:::: MENU ::::

Selasa, 20 Mei 2014


Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah :

Seorang muslim yang melakukan kemaksiatan akan terhindar dari hukuman -akibat perbuatan-nya, dengan 10 perkara/sebab:


1. Bertaubat kpd  اللَّـہ dengan taubat yang jujur  sehingga  اللَّـہ akan menerima taubatnya, karena sesungguhnya seseorang yang bertaubat-dengan taubat yg jujur- dari suatu dosa -keadaannya- seperti tidak ada dosa baginya.

2. Beristighfar kpd  اللَّـہ sehingga  اللَّـہ akan mengampuninya.

3. Mengerjakan kebaikan sehingga kebaikan tersebut dapat menghapuskan kejelekannya.
Karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan.

4. Mendapatkan do'a dan permintaan ampunan untuk dirinya dari saudara-saudaranya kaum mukminin.

5. Mendapatkan hadiah pahala dari sebagian pahala amalan saudara-saudaranya yg dengannya  اللَّـہ akan memberikan manfaat kpdnya.


6. Mendapatkan syafa'at dari Nabi kita Muhammad Shalallahu 'alaiihi wa salam.

7. Mendapatkan ujian berupa musibah-musibah dari  اللَّـہ ketika di dunia yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

8. Mendapatkan ujian ketika di alam barzakh yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

9. Mendapatkan ujian ketika di padang mahsyar berupa keadaan-keadaan yang mengerikan yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

10. Mendapatkan rahmat dari Dzat yg Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya.

Maka barangsiapa yang terluputkan darinya 10 perkara tersebut, janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.

▪Sumber : Majmu' Fatawa jilid 10 halaman 45 .

〰〰〰〰〰〰〰〰
Dikirim oleh Al-akh Syuhada' Jakarta
WA Forum Berbagi Faidah. Dikutip dari grup SLN
Dosa kecil bisa menjadi besar karena lima sebab:

1. Terus-menerus dikerjakan.
2. Menganggapnya remeh.
3. Terang-terangan melakukannya.
4. Senang dan berbangga dengan perbuatannya.
5. Dosa tersebut dilakukan oleh seorang 'alim atau orang yang dijadikan panutan.

Wallahu a'lam.

Minggu, 18 Mei 2014

Telah ramai diberitakan di berbagai media pemublikasian gerakan berlabelkan Islam dari sebuah kelompok ekstrim bernama Boko Haram di Nigeria yang sangat sadis yang dipimpin oleh Abu Bakar Shekau.
kelompok teroris Boko Haram
Berbagai media di luar negeri telah secara luas mempublikasikannya, sebagiannya adalah media berbahasa Indonesia seperti pada link berikut:
Kelompok Teroris Klaim Culik Ratusan Anak Perempuan di Nigeria – US – http://us.m.news.viva.co.id/news/read/502083-kelompok-teroris-klaim-culik-ratusan-anak-perempuan-di-nigeria

Yang sesungguhnya berita-berita tersebut untuk melemparkan gambaran-gambaran yang sangat jelek lagi jahat terhadap Islam dan kaum muslimin. Berikut ini sikap Salafiyun Ahlussunnah yang secara tegas menentang, melawan dan memperingatkan umat dari kejahatan dan kesesatannya:

Mufti Kerajaan Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alus Syaikh telah mengeluarkan fatwa bahwa kelompok Boko Haram di Nigeria adalah kelompok sesat dan termasuk Khawarij, dan beliau mensifati perbuatan mereka sebagai tindakan yang buruk terhadap Islam dan umat Islam. Dalam pembicaraan melalui telepon dengan surat kabar Al-Hayaat pada hari Jum’at, 9 Mei 2014, beliau menambahkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok Boko Haram adalah tindakan yang merusak. Hal itu beliau sampaikan ketika mengomentari pembantaian yang mereka lakukan yang menelan 300 korban jiwa di Nigeria. Beliau juga menjelaskan bahwa penculikan terhadap para pelajar putri yang mereka lakukan termasuk perbuatan kelompok sesat. Walaupun kelompok tersebut menyerukan jihad, namun hakekatnya mereka adalah kelompok yang bodoh dan dengki terhadap Islam dan umat Islam. Hal ini beliau ungkapkan untuk menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak di atas kebenaran dan petunjuk. Karena Islam sangat menentang penculikan, pembunuhan, dan permusuhan.

Sedangkan berkaitan dengan ancaman yang dilontarkan oleh kelompok tersebut yang akan menikahi para gadis yang tak berdaya itu dengan anggota kelompok tersebut, beliau mengatakan: “Menikahi para gadis yang diculik tidak boleh dan haram, karena hak menikahkan bukan di tangan para penculik.” Beliau menegaskan bahwa mereka adalah kelompok yang merusak yang tujuan sebenarnya adalah melemparkan gambaran yang buruk terhadap Islam. Mereka wajib untuk dinasehati, menjelaskan kepada mereka bahwa sikap mereka itu sangat buruk, dan mengingkari tindakan mereka, karena mereka adalah kelompok yang zhalim.

