:::: MENU ::::

Selasa, 16 September 2014

Nasehat Ustadz kita Al-Ustadz Muhammad Umar As- Sewed Hafizhahullohuta'ala.Berkenaaan dengan kita sebagai seorang salafy bergaul dengan orang umum atau orang awam.

Nasehat ini kami nukil ambil dari nasehat beliau yang ditujukan oleh beliau khusus untuk tim AhMed (Ahlussunnah Medis) yang waktu itu datang bersilaturahmi ke rumah beliau untuk menyampaikan masalah pembentukan AhMed dan kemungkinan pendirian klinik di Pondok adh-Dhiya, termasuk menyampaikan informasi tentang adanya tawaran kerjasama yang pernah datang dari pihak-pihak luar berkenaan dengan pendirian klinik tersebut.

dan disela-sela pembicaraan tersebut, sebagai "closing statement" alias kesimpulan akhir, Ahmed team sengaja meminta beliau untuk memberikan nasehat.

Maka inilah transkrip dari nasehat beliau yang sudah kami tulis. Dan transkrip ini sudah kami sampaikan kepada Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed -hafidzahullah- dan beliau menyetujuinya.
Maka inilah nasehat beliau, selamat menyimak dan semoga bermanfaat.
Beginilah seharusnya bermuamalan dan berakhlaq salafyun kepada masyarakat

Uraian isi kajian dibawah ini insyaAllah, diantaranya.: 

* Jenis Bashiroh dalam berdakwah, ilmu tentang materi yang disampaikan dan ilmu tentang mad'u

* Salafi harusnya orang yang paling pertama dalam kebaikan di masyarakat

* Ucapkan dan tebrkan salam

* Jangan membuat aneh dan memperaneh dakwah salafi di tengah masyarakat

* Beradab dan berakhlak yang baik dengan masyarakat.

* Hal yang sepele bisa jadi hal yang besar bagi masyarakat agar dakwah tidak ada kendala di masyarakat.

* Bermuamalah dengan  masyarakat yang tentunya tidak melanggar aturan aturan syar'i.

Berikut ini pembahasan lugas jelas dan penuh makana yang disampaikan oleh ustadz kita,:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh Hafizhahulloh ta'ala.

Semoga bermanfaat.

sumber: WA PECINTA AL-HAQ

📥 Silahkan unduh file audio dibawah ini
(link menyusul)
[Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-'Utsaimin rahimahullah]
Soal:
Apa pendapat yang mulia tentang seseorang yang memberi nama putranya dengan nama-nama yang tercantum dalam Alquran, seperti Afnan, Amtsal atau Bayan?

Jawab:
Tak mengapa memberi nama putra-putrinya dengan kata-kata yang diambil dari Alquran. Kecuali yang terlarang secara asalnya, seperti Abrar (orang baik). Tidak boleh menggunakannya sebagai nama. Karena dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam merubah nama Barrah (orang baik) menjadi Zainab dan Juwairiyah.

Demikian juga Bayan. Tidak boleh menggunakannya sebagai nama. Karena Bayan adalah Alquran, sebagaimana firman-Nya,
(هذا بيان للناس)

"Alquran ini adalah bayan (penjelasan) bagi manusia." [Ali Imran: 138]

Barang siapa yang bernama Bayan, hendaknya menggantinya.

(( Liqo'atul Babil Maftuh: 276 ))

Faedah tambahan:

Tidak boleh memberi nama dengan nama semisal Abrar (orang baik) dan Nashiruddin (penolong agama) dikarenakan mengandung tazkiyah/merekomendasi diri sendiri.

Wallahu a'lam

sumber: WSI

Senin, 15 September 2014

Faedah dari Al Ustadz Muhammad As Sewed HafizhahullahTermasuk DAKWAH TAUHID dan DAKWAH SUNNAH adalah menerangkan bahaya dari lawannya.

~Kalau menerangkan TAUHID, harusnya menerangkan juga bahayanya musyrikin.
~Kalau menerangkan SUNNAH, harusnya menerangkan juga bahayanya bid'ah dan ahlul bid'ahnya.
~Dakwah Sunnah akan sempurna kalau diiringi dengan penjelasan tentang ahlul bid'ah.

