:::: MENU ::::

Minggu, 08 Mei 2016



Bapak/ibu/adik-adik yang lahir setelah th 1965. Sejarah masa lalu.. mudah-mudahan tidak terulang lagi. Agak panjang ceritanya, tetapi menarik untuk disimak :

Copas dari mantan KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat)

JASMERAH
(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/MENINGGALKAN SEJARAH)

Data kronologis melengkapi tulisan tentang PKI
PKI : TAHUN 1945 s/d 1965

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

A. KRONOLOGIS

1. Tanggal 8 Oktober 1945 : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).

2. Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.

3. Tanggal 17 Oktober 1945 : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.

4. Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.

5. Tanggal 21 Oktober 1945 : PKI dibangun kembali secara terbuka.

6. Tanggal 4 November 1945 : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.

7. Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.

8. Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.

9. Tanggal 12 Februari 1946 : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.

10. Tanggal 14 Februari 1946 : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.

11. Tanggal 3 - 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.

12. Tahun 1947 : Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.

13. Tanggal 17 Januari 1948 : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.

14. Tanggal 23 Januari 1948 : Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.

15. Bulan Januari 1948 : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.

16. Tanggal 29 Mei 1948 : M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.

17. Bulan Mei 1948 : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.

18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948 : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.

19. Tanggal 11 Agustus 1948 : Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.

20. Tanggal 13 Agustus 1948 : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.

21. Tanggal 19 Agustus 1948 : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.

22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948 : Konferensi PKI

23. Tanggal 31 Agustus 1948 : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.

24. Tanggal 5 September 1948 : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.

25. Tanggal 10 September 1948 : Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedungg
alar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.

26. Medio September 1948 : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.

27. Tanggal 13 September 1948 : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.

28. Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

29. Tanggal 18 September 1948 : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.

30. Tanggal 19 September 1948 : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat

31. Tanggal 19 September 1948 : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.

32. Tanggal 20 September 1948 : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.

33. Tanggal 21 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.

34. Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :

a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan
i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.

35. Tanggal 30 September 1948 : Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.

36. Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

37. Tanggal 30 Oktober 1948 : Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.

38. Tanggal 31 Oktober 1948 : Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

39. Akhir November 1948 : seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.

40. Tanggal 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

41. Tahun 1949 : PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

42. Awal Januari
1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengident
ifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

43. Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

44. Tanggal 6 Agustus 1951 : Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.

45. Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

46. Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

47. Tanggal 8 – 11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.

48. Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI

49. Tanggal 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

50. Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

51. Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

52. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

53. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

54. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.

55. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

56. Bulan April 1962 : Kongres PKI.

57. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.

58. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

59. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.

60. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

61. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI

62. Tanggal 13 Januari 1965 : Du
a
sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

63. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

64. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

65. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.

66. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

67. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

68. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :

a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.

c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.

d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.

e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.

f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :

- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief

- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi

- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono

- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

69. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.

70. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.

71. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

72. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.

73. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut
oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyu
wangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

74. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

75. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

76. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.

77. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

78. Tanggal 11 Maret 1965 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.

79. Tanggal 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI.

80. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

81. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

82. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

83. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.

84. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.

85. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.

86. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.

87. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.

88. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.

SILAKAN DISHARE...
WhatsApp Salafy Tegal
Telegram Salafy Tegal http://tlgrm.me/SalafyTegal
Oleh asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Amma Ba'd
Wahai kaum muslimin, kita berada di bulan Sya'ban. Kami akan menjelaskan tentangnya dalam enam pembahasan. Di dalamnya akan kami paparkan hal-hal yang wajib atas kami untk menjelaskannya. Kita memohon kepada Allah agar memberikan rizki kepada kami dan kepada Anda semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

1. Poin pertama
Puasa Sya'ban
Apakah bulan Sya'ban memiliki kekhususan untuk dilakukan padanya puasa, dibanding bulan-bulan lainnya?
Jawabannya :
Iya. Sesungguhnya dulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak berpuasa padanya (pada bulan Sya'ban, pen). Hingga beliau berpuasa pada Sya'ban seluruhnya kecuali sedikit (yakni beberapa hari saja yang tidak berpuasa).
Atas dasar ini, termasuk sunnah adalah seseorang MEMPERBANYAK PUASA PADA BULAN SYA'BAN, dalam rangka mentauladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

2. Poin kedua :
Puasa Nishfu Sya'ban (Pertengahan Sya'ban)
Yakni berpuasa pada hari PERTENGAHAN Sya'ban SECARA KHUSUS.
Maka dalam masalah ini, ada beberapa hadits lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak boleh diamalkan. Karena segala sesuatu yang tidak sah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka TIDAK BOLEH SESEORANG UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGANNYA.
Atas dasar ini, tidak boleh dilakukan puasa pada pertengahan Sya'ban secara khusus. Karena amalan itu tidak ada dasarnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesuatu yang tidak ada dasarnya MAKA ITU BID'AH.