Pernyataan tegas dari Mufti ini disampaikan setelah kelompok Boko Haram di Nigeria mengumumkan pada hari Senin yang lalu bahwa mereka telah menculik lebih dari 200 pelajar putri dari sekolah mereka di daerah Chibok di negara bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria. Mereka menegaskan bahwa para pelajar putri tersebut dianggap sebagai tawanan wanita. Mereka akan dijual atau dipaksa menikah dengan anggota kelompok tersebut.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Kantor Berita Prancis (AFP atau Agence France Presse –pent), pemimpin kelompok tersebut yang bernama Abu Bakar Shekau dalam sebuah video menyatakan: “Kamilah yang telah melakukan penculikan terhadap para gadis itu, dan saya akan menjualnya di pasar, sesuai dengan syariat Allah.”
Sumber artikel:
Adobe-PDF
Muqoddimah

BIsmillah,
Meneruskan muroja'ah kita tentang ilmu adab, kami nukilkan bimbingan ringkas adab dalam mendidik anak. Semoga menjadi bimbingan yang bermanfaat untuk kita semua.

Saudaraku yang semoga Alloh Ta'ala menunjuki kita semua untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan itu merupakan tujuan yang terkandung dari ilmu itu sendiri.

Saudaraku yang budiman...
Sesungguhnya Alloh Ta'ala akan menanyai setiap hamba dari setiap amanah yang diberikan padanya.
Dan seorang ayah maupun ibu akan dimintai pertanggungjawaban dari anak-anaknya.

Berkata ulama:
"Jika mereka anak-anak itu menjadi sholeh, maka bermanfaat buat keluarganya di dunia dan akhirat.
akan tetapi jika para orangtua melalaikan dan meremehkan di dalam membimbing dan mendidiknya, maka keluarga tersebut akan menjadi merugi di dunia dan akhirat."

Untuk itu membimbing mereka dan mendidiknya adalah tanggungjawab orangtuanya yaitu para suami dan isteri.

Minggu, 11 Mei 2014

Kamis, 08 Mei 2014

Nabi Shallallohu'alaihi wasallam bersabda:
"Wanita itu ibarat tulang yang bengkok, kalau engkau paksakan meluruskannya dia patah...Kalau engkau biarkan dia, (maka) akan selalu bengkok"

# Dalam menghadapi sang isteri hendaklah sang suami memiliki sifat demikian:
  • Mengayomi sang isteri dengan bijaksana
  • Berlemah lembut terhadap sang isteri
  • Bersabar tatkala isteri kurang dalam pelayanan
  • Membantu pekerjaan isteri walau harus mencuci piring atau baju
  • Tahu kondisi isteri kita saat kita butuh kepadanya
  • Tidak memaksakan kehendak kita saat isteri belum mampu menerima
  • Saling memahami dan memaklumi keterbatasan isteri
  • Menjadi suami yang terbaik yang mampu melayani dan menjaga serta pelindung keluarga:
    "Sebaik baik kalian adalah orang yang terbaik bagi keluarganya"
  • Tidak boleh banyak menuntut sesuatu yang mereka tidak mampu memenuhinya
  • Tidak mencela isteri
  • Tidak membandingkan dengan wanita lain
  • Memberikan ilmu agama kepada isteri
  • Memberi semangat isteri untuk selalu taat kepada Alloh Ta'ala
  • Selalu membahagiakan dan memujinya apabila berbuat kebaikan
  • Jadilah suami yang membuat bangga sang isteri di depan para wanita lainnya
Wallohu a'lam

Ustadz Abu Hammam Al Atsary Pekanbaru
Whatsapp Forum Berbagi Faedah

Senin, 05 Mei 2014

Senin, 28 April 2014

 
Berikut ini AUDIO Kajian Salafiyyah Indonesia Sabtu-Ahad 26-27 Jumadal Akhirah 1435H/26-27 April 2014M yang ada di beberapa tempat di Indonesia
*********************************************************************************************************************
Samarinda1. Samarinda *Al Ustadz Abu Nasiim Mukhtar Hafizhahullah
#Jum’at-Ahad 25-27 Jumadal Akhirah
1. Tausiyah Shubuh Download di Sini
2. Khutbah Jum’at Download di Sini
3. Tausiyah Khusus Panitia dan Pengurus Download di Sini
#Sabtu 26 Jumadal Akhirah 1435H
1. T ausiyah Shubuh Download di Sini
2. Sesi 1 Download di Sini
3. Sesi 2 Download di Sini
4. Sesi 3 Download di Sini
#Ahad 27 Jumadal Akhirah 1435H
1. Tausiyah Shubuh Download di Sini
2. Sesi 4 Download di Sini
3. Sesi 4 (Lanjutan) Download di Sini
4. Sesi 5 Download di Sini
5. Sesi 6 (Tanya Jawab) Download di Sini

