:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label Hizbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hizbi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2016

Bingkisan Untukmu wahai para MLMiyun Dzulqarnainiyyun, para Facebooker dan para admin "Pelita (gak) Sunnah" yang sering mencela dan mencari² kesalahan Para Umara' (Penguasa & Pemimpin) Negara Yaman terkhusus Asy Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah (beliau adalah menteri Negara Yaman) dan yang lainnya.

Wasiat manakah yang kalian tempuh ???
Wasiat manakah diantara 2 wasiat ini yang kamu pilih ?

Apakah,...
Wasiat pertama :
Wasiat Anas bin Malik dan para Sahabat Kibar (Senior) radhiyallahu 'anhum :
Kami dilarang oleh kibar kami dari Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
"Janganlah kalian mencela umara' (penguasa² & pemimpin²) kalian, dan janganlah kalian mengkhianati mereka dan janganlah kalian membenci mereka, Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah kalian, karena sungguh urusan telah dekat."
diriwayatkan Ibnu Abi 'Ashim dlm As Sunnah 2/488, dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah.

ataukah,..
Wasiat kedua :

Wasiat Ibnu Saba' Al Yahudiy :
"Mulailah kalian untuk mencela Umara (Penguasa²/Pemimpin²) dan nampakkanlah itu sebagai tindakan amar ma'ruf nahi munkar, pikatlah dan ajak hati-hati manusia kepada perkara ini."
Tarikh Ar Rusul oleh Imam At Thabariy 4/340


#سؤال_بدون_جائزة

أي الوصيتين تختار ؟

- الوصية الأولى:
وصية أنس وكبار الصحابة رضي الله عنهم:
نهانا كبراؤنا من
أصحاب النبي ﷺ قال :
(لا تسبوا أمراءكم ولا تغشوهم ولا تبغضوهم واتقوا الله واصبروا فإن الأمر قريب)

رواه ابن أبي عاصم في السنة(٢/٤٨٨)
وصححه الألباني.

- الوصية الثانية:
وصية ابن سبأ اليهودي: 
(إبدؤوا في الطعن على أمرائكم
وأظهروا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر تستميلوا قلوب الناس
وادعوهم إلى هذا الأمر)

تاريخ الرسل للطبري(٤/٣٤٠)

SALAM
Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

HUKUM MENCELA PEMIMPIN/PENGUASA NEGARA LAIN & BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG DUNGU YANG MEMBOLEHKAN MENCELA PEMIMPIN NEGARA LAIN DENGAN DALIH "BUKAN PEMIMPIN KAMI"

Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Hadi Al Madkhali حفظه الله

Pertanyaan pertama:
Semoga Allah berbuat baik pada Anda, kami memohon kepada Anda arahan nasehat untuk sebagian thalibul ilmi dan pemuda salafi yang sibuk membicarakan kejelakan pemerintah beberapa negara-negara Teluk, dengan dalih bahwa para penguasa tersebut bukanlah pemimpin mereka dan negara tersebut bukan negara mereka, dan telah tersebar manhaj ini -sangat disayangkan sekali- sangat luas di media-media sosial dan lainnya, bersamaan dengan masuknya banyak dari pemuda salafi ke dalam politik praktis dan banyak dari mereka yang sibuk membicarakannya.

Jawaban:
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjawab pertanyaan ini, sehingga tidak menyisakan ruang ijtihad bagi kita dalam permasalahan ini, seperti dalam hadits yang telah shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits tersebut telah masyhur bagi banyak penuntut ilmu walillahilhamd, yaitu sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻧَﺼِﻴﺤَﺔٌ ﻟِﺬِﻱ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﻓَﻠَﺎ يُبدِهِ ﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻭَﻟْﻴَﺄْﺧُﺬْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺨْﻞُ ﺑِﻪِ وَليُحَدِّث فِيمَا بَينَهُ وبَينَهُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻗَﺒِﻠَﻬَﺎ فَذَاكَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﺃَﺩَّﻯ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ.

"Barangsiapa yang dia punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan, janganlah menampakkannya secara terang-terangan, peganglah tangannya, menyendirilah dengannya, dan berbicaralah empat mata dengannya, jika ia terima maka itulah yang diharapkan, jika tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya."

Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "untuk orang yang memiliki kekuasaan" sifatnya adalah umum. Jadi kata "dzu" yang datang disebutkan dalam hadits ini dalam keadaan majrur yaitu "li dzi sulthan" kata "dzu" di sini bermakna pemilik.

ﻣﻦ ﺫﺍﻙ ﺫﻭ ﺇﻥ ﺻﺤﺒﺔ ﺃﺑﺎﻥ
Demikian dikatakan oleh Ibnu Malik dalam al-Khulashah bahwa kata "dzu" bermakna pemilik.

Maka maknanya adalah barangsiapa yang punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan.

Jadi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkaitkan dengan pemimpinmu sendiri, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah mengaitkannya dengan pemimpin mana saja yang akan engkau nasehati, atau yang ingin engkau nasehati, maka janganlah engkau tampakkan secara terang-terangan, dan ini perintah yang jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga wajib bagi seorang hamba untuk melaksanakannya, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia adalah pengikut hawa nafsu (ahlul bid'ah).

Dan pemahaman yang tadi kalian sebutkan itu adalah pemahaman yang tidak benar, karena sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang punya nasehat untuk dzu sulthan" yaitu shahibu sulthan (yang memiliki kekuasaan).

Maka pemimpin mana saja dari para pemimpin kaum muslimin, wajib atas setiap muslim jika ingin menasehatinya agar tidak menampakkannya secara terang-terangan, karena padanya terdapat keburukan dan mengandung bahaya, dan karena sesungguhnya tujuan dari nasehat adalah menyampaikan kebaikan untuk orang lain dan memetik dari orang lain dan diberikan kepada yang lain, dalam hal ini yaitu dengan menyampaikan nasehatmu kepada pemerintah dan mengambil kebaikan darinya untuk rakyatnya dan bangsanya, juga untuk kaum muslimin pada umumnya yang berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi cara ini (mencela pemerintah negara lain) bertentangan dengan tujuan tersebut, apabila engkau menempuh cara semacam ini, engkau membicarakannya, dan engkau menyebarkannya, maka sesungguhnya si pemimpin tersebut tidak akan menerima nasehatmu, ketika itu engkau menjadi seperti yang dikatakan:

ﺭﺍﻡ ﻧﻔﻌﺎ ﻓﻀﺮّ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺪ *** ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻘﻮﻗﺎً

"Dia bermaksud untuk memberi manfaat, tetapi justru menimpakan mudharat tanpa sengaja.
Dan diantara perbuatan berbakti ada yang terkadang justru berupa kedurhakaan."

Dan saya mengajukan pertanyaan kepada orang yang mengatakan perkataan tersebut, yang mana dia bukan seorang penguasa: Apakah engkau ridha jika engkau ada di Saudi kemudian ada yang mencelamu dari orang yang berada di Kuwait?! Engkau tidak akan ridha, dan jika keadaannya seperti itu padahal engkau bukan seorang pemimpin, maka ambillah pelajaran dengan dirimu sendiri.

Maka dalih yang dia klaim berdasarkan wilayah kekuasaan dan teritorial untuk membenarkan perbuatannya itu tidaklah benar. Jadi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan dengan wilayah tertentu, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan kecuali dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga.

Maka pemahaman ini tidaklah benar, bahkan itu adalah pemahaman yang berpenyakit, dan wajib bagi yang telah mendengar kalimat ini untuk memahami firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang benar.

Dan saya membuatkan sebuah permisalan bagi yang mengucapkan seperti itu, apabila seseorang yang ada di Saudi apakah dia ridha dicela oleh seseorang dari Kuwait dengan dalih karena dia bukan orang Kuwait dan orang yang mencelanya adalah seorang Kuwait?! Ini tidaklah benar, dia tidak akan menerima, tidak mungkin dia memberimu udzur, dia akan membantahmu esok harinya di internet secara langsung, atau membantahmu di koran-koran, atau dia pergi ke negaramu untuk membantahmu dengan mendakwamu, dakwaannya adalah bahwa 'dia telah mencelaku atau merendahkanku', apakah dia akan menerima dalih itu?! Tidak akan menerima!!

Maka wajib bagi seorang hamba untuk berbuat kepada manusia dengan apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.

Inilah yang saya nasehatkan untuk diri saya dan ikhwah semuanya, adapun perkataan yang engkau sebutkan tadi adalah perkataan yang salah yang menunjukkan akan kejahilan dan ketidakpahaman atau di atas hawa nafsu.

نسأل الله العافية والسلامة.

