:::: MENU ::::

Minggu, 15 Juni 2014

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed Di samping golongan para pengingkar sunnah yang menolak hadits-hadits shahih dengan akal dan hawa nafsunya, ada pula golongan yang “sok tahu”. Mereka berbicara sesuatu tanpa ilmu. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu akan keluar dari segitiga bermuda, Dajjal adalah Amerika karena memandang dengan sebelah mata yaitu mata dunia, Ya’juj wa ma’juj adalah pasukan mongol dan lain-lain.

Maka pada kesempatan kali ini akan kami bawakan beberapa dalil dan ucapan para shahabat dan ulama yang membimbing kita untuk bejalar mengatakan “tidak tahu” terhadap hal-hal yang memang tidak diketahui, apalagi pada perkara-perkara ghaib yang tidak ada perincian dan penjelasannya dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Jumat, 13 Juni 2014

Bismillahirrahmanirrohim
KABAR TENTANG PARA MUALLAF
1Pada akhir bulan Muharram 1435 H yang lalu, ada seorang teman dari Poso mengabarkan tentang masuk islamnya beberapa orang suku terasing di Desa Dongkalan Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO) Sulawesi Tengah. Mereka adalah suku terasing Lauje atau yang lebih dikenal oleh warga setempat dengan sebutan “Orang Bela”. Walaupun Bapak Bupati PARIMO lebih menganjurkan untuk memanggil mereka dengan sebutan “Orang La Uje Asli”, agar lebih menghargai mereka. Karena kegiatan misionaris Canada (Amerika), mayoritas mereka sudah di kristenkan. Mereka mendiami pegunungan Pantai Timur (istilah untuk wilayah pesisir timur provinsi Sulawesi Tengah). Alhamdullillah ada beberapa orang dari mereka yang tersentuh hidayah untuk memeluk Islam, sehingga mereka pun menjadi muallaf.

Rabu, 04 Juni 2014


Bolehkah Menjual Uang Kertas1
BOLEHKAH JUAL BELI UANG KERTAS
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
| | |
Pertanyaan: 
Apa hukum membeli uang kertas dan menjualnya kembali jika nilainya naik?

Jawaban:
Muamalah dengan menjual dan membeli mata uang disebut penukaran mata uang. Penukaran mata uang harus dilakukan dengan serah terima secara langsung di tempat transaksi. Jika terjadi serah terima langsung di tempat transaksi maka hal itu tidak masalah. Maksudnya jika seseorang misalnya menukar Riyal Saudi dengan dollar Amerika maka hal ini tidak masalah, walaupun dia mengharapkan keuntungan di masa mendatang. Hanya saja dengan syarat dia mengambil dollar yang dia beli dan menyerahkan uang Saudi yang dia jual. Adapun tanpa serah terima secara langsung di tempat maka hal tersebut tidak sah, dan hal itu termasuk riba nasi’ah.

Sumber artikel:
Fataawaa Ulama Al-Balad Al-Haram, hal. 701
Alih bahasa: Abu Almass
Senin, 4 Sya’ban 1435 H

Mengunjungi-Candi-Borobudur
BOLEHKAH MENGUNJUNGI CANDI BOROBUDUR?
al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad al-Makassari
| | |
Pertanyaan: 
 Apa hukumnya berkunjung ke tempat-tempat wisata yang merupakan tempat ibadah orang kafir seperti Candi Borobudur dan semisalnya?  [ Rasyid Ariefiandy; salafy…@myquran.com]

Jawab:
Alhamdulillah.
Ini adalah perbuatan yang di dalamnya terdapat perkara-perkara yang bertentangan dengan syariat Islam, di antaranya:

Mendatangkan Arwah1
BOLEHKAH MENDATANGKAN ARWAH
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
| | |
Pertanyaan: 
Apakah hukum mendatangkan arwah dan apakah hal itu termasuk jenis sihir?

Jawaban:
Tidak diragukan lagi bahwa mendatangkan arwah termasuk salah satu jenis sihir atau termasuk perdukunan. Arwah yang didatangkan tersebut hakekatnya bukan arwah orang-orang yang telah meninggal seperti yang mereka katakan, tetapi syetan-syetan yang menjelma seperti orang-orang yang sudah meninggal itu dan mereka mengatakan: “Aku adalah ruh si fulan atau aku adalah si fulan.” Padahal hakekatnya syetan. Maka perbuatan semacam ini tidak boleh.

Arwah orang-orang yang sudah meninggal tidak mungkin dihadirkan, karena sudah berada di genggaman Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى
“Allah memegang jiwa ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia menahan jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Jadi arwah itu tidak seperti yang diklaim sebagian orang, yaitu bisa datang dan pergi, tetapi Allah saja yang mengaturnya. Jadi perbuatan mendatangkan arwah adalah bathil dan termasuk jenis sihir dan perdukunan.

