:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label Tahdzir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahdzir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2018

Tidak terasa, ternyata sudah satu tahun lebih blog ini mangkrak terbengkalai..hehee.. Mungkin karna jenuh atau apa kali ya...

Selama setahun nggak ngepost, ada sekian momen yang terlewatkan khususnya berkaitan dengan perkembangan dakwah salafiyah di negeri ini. Mulai dari munculnya daurah "Di Bawah Bimbingan Ulama" yang dibawakan oleh ustadz Abu Muawiyah Askary di Balikpapan yang isinya tuduhan kosong bahwa dakwah yang dibawa oleh asatidzah kita di Indonesia seperti Al Ustadz Muhammad As Sewed, ustadz Luqman Ba'abduh, ustadz Qomar Su'aidi, ustadz Usamah Mahri dll hafidzahumullah yang kita kenal sebagai asatidzah Sunny Salafy adalah dakwah Komando Hizbiyah.
Sampai dengan yang terakhir saat ini yaitu permasalahan yang berkaitan dengan Syaikh Muhammad bin Hadi yang mentahdzir tanpa bukti kepada Masyaikh yang sebelumnya dikenal berjalan di atas sunnah, di atas salafiyah sebagai Sha'afiqah, yang mana tuduhan tersebut telah dibantah oleh Imam Al Jarh Wa Ta'dil Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafidzahullah.

Saya nggak akan membahas mendalam permasalahan tersebut karena memang bukan kapasitas saya. Pada intinya saya mau menegaskan bahwa saya berjalan bersama asatidzah dan ulama Kibar hafidzahumullah.
Saya bersama Syaikh Rabie...
Alhamdulillah...sangat jelas dan gamblang bagi orang-orang yang jujur dan berakal (setelah Taufiq dari Allah tentunya) mana yang di atas al haq dan mana yang di atas kebathilan.

البركة مع أكابركم 
Keberkahan bersama Ulama Kibar (Kibar dari sisi Ilmu dan Umur)

Semoga kita senantiasa diberi taufiq oleh Allah untuk senantiasa kokoh di atas sunnah, di atas manhaj as salafiyyah, di bawah bimbingan ulama kibar. Aamiin

Wallahul muwafiq
Wallahu a'lam 

==================
Ssstt...footnote posternya nyontek al-uyeah

Minggu, 14 Februari 2016

Berikut kami sajikan rekaman audio kajian tematik
"Pemurtadan Terselubung di Balik Jaringan Islam Nusantara"
Pembicara : Al Ustadz Luqman Ba'abduh hafidzahullah
Tempat : Masjid Al Mujahidin, Slipi, Jakbar
waktu : 14 Februari 2016 / Pukul 09.30 WIB sampai menjelang dzuhur

di antaranya membahas
▪ Perbuatan murtad menurut syari'ah
▪ Pandangan ulama madzhab Syafi'i dalam membahas masalah murtad dan pembatal keimanan
▪ Yang memiliki hak dan wewenang untuk mengurus kasus murtad adalah pemerintah dan aparatnya
▪ Tentang keyakinan bahwa SEMUA AGAMA BENAR
▪ Contoh-contoh penistaan Al-Qur'an dan Syari'ah Islam oleh kaum Liberal
▪ Sepak terjang kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual) di Indonesia
▪ Upaya kaum liberal dalam pemutarbalikan syari'ah pernikahan (beda jenis kelamin) dan sejarah Nabi Luth dan kaumnya
 
DOWNLOAD AUDIO
klik disini
*Klik kanan, save link as
atau jika melalui smartphone, klik tahan, klik save link

link alternatif
klik disini
*klik link diatas, akan diarahkan ke mediafire, lalu klik download
==========================================================================

AUDIO KAJIAN TAMBAHAN
Tausiyah
"Agar Anak Tidak Menjadi Teroris"
pembicara : Al Ustadz Luqman ba'abduh hafidzahullah
tempat : masjid Mujahiddin, Slipi, Jakbar
waktu : 14 Februari 2016, ba'da maghrib sampai menjelang isya
DOWNLOAD AUDIO
klik disini
*Klik kanan, save link as
atau jika melalui smartphone, klik tahan, klik save link
klik disini
*klik link diatas, akan diarahkan ke mediafire, lalu klik download

Ditengah-tengah tausiyah diinformasikan bahwa bapak Kapolres hendak merapat menuju ke lokasi kajian, namun karena keterbatasan waktu sehingga tidak sempat hadir untuk mengikuti kajian.
Dan akan diadakan ramah tamah ustadz dan jajaran kepolisian, ba'da shalat Isya. wallahu a'lam apakah acara ramah tamah tersebut terlaksana atau tidak.
Yang jelas ini menjadi bukti bahwa, Ahlussunnah waljama'ah berjalan bersama penguasa, ahlussunnah dipimpin oleh penguasa negeri ini, bukan oleh ustadz, atau tokoh tersendiri.