Dengarkan audio beliau dibawah :arrow_heading_down: :
:inbox_tray: http://bit.ly/1WQ9r3d

Selasa, 29 Desember 2015

Sekali lagi Alloh tunjukkan kedustaan dan tipu daya para da'i pengais materi duniawi hyzby rodjali
Inilah bukti-bukti itu.
- Dokumentasi acara "Jalinan suasana keakraban antara peserta mufland", dimana doktor - doktor Sururi Rodjali, sedang menjadi pembimbing momen "Liburan Campurbaur Sambil minum air" yang diadakan oleh jama'ah sururiyun hizbiyun

- Dalam acara latihan memanahpun tanpa malu beberapa ikhwan sururi hizby ( berjubah dipinggir lapangan / dilinkari merah dan didepan papan target panah ) menjadi instruktur para ummahat dan akhwat

- Bercampurnya ikhwan dan akhwat dalam satu kolam renang. Lihat ada gembongnya ( pake topi rimba baju biru di kolam ). Tidak ada pengingkaran sedikitpun, justru acara campurbaur itu menjadi acara inti mereka.

- Apakah yang bercampurbaur memanah, berenang dll itu satu keluarga (semahram)?!

Simak penjelasannya:

MUSLIM FAMILY DAY OUT #2 – HOTEL RANCAMAYA BOGOR
Event liburan keluarga bersama Muslim Family Land / Muflsim Family Day Out yang kedua pada 28–30 Agustus 2015 di Hotel Rancamaya Bogor.
Diikuti oleh 100++ keluarga
Moment yang sangat berharga untuk kami semua. Kami adakan juga kajian islam untuk menambah wawasan keilmuan dan keimanan peserta liburan dengan pemateri ustadz Abdullah Zaen, MA dan Ustadz Zaid Susanto, Lc. Beliau berdua adalah alumnus dari Universitas islam Madinah.

- Mau tahu berapa biaya untuk bisa ikut momen "minum air" dan campurbaur itu ?
PAKET Superior : Rp. 4.800.000
- Jadi kalau minimal ada 100 kepala x 4,8 jt = 480.000.000,00
Hampir setengah MILYARD..!!!
Itupun kalau 100 kepala, kalau ternyata lebih ?


- Dan konsekwensinya ketika para da'i da'i itu mendapatkan uang sebesar itu :
# Ikhtilat / campur baur antara laki dan wanita dihalalkan
# Ikhtilat / campur baur antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya, walaupun tidak semahram juga dihalalkan
# Mau bawa kamera untuk saling foto diantara peserta juga dihalalkan
Naudzubillahimindzalik...

Ya Subhanalloh...
INIKAH dakwah salaf ?
INIKAH da'i ahlussunnah ?
Masihkan engkau terus tertipu wahai rodjaiyun dan para pembebeknya ?

Semoga Alloh ta'ala akan terus menyingkap topeng-topeng mereka, semoga Alloh ta'ala akan terus menyingkap kedustaan-kedustaan dan tipuan-tipuan mereka kepada kaum muslimin.
SUNGGUH, MEREKA SUDAH SANGAT RUSAK AKHLAKNYA

Foto-Foto Bukti, klik link di bawah ini:
Renang Bareng
http://mufland.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_0815-580x380.jpg
Instruktur Memanah para Akhwat
http://mufland.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_0796-580x380.jpg
Foto Bareng "sang ustat"
http://mufland.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_0809.jpg
Menginstruksi memanah Sambil Campur Baur
http://mufland.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_0793.jpg

Websitenya:
http://mufland.com/event/muslim-family-day-out-2-hotel-rancamaya-bogor/

Rabu, 28 Oktober 2015

Tanya Jawab Kajian Ilmiyah
Ma'had Anshorussunnah, Bone Sul-Sel
11-12 Muharam 1437H / 24-25 Oktober 2015M
dijawab Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy
=======================================================================
Mohon penjelasan singkat manhaj dakwah Dzulkarnain dan pengikutnya !?

Ma'ruf ya akhi, antum kok tanya lagi, ha.....ma'ruf ya...
Sekarang ini barokallohufiykum, sekarang ini subhanalloh dari kalangan mukhadzdzilin-mumayyi'in, ketika muncul fitnah-fitnah ditengah-tengah mereka, langsung serempak membela. Bukan semata-mata yang di dalam negeri, di luar negeri serempak membela. Luar biasa, ini...luar biasa penyimpangannya ya ikhwan.
Muncul fitnah Al Imam di Yaman, barokallohufiykum. Masyaikhul Kibar bicara, tegas meminta taubat dari watsiqah yang ada. Subhanalloh, yang membela ha ula ini ya ikhwan. Yang membela Al Imam dan yang bersama dengan dia, mereka-mereka ini, mereka-mereka ini ya ikhwan, dari kalangan Sanusiyin hadza ya ikhwan. Luar biasa...

Ketika muncul seorang da'i, da'i ya ikhwan. Yang sejak dulu nggak pernah dikenal di kalangan salafiyin, hata ini ha ula(dzulqarnain dkk) tidak mengenal mereka sebelumnya ya ikhwan.
Muncul da'i yang namanya Dr. Zakir Naik dari India wa la Pakistan ya ikhwan. Ini ditahdzir oleh para Masyaikh.
Dikatakan oleh Syaikh Fauzan, "mulhid". Dia mengatakan Alloh itu tidak Maha Kuasa atas segala sesuatu. na'uzubillahimindzalik. Disampaikan kepada Syaih Sholeh Fauzan, "mulhid, hadza mulhid" kata beliau. Menyamakan Alloh 'Azzawajall dengan brahmana, dengan krisna, dengan yang lain-lainnya. na'udzubillahimindzalik. Wadheh penyimpangan yang ada.
Thoyyib, mereka-mereka ini membelanya, ha ula lengkap dengan rodjaiyunnya ya ikhwan. Dulu nggak dikenal, ditampilkan sekarang rame-rame oleh link-linknya rodja ya ikhwan. ini juga membela ha ula.
Subhanalloh, hampir semuanya yang menyimpang-menyimpang di zaman ini, yang masuk dalam kerangka tamyi', kerangka takhdzil, mukhadzdzilin bisa bersatu padu gitu ya ikhwan, membela mereka. Subhanalloh.

Sehinga semakin gambang, semakin jelas barokallohufiykum, ini semuanya. Fahim tum? loh kok diem saja?

Nah, begitu....
(Dzulqarnain dkk) Secara pergeserannya terus bergeser menuju kepada rodjaiyin halabiyin. Rodjaiyin halabiyin, grupnya firanda dan kawan-kawannya itu bergeser kepada ikhwanul muslimin. Toriqohnya, uslubnya, gayanya, arahnya kesana ya ikhwan. Allohulmusta'an walahaulawalaquwwata illabillahil 'aliyyil'adzim.

Hadza huwa, semakin lama bukan semakin bagus, semakin lama semakin mengerikan, barokallohufiykum. Sehingga kalau masih ada di era sekarang ini yang masih menbela-bela kita katakan pahlawan kesiangan, barokallohufiykum. Pahlawan kesiangan ya ikhwan.

Na'am, antum terus jalan pada dakwahnya antum, jangan tolah toleh, jangan memikirkan ha ula, lurus dakwahnya antum. Jangan digubris mereka semua, barokallohufiykum. na'am
Wallohu ta'ala a'lam bishshowab.

DOWNLOAD AUDIO

Sumber: WSI

Senin, 02 Juni 2014

Bahaya Rodja dan Suami Dayyuts1
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ  … وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung”
(QS. An-Nuur: 31)
Telah sekian tahun yang lalu sebenarnya mendapatkan kisah seorang ikhwah yang menikah dengan mantan akhwat Sururi betapa istrinya memiliki pengalaman berharga di dalam sebuah dauroh yang melibatkan seorang “pakar hadits” Indonesia, Abdul Hakim Abdat dimana keberadaan tabir atau ruangan tersendiri yang terpisah dinding tembok yang kokoh diantara peserta putra dan putri hanyalah sebuah “lipstick”, dengannya bukanlah sebuah halangan untuk tidak bisa menadhor sang ustadz pujaan.
Pada ruangan peserta wanita telah disediakan fasilitas layar televisi atau layar besar agar seluruh peserta wanitanya bisa memandang dan mengamati gerak-gerik, mimik, aksi dan gerakan bibir sang dai kondang secara lebih detail, leluasa dan cermat selama acara berlangsung tanpa ada yang merasa diganggu dengannya.

Tetapi itu semua hanyalah cerita …..sampai kemudian di era fb (fergaulan bebas) diantara pria dan wanita sekarang ini dari kalangan tetangga sebelah yang memamerkan sendiri aktifitas tersebut yang ternyata telah menjadi ciri khas mereka walaupun pada galibnya terjadi hal yang sebaliknya, menadhor akhwat yang didampingi mahramnya adalah hal yang lumrah ditempuh dalam prosesi awal dari sebuah rencana pernikahan.