Dari Akh Ali Hasan Jayapura
Whatsapp Ittibaus Sunnah
(Disampaikan pada tanggal 8 Juni 2014 di Merauke)
oleh Al-Ustadz  Abu Yasir Wildan hafidzahullah
" BAGAIMANA MENYIKAPI FITNAH DAN SYUBHAT YANG ADA DI TENGAH-TENGAH UMMAT ? "
Masjid Adhwa`us Salaf Bandung |  Sabtu, 20 Syawwal 1435 H/ 16 Agustus 2014 Ba'da Shubuh

Jerat syaitan kepada manusia adalah melalui Syahwat dan Syubhat. Perkara syahwat mudah dikenali adapun syubhat (perkara yg tersamar) maka kita perlu meminta bimbingan para ulama.
Diantara sebab tersebarnya fitnah (sebagaimana disebutkan oleh Asy Syaikh Hani bin Braik hafidzahullah) ada 2:
✔TIDAK TERANG-TERANGAN DALAM MEMBELA AL-HAQ.
    Takut ketika membela alhaq.. nanti akan dikucilkan, dsb.
✔ MENGAKHIRKAN PENJELASAN PADA WAKTU YANG DIBUTUHKAN
    (ta`khiiru al bayan 'ala wakti al haajah).
Sehingga fitnah menjadi terlanjur tersebar dan susah untuk memadamkannya.

Tahdzir Syaikh Ubaid Aljabiri hafidzahullah terhadap Syaikh Al Imam yang mengadakan perjanjian dengan Hutsyi Syi`ah Rafidhah.
Maka yang menyelisihi syari'ah bukanlah masalah perjanjiannya tapi pada isi dari perjanjian tersebut.

Mengetahui fitnah adalah termasuk dari ilmu. Adapun syubhat "jangan sibuk dengan fitnah tapi sibukkan dengan ilmu, tidak usah mempedulikannya..." maknanya adalah : DIAM DARI KEBENARAN dan akan mementahkan fatwa para ulama..

Kita harus menghormati, mengikuti dan mengembalikannya kepada fatwa ulama.  Penting bagi kita untuk mengetahui kejelekan bukan untuk melakukannya tapi agar kita tidak terjerumus kedalam kejelekan tersebut.

Kita mengikuti Tahdzir ulama terhadap Dzulqarnain bahwa sebagaimana Fatwa Syaikh Robi' hafidzahullah bahwa dia MLM (Mutalawwin, La'ab dan Maakir yamsyii 'ala thoriqotil halaby). Bukan hanya Dzulqarnain saja tapi juga ORANG YANG BERSAMANYA agar kita menghindari, tidak mendekati, dan memperingatkan yang lain dari bahayanya..

Wallaahu 'alam..
WA Forum Berbagi Faidah

Jumat, 05 September 2014

Bismillahirrohmanirrohim. o
menjawab tahdziran farhan aceh thdp syaikh hani dan ustadz luqman ba abduh
MENJAWAB TAHDZIRAN FARHAN ACEH
TERHADAP ASY SYAIKH HANI’ BIN BURAIK & USTADZ LUQMAN BA’ABDUH
Pengantar
Telah kita ketahui bersama pada makalah yang lalu bagaimana Asy Syaikh Abdul Hadi (sahabat dekat Syaikh Utsman As Salimi) mengaku mendapatkan tugas untuk membela para ikhwah di sini (para MLM & ustadz Dzulqarnain maksudnya) yang kemudian berujung pada keluarnya tahdzir beliau terhadap Al Ustadz Luqman yang setelah disingkap bukti-buktinya ternyata tidak lebih dari tahdziran senjata makan tuan berikut bukti nyata bahwa acara daurah beliau  diselenggarakan di markas besarnya orang-orang yang memang menentang tahdziran Asy Syaikh Rabi’ terhadap Al Ustadz Dzulqarnain dan bahkan menikam secara khabits langkah mengikuti bimbingan Ulama Kibar semisal Asy Syaikh Rabi’ sebagai jalan kesesatan (baca: khuruj ’anil haq) sembari menunggu kematian beliau!!! Allahumma…

Kamis, 04 September 2014

1. Masjid Al-Mujahidin Jakarta,   Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed Hafizhahullah
Tambahan
# Lamudduril Mantsur Ustadz Muhammad as Seweed Download
# Tausiyah Shubuh Mushola an Nuur Limo Ustadz Muhammad as Seweed Download
# Tanya Jawab Download
. 