Sumber artikel:
Al-Muntaqaa min Fataawa Al-Fauzan, 2/134-135, pertanyaan no. 109
Alih bahasa: Abu Almass
Kamis, 7 Sya’ban 1435 H

Senin, 02 Juni 2014

Al Ustadz Abu Karimah Askari hafidzahullah :
"Demikianlah para 'ulama kita mengajari kita"

Al Ustadz Afifuddin hafidzahullah :
"Ini merupakan pelajaran amaliyah (amal nyata) besar, dari seorang alim robbani yang bijak.
Ahlussunnah di semua tempat, mereka memiliki (prinsip) :
'ilmu tentang al-haq dan beramal dengannya, lebih mengedepankan al-haq di atas segala sesuatu.
Senantiasa mengikuti dan mengagungkan al-haq, berhukum dan kembali kepadanya.'
Sehingga mudah bagi mereka untuk rujuk kepada al-haq tatkala telah jelas al-haq tersebut bagi mereka.
Rujuk kepada al-haq merupakan keutamaan, sedangkan keras kepala di atas kebatilan merupakan kehinaan.
Kita memohon taufiq kepada Alloh."

Al Ustadz As Sarbini hafidzahullah :
"Alloh telah meninggikan kedudukan Adam 'alaihissalam sampai ke derajat nabi, dan Alloh memilihnya sebagai nabi setelah taubatnya Adam 'alaihissalam dari dosanya.
Keras kepala di atas kebatilan tidak lain itu merupakan diantara kebiasaan iblis"

Al Ustadz Ayip Syafrudin hafidzahullah :
"Sikap itu merupakan sikap tawadhu beliau hafidzahullah.
Sikap ketulusan beliau untuk senantiasa berjalan di atas al-haq.
Rujuk dan taubat seorang hamba Alloh adalah sebuah kemestian, karena taubat atau rujuk pada kebenaran adalah sesuatu yang diajarkan dalam syariat yang mulia ini.
Tidaklah seseorang bersikap tawadhu karena Alloh kecuali Alloh akan meninggikannya.
Peristiwa ini memberi pelajaran emas yang teramat berharga bagi kitadari seorang alim.
Semoga kita bisa memetik pelajaran emas ini. "

sumber : Whatsapp Miratsul Anbiya Indonesia 10
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
| | |
Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban:
Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. 

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka.

Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara. Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

Sumber artikel:
Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209
Alih bahasa: Abu Almass
Kamis, 23 Rajab 1435 H
بسم الله الرحمن الرحيم
Di antara gambaran totalitas masyaikh kita terhadap al-Haq

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Shalawat dan Salam kepada Nabi dan Rasul termulia
Amma Ba’d
Telah terjadi penelponan pada pagi hari Rabu, tanggal 29 Rajab 1435 H kepada ayah dan syaikh kami asy-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah al-Jabiri hafizhahullah.
 Aku bacakan kepada beliau perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari kitab Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, “Fulan lebih jelek dari Iblis.” (IV/506-510).
Syaikhuna- yang mulia- telah rujuk dari ucapan beliau “Iblis Yaman.”
Beliau (asy-Syaikh ‘Ubaid) berkata, “Aku rujuk, aku memohon ampun dan bertaubat kepada dari ucapan tersebut.”
Beliau menyampaikan kepadaku, agar aku menyebarkan pernyataan rujuk beliau ini.
Aku memohon kepada Allah agar meninggikan kedudukan Syaikh kami dan menjaganya.
Akhir dakwah kami adalah “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”.
Yang menelpon dan membacakan (kepada beliau)
Murid beliau
Muhammad Abdurrahim Ikhwan
Madinah Nabawiyah
# http://www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=20841
Sumber: WA Miratsul Anbiya Indonesia
Bahaya Rodja dan Suami Dayyuts1
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ  … وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung”
(QS. An-Nuur: 31)
Telah sekian tahun yang lalu sebenarnya mendapatkan kisah seorang ikhwah yang menikah dengan mantan akhwat Sururi betapa istrinya memiliki pengalaman berharga di dalam sebuah dauroh yang melibatkan seorang “pakar hadits” Indonesia, Abdul Hakim Abdat dimana keberadaan tabir atau ruangan tersendiri yang terpisah dinding tembok yang kokoh diantara peserta putra dan putri hanyalah sebuah “lipstick”, dengannya bukanlah sebuah halangan untuk tidak bisa menadhor sang ustadz pujaan.
Pada ruangan peserta wanita telah disediakan fasilitas layar televisi atau layar besar agar seluruh peserta wanitanya bisa memandang dan mengamati gerak-gerik, mimik, aksi dan gerakan bibir sang dai kondang secara lebih detail, leluasa dan cermat selama acara berlangsung tanpa ada yang merasa diganggu dengannya.