Senin, 21 April 2014

penegasan rujuknya ustadz Dzul Akmal Riau
Allahu Akbar!
Penegasan Telah Rujuknya Ustadz Dzul Akmal & Nasehat Indah Untuk Menjaga Tali Persatuan Diantara Salafiyun
Sebuah kabar yang tentunya sangat membahagiakan bagi setiap orang yang beriman tatkala mendengar saudaranya rujuk dari kesalahannya.
Alhamdulillah berikut ini kami haturkan nasehat berharga yang disampaikan oleh Al ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah di Perawang Riau dan penegasan telah rujuknya UDA (Ustadz Dzul Akmal) semoga kita semuanya bisa mengambil faidah padanya dan tetap kokoh di atas Al Haq sampai ajal menjemput kita…amin. 
 

audio download di sini

Terkait Taubat Dzul Akmal ini ada catatan2 dari asatidzah, yang insya Alloh akan kamu upload disini
Sumber: sumur dan WA Miratsul Anbiya
Berikut Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia Hari Sabtu dan Ahad. Tanggal 19-20 Jumadal Akhirah 1435H /19-20 April 2014H.

Dauroh Makassar 91. Makassar,
~ @ Al Ustadz Usamah Mahri, Lc
==> Sabtu, 19 Jumadal Akhirah 1435H
Sesi 1 - Download disini
Sesi 2 - Download disini
Sesi 3 (Tanya Jawab) - Download disini
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
==> Ahad, 20 Jumadal Akhirah 1435H
Tausiyah Shubuh Download di Sini
Sesi 4 - Download disini
Sesi 5 - Download disini
Sesi 6 (Tanya Jawab) - Download disini

Senin, 14 April 2014

Kamis, 10 April 2014

Dzulqarnain berkata:
download di sini
(klik kanan, save as)

Transkrip ucapannya:
“… dan sebagian orang, kadang tidak memiliki rasa malu, …iya…, minta orang lain supaya bertaubat..
إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Diminta 3 syarat masyaAllaah, …
Ya bagus, coba diterapkan untuk dirinya sendiri! Diterapkan untuk dirinya sendiri!
Orang-orang yang kadang jatuh dalam pemikiran-pemikiran yang keliru, sudah diakui dirinya kalau setahun lagi di dalam hal itu menjadi khawarij murni. Tangannya pernah berlumuran darah.
Apa yang telah diperbaiki? Kadang seorang kadang tidak inshaf pada dirinya, meminta orang lain pada sesuatu yang kadang kalau dia pikirkan itulah yang bagus untuk dirinya sendiri. ..iya..
Dan memang semuanya yang hadir saya kira memaklumi, bahwa ini pertanyaan mengarah kepada sesuatu, iya. Dan saya juga tahu kalau antum semuanya ingin mendengar dari saya sebuah penjelasan.
..iya..

Tapi, penjelasan itu saya sering sebutkan, bahwa kadang seorang pendidik mendidik, dia berbicara, menyampaikan suatu pendidikan. Dan seorang pendidik, dia diam itu kadang pendidikan. ..iya.. kadang pendidikan. Dan saya di, untuk di masa sekarang ini, bukan saya tidak bisa menjawab. ..iya..
Dan insya Allaahu Ta’ala semua orang tahu. ..iya.. hakikat permasalahan itu apa. Hakikat permasalahan itu apa. ..iya..
Kalau ingin kuncinya sebenarnya sederhana, orang yang dituntut untuk bertaubat, mengakui kesalahannya, terangkan saja poin kesalahannya itu apa? Supaya dia bertaubat. ..iya..
“Syaikh Rabi’ berkata demikian,” itu global. Diminta dari syaikh Rabi’ sendiri secara terperinci, bukan dari kalian! ..iya.. Kalau dari kalian sendiri ..iya.. itu sudah dimaklumi kedustaan-kedustaan dan hal-hal yang keliru, mudah untuk menjawabnya.
diantara bukti sikap bunglonnya
Gambar 1. Screenshot diantara bukti sikap bunglonnya, menolak tahdziran Syaikh Rabi’ dengan kemasan luar tulisannya: Ucapan Syukur kepada Al-‘Allamah Asy-Syaikh Rabi’

Tapi dari syaikh Rabi’ sendiri, apa yang beliau kritik ..iya.. di dalam hal tersebut, sampaikan kepada orang yang bersangkutan. Supaya kalau ingin diperintah ruju’ taubat, jelas dia mau rujuk kemana. Hanya berkata, “saya taubat,” lalu ditanya, “taubat dari apa?” “Wallaahu a’lam, saya nggak tahu.” Kan lucu namanya? ..iya..
meyakini kebenaran kok disuruh taubat
Gambar 2. Screenshot Allahu Akbar! Meyakini di atas kebenaran kok disuruh taubat?!!!

