:::: MENU ::::

Jumat, 24 Juli 2015

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Sebagian ahli bid’ah berdalih dengan kisah Abu Hurairah bahwa boleh belajar kepada ahli bid’ah karena Abu Hurairah mengambil ilmu dari syetan?
Haditsnya sebagai berikut (–pent), Abu Hurairah menceritakan:

وَكَّلَنِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ، فَأَتَانِي آتٍ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ، فَقُلْتُ: لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَصَّ الحَدِيثَ، فَقَالَ: إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوْبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ))

“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam menugaskan diriku untuk menjaga harta zakat di bulan Ramadhan, tiba-tiba ada seseorang datang mencuri makanan sehingga aku pun menangkapnya dan aku katakan kepadanya: “Aku benar-benar akan mengadukan dirimu kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.” Kisahnya panjang. Maka orang itu berkata: “Jika engkau berbaring di tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi, karena engkau akan selalu mendapatkan penjaga dari Allah dan syetan tidak akan mendekatimu hingga Shubuh.” Dan Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda: “Dia (syetan) menyampaikan ucapan yang benar kepadamu, hanya saja dia pendusta. Dia adalah syetan.”
(Lihat Shahih Al-Bukhary no. 5010 –pent)

Jawaban:
Abu Hurairah mengambil ilmu dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, tidak mengambil dari syetan (Asy-Syaikh tertawa –pent).

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam yang mengabarkan hal itu dan Abu Hurairah tidak mengambil berita tersebut dari syetan dan tidak bersandar kepada ucapan syetan, tetapi hanya bersandar kepada perkataan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوْبٌ.

“Dia (syetan) menyampaikan ucapan yang benar kepadamu, hanya saja dia pendusta.”
Ini termasuk cara pendalilan yang bathil, ucapan semacam ini termasuk pendalilan yang bathil.”

Arsip WSI || http://forumsalafy.net/?p=2188

Kamis, 23 Juli 2015

Berikut kami sampaikan Rangkaian Audio Khutbah 'Iedul Fithri 1436 H / 2015 dari Asatidzah Ahlussunnah Salafy di berbagai daerah di Indonesia.
cara mendownload : klik kanan pada link download >>  save link as >> save

1. Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed hafidzahullah
di Lapangan Kantor Prosida, Kota Cirebon
Download http://bit.ly/1RGsX1e

2. Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari hafidzahullah
di Lapangan Pelataran Ma’had Ibnul Qoyyim, Balikpapan
Download http://bit.ly/1MAUbzM

3. Al Ustadz Muhammad as Sarbini hafidzahullah
Download http://bit.ly/1MAUgU3

4. Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafidzahullah
di Musholla Ma’had Daarul Atsar, Tasikmalaya
Download http://bit.ly/1I0jCGL

5. Al Ustadz Abu Yasir Wildan hafidzahullah
di Musholla Ma’had Ali bin Abi Thalib, Bandung
Download http://bit.ly/1TJyDVK

6. Al Ustadz Abu ‘Abdillah Syukri hafidzahullah
di halaman Masjid Ponpes Ibnu Katsir, Sangata
Download http://bit.ly/1VfGSur

7. Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafidzahullah
di Halaman Utama Stadion Sultan Agung, Bantul
Download http://bit.ly/1MhZOWo

8. Al Ustadz Abu Ubaidah Iqbal hafidzahullah
di Masjid Abu Bakr AshShiddiq, Ambon
Download http://bit.ly/1CIYxVu

9. Al Ustadz Abu Irbadh Maimun hafidzahullah
di Lapangan RS. Prof. Dr. Margono, Purwokerto
Download http://bit.ly/1CIYBER

10. Al Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafidzahullah
di Ma’had As-Salafy, Jember
Download http://bit.ly/1Mi01ZV

11. Al Ustadz Ruwaifi hafidzahullah
di Ma’had Darul ‘Ilmi Pulo Kota Lumajang
Download http://bit.ly/1Ibi6rD

12. Al Ustadz Muhammad Rifa’i hafidzahullah
di Ma’had Darus Salaf, Bontang
Download http://bit.ly/1Lv86c4

13. Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah
di Lapangan Perum Dirgantara Sawojajar
Download http://bit.ly/1KdKcjI

14. Al Ustadz Abu Muhammad Musa hafidzahullah
di Tanah Kavling Ma’had Tamaamul Minnah, Karawang
Download http://bit.ly/1DnZ7CT

15. Al Ustadz Abu Bakr Jombang hafidzahullah
di Lapangan Pabelan, Samping Kel. Pabelan, Magelang
Download http://bit.ly/1feWJbF

16. Al Ustadz Saiful Bahri hafidzahullah
di Lapangan MTQ Al-Manshuroh (belakang Masjid Al-Jihad), Gumilir Cilacap
Download http://bit.ly/1fUiGha

17. Al Ustadz Syafi'i bin Shalih Al Idrus hafidzahullah
di Halaman Ma'had Anshorussunnah Mantingan Ngawi
Download http://bit.ly/1I0yiph

18. Al Ustadz Abu Najm Khotib Muwahid Hafidzahullah
di Mahad Annur al-Atsary Banjarsari
Download http://bit.ly/1gHlUF0

                                       ✺✺✺

Dirangkum dari berbagai sumber Oleh WA Salafy Kendari.