2. Pondok Darussalam Wonogiri,  Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy Hafizhahullah
Sesi 2 TJ~ Download di Sini
.





3. Masjid Ikhtiar PerumDos Tamalanrea Makassar
Dauroh Makassar-syawal1435HHari Sabtu, 27 Syawal 1435H
# Tausyiah Ba’da Maghrib – Al Ustadz Abu Ishaq Muslim ~ Download
# Sesi 1 Mukaddimah – Al Ustadz Shobaruddin ~ Download
# Sesi 2 Tentang ISIS – Al Ustadz Abu Karimah Askari ~ Download
# Sesi 3 Nasehat Rumah Tangga – Al Ustadz Abu Dhiyah Kamal ~ Download
Hari Ahad, 28 Syawal 1435H
# Sesi 4 – Nasehat Untuk Kaum Muslimin-1 – Al Ustadz Abu Ishaq Muslim ~ Download
# Sesi 5 – Nasehat Untuk Kaum Muslimin-2 – Al Ustadz Abu Ishaq Muslim ~ Download
# Sesi 6 - Nasehat Untuk Kaum Muslimin-Tanya Jawab – Al Ustadz Abu Ishaq Muslim ~ Download
.
4. Masjid asy Syifa RSUD Kariadi Semarang  Hari Ahad 28 Syawal 1435H
Dauroh Semarang-syawal1435H (1)#Sesi 1  Lum’atul I’tiqad Ustadz Syafruddin Download
# Sesi 2 Lum’atul I’tiqad Ustadz Syafruddin Download
# Sesi 2 TJ Lum’atul I’tiqad Ustadz Syafruddin Download
.





6. Masjid al Furqan Karawang
Dauroh Karawang# Mengenal Sifat-sifat Khawarij Ustadz Shalehuddin Download Audio di Sini
# Nasehat Untuk Bersabar Ustadz Shodiqun Download Audio di Sini
.





7. Masjid al Falah Pemekasan, Madura
Dauroh Madura# Sesi 1 – Sikap Seorang Muslim Terhadap Seruan Jihad dan Isu ISIS ~ Download Audio di Sini
# Sesi 2 - Sikap Seorang Muslim Terhadap Seruan Jihad dan Isu ISIS ~ Download Audio di Sini
.




————————————————————————————
Sumber : Dari berbagai Sumber Jazaahumullahu Khairaa
Kembali Ke Ulama Besar
(Nasehat terkait tahdzir syaikh Utsman As salimi hafidzahullah kpd ust. Luqman hafidzahullah)

oleh Al Ustadz Abu Ishaq Muslim al Atsary hafizhahullah
“علينا بالكبار”

Ikhwati fillah,
Alhamdulillah dengan nikmat, karunia dan anugerah-Nya Allah memilih kita semua sebagai Salafiyyun, maka bagi kita semua untuk berpegang dengan petunjuk agamaNya nabiNya Muhammad صلى الله عليه وسلم dan diantara petunjuknya untuk bersama mereka para ulama kibar karena dengan bersama mereka kita dapatkan keberkahan sehingga mafhumnya kalau kita menyelisihi mereka kita tidak memperoleh dan mendapatkan keberkahan barakallahufikum.

MENJAWAB SYUBHAT & TUDUHAN KEJI TERHADAP SEGENAP ASATIDZAH AHLUSSUNNAH INDONESIA & KEGIATAN TAHUNAN DAURAH MASYAIKH DI MA’HAD AL ANSHOR JOGYAKARTA:
VETERAN AJANG  POLITIKUS & REUNI MANTAN LJ!!!!

Walhamdulillah untuk kesekian kalinya telah usai rangkaian daurah Miratsul Anbiya yang kegiatannya berpusat di Masjid Agung Bantul dan di Ma’had Al Anshor Joyakarta yang langsung dibawah bimbingan Asy Syaikh Rabi’ dari sejak awalnya diselenggarakan. Namun demikian, upaya pembusukan dan penyebaran syubhat serta fitnahan  ternyata masih terus disebarluaskan.
Berikut yang masih disebarluaskan:
fitnahan dan tuduhan keji yang masih terus disebarluarkan
Gambar 1. Screenshot fitnahan dan tuduhan keji yang masih terus disebarluarkan

Hal mana menunjukkan bahwa daurah masyaikh yang secara rutin tiap tahun diadakan dari sejak awalnya dibawah arahan dan bimbingan Asy Syaikh Rabi’ dan masyaikh sunnah lainnya – walhamdulillah – dicap dan dituding secara jorok hanya sebagai ajang reuni mantan LJ dan ajang politik!!!! Sungguh ini adalah kedustaan yang sangat nyata!!