Tetapi itu semua hanyalah cerita …..sampai kemudian di era fb (fergaulan bebas) diantara pria dan wanita sekarang ini dari kalangan tetangga sebelah yang memamerkan sendiri aktifitas tersebut yang ternyata telah menjadi ciri khas mereka walaupun pada galibnya terjadi hal yang sebaliknya, menadhor akhwat yang didampingi mahramnya adalah hal yang lumrah ditempuh dalam prosesi awal dari sebuah rencana pernikahan.

NONTON USTADZ?
Tahun demi tahun telah berlalu dan akhirnya perilaku menonton ustadz tanpa terasa telah menjadi kebiasaan lumrah di kalangan wanita Halabiyun Rodjaiyun untuk menyaksikan atau melihat Syaikhnya selama kajian/dauroh yang berlangsung yang terkadang berlangsung sampai beberapa jam.

Di sini, bukanlah tempatnya untuk menghukumi dengan memastikan bahwa para muslimah yang hadir tersebut SEMUANYA MELIHAT WAJAH USTADZNYA yang ada di depan layar akan tetapi ingin membuktikan bahwa PERILAKU MENONTON USTADZNYA BENAR-BENAR DIFASILITASI PENUH UNTUK SEMUA YANG HADIR pada acara kajian/daurohnya, lepas apakah mereka memanfaatkan fasilitas tersebut ataukah tidak.

Dan bagian dari perubahan perilaku wanita Halabiyah Rodjaiyah dari tarbiyah Halabiyah yang telah berlangsung sekian lamanya semacam itu adalah dengan semangkin menipis dan memudarnya rasa malu akan hal itu, yakni efek difasilitasinya menadhor ramai-ramai wajah lelaki asing atau bahkan suami orang yang dihadirkan menjadi lekat, dekat di depan mata.

Sampaipun perilaku yang semestinya mendatangkan rasa malu dan rasa cemburu yang syar’i tersebut telah berubah menjadi perilaku bangga tanpa malu yang dipertontonkan ke ruang publik. Allahul musta’an.
… وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا … (٢٦)
…dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya…(QS. Yusuf:26)
Simak tampilan foto-foto yang diunggah ke ruang publik oleh kaum wanita Halabiyah dan entah dimana keberadaan para suami atau mahram para wanita tersebut tatkala istri atau saudara wanitanya melakukan aktifitas semacam ini?
Para-Akhwat-dan-Ummahat-difasilitasi-untuk-nobar
Gambar 1. Para Akhwat dan Ummahat difasilitasi untuk nobar (nonton bareng). Sedang berlangsung kajiyan rutin di msjd.Ar’Rahmat slipi….ustdz.Firanda andirja.

Simak lagi, "Pakar hadits" Indonesia pun ketika difasilitasi untuk dijadikan sebagai tontonan bareng sebagaimana bukti di bawah ini…
nobar-nonton-Abdul-Hakim

Gambar 2. Nampak Pakar hadits Indonesia difasilitasi hadir begitu dekat berekspresi di hadapan kaum wanitanya

Bilakah akan tumbuh rasa cemburunya jika sang suamilah yang memiliki andil paling besar terjadinya perubahan perilaku si istri? Justru dialah yang ridha bahkan rutin mengantarkan sang Istri tercinta ke tempat-tempat taklim untuk menyaksikan wajah para dai pujaannya?

Bahaya TV Rodja Bagi Salafiyyin dan Salafiyyah
Kami katakan demikian karena mereka mengaku sedang mendakwahkan dakwah salafi dan selayaknya bukti ini menjadi hujjah atas pengakuannya sendiri walaupun sejatinya bahaya tersebut mencakup bahaya syar’inya bagi segenap kaum muslimin dan muslimah.

Yang begitu memilukan, “Trendy Halabiyah” semacam perilaku pada bukti-bukti foto yang diunggah ke ruang publik di atas bisa dilakukan tanpa harus jauh-jauh beranjak keluar rumah!! Di dalam rumahpun, wanita Rodja begitu leluasa untuk menyaksikan dai pujaannya, bahkan mengikuti trendy pakaian sang idola dan sampai pada tataran perilaku di kalangan muslimah Halabiyah semacam ini dipamerkan pula ke ruang publik!!!