==========================================================================
Silakan didengarkan dan direnungkan dengan seksama, dengan hati yang terbuka, pelan-pelan, jangan terburu-buru.
in syaa Allah bagi yang hatinya masih bersih akan memahami bagaimana bahayanya pemahaman yang dibawa orang-orang di dalam Islam Nusantara, sehingga tidak akan menuduh kepada kami (Ahlussunnah/Salafiyin) dengan tuduhan-tuduhan dusta.
Allohuyahdina wayahdikum

sumber:
http://salafyjakarta.info/

Minggu, 27 Desember 2015


KH Ali Mustafa Yaqub mengatakan, (kurang lebih):
"Kalau maulid nabi itu bid'ah, berarti umroh di bulan ramadhan juga bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh rosul."
Kita katakan:
Yang namanya dalil, tidak mesti yang dilakukan rosul. Bisa ucapan rosul, bisa perbuatan rosul, bisa perbuatan sahabat yang rosul diam dan tidak melarangnya.

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي
Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku. (HR. Bukhari 1782 dan Muslim 1256).

Juga Bantahan untuk Gus Mus yang mengatakan:
"Untuk menghormati dirimu kamu tak butuh dalil. untuk merayakan hari kelahiranmu, kamu tak tanya dalil.
giliran untuk menghormati dan merayakan hari kelahiran pemimpin agungmu Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam, kamu dengan gaya orang alim menanyakan hadits shahihnya."

Kita katakan:
Siapa yang memuliakan diri kita?
Siapa yang merayakan hari lahir kita?
Ahlussunnah tidak merayakan ulang tahun, baik itu kita sendiri, anak kita, atau bapak kita, tetap harom merayakan ulang tahun.

Untuk lebih jelasnya silakan dengarkan Audio di bawah ini:
DOWNLOAD

Rabu, 27 Mei 2015


Bismillah
Mohon Perhatian dari Seluruh ikhwan dan Asatidzah dan kaum Muslimin semua.
Kami atas nama Yayasan Ar-Royyan dan salafiyin Purwokerto - Banyumas  "Berlepas Diri" dari seluruh kegiatan Majlis Talim As Sunnah Karang lewas dan yang mengatas namakan Mahad Al Faruq KARANGLEWAS

Dengan koordinator Yusup Wibisono dibawah bimbingan ust. Saifuddin Zuhri Lc, Firdaus, Irfan, dan yang bersamanya.

Dan kami juga "Berlepas Diri" dari web mahad-alfaruq.com memilik mereka.
Sebagai gantinya web resmi kami adalah www.alfaruq.net

Ketua Yayasan : Abu Husain Fajar

Bersama :
Dewan Pembina Yayasan Ar-Royyan Purwokerto :
⏩Al-Ustadz Muhammad 'Umar As-Sewed
⏩Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi
⏩Al-Ustadz Ahmad Affandi

Atas pehatiannya Kami Ucapkan Jazaakumullohu Khoiron Wa Baarokallohu Fiikum
 


















Sumber: http://alfaruq.net/
Whatsapp Salafy Indonesia

Senin, 02 Juni 2014

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
| | |
Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban:
Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. 

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka.

Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara. Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

Sumber artikel:
Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209
Alih bahasa: Abu Almass
Kamis, 23 Rajab 1435 H
Bahaya Rodja dan Suami Dayyuts1
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ  … وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung”
(QS. An-Nuur: 31)
Telah sekian tahun yang lalu sebenarnya mendapatkan kisah seorang ikhwah yang menikah dengan mantan akhwat Sururi betapa istrinya memiliki pengalaman berharga di dalam sebuah dauroh yang melibatkan seorang “pakar hadits” Indonesia, Abdul Hakim Abdat dimana keberadaan tabir atau ruangan tersendiri yang terpisah dinding tembok yang kokoh diantara peserta putra dan putri hanyalah sebuah “lipstick”, dengannya bukanlah sebuah halangan untuk tidak bisa menadhor sang ustadz pujaan.
Pada ruangan peserta wanita telah disediakan fasilitas layar televisi atau layar besar agar seluruh peserta wanitanya bisa memandang dan mengamati gerak-gerik, mimik, aksi dan gerakan bibir sang dai kondang secara lebih detail, leluasa dan cermat selama acara berlangsung tanpa ada yang merasa diganggu dengannya.

Tetapi itu semua hanyalah cerita …..sampai kemudian di era fb (fergaulan bebas) diantara pria dan wanita sekarang ini dari kalangan tetangga sebelah yang memamerkan sendiri aktifitas tersebut yang ternyata telah menjadi ciri khas mereka walaupun pada galibnya terjadi hal yang sebaliknya, menadhor akhwat yang didampingi mahramnya adalah hal yang lumrah ditempuh dalam prosesi awal dari sebuah rencana pernikahan.

NONTON USTADZ?
Tahun demi tahun telah berlalu dan akhirnya perilaku menonton ustadz tanpa terasa telah menjadi kebiasaan lumrah di kalangan wanita Halabiyun Rodjaiyun untuk menyaksikan atau melihat Syaikhnya selama kajian/dauroh yang berlangsung yang terkadang berlangsung sampai beberapa jam.