Dan alhamdulillaah, ..iya.. di dalam hal ini, ..iya.. para ulama kita memberikan bimbingan-bimbingan. ..iya..
dukungan dari ummu naufal dida
Gambar 3. Screenshot dukungan dari Ummu Naufal Dida : Sabar ya ustad atas semua fitnah ini…

Diperintah untuk bersabar, ya, dan seorang berbicara bukan untuk membela diri, tapi untuk suatu kebaikan. Dan kebenaran itu lebih kita cintai. Lebih kita cintai dari pada diri kita sendiri, alhamdulillaah. ..iya..
menggalang simpati dari kaum hawa
Gambar 4. Screenshot menggalang simpati-dukungan dari kaum hawa, hasilnya…Dzulqarnain net pun basah bersimbah air mata mbak Siti

Dan saya tahu dari asma’ul husna, nama Allaah al-Haq, Yang Maha Benar. Karena itu dari kewajiban seorang hamba, dia terima kebenaran itu dari siapa saja. Walaupun itu datang dari anak kecil maupun dari orang yang dia benci, dia akan terima. Kalau dia bersombong menerima kebenaran itu artinya dia bersombong kepada Allaah, karena Allaah adalah al-Haq, Yang Maha Benar.
Ha itu hal yang wajib di ingat.
Kalau ingin membantu saudara bertaubat, tunjukkan jalan yang benar. ..iya.., caranya, apa kesalahannya. Kalian itu melaporkan apa? Sebutkan saja laporan kalian, “saya laporkan ini, dan ini, dan ini,” <….> yang bersangkutan menjawab, kemudian biarkan syaikh yang mendengar dari kedua belah pihak. Diberikan <…. >Itu baru adil namanya. ..iya..
hakekat ucapan syukurnya
Gambar 5. Hakekat ucapan syukurnya

Adapun hanya membuat <……..>, menyebarkan opini, ..iya.. itu semua mampu melakukannya. ..iya.. Tapi alhamdulillaah kita diikat dengan tuntunan-tuntunan agama. ..iya..
Saya diminta untuk sibuk dengan ilmu. Alhamdulillaah saya sibuk dengan ilmu. Yaitu permintaan dari syaikh Utsman as-Salimy. Saya diminta oleh syaikh Shaleh al-Fauzan supaya tidak memperhatikan mereka. Saya tidak memperhatikan mereka. Alhamdulillaah. ..iya..
pernyataan dzulqarnain dan kicauan muqalidnya
Gambar 6. Screenhot pernyataan AMDZ dan kicauan seorang muqalid Dzulqarnain, korektor dan yang merekomendasi penyebaran surat Ucapan Syukur yang berisi penolakan tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap dirinya dan tuduhan asatidzah telah melaporkan berita-berita dusta (yang melandasi tahdziran tersebut)

Dan kehidupan ini jelas arahnya ke mana. ..iya..
Ibadah itu luas. Saya di rumah pun alhamdulillaah bisa menggunakan waktu. 48 jam pun ndak cukup mungkin untuk membuat proyek kebaikan di dalam rumah. ..iya.. Dan itu bukan hal yang menyedihkan.
Cukup diterangkan, sesuatu hal kalau sudah benar, tepat, maka mudah untuk seseorang untuk kembali kepadanya. ..iya..
Semoga Allaah Subhanaahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada semuanya dan memaafkan orang-orang yang melampaui batas.
loloskan pujian dan penegasan dzulqarnain tidak bersalah
Gambar 7. Screenshot Harapan, Dzulqarnain adalah tanda tanda kebesaran Allah terhadap dakwah Salaf di Indonesia. Tahdziran Syaikh Rabi’ yang menimpa dirinya mengingatkan pada kisah Imam Bukhari yang diusir dari negerinya…Imam Barbahari yang ditinggalkan manusia….dan Imam Ahmad yang difitnah oleh ulama ZINDIQ!!!!!!!!!!!!!!!Salahku apa?!!!!!!!!Tidak bercermin diriku ini siapa!!!!!!!!!