NONTON USTADZ?
Tahun demi tahun telah berlalu dan akhirnya perilaku menonton ustadz tanpa terasa telah menjadi kebiasaan lumrah di kalangan wanita Halabiyun Rodjaiyun untuk menyaksikan atau melihat Syaikhnya selama kajian/dauroh yang berlangsung yang terkadang berlangsung sampai beberapa jam.

Di sini, bukanlah tempatnya untuk menghukumi dengan memastikan bahwa para muslimah yang hadir tersebut SEMUANYA MELIHAT WAJAH USTADZNYA yang ada di depan layar akan tetapi ingin membuktikan bahwa PERILAKU MENONTON USTADZNYA BENAR-BENAR DIFASILITASI PENUH UNTUK SEMUA YANG HADIR pada acara kajian/daurohnya, lepas apakah mereka memanfaatkan fasilitas tersebut ataukah tidak.

Dan bagian dari perubahan perilaku wanita Halabiyah Rodjaiyah dari tarbiyah Halabiyah yang telah berlangsung sekian lamanya semacam itu adalah dengan semangkin menipis dan memudarnya rasa malu akan hal itu, yakni efek difasilitasinya menadhor ramai-ramai wajah lelaki asing atau bahkan suami orang yang dihadirkan menjadi lekat, dekat di depan mata.

Sampaipun perilaku yang semestinya mendatangkan rasa malu dan rasa cemburu yang syar’i tersebut telah berubah menjadi perilaku bangga tanpa malu yang dipertontonkan ke ruang publik. Allahul musta’an.
… وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا … (٢٦)
…dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya…(QS. Yusuf:26)
Simak tampilan foto-foto yang diunggah ke ruang publik oleh kaum wanita Halabiyah dan entah dimana keberadaan para suami atau mahram para wanita tersebut tatkala istri atau saudara wanitanya melakukan aktifitas semacam ini?
Para-Akhwat-dan-Ummahat-difasilitasi-untuk-nobar
Gambar 1. Para Akhwat dan Ummahat difasilitasi untuk nobar (nonton bareng). Sedang berlangsung kajiyan rutin di msjd.Ar’Rahmat slipi….ustdz.Firanda andirja.

Simak lagi, "Pakar hadits" Indonesia pun ketika difasilitasi untuk dijadikan sebagai tontonan bareng sebagaimana bukti di bawah ini…
nobar-nonton-Abdul-Hakim

Gambar 2. Nampak Pakar hadits Indonesia difasilitasi hadir begitu dekat berekspresi di hadapan kaum wanitanya

Bilakah akan tumbuh rasa cemburunya jika sang suamilah yang memiliki andil paling besar terjadinya perubahan perilaku si istri? Justru dialah yang ridha bahkan rutin mengantarkan sang Istri tercinta ke tempat-tempat taklim untuk menyaksikan wajah para dai pujaannya?

Bahaya TV Rodja Bagi Salafiyyin dan Salafiyyah
Kami katakan demikian karena mereka mengaku sedang mendakwahkan dakwah salafi dan selayaknya bukti ini menjadi hujjah atas pengakuannya sendiri walaupun sejatinya bahaya tersebut mencakup bahaya syar’inya bagi segenap kaum muslimin dan muslimah.

Yang begitu memilukan, “Trendy Halabiyah” semacam perilaku pada bukti-bukti foto yang diunggah ke ruang publik di atas bisa dilakukan tanpa harus jauh-jauh beranjak keluar rumah!! Di dalam rumahpun, wanita Rodja begitu leluasa untuk menyaksikan dai pujaannya, bahkan mengikuti trendy pakaian sang idola dan sampai pada tataran perilaku di kalangan muslimah Halabiyah semacam ini dipamerkan pula ke ruang publik!!!

Para-muslimah-korban-dakwah-Firanda-TV-Rodja
Gambar 3. Para muslimah korban dakwah Firanda-TV Rodja. Ittaqillah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Bisakah kita membayangkan bahwa televisi-televisi Rodja yang ada di dalam rumah-rumah para pemirsanya telah berhasil “menciptakan” perubahan perilaku muslimah menjadi seperti itu? Itu hanyalah satu contoh kasus yang mengemuka dari entah berapa puluh atau bahkan berapa ratus atau berapa ribu para pemirsa setia Rodja terutama para muslimah yang dididik oleh para dai Halabiyun Rodja TV untuk “merasa” legal secara syar’i menyaksikan para lelaki asing yang sebagian besarnya tentu saja para muslimah tersebut tidak memiliki akun facebook untuk bebas mengemukakan isi hatinya terhadap para dai Halabiyun pujaannya yang ditontonnya setiap hari..Allahul musta’an.

Lelaki Yang Tidak Memiliki Rasa Cemburu??
“Sebagian suami sama sekali tidak memiliki rasa cemburu, jika istrinya keluar dari rumahnya kemudian dilihat oleh para lelaki, atau istrinya bercampur dengan para lelaki di tempat kerja, atau istrinya berdua-duaan dengan seorang lelaki lain di mobil, atau istrinya berbicara dengan lelaki lain di telepon, atau istrinya berbicara lama dengan lelaki lain di hadapannya, atau saling sms-sms-an dengan lelaki lain, dan seterusnya…kemudian ia tidak merasa cemburu….lelaki macam apakah ini yang tidak cemburu….

Tidak adanya rasa cemburu inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan di masyarakat, timbulnya berbagai macam penyakit sosial…
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam telah jauh-jauh mewanti-wanti bahaya sifat ini, beliau bersabda
ﺛَﻼ‌َﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ
Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits ‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]

Dayuts adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu karena istrinya.
[Lisanul ‘Arab II/150, An-Nihayah fi ghorinil hadits IV/112]

Para ulama memandang sikap seperti ini merupakan dosa besar. [Al-Kabair I/54]
Namun yang menyedihkan yang terjadi di zaman ini, betapa banyak lelaki yang membiarkan istrinya terbuka menjadi bahan tontonan para lelaki, membiarkan para lelaki bergolak syahwatnya kerana melihat istrinya…. bahkan ia bangga dengan hal itu…, bangga kalau istrinya jadi barang tontonan, bangga jika aurat istrinya jadi pemuas nafsu pandangan para lelaki….

Bahkan sebagian kaum muslimin -yang terpengaruh dengan gaya hidup orang-orang kafir- memandang bahwasanya merupakan bentuk kemajuan dan modernisasi jika istrinya bertemu dengan sahabat lelaki suami maka sang istri mencium lelaki tersebut…

Bagaimana seorang mukmin yang sejati tidak cemburu melihat istrinya dicium oleh lelaki lain…??? inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun” –selesai penukilan- "

Tahukah pembaca siapa yang telah menuliskan, menguraikan dan memperingatkan kaum lelaki dari salah satu dosa besar, Dayyuts yakni orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya di atas? Dia adalah orang yang bernama Firanda, ya’ yang dipuji-puji betapa baguuuusnya bajunya dan bla…bla..bla..orang para istri / muslimah sebagaimana pada bukti gambar nomor 3.
Cara-Firanda-Memperingatkan

Gambar 4. Cara Firanda Memperingatkan, Suami Sejati jangan menjadi Dayyuts dengan tampilnya dirinya di depan istri-istri mereka!!
Url bukti:

www.firanda.com “Tebarkan Ilmu, Tumbuhkan Amal, Petiklah Ridlo Ilahi” – Suami Sejati ( bag 13) “Diantara Kesalahan Suami: Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu” – http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/168-suami-sejati-bag-13-diantara-kesalahan-suami-lalai-untuk-mendidik-istrinya-dan-tidak-memiliki-rasa-cemburu

Duhai kemana para suami sampai istrinya berperilaku seperti itu? Lalu bagaimana teknik para ustadz Halabiyunnya mentarbiyah para pengikutnya agar terhindar dan terjauhkan dari perbuatan dosa besar, cap dayyuts jika TV Rodja sendiri dan model taklim/daurah para dainya malah menjadi motivator dan fasilitator terbesar berkedok media dakwah yang efektif dalam menjangkau berbagai berbagai penjuru wilayah dan lapisan masyarakat untuk menumbuhsuburkan kemunculan para dayyuts? Allahul musta’an

Bukankah Perahu Layar tidak akan berjalan di atas trotoar?
Sungguh kita tidak mengira bahwa di depan mata kita benar-benar telah muncul generasi muslimah yang bersemangat untuk meneladani salafush Shalih namun menganggap biasa berlama-lama memandangi lelaki asing atau suami orang lain melalui kotak ajaib Televisi bertajuk Rodja TV, Ahsan TV dan yang sehizby dengannya yang dimasukkan oleh para suami di rumah-rumah mereka atau bahkan melalui layar proyektor besar yang bisa melipatgandakan besarnya wajah para dainya yang difasilitasi oleh para panitia kajian dan daurah Halabiyun …..
inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun”.