Selasa, 02 September 2014

Asy-Syaikh al-’Allamah al-Muhaddits Muqbil bin Hadi al-Wadi’i hafizhahullah
Pertanyaan : Apa Hukum Hormat Bendera yang ada di Madaris dan Militer?

السؤال: ما حكم تحية العلم الموجودة في المدارس والعسكرية ؟


✔Jawab :
Hormat Bendera termasuk salah satu kemunkaran dari berbagai kemunkaran yang ada.
Wajib atas para pejabat penanggung jawab untuk merubahnya.
Wajib pula atas para ahlul ilmi untuk mengingkarinya. Karena itu merupakan bentuk penghormatan.
Sementara penghormatan itu untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian juga untuk kaum muslimin.
Ini (hormat bendera) juga termasuk perbuatan taqlid (membebek) kepada para musuh Islam.
Kalau saja para musuh Islam itu mengatakan, “tidak ada hormat bendera”, niscaya kamu lihat teman-teman kita itu (yakni kaum muslimin yang membebek kepada para musuh Islam tersebut, pen) juga akan meninggalkannya.

Namun memandang perbuatan tersebut (hormat bendera) tidak sampai kepada kesyirikan.
Kecuali

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

"Membaca satu ayat saja namun dengan tafakkur dan upaya memahaminya,
☑ lebih baik daripada membaca (al-Qur'an) sampai khatam namun tanpa tadabbur dan upaya memahaminya,

☑ dan lebih bermanfaat bagi hati, serta lebih mengantarkan kepada memperoleh iman, juga merasakan manisnya Al-Qur'an."

(Miftah Daris Sa'adah I/553)

Dari apa yg kedua telinga saya mendengarnya langsung dan hati saya mengingatnya pada malam yang penuh barakah ini dari Syaikhuna Al-’Allaamah Muhammmad bin Ali Adam Al-Atsyuby hafizhahullah.

Ketika itu saya disamping syaikhuna di Masjidil Haram, antara maghrib dan Isya, lalu ada seorang ikhwah yg datang dari daerah timur.

Dia bertanya kepada Syaikhuna tentang Asy-Syaikh Robi’ al-Madkholy. Maka jawaban Syaikh diantara yg beliau ucapkan kepadanya :
”Asy-Syaikh Robi’ seorang alim. Termasuk imam-imam Salaf di masa ini, dan membela akidah salaf dan saya mencintai beliau dan beliau mencintai saya.

Dan saya menggelari beliau sebagai Syu’bah-nya zaman ini, kalian mengenal Syu’bah bin Al-Hajjaj. Asy-Syaikh Robi’ itu Syu’bahnya zaman ini.

Dan orang-orang yg mencela beliau, yang menyifati kalau beliau terlalu keras, maka beliau memiliki pendahulu dari kalangan para ulama salaf. Dan tidaklah memusuhi beliau kecuali orang-orang yg menyimpang.”

Dan juga, apa yg beliau katakan kepada penanya : ”Pergilah kepada As-Syaikh Robi’ dan ucapkan salam kepada beliau dan katakanlah : ”Aku telah bertanya kepada Muhammad ‘Ali Adam tentang diri Anda, dan beliau berkata kepada saya : ”Asy-Syaikh Robi’ itu Syu’bah-nya zaman ini.”

Sabtu sore, 7 Ramadhan mubaarak di Masjidil Haram 1435 H.
Dinukil dari Akh Nashir Baarubas.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=145139#entry693328
Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary
Sumber: http://forumsalafy.net/?p=4462
(ditulis oleh: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari)
Isti’adzah
Isti’adzah adalah bersandar kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan mendekat ke sisi-Nya, untuk berlindung dari kejelekan setiap makhluk yang memiliki kejelekan. ‘Iyadzah itu untuk mencegah kejelekan.
Setelah beristiftah, sebelum membaca Al-Qur’an dalam shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ta’awudz (memohon perlindungan) kepada Allah Subhanahu wa ta’ala terlebih dahulu dengan mengucapkan:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terusir/dijauhkan (dari rahmat1) dari was-wasnya2, dari kesombongannya, dan dari sihirnya.”3 (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 1/92/1, Ath-Thabarani dalam Al-Kabir 1/78/2, dari Jubair ibnu Muth’im radhiallahu ‘anhu, dishahihkan dalam Irwa’ul Ghalil hadits no. 342)