Memberikan hidayah kepada mereka menuju jalan yang lurus. Dan alhamdulillaah ulama kita adalah orang-orang yang kita hormati, ucapan mereka kita dengarkan. Tapi, kita semua dituntut untuk berbicara sesuai dengan kenyataan. Dan seseorang kalau mengakui sesuatu, diakui sesuatu yang benar-benar terjadi pada dirinya. ..iya..
___________________________________

Beberapa poin penting ucapannya(Dzulqarnain):
–          Dzulqarnain menuntut agar syarat-syarat taubat itu diterapkan sendiri pada mereka yang dulu pernah terlibat di dalam LJ, yang tangannya PERNAH berlumuran darah. Apa yang telah diperbaiki (oleh mereka ini)?
–          Dzulqarnain menuntut Syaikh Rabi’ agar merinci kesalahannya (“Diminta dari syaikh Rabi’ sendiri secara terperinci, bukan dari kalian!”)
–       Menuding yang menyampaikan berita kepada Syaikh Rabi’ sebagai sudah dimaklumi kedustaan-kedustaannya
–           Tuntutan kepadanya untuk taubat adalah sesuatu yang lucu karena Dzulqarnain sendiri tidak tahu apa kesalahannya
–          Dzulqarnain mengaku siap menerima kebenaran dari siapa saja, walaupun datangnya dari anak kecil maupun dari orang yang dia benci (buktinya dimana umat bisa mendapatkan bayan dari tuduhan-tuduhan ngawurnya yang telah lalu?)
–          Dzulqarnain menuding tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap dirinya sebagai keputusan yang tidak adil (tanpa kehadiran dirinya)

 

APA SALAH SAYA???? JAWABAN UNTUK DZULQARNAIN

Al Ustadz Muhammad Umar As Seweed Hafizhahullah
download di sini
(klik kanan, save as)

Transkripnya:
[Tanya]
“Terkait penjelasan Dzulqarnain kemarin di AMWA, bagaimana menyikapi syubhat bahwa Syaikh Rabi’ harus merinci point-point kesalahan Dzulqarnain?”

[Jawab]
Ya… Ngomong sama Syaikh Rabi’… Suruh datang ke Syaikh Rabi’. Kemarin datang ke Syaikh Rabi’ kenapa gak ngomong? “Syaikh, engkau harus merinci semua yang engkau katakan tentang aku!!” Kenapa nggak ngomong begitu? Kenapa sekarang ngomongnya? Ketika ketemu, dia nggak ngomong, sekarang baru ngomong… Ini “KEANEHAN” yang terjadi pada dia (Dzulqarnain). Na‘am.

Ikhwani fiddien a‘azzakumullah, seseorang itu harus punya kaca/cermin di rumahnya… Sehingga dia bisa bercermin, “Saya ini coreng-moreng nggak mukanya… Jadi gimana…??” Kalau orang nggak punya cermin, nggak pernah tahu siapa dirinya, nggak pernah, merasa sama sekali… Sedangkan, ‘Seorang mu`min itu adalah cermin bagi saudaranya.’ Maka, kalau dikritik dengan berbagai macam kritikan-kritikan, maka perhatikan. Apakah iya? Atau tidak? … Sehingga nggak perlu kemudian berpura-pura bodoh mengatakan, “Saya nggak tahu apa-apa? APA SALAH SAYA???” Kasihan, terzhalimi!!! “Aku dikatakan begini, SALAH APA???” Ajiib!!!

Perkara yang harus diberitahu, yang pertama adalah;
Penggembosannya terhadap MANHAJ TAHDZIR – yang dia harus taubat. Kalau mau diulang rincian rekamannya, banyak rekamannya. Seakan-akan perkara tahdzir tidak penting, perkara remeh, perkara yang sedikit aja cukup. Padahal ketika ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi ~hafidzahullah~, beliau menyatakan bahwa RUDUD (bantahan-bantahan) itu seimbang dengan Al-‘ARD (penyampaian).

*Al-‘ARD (PENYAMPAIAN KEBENARAN) ——» diiringi dengan ——» RAAD (PENJELASAN KEBATILAN)* … (Jadi) jangan diremehkan!!! Harus seimbang diantara dua perkara.

Bahkan beliau (Syaikh Muhammad bin Hadi) berkata :
*Kebanyakan kitab-kitab ushul daripada ulama, itu (asalnya) dari bantahan-bantahan* … Prinsip-prinsip Ahlussunnah, kenapa muncul buku-buku itu…?? Sebab membantah…!! … Sedang membantah ahlul bid’ah!!! “Mereka bukan Ahlussunnah!!! Nih prinsipnya ini nih, bukan yang itu!!! Ini!!! Yang kedua, bukan seperti mereka… Ini!!!, bukan seperti mereka.” … Sehingga ikhwani fiddien a’azzakumullah, “Kalau setiap kajian membantah ahlul bid’ah, itu ngomong apa? Nggak salah? Emang nggak ada kajian lain selain TAHDZIR…!!!???” ——» itu nggak merasa salah dia (Dzulqarnain, pen). Nggak merasa kalau itu adalah RACUN YANG TELAH DIMAKAN oleh sekian banyak Salafiyyin di Jakarta, dan dari seluruh Indonesia. Mau bukti???