3. Poin ketiga :
Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban.
Dalam masalah ini juga ada hadits-hadits yang lemah, tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Atas dasar itu, malam Nishfu (pertengahan) Sya'ban kedudukannya seperti malam pertengahan Rajab, atau pertengahan Rabi'ul Awal atau akhir, atau pertengahan Jumada, dan bulan-bulan lainnya. Tidak ada kelebihan untuk malam tersebut – yakni malam Nishfu Sya'ban – sedikitpun. KARENA HADITS-HADITS YANG ADA TENTANGNYA ADALAH LEMAH.

4. Poin Keempat :
Mengkhususkan Malam Nishfu Sya'ban dengan Qiyamullail.
Ini juga merupakan BID'AH. Tidak ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau dulu mengkhususkan malam tersebut dengan Qiyamullail.
Namun, malam tersebut kedudukannya seperti malam-malam lainnya. Apabila seseorang sudah terbiasa melaksanakan Qiyamullail, maka silakan dia melakukan Qiyamullail pada malam tersebut, melanjutkan kebiasaannya pada malam-malam lainnya. Apabila seseorang bukan kebiasaannya Qiyamullail, maka DIA TIDAK BOLEH MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL, karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Yang lebih jauh dari ini, bahwa sebagian orang mengkhusus qiyamullail pada malam ini dengan jumlah rakaat tertentu, yang tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Jadi, KITA TIDAK MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA'BAN DENGAN QIYAMULLAIL

5. Poin Kelima :
Benarkah Ada Penentuan Takdir Pada Malam Tersebut?
Maknanya : Apakah Pada malam tersebut (yakni Nishfu Sya'ban) ditentukan Takdir pada tahun tersebut?
Jawabannya :
TIDAK. Malam itu bukanlah Lailatul Qadar. Adapun Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami menurunkannya" yakni al-Qur`an.
"Seseungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur`an) pada Lailatul Qadar. Apakah yang kalian tahu tentang lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (al-Qadar : 1-3)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga, "Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya al-Qur`an." (al-Baqarah : 185)

Atas dasar ini, Lailatul Qadar itu ada pada bulan Ramadhan. Karena malam tersebut merupakan malam yang Allah menurunkan al-Qur`an. Al-Qur'an turun pada bulan Ramadhan. Maka pastilah, bahwa Lailatul Qadar itu pada bulan Ramadhan, bukan pada bulan-bulan lainnya. Termasuk malam Nishfu Sya'ban, malam itu bukanlah malam Lailatul Qadar. Pada malam Nishfu Sya'ban tidak ada penentuan Takdir apapun yang terjadi tahun tersebut. Namun malam tersebut adalah seperti malam-malam lainnya.

6. Poin Keenam :
Membuat Makanan pada hari pertengahan Sya'ban.
Sebagian orang membuat makanan pada hari pertengahan Sya'ban, untuk dibagikan kepada kaum fakir, dengan mengatakan, "Ini atas makan malam dari Ibu", "Ini makan malam dari ayah", atau "Ini makan malam dari kedua orang tua".
Ini juga BID'AH.
Karena itu tidak ada dasarnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak pula dari shahabat radhiyallahu 'anhum.

Inilah enam pembahasan yang aku ketahui. Mungkin saja masih ada hal-hal lain yang tidak aku ketahui, yang wajib atasku untuk menjelaskannya kepada Anda semua.
Aku memohon kepada agar menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang menebarkan Sunnah dan meninggalkan Bid'ah, menjadikan kami dan Anda semua para pembimbing yang mendapat hidayah, serta menjadikan kami dan Anda semua termasuk orang-orang yang bertauladan dan mengambil bimbingan dari bimbingan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Selesai

http://manhajul-anbiya.net/enam-pembahasan-penting-terkait-bulan-syaban/

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

Senin, 02 Mei 2016


Sejak ngaji salafy, aku menjadi tahu kalau salafy itu buka kelompok, perkumpulan, oraganisasi atau yang semisalnya. Salafy artinya mengikuti salaf (pendahulu dalam agama yaitu para sahabat Rasul, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in). Dengan menjadi salafy berarti kita beragama sesuai dengan bagaimana para salaf beragama. Salafy tidak memiliki ketua umum, amir, dan semisalnya.

Sejak ngaji salafy, aku mengerti bahwa kunci keselamatan di dunia dan akhirat adalah dengan mentauhidkan Allah, mengesakan Allah dalam beribadah. Makna dari laailahaillallah adalah tidak ada sesembahan yang haq (benar) kecuali Allah.

Sejak ngaji salafy, aku mengerti hak Rasulullah Muhammad shalallahu'alaihiwasallam adalah untuk diikuti. Kita tidak boleh beribadah kecuali dengan tata cara yang telah beliau ajarkan.

Sejak ngaji salafy, aku menjadi tahu bahwa Allah bukan di mana-mana, melainkan ada di atas langit di atas 'arsyNya. Allah terpisah dengan makhlukNya.