Bimbingan Ulama Kibar dalam Permasalahan ini
Asy Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan.
Kenapa penjelasan beliau yang kita pilih? Karena selama ini beliaulah yang paling sering dipakai untuk menjustifikasi perbuatan tersebut, menonton pria, para dai dan ulama di televisi ketika menyampaikan ceramah bahkan mendirikan stasiun televisi untuk memfasilitasi secara penuh perilaku semacam ini.

Syaikh-Fauzan-sebagai-dalih-utama
Gambar 5. Syaikh Fauzan sebagai dalih utama, membolehkan muslimah melihat wajah da’i Indonesia melalui stasiun televisi yang telah diizinkan kepadanya untuk didirikan?!? Ataukah itu televisi khusus hanya untuk pemirsa lelaki saja (senyum)?


*****************************************************************************************************************************
Silakan simak dialog bersama Syaikh Fauzan hafizhahullah di link di bawah ini yang pernah kami publish:

1. BOLEHKAH PARA WANITA MELIHAT PARA ULAMA DI TELEVISI?  ==>   http://forumsalafy.net/?p=1888
embed id=”ply” width=”320″ height=”41″ type=”application/x-shockwave-flash” src=”http://www.shoutcheap.com/flashplayer/player.swf” quality=”high” allowfullscreen=”false” allowscriptaccess=”always” flashvars=”file=http://archive.org/download/BolehkahWanitaMelihatParaUlamaDiTelevisiAsySyaikhShalihAlFauzan/Bolehkah%20wanita%20melihat%20para%20ulama%20di%20televisi-asy%20syaikh%20shalih%20al-fauzan.mp3&type=mp3&volume=50&” bgcolor=”#FFFFFF” />
2. BOLEHKAH MEREKAM CERAMAH DENGAN VIDEO? ==> http://forumsalafy.net/?p=2777

3. BOLEHKAH MEMASUKKAN TELEVISI DI RUMAH?  ==>  http://forumsalafy.net/?p=3394

**************************************************************************************************************************

Kegagalan Total Dakwah Firanda-Halabiyun Rodja TV Membentuk Generasi Lelaki Sejati
Sesungguhnya jika kita memahami benar apa yang telah dituliskan oleh Calon Doktor Halabiyun Firanda dalam tulisannya yang bertajuk Suami Sejati, Diantara Kesalahan Suami:  Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu maka keberhasilan dakwahnya adalah dengan mendakwahkan para pengikutnya sebagai Lelaki Sejati yang tiada lalai mendidik istrinya dan lelaki yang memiliki rasa cemburu jika melihat perbuatan sang istri yang dicintainya tiada mendatangkan ridha Allah Ta’ala.

Tatkala tarbiyah Halabiyah yang mereka lakukan pada satu sisi memperingatkan bahayanya dayyuts, suami yang tiada memiliki rasa cemburu terhadap tingkah sang istri namun pada sisi yang lain Firanda dan segenap para dai Halabiyun Rodja TV justru menjelma sebagai motor dan fasilitator besar yang mengarahkan dan membetot terjadinya perubahan perilaku para wanita muslimah, para istri untuk bisa betah berlama-lama memandangi mereka baik melalui TV maupun layar besar yang bisa melipatgandakan sekian ratus persen besaran wajah para dainya (yang notabene bukanlah mahramnya!!)  begitu dekat di depannya dengan kemasan aman “kemaslahatan dakwah yang sangat efektif menembus seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru daerah ” maka inilah sesungguhnya yang menjadi wasilah besar fitnah di kalangan muslimah dan bahaya laten kemunculan para Dayyuts, wal ‘iyadzubillah.

Sehingga keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun TV Rodja untuk membentingi kaum hawa dari fitnah mereka dan membentuk Lelaki Sejati sesungguhnya adalah keberhasilannya memperingatkan kaum muslimin, para suami atau para mahram dari para wanita muslimah mereka agar menghindarkan diri dari menonton TV Rodja yang notabene menampilkan para lelaki yang bukan mahramnya. Keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun Rodja adalah memperingatkan para wanita muslimah untuk  memiliki dan menumbuhkan rasa malu, melindungi mereka dari perilaku menonton para lelaki yang bukan mahramnya.

Sejati-takkan-pernah-biarkan-istrinya-berperilaku-betah-berlama-lama-memandangi-lelaki-asing
Gambar 6. Lelaki Sejati takkan pernah biarkan istrinya berperilaku betah berlama-lama memandangi lelaki asing (baca:Rodjatv et.all)

Engkau Yang Memperingatkan Engkau pula yang Menghancurkan….
Dayyuts, Profil Seorang Suami & Bapak Yang Buruk Bagi Keluarganya
……
Imam Ibnul Qayyim ketika menjelaskan dampak buruk perbuatan maksiat, di antaranya perbuatan ad-diyatsah/ad-dayytus (membiarkan perbuatan buruk dalam keluarga) yang timbul karena lemah atau hilangnya sifat ghirah dalam hati pelakunya, beliau berkata, “…Oleh karena itulah, ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan baginya masuk surga, demikian juga orang yang membolehkan dan menganggap baik perbuatan zhalim dan melampaui batas bagi orang lain. Maka perhatikanlah akibat yang ditimbulkan karena lemahnya sifat ghirah (dalam diri seseorang).

Ini semua menunjukkan bahwa asal (pokok) agama (seseorang) adalah sifat ghiroh. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat ghirah maka berarti dia tidak memiliki agama (iman). Karena sifat inilah yang akan menghidupkan hati (manusia) yang kemudian menghidupkan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga anggota badannya akan menolak (semua) perbuatan buruk dan keji (dari diri orang tersebut). Sebaliknya, hilangnya sifat ghirah akan mematikan hati (manusia) yang kemudian akan mematikan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga sama sekali tidak ada penolak keburukan pada dirinya…” (Kitab Ad-Da-u wad Dawaa’, hal. 84)

Adapun keburukan terhadap agama istri dan anak-anaknya, dengan membiarkan atau menuruti keinginan mereka dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat, ini berarti menjerumuskan mereka ke dalam jurang kehancuran.
Seorang istri bagaimana pun baik sifat asalnya, tetap saja dia adalah seorang perempuan yang lemah dan asalnya susah untuk diluruskan, karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, ditambah lagi dengan kekurangan pada akalnya. –selesai penukilan-
Url bukti: Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak | Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah –http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dayyuts-profil-seorang-suami-dan-bapak-yang-buruk-bagi-istri-dan-anak-anak.html

Penulisnya adalah Abdullah Taslim yang sedang memperingatkan keras dari bahayanya Dayyuts terhadap istri dan anak-anak mereka, dan lihatlah sekarang bagaimana salah seorang dedengkot RodjaTV sedang bermimik wajah di dalam kotak ajaib Rodjatv untuk bisa dinikmati oleh kaum wanita di rumah-rumah mereka (ingat, Rodjatv bukanlah tv khusus para lelaki sejati):

abdullah-taslim.
Gambar 7. Dia yang memperingatkan para lelaki dari Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak tetapi dia pula yang membiarkan istri-istri dan anak-anak para suami dan bapaknya berbetah-betah menonton Abdullah Taslim, Rodjatv, “lelaki” yang bukan mahram mereka (mohon ma’af, untuk keperluan pembuktian, kami sengaja menampilkan utuh wajah yang bersangkutan agar tidak tersamarkan dari wajah orang yang lain).

Wahai para suami….wahai para bapak keluarga penikmat Rodjatv… pernahkah istri-istri kalian, wanita-wanita kalian berlama-lama memandangi kalian sebagaimana berlama-lama memandangi para lelaki asing yang bukan mahram mereka di dalam kotak ajaib berjudul Rodjatv???

Apakah kalian lebih gagah dari Abdullah Taslim? Apakah Kalian lebih tampan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih cerdas dan lebih berpendidikan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih berintonasi…apakah…apakah??? Sungguh itu semua adalah fitnah!!!!….Bagi kalian…bagi istri-istri kalian dan bagi muslimah-muslimah kalian untuk dididik mencerabutkan rasa malu dari dalam-dalam dada dari perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh para muslimah…memandangi para lelaki yang bukan mahramnya..Allahul musta’an.

Bukankah Halabiyun yang membangunnya….Halabiyun pula yang menghancurkannya??
Jujurlah…..walau sekadar memberikan jawaban di dalam dada…
Sungguh merupakah musibah besar jika kami dan kalian telah menganggap perilaku semua itu adalah hal yang biasa jika dilakukan dalam bingkai dakwah!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Maka jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, munculnya hasungan dari para dedengkot Halabiyun sehingga dengan dakwah mereka melalui TV Rodja menjadikan para lelaki justru bersemangat memasukkan kotak-kotak ajaib ke rumah-rumah mereka dengan berkedok dakwah demi memfasilitasi para istri dan keluarga muslimahnya betah berlama-lama menonton para lelaki asing dan bertenang-tenang membiarkan perilaku semacam ini sebagai rutinitas harian, mingguan, tahunan maka sungguh generasi lelaki Tak Sejati, generasi dayyuts telah benar-benar menjadi bahaya laten dari Tarbiyah Halabiyah yang dihasilkan oleh TV Rodja. Allahul musta’an.