Di sini, bukanlah tempatnya untuk menghukumi dengan memastikan bahwa para muslimah yang hadir tersebut SEMUANYA MELIHAT WAJAH USTADZNYA yang ada di depan layar akan tetapi ingin membuktikan bahwa PERILAKU MENONTON USTADZNYA BENAR-BENAR DIFASILITASI PENUH UNTUK SEMUA YANG HADIR pada acara kajian/daurohnya, lepas apakah mereka memanfaatkan fasilitas tersebut ataukah tidak.

Dan bagian dari perubahan perilaku wanita Halabiyah Rodjaiyah dari tarbiyah Halabiyah yang telah berlangsung sekian lamanya semacam itu adalah dengan semangkin menipis dan memudarnya rasa malu akan hal itu, yakni efek difasilitasinya menadhor ramai-ramai wajah lelaki asing atau bahkan suami orang yang dihadirkan menjadi lekat, dekat di depan mata.

Sampaipun perilaku yang semestinya mendatangkan rasa malu dan rasa cemburu yang syar’i tersebut telah berubah menjadi perilaku bangga tanpa malu yang dipertontonkan ke ruang publik. Allahul musta’an.
… وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا … (٢٦)
…dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya…(QS. Yusuf:26)
Simak tampilan foto-foto yang diunggah ke ruang publik oleh kaum wanita Halabiyah dan entah dimana keberadaan para suami atau mahram para wanita tersebut tatkala istri atau saudara wanitanya melakukan aktifitas semacam ini?
Para-Akhwat-dan-Ummahat-difasilitasi-untuk-nobar
Gambar 1. Para Akhwat dan Ummahat difasilitasi untuk nobar (nonton bareng). Sedang berlangsung kajiyan rutin di msjd.Ar’Rahmat slipi….ustdz.Firanda andirja.

Simak lagi, "Pakar hadits" Indonesia pun ketika difasilitasi untuk dijadikan sebagai tontonan bareng sebagaimana bukti di bawah ini…
nobar-nonton-Abdul-Hakim

Gambar 2. Nampak Pakar hadits Indonesia difasilitasi hadir begitu dekat berekspresi di hadapan kaum wanitanya

Bilakah akan tumbuh rasa cemburunya jika sang suamilah yang memiliki andil paling besar terjadinya perubahan perilaku si istri? Justru dialah yang ridha bahkan rutin mengantarkan sang Istri tercinta ke tempat-tempat taklim untuk menyaksikan wajah para dai pujaannya?

Bahaya TV Rodja Bagi Salafiyyin dan Salafiyyah
Kami katakan demikian karena mereka mengaku sedang mendakwahkan dakwah salafi dan selayaknya bukti ini menjadi hujjah atas pengakuannya sendiri walaupun sejatinya bahaya tersebut mencakup bahaya syar’inya bagi segenap kaum muslimin dan muslimah.

Yang begitu memilukan, “Trendy Halabiyah” semacam perilaku pada bukti-bukti foto yang diunggah ke ruang publik di atas bisa dilakukan tanpa harus jauh-jauh beranjak keluar rumah!! Di dalam rumahpun, wanita Rodja begitu leluasa untuk menyaksikan dai pujaannya, bahkan mengikuti trendy pakaian sang idola dan sampai pada tataran perilaku di kalangan muslimah Halabiyah semacam ini dipamerkan pula ke ruang publik!!!

Para-muslimah-korban-dakwah-Firanda-TV-Rodja
Gambar 3. Para muslimah korban dakwah Firanda-TV Rodja. Ittaqillah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Bisakah kita membayangkan bahwa televisi-televisi Rodja yang ada di dalam rumah-rumah para pemirsanya telah berhasil “menciptakan” perubahan perilaku muslimah menjadi seperti itu? Itu hanyalah satu contoh kasus yang mengemuka dari entah berapa puluh atau bahkan berapa ratus atau berapa ribu para pemirsa setia Rodja terutama para muslimah yang dididik oleh para dai Halabiyun Rodja TV untuk “merasa” legal secara syar’i menyaksikan para lelaki asing yang sebagian besarnya tentu saja para muslimah tersebut tidak memiliki akun facebook untuk bebas mengemukakan isi hatinya terhadap para dai Halabiyun pujaannya yang ditontonnya setiap hari..Allahul musta’an.

Lelaki Yang Tidak Memiliki Rasa Cemburu??
“Sebagian suami sama sekali tidak memiliki rasa cemburu, jika istrinya keluar dari rumahnya kemudian dilihat oleh para lelaki, atau istrinya bercampur dengan para lelaki di tempat kerja, atau istrinya berdua-duaan dengan seorang lelaki lain di mobil, atau istrinya berbicara dengan lelaki lain di telepon, atau istrinya berbicara lama dengan lelaki lain di hadapannya, atau saling sms-sms-an dengan lelaki lain, dan seterusnya…kemudian ia tidak merasa cemburu….lelaki macam apakah ini yang tidak cemburu….