Terkadang dalam ta’awudz tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menambah dengan:
أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terusir/dijauhkan dari rahmat, dari was-wasnya, dari kesombongannya, dan dari sihirnya.” (HR. Abu Dawud no. 775, dan lainnya, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu dengan sanad yang hasan sebagaimana dalam Irwa’ul Ghalil pembahasan hadits no. 342)
 Al-Imam Ahmad rahimahullah dalam Masa’il Ibni Hani’ (1/51) menyatakan, sepantasnya tambahan ini diucapkan sesekali.

Senin, 01 September 2014

✔Tanya Jawab Bersama Al Ustadz Muhammad As Sewed  hafidzohulloh di mushola An Nur Limo, Depok.
Tentang Gembong MLM Ayub Abu Ayub dan Cahyo (Muhammad Yahya) Serta Penjelasan tentang Dzul Akmal Riau
____________
Bagaimana taklim di Masjid Fatahillah yang mengisi Ustadz Ayub (dan) Cahyo apa boleh diikuti?

Jawaban:
Ustadz ayub itu bersama dzulqornain.. Saya sudah ucapkan berkali–kali..

ومن مع؟ ومن معه؟
العالم فاهم ... اللذيب ...

"Wa man ma'a, wa man ma'ahu. Al 'aalim faahim, alladziib..."
Pasti akan paham, apa yg dimaksud, bahwa dia bersamanya...

BAHKAN KETIKA BERTANYA KEPADA ABDUL HADI (AL UMAIRY -Pentranskrip.) TENTANG USTADZ LUQMAN, YANG BERTANYA ITU SUARA..... SUARANYA DIA,
SAYA TAHU ITU..

Saya sedih, karena saya... bukan, bukan benci secara pribadi..
Mereka, Masya Alloh, saya harapkan semoga dapat hidayah..
Tetapi na’udzubillah, kejelasan dari para ulama.. tidak berpengaruh sama dia sama sekali, pokoknya...pokoknya...

Wallohu ta’ala a’lam, Apa tertipu? atau ada keuntungan? Atau dua-duanya?
Wallohu Ta’ala a’lam bish showab.

Adapun cahyo saya tidak tahu. Kenapa saya tidak tahu.. Terakhir dia menyatakan bahwa dia berlepas diri dari mereka semuanya..
Perkembangan terakhir, antum yang lebih tahu kaya apa..
Wallohu ta’ala a’lam.


____________
Bagaimana dengan Ustadz Dzul Akmal ?


Jawaban:
Ikhwani fid diin a'azzakumulloh…
Ketika dia pulang disuruh untuk membacakan taubatnya, dia tidak seperti dzulqornain,..
Yang menunda-nunda, nunda-nunda, cari kesempatan yang PAS..
baru kemudian dibacakan ketika orang-orang sedang sibuk dengan daurohnya, sedang bicara dauroh, baru dia ngomong. Itu pun tidak dibuktikan oleh dia...

Tapi dzul akmal membacanya, langsung.. Bahkan dengan, waktu itu dengan Ustadz Luqman, dan sudah terjadi, eee.....ma'af-ma'afan sama mereka, Masya Alloh.

Sehingga pertanyaannya sekarang, apakah dia masih bersama dzulqornain?
Maka berarti masih belum benar taubatnya.

Atau dia hanya ingin ketemu syeikh fulan, ternyata syeikh fulan nggak ada... Sehingga, akhirnya bertemu dengan mereka.

Ini ikhwani fid diin a'azzakumulloh ini yang perlu kita pertanyakan...
Insya Alloh, tidak akan samar keadaannya, bersama berjalannya waktu...

Ditranskrip oleh Ikhwan
〰〰〰〰〰〰〰〰
WA Forum Berbagi Faidah. Dikutip dari WA Ittiba'us Sunnah

download audio
http://www.mediafire.com/listen/8b2uvraolyqia3c/kaifa_dzulain.mp3

Kamis, 21 Agustus 2014


Rujuk Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah**
(Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)
oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.

Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran, atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

Rabu, 20 Agustus 2014

Tuduhan "JAHIL"
Ya, apa yang kami ketahui sangat sedikit bila dibandingkan dengan apa yang belum kami ketahui, karena itu kami terus tholabul ilmi..

Tuduhan "PENYEBAR AIB"
Ya, kalo aib manhaj memang harus disebar supaya umat waspada dan tahu bahayanya. Ini yang dinasehatkan oleh para ulama..

Tuduhan "MENCAMPUR ADUKAN URUSAN PRIBADI DAN MANHAJ"
Tolong dirinci mana urusan pribadi, dan mana urusan manhaj. Kalo urusan manhaj dianggap urusan pribadi, berarti anda belum faham dengan manhaj salaf..

Persoalan Ihyaut Turots (IT), ali alhalaby, abul hasan, ibrohim ar ruhaily dll, yahya alhajury, radio rodja, dzulqarnain grup termasuk harits aceh dan org2 yang lembek dlm manhaj ( mumayyi'iin) adalah persoalan MANHAJ yang membahayakan dakwah salafiyyah..

Apakah ketika kami mengikuti arahan ulama dalam semua persoalan diatas, dianggap jahil, menyebarkan aib, dan mencampur adukan urusan pribadi dan manhaj??, dimana otak anda diletakkan?!!.

Apakah salah ketika kami ingin mendapatkan kejelasan bersikap dan bimbingan yang jelas dari orang yang kami hormati sebagai guru kami, terkait beberapa persoalan diatas?!!.

Jangan lempar batu sembunyi tangan,
"jauhi fitnah, jangan sibukkan dengan fitnah, ini bukan kapasitas kalian, belajar, belajar..hafalan qur'an kita masih sedikit, baca alquran aja belum benar..
dan bla...bla..bla...".

Beginikah caranya membimbing kami dalam manhaj?!,
Beginikah cara membimbing kami dalam menghadapi fitnah?!,

✔Kenapa berat untuk menyampaikan kepada kami fatwa dan bimbingan para ulama!!!, sehingga kami pun tenang..

✔"Kami lebih memilih sebagai orang yang jahil tetapi salafy, daripada thalabul ilmi atau 'alim tetapi mubtadi'."


Hasilnya kami yang berjuang ingin menyelamatkan manhaj harus dituduh sebagai pembuat masalah, tersangka utama sebagai pemicu keributan..
Wallohul musta'aan

Kami tidak akan kompromi dan akan tetap tegas dalam urusan manhaj sesuai dengan bimbingan para ulama dan asatidzah yang lurus manhajnya, kebatilan harus diingkari!

Kami yakin siapapun yang bermain-main dalam manhaj ini dia pasti akan terpelanting..

Kami memohon kepada Alloh Ta'ala kekokohan, keistiqomahan dan kesabaran...

Ya Alloh Ya Kariim..Tampakkan di hadapan kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan dan jauhkan kami darinya, sebagaimana Engkau tampakkan kepada kami kebenaran sebagai sebuah kebenaran dan dekatkan kami padanya..


Faidah dari Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafidzahullah

* Mumayyi'= lembek dalam manhaj, seperti kaum ikhwani-surury.

WA Forum Berbagi Faidah

Senin, 18 Agustus 2014

Penanya:
Pertanyaan tentang Dzulqarnain.

Asy-Syaikh Hani hafidzahullah:
Dzulqarnain, pembahasan tentangnya telah berakhir bagi kita dan bagi Masayikh kita, dan tidak ada sesuatu yang baru. Dan saudara-saudara kalian dan asatidzah telah menjelaskan perkataan Masyayikh, maka sepantasnya kalian menjauhinya.

Dan Dzulqarnain sangat disayangkan kalian semua mengetahui sejak saya berusaha mendekatkannya sejak keluarnya perkataan guru kita Syaikh Rabi’ yang pertama yang menjelaskan bahwa dia memiliki makar seperti makar Ali Al-Halaby, yaitu suka melakukan tipuan, dia menampakkan taubat dan menampakkan rujuk, menampakkan bahwa dia bersama Ahlus Sunnah, namun dari belakang teman-temannya menampakkan kecintaan, menampakkan ucapan, berbagai isu yang disebarkan, penyelisihan, dan hubungannya dengan sebagian orang-orang yang penuh syubhat dan mendatangi orang-orang yang terkena syubhat dan orang-orang yang tidak jelas.