Sadarlah wahai ukhti muslimah… para ummahat….
Sadarlah wahai para suami, kakak dan adiknya…
Dimana “engkau” wahai cemburu syar’iy berada?
Lihatlah kemana Tarbiyah Halabiyah Rodjaiyah mengarahkan kalian dan kemana pula bimbingan Asy Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah meneladankan?
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk rujuk kepada kebenaran dan mengumpulkan kita semua di jannahNya, amin.

Kamis, 10 April 2014

Dzulqarnain berkata:
download di sini
(klik kanan, save as)

Transkrip ucapannya:
“… dan sebagian orang, kadang tidak memiliki rasa malu, …iya…, minta orang lain supaya bertaubat..
إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Diminta 3 syarat masyaAllaah, …
Ya bagus, coba diterapkan untuk dirinya sendiri! Diterapkan untuk dirinya sendiri!
Orang-orang yang kadang jatuh dalam pemikiran-pemikiran yang keliru, sudah diakui dirinya kalau setahun lagi di dalam hal itu menjadi khawarij murni. Tangannya pernah berlumuran darah.
Apa yang telah diperbaiki? Kadang seorang kadang tidak inshaf pada dirinya, meminta orang lain pada sesuatu yang kadang kalau dia pikirkan itulah yang bagus untuk dirinya sendiri. ..iya..
Dan memang semuanya yang hadir saya kira memaklumi, bahwa ini pertanyaan mengarah kepada sesuatu, iya. Dan saya juga tahu kalau antum semuanya ingin mendengar dari saya sebuah penjelasan.
..iya..

Tapi, penjelasan itu saya sering sebutkan, bahwa kadang seorang pendidik mendidik, dia berbicara, menyampaikan suatu pendidikan. Dan seorang pendidik, dia diam itu kadang pendidikan. ..iya.. kadang pendidikan. Dan saya di, untuk di masa sekarang ini, bukan saya tidak bisa menjawab. ..iya..
Dan insya Allaahu Ta’ala semua orang tahu. ..iya.. hakikat permasalahan itu apa. Hakikat permasalahan itu apa. ..iya..
Kalau ingin kuncinya sebenarnya sederhana, orang yang dituntut untuk bertaubat, mengakui kesalahannya, terangkan saja poin kesalahannya itu apa? Supaya dia bertaubat. ..iya..
“Syaikh Rabi’ berkata demikian,” itu global. Diminta dari syaikh Rabi’ sendiri secara terperinci, bukan dari kalian! ..iya.. Kalau dari kalian sendiri ..iya.. itu sudah dimaklumi kedustaan-kedustaan dan hal-hal yang keliru, mudah untuk menjawabnya.
diantara bukti sikap bunglonnya
Gambar 1. Screenshot diantara bukti sikap bunglonnya, menolak tahdziran Syaikh Rabi’ dengan kemasan luar tulisannya: Ucapan Syukur kepada Al-‘Allamah Asy-Syaikh Rabi’

Tapi dari syaikh Rabi’ sendiri, apa yang beliau kritik ..iya.. di dalam hal tersebut, sampaikan kepada orang yang bersangkutan. Supaya kalau ingin diperintah ruju’ taubat, jelas dia mau rujuk kemana. Hanya berkata, “saya taubat,” lalu ditanya, “taubat dari apa?” “Wallaahu a’lam, saya nggak tahu.” Kan lucu namanya? ..iya..
meyakini kebenaran kok disuruh taubat
Gambar 2. Screenshot Allahu Akbar! Meyakini di atas kebenaran kok disuruh taubat?!!!

Dan alhamdulillaah, ..iya.. di dalam hal ini, ..iya.. para ulama kita memberikan bimbingan-bimbingan. ..iya..
dukungan dari ummu naufal dida
Gambar 3. Screenshot dukungan dari Ummu Naufal Dida : Sabar ya ustad atas semua fitnah ini…

Diperintah untuk bersabar, ya, dan seorang berbicara bukan untuk membela diri, tapi untuk suatu kebaikan. Dan kebenaran itu lebih kita cintai. Lebih kita cintai dari pada diri kita sendiri, alhamdulillaah. ..iya..
menggalang simpati dari kaum hawa
Gambar 4. Screenshot menggalang simpati-dukungan dari kaum hawa, hasilnya…Dzulqarnain net pun basah bersimbah air mata mbak Siti

Dan saya tahu dari asma’ul husna, nama Allaah al-Haq, Yang Maha Benar. Karena itu dari kewajiban seorang hamba, dia terima kebenaran itu dari siapa saja. Walaupun itu datang dari anak kecil maupun dari orang yang dia benci, dia akan terima. Kalau dia bersombong menerima kebenaran itu artinya dia bersombong kepada Allaah, karena Allaah adalah al-Haq, Yang Maha Benar.
Ha itu hal yang wajib di ingat.
Kalau ingin membantu saudara bertaubat, tunjukkan jalan yang benar. ..iya.., caranya, apa kesalahannya. Kalian itu melaporkan apa? Sebutkan saja laporan kalian, “saya laporkan ini, dan ini, dan ini,” <….> yang bersangkutan menjawab, kemudian biarkan syaikh yang mendengar dari kedua belah pihak. Diberikan <…. >Itu baru adil namanya. ..iya..
hakekat ucapan syukurnya
Gambar 5. Hakekat ucapan syukurnya

Adapun hanya membuat <……..>, menyebarkan opini, ..iya.. itu semua mampu melakukannya. ..iya.. Tapi alhamdulillaah kita diikat dengan tuntunan-tuntunan agama. ..iya..
Saya diminta untuk sibuk dengan ilmu. Alhamdulillaah saya sibuk dengan ilmu. Yaitu permintaan dari syaikh Utsman as-Salimy. Saya diminta oleh syaikh Shaleh al-Fauzan supaya tidak memperhatikan mereka. Saya tidak memperhatikan mereka. Alhamdulillaah. ..iya..
pernyataan dzulqarnain dan kicauan muqalidnya
Gambar 6. Screenhot pernyataan AMDZ dan kicauan seorang muqalid Dzulqarnain, korektor dan yang merekomendasi penyebaran surat Ucapan Syukur yang berisi penolakan tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap dirinya dan tuduhan asatidzah telah melaporkan berita-berita dusta (yang melandasi tahdziran tersebut)

Dan kehidupan ini jelas arahnya ke mana. ..iya..
Ibadah itu luas. Saya di rumah pun alhamdulillaah bisa menggunakan waktu. 48 jam pun ndak cukup mungkin untuk membuat proyek kebaikan di dalam rumah. ..iya.. Dan itu bukan hal yang menyedihkan.
Cukup diterangkan, sesuatu hal kalau sudah benar, tepat, maka mudah untuk seseorang untuk kembali kepadanya. ..iya..
Semoga Allaah Subhanaahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada semuanya dan memaafkan orang-orang yang melampaui batas.
loloskan pujian dan penegasan dzulqarnain tidak bersalah
Gambar 7. Screenshot Harapan, Dzulqarnain adalah tanda tanda kebesaran Allah terhadap dakwah Salaf di Indonesia. Tahdziran Syaikh Rabi’ yang menimpa dirinya mengingatkan pada kisah Imam Bukhari yang diusir dari negerinya…Imam Barbahari yang ditinggalkan manusia….dan Imam Ahmad yang difitnah oleh ulama ZINDIQ!!!!!!!!!!!!!!!Salahku apa?!!!!!!!!Tidak bercermin diriku ini siapa!!!!!!!!!

Memberikan hidayah kepada mereka menuju jalan yang lurus. Dan alhamdulillaah ulama kita adalah orang-orang yang kita hormati, ucapan mereka kita dengarkan. Tapi, kita semua dituntut untuk berbicara sesuai dengan kenyataan. Dan seseorang kalau mengakui sesuatu, diakui sesuatu yang benar-benar terjadi pada dirinya. ..iya..
___________________________________

Beberapa poin penting ucapannya(Dzulqarnain):
–          Dzulqarnain menuntut agar syarat-syarat taubat itu diterapkan sendiri pada mereka yang dulu pernah terlibat di dalam LJ, yang tangannya PERNAH berlumuran darah. Apa yang telah diperbaiki (oleh mereka ini)?
–          Dzulqarnain menuntut Syaikh Rabi’ agar merinci kesalahannya (“Diminta dari syaikh Rabi’ sendiri secara terperinci, bukan dari kalian!”)
–       Menuding yang menyampaikan berita kepada Syaikh Rabi’ sebagai sudah dimaklumi kedustaan-kedustaannya
–           Tuntutan kepadanya untuk taubat adalah sesuatu yang lucu karena Dzulqarnain sendiri tidak tahu apa kesalahannya
–          Dzulqarnain mengaku siap menerima kebenaran dari siapa saja, walaupun datangnya dari anak kecil maupun dari orang yang dia benci (buktinya dimana umat bisa mendapatkan bayan dari tuduhan-tuduhan ngawurnya yang telah lalu?)
–          Dzulqarnain menuding tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap dirinya sebagai keputusan yang tidak adil (tanpa kehadiran dirinya)

 

APA SALAH SAYA???? JAWABAN UNTUK DZULQARNAIN

Al Ustadz Muhammad Umar As Seweed Hafizhahullah
download di sini
(klik kanan, save as)

Transkripnya:
[Tanya]
“Terkait penjelasan Dzulqarnain kemarin di AMWA, bagaimana menyikapi syubhat bahwa Syaikh Rabi’ harus merinci point-point kesalahan Dzulqarnain?”