Tidak adanya rasa cemburu inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan di masyarakat, timbulnya berbagai macam penyakit sosial…
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam telah jauh-jauh mewanti-wanti bahaya sifat ini, beliau bersabda
ﺛَﻼ‌َﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ
Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits ‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]

Dayuts adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu karena istrinya.
[Lisanul ‘Arab II/150, An-Nihayah fi ghorinil hadits IV/112]

Para ulama memandang sikap seperti ini merupakan dosa besar. [Al-Kabair I/54]
Namun yang menyedihkan yang terjadi di zaman ini, betapa banyak lelaki yang membiarkan istrinya terbuka menjadi bahan tontonan para lelaki, membiarkan para lelaki bergolak syahwatnya kerana melihat istrinya…. bahkan ia bangga dengan hal itu…, bangga kalau istrinya jadi barang tontonan, bangga jika aurat istrinya jadi pemuas nafsu pandangan para lelaki….

Bahkan sebagian kaum muslimin -yang terpengaruh dengan gaya hidup orang-orang kafir- memandang bahwasanya merupakan bentuk kemajuan dan modernisasi jika istrinya bertemu dengan sahabat lelaki suami maka sang istri mencium lelaki tersebut…

Bagaimana seorang mukmin yang sejati tidak cemburu melihat istrinya dicium oleh lelaki lain…??? inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun” –selesai penukilan- "

Tahukah pembaca siapa yang telah menuliskan, menguraikan dan memperingatkan kaum lelaki dari salah satu dosa besar, Dayyuts yakni orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya di atas? Dia adalah orang yang bernama Firanda, ya’ yang dipuji-puji betapa baguuuusnya bajunya dan bla…bla..bla..orang para istri / muslimah sebagaimana pada bukti gambar nomor 3.
Cara-Firanda-Memperingatkan

Gambar 4. Cara Firanda Memperingatkan, Suami Sejati jangan menjadi Dayyuts dengan tampilnya dirinya di depan istri-istri mereka!!
Url bukti:

www.firanda.com “Tebarkan Ilmu, Tumbuhkan Amal, Petiklah Ridlo Ilahi” – Suami Sejati ( bag 13) “Diantara Kesalahan Suami: Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu” – http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/168-suami-sejati-bag-13-diantara-kesalahan-suami-lalai-untuk-mendidik-istrinya-dan-tidak-memiliki-rasa-cemburu

Duhai kemana para suami sampai istrinya berperilaku seperti itu? Lalu bagaimana teknik para ustadz Halabiyunnya mentarbiyah para pengikutnya agar terhindar dan terjauhkan dari perbuatan dosa besar, cap dayyuts jika TV Rodja sendiri dan model taklim/daurah para dainya malah menjadi motivator dan fasilitator terbesar berkedok media dakwah yang efektif dalam menjangkau berbagai berbagai penjuru wilayah dan lapisan masyarakat untuk menumbuhsuburkan kemunculan para dayyuts? Allahul musta’an

Bukankah Perahu Layar tidak akan berjalan di atas trotoar?
Sungguh kita tidak mengira bahwa di depan mata kita benar-benar telah muncul generasi muslimah yang bersemangat untuk meneladani salafush Shalih namun menganggap biasa berlama-lama memandangi lelaki asing atau suami orang lain melalui kotak ajaib Televisi bertajuk Rodja TV, Ahsan TV dan yang sehizby dengannya yang dimasukkan oleh para suami di rumah-rumah mereka atau bahkan melalui layar proyektor besar yang bisa melipatgandakan besarnya wajah para dainya yang difasilitasi oleh para panitia kajian dan daurah Halabiyun …..
inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun”.

Bimbingan Ulama Kibar dalam Permasalahan ini
Asy Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan.
Kenapa penjelasan beliau yang kita pilih? Karena selama ini beliaulah yang paling sering dipakai untuk menjustifikasi perbuatan tersebut, menonton pria, para dai dan ulama di televisi ketika menyampaikan ceramah bahkan mendirikan stasiun televisi untuk memfasilitasi secara penuh perilaku semacam ini.

Syaikh-Fauzan-sebagai-dalih-utama
Gambar 5. Syaikh Fauzan sebagai dalih utama, membolehkan muslimah melihat wajah da’i Indonesia melalui stasiun televisi yang telah diizinkan kepadanya untuk didirikan?!? Ataukah itu televisi khusus hanya untuk pemirsa lelaki saja (senyum)?