____________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]  | www.alfawaaid.net

Rabu, 22 Juli 2015

SUNGGUH Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

« إذا مـــات الإنسان انقطـــع عملــه إلا من ثلاث: صدقـــة جــــارية... »
"Apabila seorang meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga hal: "SHODAQOH JARIYAH,......." (HR. MUSLIM)

Bagi ikhwan sekalian yang ingin menyalurkan rizkinya di jalan Alloh, berikut kami sampaikan informasi terkait pihak pihak yang membutuhkan bantuan.
in syaa Alloh informasi berasal dari sumber yang terpercaya, dan diperuntukan bagi pihak-pihak terutama ikhwan kita semanhaj, ahlussunnah salafiyin yang benar-benar membutuhkan.

Sungguh timbangan yang sangat besar bagi kita kelak di hari akhir. Dimana amal jariyyah yang kita salurkan untuk fasilitas ibadah akan senantiasa mengalir walaupun kita telah tiada,selama fasilitas tersebut masih di gunakan untuk ibadah.
 

PEMBANGUN MUSHOLLA NURUS-SUNNAH kab. BREBES

Dengan mengharap ridho dari Allah Ta'ala. Kami mengajak kepada kaum muslimin & muslimat agar dapat berta'awun dalam rangka pembangunan musholla Nurus Sunnah

Desa Tegalgandu. Kec. Wanasari ~ kabupaten Brebes.

Rencana anggaran untuk pembangunan sebesar:
Rp. 200 Juta.

Amal jariyyah bisa di salurkan melalui:
▶ Panitia Pembangunan Musholla NURUS-SUNNAH
▶ Transfer ke:
▪Bank BRI No. Rek:
0014-01-005972-53-2
Atas Nama: Muhammad sabbiki

▪Bank BCA No Rek: 1310410914
Atas Nama: Agus Priyadi R

▪Bank BNI No Rek: 0339239239
Atas Nama: Agus Priyadi R

Informasi & konfirmasi transfer bisa via WA/SMS ke:
▪Utsman 081902602331
▪Abu fatah 081542021373

Kami mengucapkan Jazakumullohu khoiron atas shodaqoh jariyyah antum.

بارك الله فيكم

Mengetahui:
- Ust. Abul Fida' Brebes
- Ust. Abu Farhan Margasari

Disetujui oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah

sumber: Whatsapp Forum Berbagi Faidah

Pembangunan Lembaga Pendidikan TARBIYYATUL AULAD dan TARBIYYATUS SHIBAN Mahad Al manshuroh Mujur, Kroya


NO REKENING PROYEK PEMBANGUNAN TA dan TS :

MANDIRI 139 000 316 1902 &
BCA 4221 222 436 an. HAERU KUSUMAH
BNI SYARIAH 0243 630 479 an. ZAENAL WALUYO


KONTAK PERSON :
Abu Ibrohim Zain 0856 41 296 904
Abu Luqman Puji 0815 48 800 549


Donasi Untuk Kaum Muslimin di Yaman

ADAPUN TEKNIS BANTUAN KAMI JELASKAN SEBAGAI BERIKUT:
1. Bantuan berupa ZAKAT MAL,  disalurkan ke BCA Yogyakarta Indonesia, No. 0373538555. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 014.
Swift code : CENAIDJA
2. Bantuan berupa INFAQ/SHADAQAH UMUM, disalurkan ke BRI Yogyakarta Indonesia. No. 002901117031500. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 002.
Swift code : BRINIDJA
3. Bantuan dari UANG RIBA (yakni membersihkan bunga Bank) dan yang semisalnya, disalurkan ke Bank Mandiri. No. 1370011689151. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 008.
Swift code : BMRIIDJA

Catatan :
a. Ke Bank manapun bisa ditransfer selama melakukan konfirmasi ke WhatsApp/SMS 085290879229 (no Call, karena dapat menghabiskan baterai disaat sedang diluar)
b. Jika tidak ada konfirmasi, maka peruntukan dana sesuai dengan plot yang telah ditetapkan. Zakat pada BCA, Shadaqoh/infaq pada BRI, dan riba/bunga bank pada Mandiri.
c. Format konfirmasi adalah : nama yang transfer, tanggal ditransfer, ke bank mana, total uang, peruntukan
▪ Contoh :
Amin, 1 Agustus, bca,
300rb, zakat. Atau
Budi, 2 Agustus, bca, 500rb, zakat 80%, shodaqoh 10%, riba 10%nya.