[Jawab]
Ya… Ngomong sama Syaikh Rabi’… Suruh datang ke Syaikh Rabi’. Kemarin datang ke Syaikh Rabi’ kenapa gak ngomong? “Syaikh, engkau harus merinci semua yang engkau katakan tentang aku!!” Kenapa nggak ngomong begitu? Kenapa sekarang ngomongnya? Ketika ketemu, dia nggak ngomong, sekarang baru ngomong… Ini “KEANEHAN” yang terjadi pada dia (Dzulqarnain). Na‘am.

Ikhwani fiddien a‘azzakumullah, seseorang itu harus punya kaca/cermin di rumahnya… Sehingga dia bisa bercermin, “Saya ini coreng-moreng nggak mukanya… Jadi gimana…??” Kalau orang nggak punya cermin, nggak pernah tahu siapa dirinya, nggak pernah, merasa sama sekali… Sedangkan, ‘Seorang mu`min itu adalah cermin bagi saudaranya.’ Maka, kalau dikritik dengan berbagai macam kritikan-kritikan, maka perhatikan. Apakah iya? Atau tidak? … Sehingga nggak perlu kemudian berpura-pura bodoh mengatakan, “Saya nggak tahu apa-apa? APA SALAH SAYA???” Kasihan, terzhalimi!!! “Aku dikatakan begini, SALAH APA???” Ajiib!!!

Perkara yang harus diberitahu, yang pertama adalah;
Penggembosannya terhadap MANHAJ TAHDZIR – yang dia harus taubat. Kalau mau diulang rincian rekamannya, banyak rekamannya. Seakan-akan perkara tahdzir tidak penting, perkara remeh, perkara yang sedikit aja cukup. Padahal ketika ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi ~hafidzahullah~, beliau menyatakan bahwa RUDUD (bantahan-bantahan) itu seimbang dengan Al-‘ARD (penyampaian).

*Al-‘ARD (PENYAMPAIAN KEBENARAN) ——» diiringi dengan ——» RAAD (PENJELASAN KEBATILAN)* … (Jadi) jangan diremehkan!!! Harus seimbang diantara dua perkara.

Bahkan beliau (Syaikh Muhammad bin Hadi) berkata :
*Kebanyakan kitab-kitab ushul daripada ulama, itu (asalnya) dari bantahan-bantahan* … Prinsip-prinsip Ahlussunnah, kenapa muncul buku-buku itu…?? Sebab membantah…!! … Sedang membantah ahlul bid’ah!!! “Mereka bukan Ahlussunnah!!! Nih prinsipnya ini nih, bukan yang itu!!! Ini!!! Yang kedua, bukan seperti mereka… Ini!!!, bukan seperti mereka.” … Sehingga ikhwani fiddien a’azzakumullah, “Kalau setiap kajian membantah ahlul bid’ah, itu ngomong apa? Nggak salah? Emang nggak ada kajian lain selain TAHDZIR…!!!???” ——» itu nggak merasa salah dia (Dzulqarnain, pen). Nggak merasa kalau itu adalah RACUN YANG TELAH DIMAKAN oleh sekian banyak Salafiyyin di Jakarta, dan dari seluruh Indonesia. Mau bukti???

Tanyakan kepada sebagian besar mereka, khususnya di Jakarta, “KAJIAN FITNAH ITU APA…???”, coba tanyakan.!!!!! “Saya tidak suka KAJIAN FITNAH!!!”. Tanyakan…!! Tanyakan mereka yang mengaji di AMWA??? “APA ITU KAJIAN FITNAH…???” Tanyakan…!! Kira-kira apa jawabnya…???
» “Kajian mentahdzir dari yayasan Ihyaut Turats…!!”
» “Kajian mentahdzir dari (Radio/TV) Rodja…!!”
» “Kajian mentahdzir dari …!! (dst., pen)

——» itu “KAJIAN FITNAH” namanya menurut mereka. Apakah itu BUKAN RACUN..!!?? Wallohi, itu RACUN yang MEMATIKAN..!! RACUN yang SANGAT MEMATIKAN..!! Nggak terasa, “Masukan kapan ya??? Masukannya entah kapan ya..???” Setiap kajian, satu kajian, dua kajian, tiga kajian… Lama-lama sudah menjadi makhluk yang berbeda dengan apa yang dibimbingkan oleh para ‘ulama.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kadang-kadang demikian, apa yang JAUH, seberang lautan KELIHATAN…!! Apa yang di pelupuk matanya, nggak KELIHATAN…!! (yang ada pada DIRINYA, NGGAK KELIHATAN…!!).
Selalu menyatakan LASKAR JIHAD harus taubat…!! LJ harus taubat…!! …
Dia itu, memang BUTA, TULI, BISU..!!??
Nggak pernah tahu kalau LASKAR JIHAD telah bertaubat, TERTULIS, TERBACAKAN, bahkan sampai masuk media elektronik, media segala media masuk…!! Wartawan ngeliput TAUBATNYA…!! Masa dia nggak tahu..!!??
“TANGAN mereka BERDARAH…”, astaghfirullah,
“Siapa PIMPINAN FATWA nya ketika itu ——» komisi FATWA nya ketika itu adalah DZULQARNAIN IBNU SUNUSI…!!” Dia nggak TERLIBAT…?? Nggak BERDARAH tangannya…?? AJIIIB…!! ALLAHU YAHDIH… ALLAHU YAHDIH NA WAIYYAH.
press release pembubaran FKAWJ dan pernyataan taubat
Gambar 8. Screenshot Press Release Pembubaran LJ-FKAWJ dan pernyataan taubat dari seluruh kesalahan dan penyimpangan. Dalam Struktur Organisasi FKAWJ, Dzulqarnain adalah Mufti Laskar Jihad.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Apa yang sudah diperintahkan oleh para ‘ulama, dengarkan…!! Alhamdulillah, para ‘ulama itu jangan dianggap sebagai orang yang BODOH, yang gampang DITIPU oleh seorang fulan wa fulan…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Masyayikh, kenal sama Dzulqarnain, termasuk kenal JELEKNYA…!! Jangan dikira nggak kenal…!! Berapa kali dia ke SAUDI…?? SERING…!! Dan sering ketemu mereka…!! Sehingga tidak heran kemudian mereka menyatakan “Aku tahu modelnya Dzulqarnain sejak dulu…!!” Syaikh Hani pernah berkata seperti itu. Syaikh Muhammad bin Hadi menyatakan, “Dia (Dzulqarnain) sudah patah tanduknya sekian zaman (sudah lama).”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Dianya (Dzulqarnain) berlagak seperti nggak tahu apa-apa, “Nggak tahu SALAH SAYA APA…?? … Coba dirincikan salahnya apa…??” Di vilanya Syaikh Rabi’ kenapa ndak nanya…?? Kenapa nggak bilang, “Syaikh rincikan kepada kami kesalahannya apa…??” Dari sini (Indonesia) semangatnya menulis, “Saya akan bertanya dan saya akan siap rujuk kalau saya salah…!!” Sampai ke sana (Saudi), mana hasilnya…?? Nanya…?? Kok sekarang (malam kemarin di AMWA), “Oh Syaikh Rabi’ harus merinci…!!” Loh kemarin (di Saudi) ngapain…??

Kemarin, tujuannya (nanyakan kesalahannya, pen) bukan itu tujuan intinya…!! Tujuannya cari rekomendasi dari Syaikh Shalih Fauzan, dan itu “POLITIKNYA” dia (Dzulqarnain)… Dan saya katakan kembali yang tadi (pertanyaan tadi), ngapain sekian ribu TAZKIYAH, kalau ada JARH MUFASSAR…!!?? Apa untungnya pembelaan dari FULAN wa FULAN, masyaikh, kalau sudah ada JARH MUFASSAR…?? JARH MUFASSAR, MUQADDAM ‘ALA TA’DIL…!! Ini sudah diketahui bersama oleh sekian thulabul ‘ilm, apalagi ulamanya…!! Apalagi masyayikh…!! Cuma apa yang dihadapi oleh dia orang awam, JUHALA = orang bodoh, maka cukup dengan itu, tergiur semua.