*****************************************************************************************************************************
Silakan simak dialog bersama Syaikh Fauzan hafizhahullah di link di bawah ini yang pernah kami publish:

1. BOLEHKAH PARA WANITA MELIHAT PARA ULAMA DI TELEVISI?  ==>   http://forumsalafy.net/?p=1888
embed id=”ply” width=”320″ height=”41″ type=”application/x-shockwave-flash” src=”http://www.shoutcheap.com/flashplayer/player.swf” quality=”high” allowfullscreen=”false” allowscriptaccess=”always” flashvars=”file=http://archive.org/download/BolehkahWanitaMelihatParaUlamaDiTelevisiAsySyaikhShalihAlFauzan/Bolehkah%20wanita%20melihat%20para%20ulama%20di%20televisi-asy%20syaikh%20shalih%20al-fauzan.mp3&type=mp3&volume=50&” bgcolor=”#FFFFFF” />
2. BOLEHKAH MEREKAM CERAMAH DENGAN VIDEO? ==> http://forumsalafy.net/?p=2777

3. BOLEHKAH MEMASUKKAN TELEVISI DI RUMAH?  ==>  http://forumsalafy.net/?p=3394

**************************************************************************************************************************

Kegagalan Total Dakwah Firanda-Halabiyun Rodja TV Membentuk Generasi Lelaki Sejati
Sesungguhnya jika kita memahami benar apa yang telah dituliskan oleh Calon Doktor Halabiyun Firanda dalam tulisannya yang bertajuk Suami Sejati, Diantara Kesalahan Suami:  Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu maka keberhasilan dakwahnya adalah dengan mendakwahkan para pengikutnya sebagai Lelaki Sejati yang tiada lalai mendidik istrinya dan lelaki yang memiliki rasa cemburu jika melihat perbuatan sang istri yang dicintainya tiada mendatangkan ridha Allah Ta’ala.

Tatkala tarbiyah Halabiyah yang mereka lakukan pada satu sisi memperingatkan bahayanya dayyuts, suami yang tiada memiliki rasa cemburu terhadap tingkah sang istri namun pada sisi yang lain Firanda dan segenap para dai Halabiyun Rodja TV justru menjelma sebagai motor dan fasilitator besar yang mengarahkan dan membetot terjadinya perubahan perilaku para wanita muslimah, para istri untuk bisa betah berlama-lama memandangi mereka baik melalui TV maupun layar besar yang bisa melipatgandakan sekian ratus persen besaran wajah para dainya (yang notabene bukanlah mahramnya!!)  begitu dekat di depannya dengan kemasan aman “kemaslahatan dakwah yang sangat efektif menembus seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru daerah ” maka inilah sesungguhnya yang menjadi wasilah besar fitnah di kalangan muslimah dan bahaya laten kemunculan para Dayyuts, wal ‘iyadzubillah.

Sehingga keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun TV Rodja untuk membentingi kaum hawa dari fitnah mereka dan membentuk Lelaki Sejati sesungguhnya adalah keberhasilannya memperingatkan kaum muslimin, para suami atau para mahram dari para wanita muslimah mereka agar menghindarkan diri dari menonton TV Rodja yang notabene menampilkan para lelaki yang bukan mahramnya. Keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun Rodja adalah memperingatkan para wanita muslimah untuk  memiliki dan menumbuhkan rasa malu, melindungi mereka dari perilaku menonton para lelaki yang bukan mahramnya.

Sejati-takkan-pernah-biarkan-istrinya-berperilaku-betah-berlama-lama-memandangi-lelaki-asing
Gambar 6. Lelaki Sejati takkan pernah biarkan istrinya berperilaku betah berlama-lama memandangi lelaki asing (baca:Rodjatv et.all)

Engkau Yang Memperingatkan Engkau pula yang Menghancurkan….
Dayyuts, Profil Seorang Suami & Bapak Yang Buruk Bagi Keluarganya
……
Imam Ibnul Qayyim ketika menjelaskan dampak buruk perbuatan maksiat, di antaranya perbuatan ad-diyatsah/ad-dayytus (membiarkan perbuatan buruk dalam keluarga) yang timbul karena lemah atau hilangnya sifat ghirah dalam hati pelakunya, beliau berkata, “…Oleh karena itulah, ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan baginya masuk surga, demikian juga orang yang membolehkan dan menganggap baik perbuatan zhalim dan melampaui batas bagi orang lain. Maka perhatikanlah akibat yang ditimbulkan karena lemahnya sifat ghirah (dalam diri seseorang).

Ini semua menunjukkan bahwa asal (pokok) agama (seseorang) adalah sifat ghiroh. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat ghirah maka berarti dia tidak memiliki agama (iman). Karena sifat inilah yang akan menghidupkan hati (manusia) yang kemudian menghidupkan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga anggota badannya akan menolak (semua) perbuatan buruk dan keji (dari diri orang tersebut). Sebaliknya, hilangnya sifat ghirah akan mematikan hati (manusia) yang kemudian akan mematikan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga sama sekali tidak ada penolak keburukan pada dirinya…” (Kitab Ad-Da-u wad Dawaa’, hal. 84)