d. Swift code digunakan apabila transfer dari luar negeri ke Indonesia
e. Kode ATM digunakan apabila transfer antar bank yang berbeda di dalam negeri, kode tersebut diletakkan di depan rekening.
f. Laporan keuangan dan informasi lainnya dapat dilihat di http://www.saveyemen.com


Donasi Untuk Mualaf Suku Terasing LAUJE Sulawesi Tengah


Untuk sementara hanya ini yang dapat kami informasikan, jazakumullohu khoiro
Bismillah,
Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu Wata'ala, Hadirilah
Kajian Islam Ilmiyah dengan tema:

"PEMICU GEMURUH FITNAH"

Pemateri:
Al Ustadz MUHAMMAD AFIFUDDIN AS SIDAWY hafidzohulloh

Waktu:
JUMAT, 07 Agustus 2015 / 21 Syawwal 1436 H
~Khutbah Jumat
~ Sesi 1 : 16.00 WIB (ba'da ashar) s.d selesai
~ Sesi 2 : 18.00 WIB (ba'da maghrib) s.d selesai

Tempat:
MAHAD RIYADHUL JANNAH
Cileungsi, Bogor

informasi:
Abu Sufyan 08567133567

sumber: Whatsapp Salafy Indonesia

 dijawab oleh Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan:
Misalnya ketika hujan gerimis, khususnya sore hari, terdengar adzan maghrib, lalu shalat Maghrib didirikan. Selesai shalat, kemudian dilaksanakan shalat Isya dijamak dengan Maghrib. Sebagai bentuk kasih sayang kepada orang-orang yang shalat (di masjid) ketika hujan turun. Apakah hal ini tetap berlaku sedangkan waktu telah berubah tidak sebagaimana zaman dahulu? Zaman sekarang, tersedia berbagai perlengkapan untuk berbagai hal bagi sebagian orang. Misalnya, banyak peralatan yang dapat membantu kita sampai ke masjid, atau semacamnya.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz menjawab:
Ya tetap berlaku. Hal ini merupakan rukhshah (keringanan) dari Allah Ta’ala. Jika suatu ketika hujan turun, boleh menjama’ shalat (di masjid). Hal ini sebagai rukhshah. Bahkan dianjurkan untuk menjama’ shalat dalam rangka kasih sayang kepada orang-orang yang shalat, serta memudahkan mereka. Juga karena tidak adanya perlindungan bagi mereka yang kesulitan jika keluar.

Andaikan jama’ah masjid tidak menjama’ shalat pun, mereka boleh mengerjakan shalat di rumah. Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alahi Wasallam, bahwa beliau memerintahkan untuk shalat di rumah ketika hujan. Beliau bersabda:

صلوا في رحالكم
“Shalatlah di rumah-rumah kalian”

Ringkasnya, jika hujan turun atau khawatir terpeleset di pasar-pasar, atau jalan sedang licin, atau adanya lumpur-lumpur di jalan, terdapat sunnah untuk menjama’ antara zhuhur dan ashar, juga maghrib dan Isya. Bagi yang tidak menjama’ atau tidak pergi ke masjid karena adanya kesulitan, boleh baginya shalat di rumah. Ia mendapat keringanan untuk tidak melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.

 ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
versi arab

السؤال :
ﻋﻨﺪ ﻫﻄﻮﻝ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺧﺎﺻﺔً ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺀ ﻳﺆﺫﻥ ﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ، ﻭﺑﻌﺪ ﺗﺄﺩﻳﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺗﻘﺎﻡ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﺟﻤﻌﺎً، ﻭﺫﻟﻚ ﺭﺃﻓﺔً ﺑﺎﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻟﻤﻄﺮ، ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺫﻟﻚ ﻣﻊ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺗﻐﻴﺮ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺎﺿﻲ، ﻭﺃﺻﺒﺢ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻣﺠﻬﺰ ﻟﺪﻯ ﺍﻟﺒﻌﺾ، ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺻﻼﺕ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ؟

الجواب :
ﻧﻌﻢ، ﺭﺧﺼﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﺈﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺎﻟﺠﻤﻊ، ﺭﺧﺼﺔ، ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻭﺍﻟﺘﻴﺴﻴﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻋﺪﻡ ﺇﻟﺠﺎﺋﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺘﺄﺫﻱ ﺑﺎﻟﺨﺮﻭﺝ،

ﻭﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻌﻮﺍ ﺟﺎﺯ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ، ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻨﻪ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺃﻧﻪ ﺃﻣﺮ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻋﻨﺪ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻗﺎﻝ : ‏

( ﺻﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺭﺣﺎﻟﻜﻢ ‏) ،

ﻓﺎﻟﺤﺎﺻﻞ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺻﺎﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻣﻄﺮ، ﺃﻭ ﺩﺣﺾ ﻓﻲ ﺍﻷﺳﻮﺍﻕ ﻭﺯﻟﻖ، ﻭﻃﻴﻦ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﻭﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ، ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ، ﺃﻭ ﺷﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ، ﻓﻠﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ، ﻋﺬﺭ، ﻟﺘﺮﻙ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ .

http://www.ibnbaz.org.sa/mat/16267
Syabab Ashhabus Sunnah

Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi:
www.ittibaus-sunnah.net
Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafidzahullah
"Wahai sekalian manusia...