Satu saja saya ingatkan, saya dengarkan ucapan Syaikh Hani ketika teleconference, saya dengarkan bolak-balik bolak-balik… Mana point yang dipraktekkan oleh dia (Dzulqarnain)…?? Husnuzhonnya Syaikh Hani kalau dia (Dzulqarnain) taubat, mana dibuktikan…?? Kalau syaikh sudah berbaik sangka kalau Dzulqarnain sudah bertaubat.

Yang kedua, ini sama-sama didengar oleh kalian di tempat ini (AMWA)… di Jakarta sini, di Depok sini, …
tentang JA’FAR SALIH… Apa yang dia (Dzulqarnain) sikapi…?? Apa yang dilakukan kepada Ja’far Salih sama dia…?? Apakah kemudian berbicara di mimbar… “Hati-hati dari Jafar Salih”…?? Ada…?? Ada nggak…?? Belum…!! Atau ada TAUBATnya, “Ternyata saya salah kemarin, saya membela-bela Ja’far Salih ternyata saya salah…” Ada…?? Nggak ada…!! Terus padahal dia dengarkan sama-sama…!! Semua bersama kalian … ucapan Syikah Hani tadii…!! Yang ini diterima, yang itu nggak dipedulikan…!! Pokoknya saya dapat DUKUNGAN … selesai…!! Yang penting untuk dirinya…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah, ini PENYAKIT…!! Ini penyakit yang sudah dikenal sekian para ‘ulama..!!
————
Itu mengandung tuduhan dari beberapa sisi,
——» tuduhan kepada yang menyampaikan beritanya ke syaikh dianggap pendusta,
——» dan tuduhan kepada Syaikh Rabi’ sendiri menyatakan LA’AAB, menyatakan MUTALAWWIN, (dianggap, pen) dalam keadaan salah…!! Dalam keadaan tidak punya bukti…!! = ini tuduhan yang mengerikan sekali kepada Syaikh Rabi’.

[Tanya] (Menit 9:25)
Fatwa Syaikh Rabi’ bisa berubah tergantung siapa yang memberi laporan. Kemarin ditahdzir, kemudian diterima ruju’nya, kemudian ditahdzir kembali, apakah tidak niat tentang sama-sama kembali ketemu dengan Syaikh Rabi’…??

[Jawab]
Ikhwani fiddien a’azzakumullah, sudah pernah datang bersama-sama, baarakallahu fiikum. Pernah atau nggak pernah…?? Pernah…!! Mau diulang berapa kali lagi…?? Sudah pernah datang bersama-sama dan Syaikh Rabi’ sudah tahu ketika dia membela-bela Radio Rodja, ketika dia membela-bela hizbiyyin … diketahui oleh Syaikh Rabi’…!! Jadi, dibantah, ditegur sama beliau…
————
(Menit 10:05)
Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kita bertaubat apa yang telah kita lakukan di LASKAR JIHAD dengan berbagai penyimpangan di dalamnya dan kemudian kita memperbaiki dengan mengulang kembali prinsip-prinsip Ahlussunnah dari awal…!! Dan kita kaji kitab-kitab yang menunjukkan kebobrokan khawarij, dan itu langsung setelah (LJ) bubar…!! Dan terus sampai hari ini, sehingga kalau bisa dikatakan perbaikan setelah taubat dari LJ … bagaimana ashlahunya (memperbaikinya)…??
——» Memperbaikinya dengan kita mengingatkan dari bahaya khawarij, dengan TAHZDIR…!! yang tahdzir ini digembosi sama Dzulqarnain…!! Paham maksud saya…?? “Ini tahdzir tahdzir terus…!!”
——» Ini dalam rangka taubat kita kepada Allah, untuk memperbaiki apa yang pernah dianggap bahwa kita ini seperti khawarij dulu, ternyata tidak…!! Kita bertaubat kepada Allah, dan kita memperingatkan manusia, kaum muslimin ini dari khawarij dan termasuk khawarij adalah Al-’Arifi yang berbicara di radio dan TV Rodja… rutin…!! Dan kita peringatkan pula (Radio/TV) Rodjanya, dari pemikiran-pemikiran irja’nya Ali Hasan dan juga pemikiran-pemikiran lainnya yang ada di dalamnya (Radio/TV Rodja), dari hizbiyyah… Kenapa kok kita sedang berupaya untuk ashlahu (memperbaiki), kok digembosi…?? oleh tokoh-tokoh baru.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, Kaum Muslimin yang saya hormati… mudah-mudahan dia paham, bahwa kita sudah bayyanu … kita sudah menjelaskan dengan rinci Alhamdulillah dan saya sendiri sudah menulis secara pribadi tetapi mengatas namakan asatidzah juga… Saya memuatkan dalam tarjamahan saya tentang apa yang terjadi di LJ bahwa itu bukan dari prinsip Sunnah…!! Alhamdulillah. Kita mau, dia (Dzulqarnain) juga seperti itu…!! Nggak usah menjaga kehormatan dirinya kemudian sampai menolak untuk taubat…!! Katakan, “Saya salah kemarin” … “Terima kasih, jazaakallahu khair atas kritikannya, atas tegurannya… atas laporannya kepada Syaikh Rabi’…” … “Saya mulai hari ini, saya akan menyikapi Jafar Shalih… dan saya akan menyikapi Rodja… dan SAYA AKAN MENDUKUNG PRINSIP TAHDZIR DAN MANHAJ TAHDZIR DAN KAJIAN-KAJIAN TAHDZIR…!!”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kalau kajian satu jam dibagi separuh untuk TAHDZIR dan separuh untuk ushul, nggak apa-apa…!! Itu belum kelebihan…!! Ya… Masih seimbang… Baarakallahu fiikum. Alhamdulillah, kalian tau sendiri kita lebih mementingkan untuk menyampaikan ushul karena mengharapkan kalian paham, dan mereka juga paham tentang apa ushul Ahlussunnah dan kemudian baru diperingatkan dari berbagai macam bahaya-bahaya yang mengancam… Baarakallahu fiikum wa jazaakumullah khaira…

##############################################
 Terbukti sudah apa yang telah dijelaskan para masyaikh dan ‘ulama kita, Syaikh Abullah Al-Bukhari atau pun Syaikh Muhammad bin Hadi dan yang lainnya hafidzahumullah. Dan pernyataan Dzulqarnain ini menunjukkan bahwa ia tetap bertahan di atas kesalahannya bahkan kini berusaha untuk berkelit dan mendebat.
Sungguh benar firman Allah Ta’ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (٢٠٤)
“Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras”. (Q.S. Al-Baqarah:204)
(Dari Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary)

##############################################
Adapun fatwa Syaikh Shalih Fauzan itu tentang arahan meninggalkan mencela orang ‘fulan hizbi’ adalah nasihat umum. Lagi pula Dzulqarnain  dan kawan-kawannya sudah dinasihati langsung oleh Syaikh Rabi’ tentang Radio Rodja dan lainnya. Tetap hasilnya seperti kita telah ketahui sendiri.
bunglonnya manhaj syaikh dzulqarnain al makasari
Gambar 9. Screenshot Bunglonnya Manhaj AMDz, pasca jalsah bersama Syaikh Rabi’ yang memutuskan awam ditahdzir dari bahayanya Rodja, ternyata AMDz tetap berfatwa awam tidak dilarang, larangan itu hanya tertuju pada para penuntut ilmu yang sudah bisa menimbang antara yang hak dan yang batil. Tidak terbalik Pak Mufti?

Seperti kata Syaikh Abdullah Al-Bukhari, “Qadhiyah Dzul Qarnain tidak ada habisnya karena orang itu tanduknya dua”. Lihat saja sekarang tanduknya mulai mengarah ke Syaikh Rabi’.
kafilah laab mutalawwin jubir 1
kafilah laab mutalawwin jubir 2
Gambar 10. Screenshot dua juru bicara. Pasca jalsah yang menghasilkan tahdziran Syaikh Rabi’ terhadap Halabiyun Rodja, team Qurtubi langsung lari ke Ma’bar, memperjuangkan lagi Rodja dengan gambaran yang mentalbis hakekat dakwah Hizbiyyahnya dan menyembunyikan rapat-rapat peran besar Al Halaby sebagai Pembina Utama Halabiyun Rodja dan jaringannya. Salahku apa?