Tanyakan kepada sebagian besar mereka, khususnya di Jakarta, “KAJIAN FITNAH ITU APA…???”, coba tanyakan.!!!!! “Saya tidak suka KAJIAN FITNAH!!!”. Tanyakan…!! Tanyakan mereka yang mengaji di AMWA??? “APA ITU KAJIAN FITNAH…???” Tanyakan…!! Kira-kira apa jawabnya…???
» “Kajian mentahdzir dari yayasan Ihyaut Turats…!!”
» “Kajian mentahdzir dari (Radio/TV) Rodja…!!”
» “Kajian mentahdzir dari …!! (dst., pen)

——» itu “KAJIAN FITNAH” namanya menurut mereka. Apakah itu BUKAN RACUN..!!?? Wallohi, itu RACUN yang MEMATIKAN..!! RACUN yang SANGAT MEMATIKAN..!! Nggak terasa, “Masukan kapan ya??? Masukannya entah kapan ya..???” Setiap kajian, satu kajian, dua kajian, tiga kajian… Lama-lama sudah menjadi makhluk yang berbeda dengan apa yang dibimbingkan oleh para ‘ulama.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kadang-kadang demikian, apa yang JAUH, seberang lautan KELIHATAN…!! Apa yang di pelupuk matanya, nggak KELIHATAN…!! (yang ada pada DIRINYA, NGGAK KELIHATAN…!!).
Selalu menyatakan LASKAR JIHAD harus taubat…!! LJ harus taubat…!! …
Dia itu, memang BUTA, TULI, BISU..!!??
Nggak pernah tahu kalau LASKAR JIHAD telah bertaubat, TERTULIS, TERBACAKAN, bahkan sampai masuk media elektronik, media segala media masuk…!! Wartawan ngeliput TAUBATNYA…!! Masa dia nggak tahu..!!??
“TANGAN mereka BERDARAH…”, astaghfirullah,
“Siapa PIMPINAN FATWA nya ketika itu ——» komisi FATWA nya ketika itu adalah DZULQARNAIN IBNU SUNUSI…!!” Dia nggak TERLIBAT…?? Nggak BERDARAH tangannya…?? AJIIIB…!! ALLAHU YAHDIH… ALLAHU YAHDIH NA WAIYYAH.
press release pembubaran FKAWJ dan pernyataan taubat
Gambar 8. Screenshot Press Release Pembubaran LJ-FKAWJ dan pernyataan taubat dari seluruh kesalahan dan penyimpangan. Dalam Struktur Organisasi FKAWJ, Dzulqarnain adalah Mufti Laskar Jihad.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Apa yang sudah diperintahkan oleh para ‘ulama, dengarkan…!! Alhamdulillah, para ‘ulama itu jangan dianggap sebagai orang yang BODOH, yang gampang DITIPU oleh seorang fulan wa fulan…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Masyayikh, kenal sama Dzulqarnain, termasuk kenal JELEKNYA…!! Jangan dikira nggak kenal…!! Berapa kali dia ke SAUDI…?? SERING…!! Dan sering ketemu mereka…!! Sehingga tidak heran kemudian mereka menyatakan “Aku tahu modelnya Dzulqarnain sejak dulu…!!” Syaikh Hani pernah berkata seperti itu. Syaikh Muhammad bin Hadi menyatakan, “Dia (Dzulqarnain) sudah patah tanduknya sekian zaman (sudah lama).”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Dianya (Dzulqarnain) berlagak seperti nggak tahu apa-apa, “Nggak tahu SALAH SAYA APA…?? … Coba dirincikan salahnya apa…??” Di vilanya Syaikh Rabi’ kenapa ndak nanya…?? Kenapa nggak bilang, “Syaikh rincikan kepada kami kesalahannya apa…??” Dari sini (Indonesia) semangatnya menulis, “Saya akan bertanya dan saya akan siap rujuk kalau saya salah…!!” Sampai ke sana (Saudi), mana hasilnya…?? Nanya…?? Kok sekarang (malam kemarin di AMWA), “Oh Syaikh Rabi’ harus merinci…!!” Loh kemarin (di Saudi) ngapain…??