# Bertaqwalah kalian kepada Allah ta'ala, dan ikutilah amalan-amalan kebajikan setelah ramadhan.
Sesungguhnya termasuk tanda diterimanya amal kebaikan adalah seseorang (dimudahkan) mengerjakan amal kebaikan setelahnya.
# Tidaklah bulan ramadhan itu kecuali membuat seseorang semangat untuk melakukan kebaikan dan permulaan taubat, serta amal shaleh.
# Adapun berakhirnya amal adalah dengan datangnya kematian, bukan dengan keluarnya dari bulan ramadhan.
# Maka termasuk tanda diterimanya taubat dan amalan-amalan seorang hamba pada bulan ramadhan, adalah:
"Seseorang ketika keluar dari bulan ramadhan, keadaannya lebih baik dalam ketaatannya dibandingkan sebelum ramadhan.
# Dan termasuk tanda tertolak dan kegagalan setelah ramadhan, diantaranya:
"Seseorang setelah keluar dari bulan ramadhan lebih jelek keadaannya dari pada sebelumnya."
# Maka perhatikanlah diri-diri kalian, semoga Allah merahmati kalian. Lihatlah keadaan kalian setelah berlalunya bulan ramadhan.
# Dan ketahuilah, bahwasanya pintu taubat senantiasa terbuka. Baik di bulan ramadhan dan di setiap waktu.
#Maka barangsiapa yang terluput, belum sempat bertaubat pada bulan ramadhan, janganlah ia berputus asa dari rahmat Allah. Bahkan seharusnya ia bersegera bertaubat pada setiap saat.

Sesungguhnya Allah akan menerima taubat, orang yang bertaubat kepada-Nya. Dan Allah mengampuni dosa-dosa bagi orang yang kembali dan bertaubat kepada-Nya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. QS Az Zumar: 53-55

* Maka jagalah apa yang telah kalian usahakan dari amal kebaikan, pada bulan ramadhan ini.
* Dan janganlah kalian merusaknya, dengan kembali berbuat maksiat dan kejelekan-kejelekan.
* Kalian menghancurkan apa yang telah kalian bangun. Dan membatalkan apa yang telah kalian persembahkan untuk Allah.

Sesungguhnya kejelekan apabila banyak dilakukan, akan mencelakakan seseorang.
Dan amal kejelekannya lebih berat dibandingkan amal kebaikannya.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ
Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri." QS Al A'raf:9

Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14046
Forum Salafy Purbalingga

Selasa, 21 Juli 2015

Alhamdulillah... Telah Usai Rangkaian Acara Kajian Intensif Ramadan 1436 H Masjid As-Salam Mujur, Kroya, Cilacap
BERIKUT AUDIO REKAMAN KAJIAN INTENSIF RAMADAN 1436 H :

001 Ust Ali Mahdi - Pembukaan
002 Mensikapi Fitnah yang Melanda Dakwah Salafiyah Sesi 1 - Ust Ikhsan
003 Mensikapi Fitnah yang Melanda Dakwah Salafiyah Sesi 2 - Ust Ikhsan
004 Mensikapi Fitnah yang Melanda Dakwah Salafiyah Sesi TJ - Ust Ikhsan
005 Dakwah Salafiyah di Antara Dakwah Haddadiyah dan Mumayyi’ah Sesi 1 - Ust Afifuddin
006 Dakwah Salafiyah di Antara Dakwah Haddadiyah dan Mumayyi’ah Sesi 2 - Ust Afifuddin
007 Dakwah Salafiyah di Antara Dakwah Haddadiyah dan Mumayyi’ah Sesi TJ - Ust Afifuddin
008 Sisi Lain dari Dakwah Salafiyah Sesi 1 - Ust Muhammad Afifuddin
009 Sisi Lain dari Dakwah Salafiyah Sesi 2 - Ust Muhammad Afifuddin
010 Sisi Lain dari Dakwah Salafiyah Sesi TJ - Ust Muhammad Afifuddin
011 Kiat Menyelamatkan Keluarga dari Badai Fitnah Sesi 1 - Ust Abu Nasim Mukhtar
012 Kiat Menyelamatkan Keluarga dari Badai Fitnah Sesi 2 - Ust Abu Nasim Mukhtar
013 Kiat Menyelamatkan Keluarga dari Badai Fitnah Sesi TJ - Ust Abu Nasim Mukhtar
014 Islam Memerangi ISIS Sesi 1 - Ust Abu Nasim Mukhtar
015 Islam Memerangi ISIS Sesi 2 - Ust Abu Nasim Mukhtar
016 Islam Memerangi ISIS Sesi 3 - Ust Abu Nasim Mukhtar
KAJIAN TAMBAHAN BADA SHUBUH DAN MENJELANG BERBUKA
Ust Abul Hayyaj - Kitab Al-Fawaid Sesi 1
Ust Abul Hayyaj - Kitab Al-Fawaid Sesi 2
Ust Abul Hayyaj - Kitab Al-Fawaid Sesi 3
Ust Abul Hayyaj - Kitab Al-Fawaid Sesi 4
Ust Saiful Bahri - Mensikapi Para Penyeru Kesesatan 1
Ust Saiful Bahri - Mensikapi Para Penyeru Kesesatan 2
Ust Saiful Bahri - Mensikapi Para Penyeru Kesesatan 3
Ust Saiful Bahri - Mensikapi Para Penyeru Kesesatan 4