Para-muslimah-korban-dakwah-Firanda-TV-Rodja
Gambar 3. Para muslimah korban dakwah Firanda-TV Rodja. Ittaqillah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Bisakah kita membayangkan bahwa televisi-televisi Rodja yang ada di dalam rumah-rumah para pemirsanya telah berhasil “menciptakan” perubahan perilaku muslimah menjadi seperti itu? Itu hanyalah satu contoh kasus yang mengemuka dari entah berapa puluh atau bahkan berapa ratus atau berapa ribu para pemirsa setia Rodja terutama para muslimah yang dididik oleh para dai Halabiyun Rodja TV untuk “merasa” legal secara syar’i menyaksikan para lelaki asing yang sebagian besarnya tentu saja para muslimah tersebut tidak memiliki akun facebook untuk bebas mengemukakan isi hatinya terhadap para dai Halabiyun pujaannya yang ditontonnya setiap hari..Allahul musta’an.

Lelaki Yang Tidak Memiliki Rasa Cemburu??
“Sebagian suami sama sekali tidak memiliki rasa cemburu, jika istrinya keluar dari rumahnya kemudian dilihat oleh para lelaki, atau istrinya bercampur dengan para lelaki di tempat kerja, atau istrinya berdua-duaan dengan seorang lelaki lain di mobil, atau istrinya berbicara dengan lelaki lain di telepon, atau istrinya berbicara lama dengan lelaki lain di hadapannya, atau saling sms-sms-an dengan lelaki lain, dan seterusnya…kemudian ia tidak merasa cemburu….lelaki macam apakah ini yang tidak cemburu….

Tidak adanya rasa cemburu inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan di masyarakat, timbulnya berbagai macam penyakit sosial…
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam telah jauh-jauh mewanti-wanti bahaya sifat ini, beliau bersabda
ﺛَﻼ‌َﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ
Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits ‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]

Dayuts adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu karena istrinya.
[Lisanul ‘Arab II/150, An-Nihayah fi ghorinil hadits IV/112]

Para ulama memandang sikap seperti ini merupakan dosa besar. [Al-Kabair I/54]
Namun yang menyedihkan yang terjadi di zaman ini, betapa banyak lelaki yang membiarkan istrinya terbuka menjadi bahan tontonan para lelaki, membiarkan para lelaki bergolak syahwatnya kerana melihat istrinya…. bahkan ia bangga dengan hal itu…, bangga kalau istrinya jadi barang tontonan, bangga jika aurat istrinya jadi pemuas nafsu pandangan para lelaki….

Bahkan sebagian kaum muslimin -yang terpengaruh dengan gaya hidup orang-orang kafir- memandang bahwasanya merupakan bentuk kemajuan dan modernisasi jika istrinya bertemu dengan sahabat lelaki suami maka sang istri mencium lelaki tersebut…

Bagaimana seorang mukmin yang sejati tidak cemburu melihat istrinya dicium oleh lelaki lain…??? inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun” –selesai penukilan- "

Tahukah pembaca siapa yang telah menuliskan, menguraikan dan memperingatkan kaum lelaki dari salah satu dosa besar, Dayyuts yakni orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya di atas? Dia adalah orang yang bernama Firanda, ya’ yang dipuji-puji betapa baguuuusnya bajunya dan bla…bla..bla..orang para istri / muslimah sebagaimana pada bukti gambar nomor 3.
Cara-Firanda-Memperingatkan

Gambar 4. Cara Firanda Memperingatkan, Suami Sejati jangan menjadi Dayyuts dengan tampilnya dirinya di depan istri-istri mereka!!
Url bukti:

www.firanda.com “Tebarkan Ilmu, Tumbuhkan Amal, Petiklah Ridlo Ilahi” – Suami Sejati ( bag 13) “Diantara Kesalahan Suami: Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu” – http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/168-suami-sejati-bag-13-diantara-kesalahan-suami-lalai-untuk-mendidik-istrinya-dan-tidak-memiliki-rasa-cemburu

Duhai kemana para suami sampai istrinya berperilaku seperti itu? Lalu bagaimana teknik para ustadz Halabiyunnya mentarbiyah para pengikutnya agar terhindar dan terjauhkan dari perbuatan dosa besar, cap dayyuts jika TV Rodja sendiri dan model taklim/daurah para dainya malah menjadi motivator dan fasilitator terbesar berkedok media dakwah yang efektif dalam menjangkau berbagai berbagai penjuru wilayah dan lapisan masyarakat untuk menumbuhsuburkan kemunculan para dayyuts? Allahul musta’an

Bukankah Perahu Layar tidak akan berjalan di atas trotoar?
Sungguh kita tidak mengira bahwa di depan mata kita benar-benar telah muncul generasi muslimah yang bersemangat untuk meneladani salafush Shalih namun menganggap biasa berlama-lama memandangi lelaki asing atau suami orang lain melalui kotak ajaib Televisi bertajuk Rodja TV, Ahsan TV dan yang sehizby dengannya yang dimasukkan oleh para suami di rumah-rumah mereka atau bahkan melalui layar proyektor besar yang bisa melipatgandakan besarnya wajah para dainya yang difasilitasi oleh para panitia kajian dan daurah Halabiyun …..
inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun”.