Kemarin, tujuannya (nanyakan kesalahannya, pen) bukan itu tujuan intinya…!! Tujuannya cari rekomendasi dari Syaikh Shalih Fauzan, dan itu “POLITIKNYA” dia (Dzulqarnain)… Dan saya katakan kembali yang tadi (pertanyaan tadi), ngapain sekian ribu TAZKIYAH, kalau ada JARH MUFASSAR…!!?? Apa untungnya pembelaan dari FULAN wa FULAN, masyaikh, kalau sudah ada JARH MUFASSAR…?? JARH MUFASSAR, MUQADDAM ‘ALA TA’DIL…!! Ini sudah diketahui bersama oleh sekian thulabul ‘ilm, apalagi ulamanya…!! Apalagi masyayikh…!! Cuma apa yang dihadapi oleh dia orang awam, JUHALA = orang bodoh, maka cukup dengan itu, tergiur semua.

Satu saja saya ingatkan, saya dengarkan ucapan Syaikh Hani ketika teleconference, saya dengarkan bolak-balik bolak-balik… Mana point yang dipraktekkan oleh dia (Dzulqarnain)…?? Husnuzhonnya Syaikh Hani kalau dia (Dzulqarnain) taubat, mana dibuktikan…?? Kalau syaikh sudah berbaik sangka kalau Dzulqarnain sudah bertaubat.

Yang kedua, ini sama-sama didengar oleh kalian di tempat ini (AMWA)… di Jakarta sini, di Depok sini, …
tentang JA’FAR SALIH… Apa yang dia (Dzulqarnain) sikapi…?? Apa yang dilakukan kepada Ja’far Salih sama dia…?? Apakah kemudian berbicara di mimbar… “Hati-hati dari Jafar Salih”…?? Ada…?? Ada nggak…?? Belum…!! Atau ada TAUBATnya, “Ternyata saya salah kemarin, saya membela-bela Ja’far Salih ternyata saya salah…” Ada…?? Nggak ada…!! Terus padahal dia dengarkan sama-sama…!! Semua bersama kalian … ucapan Syikah Hani tadii…!! Yang ini diterima, yang itu nggak dipedulikan…!! Pokoknya saya dapat DUKUNGAN … selesai…!! Yang penting untuk dirinya…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah, ini PENYAKIT…!! Ini penyakit yang sudah dikenal sekian para ‘ulama..!!
————
Itu mengandung tuduhan dari beberapa sisi,
——» tuduhan kepada yang menyampaikan beritanya ke syaikh dianggap pendusta,
——» dan tuduhan kepada Syaikh Rabi’ sendiri menyatakan LA’AAB, menyatakan MUTALAWWIN, (dianggap, pen) dalam keadaan salah…!! Dalam keadaan tidak punya bukti…!! = ini tuduhan yang mengerikan sekali kepada Syaikh Rabi’.

[Tanya] (Menit 9:25)
Fatwa Syaikh Rabi’ bisa berubah tergantung siapa yang memberi laporan. Kemarin ditahdzir, kemudian diterima ruju’nya, kemudian ditahdzir kembali, apakah tidak niat tentang sama-sama kembali ketemu dengan Syaikh Rabi’…??