Jumat, 17 Juli 2015


Diriwayatkan dari Jubair bin Nufair, ia berkata, "Para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu jika mereka bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan:
تقبِّلَ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
"Semoga diterima amalan kami dan amalan kalian."
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (2/446)," Sanadnya hasan (baik)."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:
"Apa hukum mengucapkan selamat hari raya Ied? Apakah ada kalimat khusus tentangnya?"

Beliau menjawab,
"Mengucapkan selamat Hari Raya Ied hukumnya BOLEH, dan tidak ada ucapan yang bersifat khusus. Bahkan ucapan yang telah menjadi kebiasaan manusia itu boleh, selama tidak mengandung dosa."

Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/208-210

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, apakah ada bentuk kalimat yang dihafal dari para salaf terkait ucapan selamat pada hari raya ied?

Beliau menjawab,
"Mengucapkan selamat hari raya Ied telah dilakukan oleh sebagian shahabat radhiyallaahu 'anhum.

Kalaupun dikatakan belum pernah terjadi pada masa shahabat, namun ini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh manusia. Mereka saling mengucapkan selamat satu sama lain dengan sampainya mereka pada hari Ied dan sempurnanya puasa dan qiyamul lail.

Akan tetapi, satu perkara yang terkadang mengganggu dan tidak ada faktor pendorong untuk melakukannya adalah permasalahan mengecup. Sebagian orang, jika mengucapkan selamat hari raya Ied, mereka mengecup. Yang seperti ini tidak ada alasan yang mendukung, tidak ada kebutuhan padanya.
Jadi, cukup dengan berjabat tangan dan mengucap selamat."

Majmu Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/208

•••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

Kamis, 09 Juli 2015

KETUK PALU VONIS KAFIR JAFAR UMAR THOLIB TERHADAP SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X
Vonis kafir yang disampaikan pada acara Tabligh Akbar bersama Ja’far Umar Thalib hadahullah Senin, 15 Juni 2015 di Wonosari, Gunung Kidul.Tabligh Akbar yang merupakan agenda rutin setiap tahun guna membekali masyarakat Muslimin di Kab. Gunung Kidul menjelang ramadhan.

AUDIO DIBAWAH Bukti penyimpangan JA'FAR UMAR THOLIB
Download audio

Tanggapan dan bantahan Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzohulloh
Download audio

[Sejarah]
Siapa Ja'far Umar Thalib ?
disampaikan Ust. Luqman Ba'abduh
audio-membedah-kesesatan-jafar-umar-thalib
 *bukan pamflet resmi dari panitia

Serangan dan Kekejaman kelompok pemberontak Syi'ah Rafidhah Houthi (Hutsi)  di Yaman tak kunjung reda. Serangan demi serangan kepada kaum muslimin terus gencar mereka lakukan. Hal ini membuat kondisi kaum muslimin dalam kondisi yang berat, kebutuhan primer sangat sulit didapat, mulai dari air bersih yang semakin minim, tabung  gas semakin langka, harga bahan makanan pokok melambung tinggi, dan minimnya ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan.

Tak terkecuali di bulan Ramadhan ini pun, KEKEJAMAN SYI'AH HOUTHI kepada  kaum muslim di kota  Aden dan sekitarnya TIDAK BERHENTI. Kondisi perang seperti ini tentunya membuat kondisi Yaman semakin terpuruk, ditambah lagi kota Aden dan sekitarnya sedang memasuki musim panas.
Oleh karena kami mengetuk hati Anda semuanya untuk peduli kepada saudara-saudara  kita di Yaman, demi meringankan beban mereka.

