan bantahan Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzohulloh
Download audio

[Sejarah]
Siapa Ja'far Umar Thalib ?
disampaikan Ust. Luqman Ba'abduh
audio-membedah-kesesatan-jafar-umar-thalib

Rabu, 04 Februari 2015

Bismillah, Dengan mengharap ridho Alloh سبحانه وتعالى semata,

Hadirilah Pengajian Akbar.
Insya Allah
Pemateri : Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed حفظه الله تعالى.
Tema :
Mengkritisi Aliran Garis Keras
( Syi’ah, ISIS dan yang semisalnya ) 
Tempat : Masjid At Taqwa , Procit Banjar Patroman, Jawa Barat.
Waktu Pukul : 09.00  WIB. – selesai.
Tanggal : Sabtu, 7 Februari 2015 M / 17 Robi’ul Akhir 1436 H 
Barokallohu fiikum.
IMG-20150204-WA0001


Minggu, 18 Mei 2014

Telah ramai diberitakan di berbagai media pemublikasian gerakan berlabelkan Islam dari sebuah kelompok ekstrim bernama Boko Haram di Nigeria yang sangat sadis yang dipimpin oleh Abu Bakar Shekau.
kelompok teroris Boko Haram
Berbagai media di luar negeri telah secara luas mempublikasikannya, sebagiannya adalah media berbahasa Indonesia seperti pada link berikut:
Kelompok Teroris Klaim Culik Ratusan Anak Perempuan di Nigeria – US – http://us.m.news.viva.co.id/news/read/502083-kelompok-teroris-klaim-culik-ratusan-anak-perempuan-di-nigeria

Yang sesungguhnya berita-berita tersebut untuk melemparkan gambaran-gambaran yang sangat jelek lagi jahat terhadap Islam dan kaum muslimin. Berikut ini sikap Salafiyun Ahlussunnah yang secara tegas menentang, melawan dan memperingatkan umat dari kejahatan dan kesesatannya:

Mufti Kerajaan Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alus Syaikh telah mengeluarkan fatwa bahwa kelompok Boko Haram di Nigeria adalah kelompok sesat dan termasuk Khawarij, dan beliau mensifati perbuatan mereka sebagai tindakan yang buruk terhadap Islam dan umat Islam. Dalam pembicaraan melalui telepon dengan surat kabar Al-Hayaat pada hari Jum’at, 9 Mei 2014, beliau menambahkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok Boko Haram adalah tindakan yang merusak. Hal itu beliau sampaikan ketika mengomentari pembantaian yang mereka lakukan yang menelan 300 korban jiwa di Nigeria. Beliau juga menjelaskan bahwa penculikan terhadap para pelajar putri yang mereka lakukan termasuk perbuatan kelompok sesat. Walaupun kelompok tersebut menyerukan jihad, namun hakekatnya mereka adalah kelompok yang bodoh dan dengki terhadap Islam dan umat Islam. Hal ini beliau ungkapkan untuk menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak di atas kebenaran dan petunjuk. Karena Islam sangat menentang penculikan, pembunuhan, dan permusuhan.

Sedangkan berkaitan dengan ancaman yang dilontarkan oleh kelompok tersebut yang akan menikahi para gadis yang tak berdaya itu dengan anggota kelompok tersebut, beliau mengatakan: “Menikahi para gadis yang diculik tidak boleh dan haram, karena hak menikahkan bukan di tangan para penculik.” Beliau menegaskan bahwa mereka adalah kelompok yang merusak yang tujuan sebenarnya adalah melemparkan gambaran yang buruk terhadap Islam. Mereka wajib untuk dinasehati, menjelaskan kepada mereka bahwa sikap mereka itu sangat buruk, dan mengingkari tindakan mereka, karena mereka adalah kelompok yang zhalim.

Pernyataan tegas dari Mufti ini disampaikan setelah kelompok Boko Haram di Nigeria mengumumkan pada hari Senin yang lalu bahwa mereka telah menculik lebih dari 200 pelajar putri dari sekolah mereka di daerah Chibok di negara bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria. Mereka menegaskan bahwa para pelajar putri tersebut dianggap sebagai tawanan wanita. Mereka akan dijual atau dipaksa menikah dengan anggota kelompok tersebut.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Kantor Berita Prancis (AFP atau Agence France Presse –pent), pemimpin kelompok tersebut yang bernama Abu Bakar Shekau dalam sebuah video menyatakan: “Kamilah yang telah melakukan penculikan terhadap para gadis itu, dan saya akan menjualnya di pasar, sesuai dengan syariat Allah.”
Sumber artikel:
Adobe-PDF
Apik Elek Bloge Dewek