Rabu, 13 Agustus 2014

PENGANTAR DARI ASY-SYAIKH RABI’ AL MADKHALI
terhadap 
BANTAHAN ASY-SYAIKH ARAFAT
TERHADAP SYAIKH MUHAMMAD AL-IMAM
بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه؛ أما بعد
Saya telah membaca apa yang telah ditulis oleh Asy-Syaikh Arafat bin Hasan Al-Muhammady tentang khutbah yang menegaskan atau menguatkan “perjanjian” bathil yang telah berlangsung antara Muhammad Al-Imam dan Rafidhah Hutsiyun yang merupakan musuh-musuh Kitab Allah, sunnah Rasul-Nya, musuh para Shahabat yang mulia, serta musuh Ahlus Sunnah. Hal itu sudah merupakan sifat Rafidhah sepanjang sejarah Islam. Ini adalah perkara yang diketahui oleh para ulama Ahlus Sunnah dan para penuntut ilmu, bahkan banyak kaum Muslimin yang awam. Sedangkan Muhammad Al-Imam sangat mengetahuinya dengan jelas. Kitab-kitab Rafidhah penuh dengan celaan mereka terhadap para Shahabat Rasulullah, mengkafirkan mereka, mengkafirkan Ahlus Sunnah, mengubah-ubah Al-Qur’an, tidak mengakui sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang tertulis dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim –pent) dan kitab-kitab As-Sunnah yang lainnya.

Diantara ucapan mereka adalah apa yang dikatakan oleh seorang Rafidhah zindiq yang bernama Ni’matullah Al-Jazairy tentang Rafidhah:  
“Kita tidak akan pernah bersatu dengan mereka –maksudnya Ahlus Sunnah– dalam hal sesembahan, nabi, dan imam. Hal itu karena mereka menyatakan bahwa Rabb mereka adalah yang mengutus Muhammad sebagai nabi, dan khalifah setelahnya adalah Abu Bakar. Sedangkan kita tidak mengakui Rabb yang seperti ini dan tidak pula mengakui nabi tersebut. Bahkan kita menyatakan bahwa Rabb yang khalifah yang menggantikan nabi-Nya adalah Abu Bakar maka Dia bukanlah Rabb kita, dan nabi tersebut bukanlah nabi kita.” (Al-Anwaar An-Nu’maniyyah, II/278)

Muhammad Al-Imam sangat mengetahui perkara ini dengan jelas, dan dia telah menulisnya di dalam kitabnya yang membantah Rafidhah Hutsiyun yang berjudul “An-Nushrah Al-Yamaaniyyah” dan dia mengetahui banyak sekali tentang kesesatan mereka. ٍSaya yakin dia mengetahui kebathilan dari kesepakatan ini yang telah menyakiti As-Sunnah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya, dan mereka pun sangat merasa tersakiti karenanya dan sangat mengingkarinya dengan keras. Sedangkan musuh-musuh mereka justru merasa senang dengannya sehingga mereka akan menjadikan kesepakatan tersebut sebagai pijakan untuk mencela Salafiyun secara umum dan mencela akidah dan manhaj  mereka. Jadilah mereka menuduh Ahlus Sunnah telah menjalin ukhuwwah dengan Rafidhah dan mereka pun telah memvonis kafir terhadap Muhammad Al-Imam disebabkan kesepakatan tersebut dan mengisyaratkan vonis kafir terhadap Salafiyun akibat kesepakatan tersebut.

Maka yang dituntut dari Muhammad Al-Imam adalah mengumumkan pembatalan kesepakatan yang bathil ini, yang keadaannya sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:
مَا كَانَ مِنْ شَرْطٍ لَيْسَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ
“Apa pun syarat yang tidak ada di dalam Kitab Allah Azza wa Jalla, maka syarat tersebut bathil walaupun ada 100 syarat.”

Pengumuman (taubat/rujuk) semacam ini benar-benar sedang ditunggu-tunggu oleh Salafiyun. Jadi, wajib atas Al-Imam  untuk segera mengeluarkan pengumuman tersebut, yang merupakan perkara yang diwajibkan oleh Islam atasnya, dengannya dia bisa lepas dari segala konskwensinya dan selamat dari kemurkaan Ar-Rahman.