[Jawab]
Ikhwani fiddien a’azzakumullah, sudah pernah datang bersama-sama, baarakallahu fiikum. Pernah atau nggak pernah…?? Pernah…!! Mau diulang berapa kali lagi…?? Sudah pernah datang bersama-sama dan Syaikh Rabi’ sudah tahu ketika dia membela-bela Radio Rodja, ketika dia membela-bela hizbiyyin … diketahui oleh Syaikh Rabi’…!! Jadi, dibantah, ditegur sama beliau…
————
(Menit 10:05)
Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kita bertaubat apa yang telah kita lakukan di LASKAR JIHAD dengan berbagai penyimpangan di dalamnya dan kemudian kita memperbaiki dengan mengulang kembali prinsip-prinsip Ahlussunnah dari awal…!! Dan kita kaji kitab-kitab yang menunjukkan kebobrokan khawarij, dan itu langsung setelah (LJ) bubar…!! Dan terus sampai hari ini, sehingga kalau bisa dikatakan perbaikan setelah taubat dari LJ … bagaimana ashlahunya (memperbaikinya)…??
——» Memperbaikinya dengan kita mengingatkan dari bahaya khawarij, dengan TAHZDIR…!! yang tahdzir ini digembosi sama Dzulqarnain…!! Paham maksud saya…?? “Ini tahdzir tahdzir terus…!!”
——» Ini dalam rangka taubat kita kepada Allah, untuk memperbaiki apa yang pernah dianggap bahwa kita ini seperti khawarij dulu, ternyata tidak…!! Kita bertaubat kepada Allah, dan kita memperingatkan manusia, kaum muslimin ini dari khawarij dan termasuk khawarij adalah Al-’Arifi yang berbicara di radio dan TV Rodja… rutin…!! Dan kita peringatkan pula (Radio/TV) Rodjanya, dari pemikiran-pemikiran irja’nya Ali Hasan dan juga pemikiran-pemikiran lainnya yang ada di dalamnya (Radio/TV Rodja), dari hizbiyyah… Kenapa kok kita sedang berupaya untuk ashlahu (memperbaiki), kok digembosi…?? oleh tokoh-tokoh baru.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, Kaum Muslimin yang saya hormati… mudah-mudahan dia paham, bahwa kita sudah bayyanu … kita sudah menjelaskan dengan rinci Alhamdulillah dan saya sendiri sudah menulis secara pribadi tetapi mengatas namakan asatidzah juga… Saya memuatkan dalam tarjamahan saya tentang apa yang terjadi di LJ bahwa itu bukan dari prinsip Sunnah…!! Alhamdulillah. Kita mau, dia (Dzulqarnain) juga seperti itu…!! Nggak usah menjaga kehormatan dirinya kemudian sampai menolak untuk taubat…!! Katakan, “Saya salah kemarin” … “Terima kasih, jazaakallahu khair atas kritikannya, atas tegurannya… atas laporannya kepada Syaikh Rabi’…” … “Saya mulai hari ini, saya akan menyikapi Jafar Shalih… dan saya akan menyikapi Rodja… dan SAYA AKAN MENDUKUNG PRINSIP TAHDZIR DAN MANHAJ TAHDZIR DAN KAJIAN-KAJIAN TAHDZIR…!!”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kalau kajian satu jam dibagi separuh untuk TAHDZIR dan separuh untuk ushul, nggak apa-apa…!! Itu belum kelebihan…!! Ya… Masih seimbang… Baarakallahu fiikum. Alhamdulillah, kalian tau sendiri kita lebih mementingkan untuk menyampaikan ushul karena mengharapkan kalian paham, dan mereka juga paham tentang apa ushul Ahlussunnah dan kemudian baru diperingatkan dari berbagai macam bahaya-bahaya yang mengancam… Baarakallahu fiikum wa jazaakumullah khaira…

##############################################
 Terbukti sudah apa yang telah dijelaskan para masyaikh dan ‘ulama kita, Syaikh Abullah Al-Bukhari atau pun Syaikh Muhammad bin Hadi dan yang lainnya hafidzahumullah. Dan pernyataan Dzulqarnain ini menunjukkan bahwa ia tetap bertahan di atas kesalahannya bahkan kini berusaha untuk berkelit dan mendebat.
Sungguh benar firman Allah Ta’ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (٢٠٤)
“Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras”. (Q.S. Al-Baqarah:204)
(Dari Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary)

##############################################
Adapun fatwa Syaikh Shalih Fauzan itu tentang arahan meninggalkan mencela orang ‘fulan hizbi’ adalah nasihat umum. Lagi pula Dzulqarnain  dan kawan-kawannya sudah dinasihati langsung oleh Syaikh Rabi’ tentang Radio Rodja dan lainnya. Tetap hasilnya seperti kita telah ketahui sendiri.
bunglonnya manhaj syaikh dzulqarnain al makasari
Gambar 9. Screenshot Bunglonnya Manhaj AMDz, pasca jalsah bersama Syaikh Rabi’ yang memutuskan awam ditahdzir dari bahayanya Rodja, ternyata AMDz tetap berfatwa awam tidak dilarang, larangan itu hanya tertuju pada para penuntut ilmu yang sudah bisa menimbang antara yang hak dan yang batil. Tidak terbalik Pak Mufti?

Seperti kata Syaikh Abdullah Al-Bukhari, “Qadhiyah Dzul Qarnain tidak ada habisnya karena orang itu tanduknya dua”. Lihat saja sekarang tanduknya mulai mengarah ke Syaikh Rabi’.
kafilah laab mutalawwin jubir 1
kafilah laab mutalawwin jubir 2
Gambar 10. Screenshot dua juru bicara. Pasca jalsah yang menghasilkan tahdziran Syaikh Rabi’ terhadap Halabiyun Rodja, team Qurtubi langsung lari ke Ma’bar, memperjuangkan lagi Rodja dengan gambaran yang mentalbis hakekat dakwah Hizbiyyahnya dan menyembunyikan rapat-rapat peran besar Al Halaby sebagai Pembina Utama Halabiyun Rodja dan jaringannya. Salahku apa?

Bukankah dia sudah tahu beberapa point muakhadzat tentang dia.
Tetap, mana pernah merasa bersalah. Allahu yahdihi.
(Dari Ustadz Abu Abdillah Muhammad Sarbini Hafizhahulloh)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
WhatsApp Salafiyyin Jogja
Keterangan:
Screenshot-screenshot bukti dan keterangannya merupakan tambahan dari kami .ed

Apik Elek Bloge Dewek