ADAPUN TEKNIS BANTUAN KAMI JELASKAN SEBAGAI BERIKUT:
1. Bantuan berupa ZAKAT MAL,  disalurkan ke BCA Yogyakarta Indonesia, No. 0373538555. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 014.
Swift code : CENAIDJA

2. Bantuan berupa INFAQ/SHADAQAH UMUM, disalurkan ke BRI Yogyakarta Indonesia. No. 002901117031500. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 002.
Swift code : BRINIDJA

3. Bantuan dari UANG RIBA (yakni membersihkan bunga Bank) dan yang semisalnya, disalurkan ke Bank Mandiri. No. 1370011689151. Moch Hafid Jauhari. Kode ATM : 008.
Swift code : BMRIIDJA

Catatan :
a. Ke Bank manapun bisa ditransfer selama melakukan konfirmasi ke WhatsApp/SMS 085290879229 (no Call, karena dapat menghabiskan baterai disaat sedang diluar)

b. Jika tidak ada konfirmasi, maka peruntukan dana sesuai dengan plot yang telah ditetapkan. Zakat pada BCA, Shadaqoh/infaq pada BRI, dan riba/bunga bank pada Mandiri.

c. Format konfirmasi adalah : nama yang transfer, tanggal ditransfer, ke bank mana, total uang, peruntukan
▪ Contoh :
Amin, 1 Agustus, bca,
300rb, zakat. Atau
Budi, 2 Agustus, bca, 500rb, zakat 80%, shodaqoh 10%, riba 10%nya.

d. Swift code digunakan apabila transfer dari luar negeri ke Indonesia

e. Kode ATM digunakan apabila transfer antar bank yang berbeda di dalam negeri, kode tersebut diletakkan di depan rekening.

f. Laporan keuangan dan informasi lainnya dapat dilihat di http://www.saveyemen.com

--------------
Dipublikasikan oleh :
Majmu'ah Manhajul Anbiya
WhatsApp Salafy Indonesia
Salafy Lintas Negara

Rabu, 08 Juli 2015



Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah dengan mengharap ridha Allah ta'ala
Insya Allah akan diselenggarakan Kajian Intensif Ramadan 1436 H
Bersama Asatidzah Ahlussunnah



Dengan Tema : 

MENYIKAPI FITNAH YANG MELANDA DAKAH SALAFIYAH
Al-Ustadz Muhammad Ikhsan
Sabtu, 24 Ramadan 1436 H

DAKWAH SALAFIYAH DI ANTARA DAKWAH HADDADIYYAH DAN MUMAYYI'AH
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin
Ahad, 25 Ramadan 1436 H

SISI LAIN DARI DAKWAH SALAFIYYAH
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin
Senin, 26 Ramadan 1436 H

KIAT-KIAT MENYELAMATKAN KELUARGA DARI BADAI FITNAH
Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai
Selasa, 27 Ramadan 1436 H

ISLAM MEMERANGI ISIS
Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai
Rabu, 28 Ramadan 1436 H




BERTEMPAT DI :

Masjid As-Salam, Kompleks Pondok Tahfizhul Qur'an Al-Manshuroh Mujur



(Bagi yang menginap in sya Allah disediakan buka dan sahur serta snack dengan akomodasi Rp. 50.000 /5 hari)



In sya Allah disiarkan di :




Informasi : 085 641 296 904




UNDUH PAMFLET di sini





AJAK KELUARGA DAN REKAN ANDA UNTUK MERASAKAN MANISNYA ILMU...

Selasa, 07 Juli 2015

Sebenernya terlalu banyak penyimpangan-penyimpangan mereka, cuma untuk yang satu ini, bener-bener membuat ngelus dada rasanya. Bener-bener vulgar. Tujuan saya bikin artikel ini semata-mata nasehat, buat temen-temen yang masih tertipu dengan mereka.

Semakin jelas mana yang beneran mana yang bohongan, mana yang asli mana yang imitasi, mana yang sungguh-sungguh mana yang main-main, mana yang diatas sunnah mana yang diatas bid'ah.

Sungguh fitnah tipu daya syaithon itu membawa pelakunya menyimpang tanpa sadar, dari bermudah mudahan dengan gambar, berlanjut kpd sandiwara, diwawancarai host wanita bersolek, berlanjut kepada musik yang harom. Allahu musta’aan

Sungguh orang yang baru mengenal sunnah pun kalau mau bersikap jujur sportif pasti akan tahu, INI BATHIL.
Sedih rasanya melihat betapa banyak orang yang sebenernya pengen bener, sudah sedikit tahu bahwa salafy (mengikuti salaf) adalah satu-satunya jalan kebenaran, tetapi justru ditipu oleh da'i-da'i hizbiyun, sururiyun, rodjaiyun.

Kalau ada temen-temen yang masih seneng sama rodja dan ustadz-ustadz yang semacam ini, sungguh tujuan saya menyusun artikel ini karena sayang dengan kalian, kalian tertipu, kalian tertipu. Manhaj salaf bukan seperti apa yang mereka bawa.
Kalau ada yang bilang kamu mencari-cari, ngorek-ngorek kesalahan orang,
Saya katakan, saya cuma mengumpulkan dari apa yang sudah kalian sebar sendiri.
Apakah kesalahan yang sudah tersebar lantas dibiarkan?
Sekali lagi, ini disusun dari apa yang sudah tersebar, mereka sendiri yang menyebar.