Ditulis oleh:
Rabi’ bin Hady Umair

Relakah seorang Ahlus Sunnah – Salafy  mengatakan ini??


berikut terjemahnya :

…Segala puji bagi Allah yang telah berfirman:
“Sesungguhnya tiada lain orang-orang yang beriman itu bersaudara”
Maha benar Allah Yang Maha Agung (dengan segala firmanNya).

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada pemuka kita Muhammad dan kepada keluarganya yang suci, dan semoga Allah meridhai para shahabat beliau yang pilihan dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Kita adalah sesama muslim seluruhnya, Rabb kita satu, kitab kita satu, Nabi kita satu dan musuh kita satu, meskipun kita berbeda dalam detail  permasalahan yang bersifat furu’ (cabang). 
Islam mengharamkan darah, kehormatan, dan harta  sebagian kita atas sebagian yang lain sebagai sesama muslim.

Bersandarkan kepada hal ini, maka terjadilah  kesepakatan antara kelompok Ansharullaah yang diwakili oleh (as-Sayyid Abdul Malik Badruddiin al Hutsy)  dengan Salafiyin di Markiz an-Nuur di Ma’bar dan markiz-markiz lainnya yang mengikutinya diwakili oleh  (asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah al Imam) pada poin-poin sebagai berikut :

1. Hidup damai antara kedua belah pihak. Tidak saling bergesekan, tidak saling berbenturan, tidak saling berperang, dan tidak saling memfitnah walau bagaimana pun kondisi dan keadaannya. Kebebasan berpikir dan berwawasan terjamin untuk semua pihak.

2. Menghentikan pembicaraan yang berisi provokasi dan kebencian dari kedua belah pihak terhadap satu sama lain melalui berbagai media dan dalam kesempatan apapun. Sebaliknya menanamkan ruh persaudaraan dan kerja sama dengan semua.

3. Tetap menjaga hubungan baik antara kedua belah pihak dalam menghadapi kondisi atau kejadian apapun atau problem apapun, atau tindakan pribadi, atau upaya apapun dari pihak lain yang disusupkan untuk mengobarkan antara kedua belah pihak dan menghentikan perjanjian.

Inilah kesepakatan yang dibuat. Allah mengetahui segala maksud di balik ini.
Disepakati pada 28 Sya’ban 1435 H/26 Juni 2014 M

Pihak Pertama,
as-Sayyid ‘Abdul Malik Badru ad-Din al-Hutsi

Pihak Kedua,
asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdillah al-Imam

Senin, 11 Agustus 2014


Daurah-NasionalBerikut Ini Rekaman Duarah Nasional Miratsul Anbiya Ke 10 yang di adakan di Masjid Agung Manunggal Bantul Yogyakarta pada Hari Sabtu dan Ahad tanggal 13-14 Syawal 1435H yang bertepatan dengan tanggal 09-10 Agustus 2014 M Hari Sabtu 13 Syawal 1435H
1. Tausiyah Ba’da Sholat Shubuh Al Ustadz Abu Muawiyah Asykari
2. Biografi Pemateri Daurah Miratsul Anbiya ke 10
3. Pembukaan Daurah Miratsul Anbiya Ke 10
4. Sesi 1 Muhadharah Asy Syaikh Khalid az Zhafiri (Wasiat-wasiat Nabi untuk Taat kepada pemerintah)
5. Sesi 2 Muhadharah Asy Syaikh Hani bin Buraik (Kiat-kiat untuk kokoh di atas al haq)
6. Sesi 3 Muhadharah Asy Syaikh Ali al Hudzaifi & Teleconference Asy Syaikh Rabi’ al Madkhali (Hati-hati dari Khawarij Teroris)

Hari Ahad 14 Syawal 1435H
1. Sesi 1 Muhadharah Asy Syaikh Badr bin Muqbil  (Hati-hati jangan berbicara tanpa Ilmu)
2. Sesi 2 Muhadharah Asy Syaikh Ali al Hudzaifi (——)
3. Sesi 3 Muhadharah Asy Syaikh Khalid az Zhafiri (Penjabaran tentang Rukun Islam)
4. Sesi 4 Muhadharah Asy Syaikh Hani bin Buraik (Bertawakkalah di mana kalian berada)
5. Sesi 5 Muhadharah Asy Syaikh Badr bin Muqbil (Pendidikan Anak dalam Agama Islam)

****************************************
Sumber : radiorasyid.com
Apik Elek Bloge Dewek