Bimbingan Ulama Kibar dalam Permasalahan ini
Asy Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan.
Kenapa penjelasan beliau yang kita pilih? Karena selama ini beliaulah yang paling sering dipakai untuk menjustifikasi perbuatan tersebut, menonton pria, para dai dan ulama di televisi ketika menyampaikan ceramah bahkan mendirikan stasiun televisi untuk memfasilitasi secara penuh perilaku semacam ini.

Syaikh-Fauzan-sebagai-dalih-utama
Gambar 5. Syaikh Fauzan sebagai dalih utama, membolehkan muslimah melihat wajah da’i Indonesia melalui stasiun televisi yang telah diizinkan kepadanya untuk didirikan?!? Ataukah itu televisi khusus hanya untuk pemirsa lelaki saja (senyum)?


*****************************************************************************************************************************
Silakan simak dialog bersama Syaikh Fauzan hafizhahullah di link di bawah ini yang pernah kami publish:

1. BOLEHKAH PARA WANITA MELIHAT PARA ULAMA DI TELEVISI?  ==>   http://forumsalafy.net/?p=1888
embed id=”ply” width=”320″ height=”41″ type=”application/x-shockwave-flash” src=”http://www.shoutcheap.com/flashplayer/player.swf” quality=”high” allowfullscreen=”false” allowscriptaccess=”always” flashvars=”file=http://archive.org/download/BolehkahWanitaMelihatParaUlamaDiTelevisiAsySyaikhShalihAlFauzan/Bolehkah%20wanita%20melihat%20para%20ulama%20di%20televisi-asy%20syaikh%20shalih%20al-fauzan.mp3&type=mp3&volume=50&” bgcolor=”#FFFFFF” />
2. BOLEHKAH MEREKAM CERAMAH DENGAN VIDEO? ==> http://forumsalafy.net/?p=2777

3. BOLEHKAH MEMASUKKAN TELEVISI DI RUMAH?  ==>  http://forumsalafy.net/?p=3394

**************************************************************************************************************************

Kegagalan Total Dakwah Firanda-Halabiyun Rodja TV Membentuk Generasi Lelaki Sejati
Sesungguhnya jika kita memahami benar apa yang telah dituliskan oleh Calon Doktor Halabiyun Firanda dalam tulisannya yang bertajuk Suami Sejati, Diantara Kesalahan Suami:  Lalai untuk Mendidik Istrinya dan Tidak Memiliki Rasa Cemburu maka keberhasilan dakwahnya adalah dengan mendakwahkan para pengikutnya sebagai Lelaki Sejati yang tiada lalai mendidik istrinya dan lelaki yang memiliki rasa cemburu jika melihat perbuatan sang istri yang dicintainya tiada mendatangkan ridha Allah Ta’ala.

Tatkala tarbiyah Halabiyah yang mereka lakukan pada satu sisi memperingatkan bahayanya dayyuts, suami yang tiada memiliki rasa cemburu terhadap tingkah sang istri namun pada sisi yang lain Firanda dan segenap para dai Halabiyun Rodja TV justru menjelma sebagai motor dan fasilitator besar yang mengarahkan dan membetot terjadinya perubahan perilaku para wanita muslimah, para istri untuk bisa betah berlama-lama memandangi mereka baik melalui TV maupun layar besar yang bisa melipatgandakan sekian ratus persen besaran wajah para dainya (yang notabene bukanlah mahramnya!!)  begitu dekat di depannya dengan kemasan aman “kemaslahatan dakwah yang sangat efektif menembus seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru daerah ” maka inilah sesungguhnya yang menjadi wasilah besar fitnah di kalangan muslimah dan bahaya laten kemunculan para Dayyuts, wal ‘iyadzubillah.

Sehingga keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun TV Rodja untuk membentingi kaum hawa dari fitnah mereka dan membentuk Lelaki Sejati sesungguhnya adalah keberhasilannya memperingatkan kaum muslimin, para suami atau para mahram dari para wanita muslimah mereka agar menghindarkan diri dari menonton TV Rodja yang notabene menampilkan para lelaki yang bukan mahramnya. Keberhasilan dakwah Firanda-Halabiyun Rodja adalah memperingatkan para wanita muslimah untuk  memiliki dan menumbuhkan rasa malu, melindungi mereka dari perilaku menonton para lelaki yang bukan mahramnya.