"Loh itu kan hikmah, demi kemaslahatan dakwah...."
Yang namanya hikmah adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Hikmah adalah mengatakan yang haq adalah haq dan bathil adalah bathil. Mengukur segala sesuatu berdasarkan Quran dan sunnah dengan pemahaman salaf, bukan dengan perasaan wa 'wudele dewek'. Bukan yang namanya hikmah itu terobos sana terobos sini, yang halal menjadi harom dan yang harom menjadi halal.
lahaulawalaquwwataillabillah

Kalaulah kalian tidak mengatasnamakan sunnah mungkin jatohnya lebih ringan. Tapi apa? kalian mengaku berjalan diatas sunnah, kalian mengatasnamakan dakwah salaf, dakwah yang mulia, dakwahnya Rosul dan para Shohabatnya.
Demi Alloh...sakit hati ini...cemburu...nggak rela...

Yaa ikhwan bukalah mata, jangan menutup diri, sadarlah.
Allohul musta'an.

Tanggapan Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzohulloh,
(dari potongan dauroh Mujur Kroya, Dakwah Salafiyyah diantaran Dakwah Haddadiyah dan Mummayiah)
download audio 1
download audio 2
(dari tanya jawab dauroh Cileungsi, Pemicu gemuruh Fitnah)
download audio 3 
 

Manhaj daripada-daripada, mendingan-mendingan, walaupun-walaupun.
(benar apa yang disampaikan Ust. Muhammad hafidzohulloh)

Bersama host wanita bersolek.
Ya..ustadz, salaf mana yang membolehkan bebas nadzor/memandang wanita yang bukan mahromnya?

Yang terbaru, tausiyah sambil diiringi background video dan alunan piano.

Komentar dari yang sudah mulai sadar

Komentarnya Al Ustadz Muhammad umar As Sewed, tegas...
Mereka Bukan Kita, Kita Bukan Mereka !!!
Allohul musta'an

Minggu, 05 Juli 2015

Tausiyah Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah di polres ciamis
Kamis, 04 Rajab 1436H ~ 23/04/2015M
Mapolres Ciamis



Sungguh kondisi yang sangat menggembirakan, hubungan yang harmonis antara penguasa dan pembimbing agama.
Semoga Alloh senantiasa menjaga beliau, memberikan hidayah kepada para penguasa, dan memberikan hidayah kepada kita semua.


tafadhal di download
Sesi 1
Sesi Tanya jawab

Disebutkan oleh seorang rasionalis, ahlul kalam, diantaranya Muhammad Abduh dan Muhammad Rosyid Ridho, bahwa mereka para salaf itu memang aslam, yang paling selamet, tetapi kita lebih a'lam wa ahkam, lebih mengetahui karena kita meneliti dan membahas.
Para sahabat tidak tahu kenapa babi itu haram, sedangkan kita tahu karena cacing pita, karena kita menelitinya.

KITA BANTAH
Pertama.
Kalau itu (meneliti) baik, niscaya para sahabat sudah melakukannya dari dulu. Tetapi bukan itu yang diperintahkan. Beliau para sahabat sudah percaya (beriman) bahwa babi itu harom, sebelum masuk ke lab, sebelum diteliti.
Inilah keistimewaan orang-orang muttaqin. siapa mereka?
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Beliau para sahabat dalah orang-orang yang muttaqin, karena beriman kepada hal-hal yang ghaib, kepada apa yang Alloh khabarkan tanpa harus meneliti. Kalau Alloh dan Rosul katakan baik, itu pasti baik. Kalau Alloh dan rosul katakan jelek, itu pasti jelek.

Kedua.
Apakah kalian yaqin kalau Alloh mengharomkan babi karena cacing pita?
Kalau dijawab, saya Yaqin. Dari mana dalilnya? dari penelitian kalian?
Apakah Alloh mengabarkan di dalam Al quran, Aku haromkan babi karena cacing pita? Nggak ada.
Apakah ada di dalam hadits yang mengabarkan Alloh mengharomkan daging babi karena cacing pita? Nggak ada.
Penelitian kalian belum tentu benar. Jangan sombong mengatakan penelitian kalian pasti benar, walaupun itu dilakukan tiga kali (standar keakuratan penelitian adalah tiga kali). Jangankan tiga kali, lebih sekalipun, belum tentu benar.

Ketiga.
Bisa jadi bahkan selain cacing pita ada yang lain yang kalian tidak tahu.

Keempat.
Kalau babi harom karena cacing pita, apakah kalian menganggap setelah cacing pita itu dimatikan dengan berbagai proses, dengan pasturisasi misalnya atau yang sejenis, sudah bersih nggak ada cacingnya, Apakah jadi halal? Tidak demi Alloh, tidak ada seorang ulama pun mengatakan seperti itu.

Dari awal sampai akhir, dari poin satu sampai empat, semuanya bathil.
Kenapa kalian sombong dengan mengatakan "para salaf, para sahabat itu lebih selamat, tetapi kita lebih mengetahui."
Tidak, kalian lebih bodoh. Kalian lebih rendah imannya. Kalian tidak percaya dengan Qur'an dan Sunnah sebelum dilakukan penelitian di laboratorium. Kalian adalah orang yang beriman pada akal kalian sendiri, bukan kepada Quran dan Sunnah.