Adapun keburukan terhadap agama istri dan anak-anaknya, dengan membiarkan atau menuruti keinginan mereka dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat, ini berarti menjerumuskan mereka ke dalam jurang kehancuran.
Seorang istri bagaimana pun baik sifat asalnya, tetap saja dia adalah seorang perempuan yang lemah dan asalnya susah untuk diluruskan, karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, ditambah lagi dengan kekurangan pada akalnya. –selesai penukilan-
Url bukti: Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak | Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah –http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dayyuts-profil-seorang-suami-dan-bapak-yang-buruk-bagi-istri-dan-anak-anak.html

Penulisnya adalah Abdullah Taslim yang sedang memperingatkan keras dari bahayanya Dayyuts terhadap istri dan anak-anak mereka, dan lihatlah sekarang bagaimana salah seorang dedengkot RodjaTV sedang bermimik wajah di dalam kotak ajaib Rodjatv untuk bisa dinikmati oleh kaum wanita di rumah-rumah mereka (ingat, Rodjatv bukanlah tv khusus para lelaki sejati):

abdullah-taslim.
Gambar 7. Dia yang memperingatkan para lelaki dari Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak tetapi dia pula yang membiarkan istri-istri dan anak-anak para suami dan bapaknya berbetah-betah menonton Abdullah Taslim, Rodjatv, “lelaki” yang bukan mahram mereka (mohon ma’af, untuk keperluan pembuktian, kami sengaja menampilkan utuh wajah yang bersangkutan agar tidak tersamarkan dari wajah orang yang lain).

Wahai para suami….wahai para bapak keluarga penikmat Rodjatv… pernahkah istri-istri kalian, wanita-wanita kalian berlama-lama memandangi kalian sebagaimana berlama-lama memandangi para lelaki asing yang bukan mahram mereka di dalam kotak ajaib berjudul Rodjatv???

Apakah kalian lebih gagah dari Abdullah Taslim? Apakah Kalian lebih tampan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih cerdas dan lebih berpendidikan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih berintonasi…apakah…apakah??? Sungguh itu semua adalah fitnah!!!!….Bagi kalian…bagi istri-istri kalian dan bagi muslimah-muslimah kalian untuk dididik mencerabutkan rasa malu dari dalam-dalam dada dari perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh para muslimah…memandangi para lelaki yang bukan mahramnya..Allahul musta’an.

Bukankah Halabiyun yang membangunnya….Halabiyun pula yang menghancurkannya??
Jujurlah…..walau sekadar memberikan jawaban di dalam dada…
Sungguh merupakah musibah besar jika kami dan kalian telah menganggap perilaku semua itu adalah hal yang biasa jika dilakukan dalam bingkai dakwah!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Maka jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, munculnya hasungan dari para dedengkot Halabiyun sehingga dengan dakwah mereka melalui TV Rodja menjadikan para lelaki justru bersemangat memasukkan kotak-kotak ajaib ke rumah-rumah mereka dengan berkedok dakwah demi memfasilitasi para istri dan keluarga muslimahnya betah berlama-lama menonton para lelaki asing dan bertenang-tenang membiarkan perilaku semacam ini sebagai rutinitas harian, mingguan, tahunan maka sungguh generasi lelaki Tak Sejati, generasi dayyuts telah benar-benar menjadi bahaya laten dari Tarbiyah Halabiyah yang dihasilkan oleh TV Rodja. Allahul musta’an.

Sadarlah wahai ukhti muslimah… para ummahat….
Sadarlah wahai para suami, kakak dan adiknya…
Dimana “engkau” wahai cemburu syar’iy berada?
Lihatlah kemana Tarbiyah Halabiyah Rodjaiyah mengarahkan kalian dan kemana pula bimbingan Asy Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah meneladankan?
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk rujuk kepada kebenaran dan mengumpulkan kita semua di jannahNya, amin.

Minggu, 18 Mei 2014

Telah ramai diberitakan di berbagai media pemublikasian gerakan berlabelkan Islam dari sebuah kelompok ekstrim bernama Boko Haram di Nigeria yang sangat sadis yang dipimpin oleh Abu Bakar Shekau.
kelompok teroris Boko Haram
Berbagai media di luar negeri telah secara luas mempublikasikannya, sebagiannya adalah media berbahasa Indonesia seperti pada link berikut:
Kelompok Teroris Klaim Culik Ratusan Anak Perempuan di Nigeria – US – http://us.m.news.viva.co.id/news/read/502083-kelompok-teroris-klaim-culik-ratusan-anak-perempuan-di-nigeria

Yang sesungguhnya berita-berita tersebut untuk melemparkan gambaran-gambaran yang sangat jelek lagi jahat terhadap Islam dan kaum muslimin. Berikut ini sikap Salafiyun Ahlussunnah yang secara tegas menentang, melawan dan memperingatkan umat dari kejahatan dan kesesatannya:

Mufti Kerajaan Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alus Syaikh telah mengeluarkan fatwa bahwa kelompok Boko Haram di Nigeria adalah kelompok sesat dan termasuk Khawarij, dan beliau mensifati perbuatan mereka sebagai tindakan yang buruk terhadap Islam dan umat Islam. Dalam pembicaraan melalui telepon dengan surat kabar Al-Hayaat pada hari Jum’at, 9 Mei 2014, beliau menambahkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok Boko Haram adalah tindakan yang merusak. Hal itu beliau sampaikan ketika mengomentari pembantaian yang mereka lakukan yang menelan 300 korban jiwa di Nigeria. Beliau juga menjelaskan bahwa penculikan terhadap para pelajar putri yang mereka lakukan termasuk perbuatan kelompok sesat. Walaupun kelompok tersebut menyerukan jihad, namun hakekatnya mereka adalah kelompok yang bodoh dan dengki terhadap Islam dan umat Islam. Hal ini beliau ungkapkan untuk menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak di atas kebenaran dan petunjuk. Karena Islam sangat menentang penculikan, pembunuhan, dan permusuhan.