Sejati-takkan-pernah-biarkan-istrinya-berperilaku-betah-berlama-lama-memandangi-lelaki-asing
Gambar 6. Lelaki Sejati takkan pernah biarkan istrinya berperilaku betah berlama-lama memandangi lelaki asing (baca:Rodjatv et.all)

Engkau Yang Memperingatkan Engkau pula yang Menghancurkan….
Dayyuts, Profil Seorang Suami & Bapak Yang Buruk Bagi Keluarganya
……
Imam Ibnul Qayyim ketika menjelaskan dampak buruk perbuatan maksiat, di antaranya perbuatan ad-diyatsah/ad-dayytus (membiarkan perbuatan buruk dalam keluarga) yang timbul karena lemah atau hilangnya sifat ghirah dalam hati pelakunya, beliau berkata, “…Oleh karena itulah, ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan baginya masuk surga, demikian juga orang yang membolehkan dan menganggap baik perbuatan zhalim dan melampaui batas bagi orang lain. Maka perhatikanlah akibat yang ditimbulkan karena lemahnya sifat ghirah (dalam diri seseorang).

Ini semua menunjukkan bahwa asal (pokok) agama (seseorang) adalah sifat ghiroh. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat ghirah maka berarti dia tidak memiliki agama (iman). Karena sifat inilah yang akan menghidupkan hati (manusia) yang kemudian menghidupkan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga anggota badannya akan menolak (semua) perbuatan buruk dan keji (dari diri orang tersebut). Sebaliknya, hilangnya sifat ghirah akan mematikan hati (manusia) yang kemudian akan mematikan (kebaikan pada) anggota badannya, sehingga sama sekali tidak ada penolak keburukan pada dirinya…” (Kitab Ad-Da-u wad Dawaa’, hal. 84)

Adapun keburukan terhadap agama istri dan anak-anaknya, dengan membiarkan atau menuruti keinginan mereka dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat, ini berarti menjerumuskan mereka ke dalam jurang kehancuran.
Seorang istri bagaimana pun baik sifat asalnya, tetap saja dia adalah seorang perempuan yang lemah dan asalnya susah untuk diluruskan, karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, ditambah lagi dengan kekurangan pada akalnya. –selesai penukilan-
Url bukti: Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak | Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah –http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dayyuts-profil-seorang-suami-dan-bapak-yang-buruk-bagi-istri-dan-anak-anak.html

Penulisnya adalah Abdullah Taslim yang sedang memperingatkan keras dari bahayanya Dayyuts terhadap istri dan anak-anak mereka, dan lihatlah sekarang bagaimana salah seorang dedengkot RodjaTV sedang bermimik wajah di dalam kotak ajaib Rodjatv untuk bisa dinikmati oleh kaum wanita di rumah-rumah mereka (ingat, Rodjatv bukanlah tv khusus para lelaki sejati):

abdullah-taslim.
Gambar 7. Dia yang memperingatkan para lelaki dari Dayyuts, Profil Seorang Suami dan Bapak yang Buruk Bagi Istri dan Anak-Anak tetapi dia pula yang membiarkan istri-istri dan anak-anak para suami dan bapaknya berbetah-betah menonton Abdullah Taslim, Rodjatv, “lelaki” yang bukan mahram mereka (mohon ma’af, untuk keperluan pembuktian, kami sengaja menampilkan utuh wajah yang bersangkutan agar tidak tersamarkan dari wajah orang yang lain).

Wahai para suami….wahai para bapak keluarga penikmat Rodjatv… pernahkah istri-istri kalian, wanita-wanita kalian berlama-lama memandangi kalian sebagaimana berlama-lama memandangi para lelaki asing yang bukan mahram mereka di dalam kotak ajaib berjudul Rodjatv???

Apakah kalian lebih gagah dari Abdullah Taslim? Apakah Kalian lebih tampan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih cerdas dan lebih berpendidikan dari Abdullah Taslim? Apakah kalian lebih berintonasi…apakah…apakah??? Sungguh itu semua adalah fitnah!!!!….Bagi kalian…bagi istri-istri kalian dan bagi muslimah-muslimah kalian untuk dididik mencerabutkan rasa malu dari dalam-dalam dada dari perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh para muslimah…memandangi para lelaki yang bukan mahramnya..Allahul musta’an.

Bukankah Halabiyun yang membangunnya….Halabiyun pula yang menghancurkannya??
Jujurlah…..walau sekadar memberikan jawaban di dalam dada…
Sungguh merupakah musibah besar jika kami dan kalian telah menganggap perilaku semua itu adalah hal yang biasa jika dilakukan dalam bingkai dakwah!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Maka jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, munculnya hasungan dari para dedengkot Halabiyun sehingga dengan dakwah mereka melalui TV Rodja menjadikan para lelaki justru bersemangat memasukkan kotak-kotak ajaib ke rumah-rumah mereka dengan berkedok dakwah demi memfasilitasi para istri dan keluarga muslimahnya betah berlama-lama menonton para lelaki asing dan bertenang-tenang membiarkan perilaku semacam ini sebagai rutinitas harian, mingguan, tahunan maka sungguh generasi lelaki Tak Sejati, generasi dayyuts telah benar-benar menjadi bahaya laten dari Tarbiyah Halabiyah yang dihasilkan oleh TV Rodja. Allahul musta’an.