Ketika disebutkan dalam Quran dan Sunnah, kalian tidak langsung percaya. Kalian teliti terlebih dahulu di laboratorium-laboratorium kalian dengan profesor-profesor, doktor-doktor kalian. Setelah terbukti benar, baru kalian percaya.
Berarti kalian beriman dengan penelitian kalian, bukan dengan qolalloh wa qolarosul.

Bagaimana kalau ternyata hasil penelitian kalian berlawanan dengan apa yang disebutkan dalam quran dan sunnah?
Disebutkan dalam Hadits shohih Bukhari-Muslim bahwa kalau ada lalat masuk ke minumanmu, maka celupkanlah seluruhnya sebelum diminum, karena pada sayap lalat yang sebelah adalah penyakit dan yang sebelah adalah penawarnya.
Mereka para doktor-doktor menelitinya, dan ternyata hasilnya adalah berlawanan dengan hadits, bahwa kedua sayap lalat adalah penyakit. Apa yang akan kalian lakukan?
Ternyata kalian lebih memilih penelitian itu dan menolak hadits Bukhari-Muslim. Apa yang terjadi? Sesat. Na'udzubillah.
Sebagaimana yang terjadi pada Muhammad Ghazali, dengan kurang ajarnya menyatakan "Aku lebih percaya penelitian doktor-doktor kafir dari pada Hadits Bukhari-Muslim."
Spontan kita mengatakan astaghfirullah hal'adzim.

Wahai kaum muslimin...ngikutlah, ittiba'lah pada Qur'an dan Sunnah !!!
Wallohu a'lamubishshowab

Dirangkum dari petikan faedah
Kajian rutin Al ustadz Muhammad umar As Sewed
Kitab Kun Salafiyan 'alal Jaaddah pertemuan ke 5
Masjid Al Mujahidin, Slipi, Jakbar

Audio: batilnya_penelitian_kaum_rasionalis.mp3

Kamis, 02 Juli 2015



Iktikaf hanya untuk orang yang mukim saja:
Pamflet 1 untuk masyarakat Balikapapan dan sekitarnya saja,
Pamflet 2 untuk masyarakat Purbalingga dan sekitarnya saja.


BOLEHKAH SAFAR (BEPERGIAN) UNTUK MELAKUKAN I’TIKAF?
Pertanyaan dijawab oleh : Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jaabiry -hafizhahullah-

P E R T A N Y A A N :
Semoga Allah memberkahi Anda wahai Syaikh kami. Dan ini adalah soal ke tujuh. Seorang penanya dari Mesir berkata : Suamiku orang awam dan saya di atas manhaj salafy, kami tinggal di kota Kairo.
Saya menawarkan padanya untuk saya beri’tikaf di daerah lain di sisi seorang Syaikh di atas manhaj ini, yakni di daerah yg namanya Kafar.
Wahai syaikh, apakah kepergian kami ke tempat tersebut untuk i’tikaf itu termasuk mempersiapkan perjalanan (yang terlarang) ?

J A W A B A N :
هذا ليس من مسلك السلف، هذا من شد الرحال فاعتكفي إذا كنتِ تقدرين وأذن لكِ زوجك ولم تضع عليه مصلحة فاعتكفي حيث أنتِ، وإلا فصلي في البيت، الاعتكاف سنة ولا يجب إلا بالنذر،
Ini bukan jalannya salaf, ini termasuk syaddurrihal (yang terlarang). Maka beri’tikaflah jika engkau mampu, diijinkan suamimu dan tidak terluput satu maslahat, maka beri’tikaflah sesuai keinginanmu.

Kalau tidak demikian, maka shalatlah dirumah, i’tikaf itu hukumnya sunnah, tidak wajib hukumnya kecuali dengan nadzar.
Janganlah engkau melanggar perintah suamimu dalam perkara ini wahai putriku.
Berlaku benar dan luruslah bersama suamimu, perlakukanlah dia dengan halus dan lembut, tunaikanlah hak-hak dia atasmu, mudah-mudahan engkau menjadi sebab dia insya Allah menerima manhaj salafy. Kemudian insya Allah dia menjadi penuntut ilmu setelah itu yang membantu dirimu.
 

PERHATIAN
Al ' Afwu Minkum, MOHON DI PERHATIKAN, terkait pamflet kajian ilmiyah dan I'tikaf, kami hanya mengumumkan kajian ilmiyahnya saja, adapun untuk I'tikaf harus memperhatikan LARANGAN SYADURRIHAL sebagai mana yang tercantum di pamflet. Demikian pemberitahuan ini Jazaakumullahu Khairaa

TTD

Panitia Kajian Ilmiyah Salafiyyah Masjid Agung Daarussalam Purbalingga

sumber: WA Forum Berbagi Faedah

Apik Elek Bloge Dewek