Sedangkan berkaitan dengan ancaman yang dilontarkan oleh kelompok tersebut yang akan menikahi para gadis yang tak berdaya itu dengan anggota kelompok tersebut, beliau mengatakan: “Menikahi para gadis yang diculik tidak boleh dan haram, karena hak menikahkan bukan di tangan para penculik.” Beliau menegaskan bahwa mereka adalah kelompok yang merusak yang tujuan sebenarnya adalah melemparkan gambaran yang buruk terhadap Islam. Mereka wajib untuk dinasehati, menjelaskan kepada mereka bahwa sikap mereka itu sangat buruk, dan mengingkari tindakan mereka, karena mereka adalah kelompok yang zhalim.

Pernyataan tegas dari Mufti ini disampaikan setelah kelompok Boko Haram di Nigeria mengumumkan pada hari Senin yang lalu bahwa mereka telah menculik lebih dari 200 pelajar putri dari sekolah mereka di daerah Chibok di negara bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria. Mereka menegaskan bahwa para pelajar putri tersebut dianggap sebagai tawanan wanita. Mereka akan dijual atau dipaksa menikah dengan anggota kelompok tersebut.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Kantor Berita Prancis (AFP atau Agence France Presse –pent), pemimpin kelompok tersebut yang bernama Abu Bakar Shekau dalam sebuah video menyatakan: “Kamilah yang telah melakukan penculikan terhadap para gadis itu, dan saya akan menjualnya di pasar, sesuai dengan syariat Allah.”
Sumber artikel:
Adobe-PDF

Kamis, 20 Februari 2014

Tanggapan al-Ustadz Hasan Rasyid, Lc Kendari terhadap Ceramah Khidir bin Sunusi yang membela adik kandungnya, Dzulqarnain bin Sunusi
Bismillah.
Setelah mendengar ceramah  Khidr (kakak kandung dari Dzulqarnain) yang disampaikan di Panciro Sul-Sel pada malam Jum’at kemarin (21 Rabiuts Tsani 1435 H / 20 Feb 2014 M), maka saya Hasan bin Rosyid Kendari menyatakan bahwa manhaj saudara Khidr sangat lemah dan rapuh sebagaimana sarang laba-laba, hal itu dengan beberapa alasan berikut:

Selasa, 12 November 2013

1. Al-Halabi memuji Risalah ‘Amman, sebuah risalah yang mengajak kepada persatuan agama dan persaudaraan lintas agama, serta kebebasan beragama dan persamaan agama. Juga pendekatan antar berbagai madzhab (aliran), kebebasan berpikir, serta penerapan demokrasi, diiringi dengan dukungan kepada siapapun yang menyeru kepada kesesatan dan kebinasaan ini.

2. al-Halabi menyifati Risalah ‘Amman sebagai yang terdepan dalam menjelaskan tentang Islam, padahal di dalam risalah tersebut terdapat kekufuran yang sangat nyata.

3. al-Halabi memuji orang-orang yang mendukung Risalah ‘Amman, baik orang-orang Rafidhah, Shufiyyah, Sekuler, dll yang jumlah mereka sangat banyak. Al-Halabi juga mempersaksikan dengan penuh kepalsuan dan kebohongan bahwa mereka (para pendukung tersebut) adalah para ‘ulama terpercaya dan para pimpinan yang amanah.

Tanya:

Apa hukum gambar mahluk bernyawa di layar TV? Benarkah ulama salafy beda pendapat tentang hal tersebut? Karena ustadz Firanda yang murid para ulama salafy itu muncul berkali-kali di TV Rodja.
Mohon penjelasannya.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Askari bin Jamal hafizhahulloh
Bukan lagi muncul berkali-kali, memang punyanya dia. Dia dan teman-temannya.
Tentang masalah televisi, barakallahufiikum ini termasuk diantara wasa’il al i’lam al haditsah (وسائل الإعلام الحديث), termasuk diantara wasilatul i’lam, yakni sarana informasi yang baru yang tidak ada di zaman sebelumnya. Yang tidak ada di zaman para ulama as salaf rahimahumullahu ta’ala. Dan perlu diketahui bahwa di zaman para ulama as salaf, mereka menyebarkan ilmu dengan majelis-majelis. Dan melakukan rihlah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Demikian pula dengan penyebaran kitab-kitab. Sehingga ilmu itu sampai ke generasi berikutnya dan generasi yang berikutnya. Dan sampai ke generasi kita sekarang ini, walhamdulillah. Meskipun mereka tidak mengenal adanya sarana televisi dan yang lainnya, ilmu itu menyebar, ilmu tersebut menyebar walhamdulillah.
Pertanyaan:
Di dekat kami ada radio yang dia ini pengikut At-Turotsiyyin seperti Abul Hasan dan Ali Al-Halaby dan ada sebagian Salafiyyin yang menanyakan tentang hukum mendengarkan radio ini. Dan tentunya di radio ini disebarkan perkataan Al-Halaby, Ar-Ruhaily dan selain keduanya, padahal Salafiyyin memiliki radio sendiri dan memiliki CD-CD yang merekam durusnya para ulama dan para da’i (Salafiyyin) Indonesia dalam berbagai bidang ilmu, Tauhid, Sunnah, Akhlaq. Maka apakah anda menasehati anak-anak anda di Indonesia untuk mendengarkan radio ini?

Jawab: Yang pertama, mencukupkan diri dengan mendengarkan radio Salafiyyin dan pada yang engkau sebutkan itu sudah cukup. Maka TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO SELAIN SALAFY YAITU RADIO-RADIO YANG MENYIMPANG, SAMA SAJA APAKAH ITU TUROTSIYYAH MAUPUN HALABIYYAH, MA’RIBIYYAH.
Kedua, barangsiapa yang DIA INI MEMILIKI KEMAMPUAN KEAHLIAN/KAPASITAS LALU MENDENGARKAN RADIO INI DALAM RANGKA MEMBANTAHNYA MAKA TIDAK MENGAPA.
JADI ORANG-ORANG AWAMNYA AHLUSSUNNAH TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO TERSEBUT.

Kewajiban kita hanya menjelaskan, dan termasuk kelembutan dan rahmat Allah kepada kita (yaitu) Allah tidak membebani kita untuk memberi hidayah kepada hati-hati manusia dan Allah tidak membebani kita agar kebenaran itu diterima oleh mereka….

(diterjemahkan secara bebas. Sumber: rekaman pertanyaan-pertanyaan Salafiyyin Indonesia pada malam Ahad, 15 Jumadil Akhir 1433H yang bertepatan dengan 5 Mei 2012)

Link Suara: http://bit.ly/NVrfUk

Faidah-faidah yang bisa kita petik:
1.    Si penanya tidak menyebutkan secara khusus nama radio tertentu kecuali penyifatannya adalah radio dari kalangan Turatsiyyun, Abul Hasan, Al-Halaby, Ar-Ruhaily. Ini mengandung faidah yang sangat luas bahwa hukum yang ditanyakan tersebut tidak hanya tertuju pada satu atau dua radio saja (tidak ada celah bagi hizbiyyin dan para pembelanya untuk beralasan [misalnya] “Itu kan fatwa larangan untuk radio A bukan larangan mendengarkan radio B, C atau yang lainnya” atau berhilah “Nama radionya sudah berubah dari RODJA menjadi RADJA, jadi fatwa tentang larangan mendengarkan radio RODJA sudah tidak berlaku lagi” dan hilah-hilah yang lainnya.).

2.    Syaikh memberikan penegasan yang jelas lagi gamblang TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO SELAIN SALAFY YAITU RADIO-RADIO YANG MENYIMPANG, SAMA SAJA APAKAH ITU TUROTSIYYAH MAUPUN HALABIYYAH, MA’RIBIYYAH. Maka apapun nama radio tersebut yang memiliki sifat-sifat di atas masuk dalam larangan beliau.

3.    Asy-Syaikh pada bulan Mei 2012 kemarin masih memperingatkan Salafiyyin tentang Penyimpangan Turotsiyyah maka ini adalah bantahan terhadap ucapan semisal masalah Ihya’ut Turots sudah selesai dan yang masih membicarakannya adalah PAHLAWAN KESIANGAN.

4.    Larangan bagi awam Ahlussunnah untuk mendengarkan radio Turotsiyah Halabiyyah Ma’ribiyyah.

5.    Bolehnya bagi orang yang memiliki kemampuan untuk mendengarkan radio tersebut dalam rangka membantahnya (maka bagaimana pula jika dia malah berpromosi, memuji, men-Salafy-kan dan membela tokoh-tokohnya serta menghasung ribuan orang lainnya untuk mendengarkannya?). Wallahul musta’an.
Diterjemahkan oleh Tim Darussalaf.or.id,.

Muroja’ah : Al-Ustadz Muhammad Ar-Rifa’i (Alumni Yaman)
sumber: http://www.darussalaf.or.id/audio-tasjilat/rekaman-dan-terjemahan-fatwa-larangan-syaikh-ubaid-untuk-mendengarkan-radio-turotsiyyah-halabiyyah-maribiyyah-semisal-rodja-dll/
Apik Elek Bloge Dewek