Sadarlah wahai ukhti muslimah… para ummahat….
Sadarlah wahai para suami, kakak dan adiknya…
Dimana “engkau” wahai cemburu syar’iy berada?
Lihatlah kemana Tarbiyah Halabiyah Rodjaiyah mengarahkan kalian dan kemana pula bimbingan Asy Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah meneladankan?
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk rujuk kepada kebenaran dan mengumpulkan kita semua di jannahNya, amin.

Selasa, 20 Mei 2014


Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah :

Seorang muslim yang melakukan kemaksiatan akan terhindar dari hukuman -akibat perbuatan-nya, dengan 10 perkara/sebab:


1. Bertaubat kpd  اللَّـہ dengan taubat yang jujur  sehingga  اللَّـہ akan menerima taubatnya, karena sesungguhnya seseorang yang bertaubat-dengan taubat yg jujur- dari suatu dosa -keadaannya- seperti tidak ada dosa baginya.

2. Beristighfar kpd  اللَّـہ sehingga  اللَّـہ akan mengampuninya.

3. Mengerjakan kebaikan sehingga kebaikan tersebut dapat menghapuskan kejelekannya.
Karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan.

4. Mendapatkan do'a dan permintaan ampunan untuk dirinya dari saudara-saudaranya kaum mukminin.

5. Mendapatkan hadiah pahala dari sebagian pahala amalan saudara-saudaranya yg dengannya  اللَّـہ akan memberikan manfaat kpdnya.


6. Mendapatkan syafa'at dari Nabi kita Muhammad Shalallahu 'alaiihi wa salam.

7. Mendapatkan ujian berupa musibah-musibah dari  اللَّـہ ketika di dunia yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

8. Mendapatkan ujian ketika di alam barzakh yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

9. Mendapatkan ujian ketika di padang mahsyar berupa keadaan-keadaan yang mengerikan yang dengannya akan menghapuskan dosa-dosanya.

10. Mendapatkan rahmat dari Dzat yg Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya.

Maka barangsiapa yang terluputkan darinya 10 perkara tersebut, janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.

▪Sumber : Majmu' Fatawa jilid 10 halaman 45 .

〰〰〰〰〰〰〰〰
Dikirim oleh Al-akh Syuhada' Jakarta
WA Forum Berbagi Faidah. Dikutip dari grup SLN
Dosa kecil bisa menjadi besar karena lima sebab:

1. Terus-menerus dikerjakan.
2. Menganggapnya remeh.
3. Terang-terangan melakukannya.
4. Senang dan berbangga dengan perbuatannya.
5. Dosa tersebut dilakukan oleh seorang 'alim atau orang yang dijadikan panutan.

Wallahu a'lam.

Minggu, 18 Mei 2014

Telah ramai diberitakan di berbagai media pemublikasian gerakan berlabelkan Islam dari sebuah kelompok ekstrim bernama Boko Haram di Nigeria yang sangat sadis yang dipimpin oleh Abu Bakar Shekau.
kelompok teroris Boko Haram
Berbagai media di luar negeri telah secara luas mempublikasikannya, sebagiannya adalah media berbahasa Indonesia seperti pada link berikut:
Kelompok Teroris Klaim Culik Ratusan Anak Perempuan di Nigeria – US – http://us.m.news.viva.co.id/news/read/502083-kelompok-teroris-klaim-culik-ratusan-anak-perempuan-di-nigeria

Yang sesungguhnya berita-berita tersebut untuk melemparkan gambaran-gambaran yang sangat jelek lagi jahat terhadap Islam dan kaum muslimin. Berikut ini sikap Salafiyun Ahlussunnah yang secara tegas menentang, melawan dan memperingatkan umat dari kejahatan dan kesesatannya:

Mufti Kerajaan Arab Saudi Asy-Syaikh Abdul Aziz Alus Syaikh telah mengeluarkan fatwa bahwa kelompok Boko Haram di Nigeria adalah kelompok sesat dan termasuk Khawarij, dan beliau mensifati perbuatan mereka sebagai tindakan yang buruk terhadap Islam dan umat Islam. Dalam pembicaraan melalui telepon dengan surat kabar Al-Hayaat pada hari Jum’at, 9 Mei 2014, beliau menambahkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok Boko Haram adalah tindakan yang merusak. Hal itu beliau sampaikan ketika mengomentari pembantaian yang mereka lakukan yang menelan 300 korban jiwa di Nigeria. Beliau juga menjelaskan bahwa penculikan terhadap para pelajar putri yang mereka lakukan termasuk perbuatan kelompok sesat. Walaupun kelompok tersebut menyerukan jihad, namun hakekatnya mereka adalah kelompok yang bodoh dan dengki terhadap Islam dan umat Islam. Hal ini beliau ungkapkan untuk menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak di atas kebenaran dan petunjuk. Karena Islam sangat menentang penculikan, pembunuhan, dan permusuhan.