Bukankah dia sudah tahu beberapa point muakhadzat tentang dia.
Tetap, mana pernah merasa bersalah. Allahu yahdihi.
(Dari Ustadz Abu Abdillah Muhammad Sarbini Hafizhahulloh)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
WhatsApp Salafiyyin Jogja
Keterangan:
Screenshot-screenshot bukti dan keterangannya merupakan tambahan dari kami .ed

Minggu, 22 Desember 2013

Download File Rekaman Kajian Sebab-sebab Menolak Kebenaran

Link Download atau Dengarkan di sini Kajian Sebab-sebab Menolak Kebenaran:
Kajian Sesi 1: 9,8 MB (mp3 16 kbps) dengan durasi 85 menit: di sini.
Kajian Sesi 2: 4,3 MB (mp3 16 kbps) dengan durasi 37 menit: di sini.
Kajian Sesi Tanya Jawab: 4,5 MB (mp3 16 kbps) dengan durasi 39 menit: di sini.

sumber: http://kajian.sunnah.web.id/kajian-sebab-sebab-menolak-kebenaran-ustadz-afifuddin-21-desember-2013/

Jumat, 20 Desember 2013

Bismillah
Hadirilah Muhadharah

“SEBAB-SEBAB MENOLAK KEBENARAN”

Bersama:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzahulloh
 Hari, Tanggal :
Sabtu, 18 Shafar 1435H * 21/12/2013M *
Waktu :
Pukul 15:30 (WIB)—selesai
Tempat :
Masjid Al-Anshar * Wonosalam, Ngaglik, Sleman, Yokyakarta
CP:
Abu Ubaidah 089 9515 7277
Insya Allah Live Streaming salafy.or.id
IMG-20131219-WA0003

Senin, 16 Desember 2013



(bantahan kepada mereka yang mengatakan tahdzir ust. Luqman kepada ust. Dzulqarnain adalah tanpa dasar dan hanya berasal dari hawa nafsu beliau)
Berikut isi surat yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah kepada asatidzah Salafiyyin di Indonesia:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saya sampaikan kabar gembira kepada kalian bahwa telah terjadi pertemuan dengan syaikh kita Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tadi malam, beliau menyampaikan salam buat kalian dan sangat gembira dengan keadaan (dakwah –pent) kalian yang saya sampaikan kepada beliau.

Unduh Kajian

Dosa-Dosa terhadap Ilmu dan ‘Ulama

(sekaligus penjelasan terhadap Hakekat Manhaj Ust. Dzulqarnain bin Sanusi)

oleh : al-Ustadz al-Fadhil Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizhahullah
di masjid al-Mujahidin Slipi, Jakarta
Ahad, 12 Shafar 1435 H / 15 Desember 2013 M
[Mohon maaf, terjadi overload pada link dowload sebelumnya. Alhamdulillah sekarang berhasil kami perbaiki]
Sesi I (Pagi – Menjelang Zhuhur)
00:00
00:00
download1
Sesi II (Bada Zhuhur – selesai)
00:00
00:00
download1

Minggu, 24 November 2013

Print Friendly
بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh : Luqman bin Muhamad Ba’abduh

Bagian ke-4 : Benarkah saudara Firanda mencela asy-Syaikh Rabi’ dan menjatuhkan kredibilitas beliau?

Pada bagian ke-empat ini saya akan mencoba membantu para pembaca untuk mengetahui beberapa kata-kata saudara Firanda yang mengandung celaan kepada asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah.

Pembahasan ini sengaja saya tampilkan, karena ada sebagian pembaca yang sulit atau belum bisa mengetahui dan memahami bentuk-bentuk celaan atau upaya saudara Firanda menjatuhkan kredibilitas asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah.

Sudah saya sebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa upaya menjatuhkan kredibilitas ‘ulama yang dilakukan oleh Ahlul Batil ada dua bentuk:

Kamis, 21 November 2013

Print Friendly
بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh : Luqman bin Muhammad Ba’abduh

Bagian 3 : Ciri ahlul bid’ah: Mencela ‘Ulama Sunnah

Tulisan pada bagian ini kami sajikan pembahasan tentang bahaya mencela atau menjatuhkan kredibilitas seorang ‘ulama sunnah. Karena para ‘ulama sejak generasi salaf hingga saat ini menjadikan perbuatan ini sebagai salah satu tanda seorang sebagai ahlul bid’ah.

Terkhusus saudara Firanda, kami harapkan pembahasan dalam bagian ini kembali menjadi sebuah teguran untuk segera bertaubat, beristighfar, dan memohon ampun kepada Allah, serta meninggalkan kebiasaannya mencela atau menjatuhkan kredibilitas ‘ulama sunnah, terkhusus dalam hal ini al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah, atau yang lainnya.

Kami berharap kepada semua pembaca untuk mengikutinya dengan seksama, agar bisa mengetahui keterkaitan pembahasan pada bagian ke-3 ini dengan bagian sebelumnya dan yang akan datang – insya Allah – sebagai satu kesatuan.
Print Friendly
بسم الله الرحمن الرحيم

Bagian 2 : Menyoroti ucapan Firanda : “Manhaj Syaikh Rabî’ dalam Timbangan Manhaj Para Ulama Kibâr” (lanjutan)

Samahatusy Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits al-Faqih ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah Memuji dan Mendukung manhaj asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali

Pujian dan dukungan ‘ulama Kibar berikutnya untuk asy-Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah adalah pujian dan dukungan Samahatusy Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits al-Faqih ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

1.Rekomendasi beliau bahwa asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah adalah sebagai ahlus sunnah, seorang yang berilmu dan memiliki keutamaan, serta seorang yang beraqidah baik
Print Friendly
بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh : Luqman bin Muhamad Ba’abduh

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه وسلم، وبعد :
Telah sampai kepada saya tulisan saudara Firanda yang secara mati-matian dan membabi buta membela Radio Rodja, dan tokoh bid’ah yang bernama Ali Hasan al-Halabi, serta secara membabi buta pula menjatuhkan kehormatan asy-Syaikh Rabi’ sebagai seorang ‘ulama sunnah. Dalam tulisannya tersebut tampak sekali saudara Firanda kebakaran jenggot, sehingga tulisan tersebut tidak mencerminkan penulisnya sebagai seorang thalibul ilmi yang dapat memahami permasalahan dengan baik dan benar, tidak pula mencerminkan penulisnya sebagai thalibul ilmi yang beradab dengan adab-adab thalibul ilmi. Setelah saya membaca tulisannya sejak bagian-1 hingga ke-5, merasa penting bagi saya untuk menjelaskan kepada Salafiyyin dan semua pihak yang mau menerima kebenaran, tentang beberapa kebatilan dan tipu daya saudara Firanda dan bahayanya terhadap aqidah dan manhaj para pembacanya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membantu saya dengan taufiq-Nya untuk mewujudkan hal itu.

Selasa, 12 November 2013

1. Al-Halabi memuji Risalah ‘Amman, sebuah risalah yang mengajak kepada persatuan agama dan persaudaraan lintas agama, serta kebebasan beragama dan persamaan agama. Juga pendekatan antar berbagai madzhab (aliran), kebebasan berpikir, serta penerapan demokrasi, diiringi dengan dukungan kepada siapapun yang menyeru kepada kesesatan dan kebinasaan ini.

2. al-Halabi menyifati Risalah ‘Amman sebagai yang terdepan dalam menjelaskan tentang Islam, padahal di dalam risalah tersebut terdapat kekufuran yang sangat nyata.

3. al-Halabi memuji orang-orang yang mendukung Risalah ‘Amman, baik orang-orang Rafidhah, Shufiyyah, Sekuler, dll yang jumlah mereka sangat banyak. Al-Halabi juga mempersaksikan dengan penuh kepalsuan dan kebohongan bahwa mereka (para pendukung tersebut) adalah para ‘ulama terpercaya dan para pimpinan yang amanah.

Tanya:

Apa hukum gambar mahluk bernyawa di layar TV? Benarkah ulama salafy beda pendapat tentang hal tersebut? Karena ustadz Firanda yang murid para ulama salafy itu muncul berkali-kali di TV Rodja.
Mohon penjelasannya.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Askari bin Jamal hafizhahulloh
Bukan lagi muncul berkali-kali, memang punyanya dia. Dia dan teman-temannya.
Tentang masalah televisi, barakallahufiikum ini termasuk diantara wasa’il al i’lam al haditsah (وسائل الإعلام الحديث), termasuk diantara wasilatul i’lam, yakni sarana informasi yang baru yang tidak ada di zaman sebelumnya. Yang tidak ada di zaman para ulama as salaf rahimahumullahu ta’ala. Dan perlu diketahui bahwa di zaman para ulama as salaf, mereka menyebarkan ilmu dengan majelis-majelis. Dan melakukan rihlah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Demikian pula dengan penyebaran kitab-kitab. Sehingga ilmu itu sampai ke generasi berikutnya dan generasi yang berikutnya. Dan sampai ke generasi kita sekarang ini, walhamdulillah. Meskipun mereka tidak mengenal adanya sarana televisi dan yang lainnya, ilmu itu menyebar, ilmu tersebut menyebar walhamdulillah.
Apik Elek Bloge Dewek