Sedangkan berkaitan dengan ancaman yang dilontarkan oleh kelompok tersebut yang akan menikahi para gadis yang tak berdaya itu dengan anggota kelompok tersebut, beliau mengatakan: “Menikahi para gadis yang diculik tidak boleh dan haram, karena hak menikahkan bukan di tangan para penculik.” Beliau menegaskan bahwa mereka adalah kelompok yang merusak yang tujuan sebenarnya adalah melemparkan gambaran yang buruk terhadap Islam. Mereka wajib untuk dinasehati, menjelaskan kepada mereka bahwa sikap mereka itu sangat buruk, dan mengingkari tindakan mereka, karena mereka adalah kelompok yang zhalim.

Pernyataan tegas dari Mufti ini disampaikan setelah kelompok Boko Haram di Nigeria mengumumkan pada hari Senin yang lalu bahwa mereka telah menculik lebih dari 200 pelajar putri dari sekolah mereka di daerah Chibok di negara bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria. Mereka menegaskan bahwa para pelajar putri tersebut dianggap sebagai tawanan wanita. Mereka akan dijual atau dipaksa menikah dengan anggota kelompok tersebut.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Kantor Berita Prancis (AFP atau Agence France Presse –pent), pemimpin kelompok tersebut yang bernama Abu Bakar Shekau dalam sebuah video menyatakan: “Kamilah yang telah melakukan penculikan terhadap para gadis itu, dan saya akan menjualnya di pasar, sesuai dengan syariat Allah.”
Sumber artikel:
Adobe-PDF
Muqoddimah

BIsmillah,
Meneruskan muroja'ah kita tentang ilmu adab, kami nukilkan bimbingan ringkas adab dalam mendidik anak. Semoga menjadi bimbingan yang bermanfaat untuk kita semua.

Saudaraku yang semoga Alloh Ta'ala menunjuki kita semua untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan itu merupakan tujuan yang terkandung dari ilmu itu sendiri.

Saudaraku yang budiman...
Sesungguhnya Alloh Ta'ala akan menanyai setiap hamba dari setiap amanah yang diberikan padanya.
Dan seorang ayah maupun ibu akan dimintai pertanggungjawaban dari anak-anaknya.

Berkata ulama:
"Jika mereka anak-anak itu menjadi sholeh, maka bermanfaat buat keluarganya di dunia dan akhirat.
akan tetapi jika para orangtua melalaikan dan meremehkan di dalam membimbing dan mendidiknya, maka keluarga tersebut akan menjadi merugi di dunia dan akhirat."

Untuk itu membimbing mereka dan mendidiknya adalah tanggungjawab orangtuanya yaitu para suami dan isteri.

Minggu, 11 Mei 2014

Kamis, 08 Mei 2014

Nabi Shallallohu'alaihi wasallam bersabda:
"Wanita itu ibarat tulang yang bengkok, kalau engkau paksakan meluruskannya dia patah...Kalau engkau biarkan dia, (maka) akan selalu bengkok"

# Dalam menghadapi sang isteri hendaklah sang suami memiliki sifat demikian:
  • Mengayomi sang isteri dengan bijaksana
  • Berlemah lembut terhadap sang isteri
  • Bersabar tatkala isteri kurang dalam pelayanan
  • Membantu pekerjaan isteri walau harus mencuci piring atau baju
  • Tahu kondisi isteri kita saat kita butuh kepadanya
  • Tidak memaksakan kehendak kita saat isteri belum mampu menerima
  • Saling memahami dan memaklumi keterbatasan isteri
  • Menjadi suami yang terbaik yang mampu melayani dan menjaga serta pelindung keluarga:
    "Sebaik baik kalian adalah orang yang terbaik bagi keluarganya"
  • Tidak boleh banyak menuntut sesuatu yang mereka tidak mampu memenuhinya
  • Tidak mencela isteri
  • Tidak membandingkan dengan wanita lain
  • Memberikan ilmu agama kepada isteri
  • Memberi semangat isteri untuk selalu taat kepada Alloh Ta'ala
  • Selalu membahagiakan dan memujinya apabila berbuat kebaikan
  • Jadilah suami yang membuat bangga sang isteri di depan para wanita lainnya
Wallohu a'lam

Ustadz Abu Hammam Al Atsary Pekanbaru
Whatsapp Forum Berbagi Faedah

Senin, 05 Mei 2014

Apik Elek Bloge Dewek