Sejak ngaji salafy, aku menjadi tahu kalau tukang bom sembarangan adalah teroris, khawarij sesat. Aku menjadi tahu kalau Amrozi dan yang semisalnya adalah sesat, bukan mujahid. Aku menjadi tahu bahwa mereka tidak sedang berjihad.

Sejak ngaji salafy, aku menjadi tahu kalau kita tidak boleh serampangan mengkafir-kafirkan seseorang. Tidak boleh serampangan membid'ah-bid'ahkan seseorang. Bahwa tidak setiap orang yang jatuh pada perbuatan kufur atau bid'ah langsung serta merta divonis kafir atau mubtadi' (ahlul bid'ah).

Sejak ngaji salafy, aku menjadi tahu besarnya hak penguasa muslim walaupun dia dzolim. Wajib mentaati mereka pada perkara yang baik, baik terkait perkara agama maupun kemaslahatan umum. Tidak boleh mengumbar aib dan kesalahan mereka di depan khalayak. Tidak boleh memberontak kepada mereka. Tidak melawan mereka walaupun punggung kita dipukul dan harta kita dirampas.

Sejak ngaji salafy, aku menjadi lebih berbakti kepada orang tua. Berkali-kali diingatkan akan besarnya hak mereka. Tidak boleh membantah perintah mereka dalam kebaikan. Tidak boleh berkata kasar kepada mereka. Bahkan kalaupun orang tua kita kafir, ternyata kita tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada mereka.

Sejak ngaji salafy, aku mengerti besarnya hak tamu. Bagaimana agama kita memerintahkan untuk memuliakan tamu. Untuk memberikan hidangan yang terbaik bagi tamu kita.

Sejek ngaji salafy,
Sejak ngaji salafy,
Sejak ngaji salafy.....
Begitu banyak perkara agama ini yang baru aku tahu setelah ngaji salafy, dan lebih lebih lebih banyak lagi perkara agama ini yang belum aku ketahui dan harus dipelajari, yang tidak akan habis sampai mati pun.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah taufiq bagiku untuk mengenal salafy, mengenal jalan salaf, jalannya Rasulullah, para sahabatnya, dan generasi shalih setelahnya. Nikmat yang begitu besar yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
(Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu

========
Abu Farhan 

Senin, 25 April 2016

Minggu, 17 April 2016

Bingkisan Untukmu wahai para MLMiyun Dzulqarnainiyyun, para Facebooker dan para admin "Pelita (gak) Sunnah" yang sering mencela dan mencari² kesalahan Para Umara' (Penguasa & Pemimpin) Negara Yaman terkhusus Asy Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah (beliau adalah menteri Negara Yaman) dan yang lainnya.

Wasiat manakah yang kalian tempuh ???
Wasiat manakah diantara 2 wasiat ini yang kamu pilih ?

Apakah,...
Wasiat pertama :
Wasiat Anas bin Malik dan para Sahabat Kibar (Senior) radhiyallahu 'anhum :
Kami dilarang oleh kibar kami dari Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
"Janganlah kalian mencela umara' (penguasa² & pemimpin²) kalian, dan janganlah kalian mengkhianati mereka dan janganlah kalian membenci mereka, Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah kalian, karena sungguh urusan telah dekat."
diriwayatkan Ibnu Abi 'Ashim dlm As Sunnah 2/488, dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah.

ataukah,..
Wasiat kedua :

Wasiat Ibnu Saba' Al Yahudiy :
"Mulailah kalian untuk mencela Umara (Penguasa²/Pemimpin²) dan nampakkanlah itu sebagai tindakan amar ma'ruf nahi munkar, pikatlah dan ajak hati-hati manusia kepada perkara ini."
Tarikh Ar Rusul oleh Imam At Thabariy 4/340


#سؤال_بدون_جائزة

أي الوصيتين تختار ؟

- الوصية الأولى:
وصية أنس وكبار الصحابة رضي الله عنهم:
نهانا كبراؤنا من
أصحاب النبي ﷺ قال :
(لا تسبوا أمراءكم ولا تغشوهم ولا تبغضوهم واتقوا الله واصبروا فإن الأمر قريب)

رواه ابن أبي عاصم في السنة(٢/٤٨٨)
وصححه الألباني.

- الوصية الثانية:
وصية ابن سبأ اليهودي: 
(إبدؤوا في الطعن على أمرائكم
وأظهروا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر تستميلوا قلوب الناس
وادعوهم إلى هذا الأمر)

تاريخ الرسل للطبري(٤/٣٤٠)

SALAM
Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

HUKUM MENCELA PEMIMPIN/PENGUASA NEGARA LAIN & BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG DUNGU YANG MEMBOLEHKAN MENCELA PEMIMPIN NEGARA LAIN DENGAN DALIH "BUKAN PEMIMPIN KAMI"

Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Hadi Al Madkhali حفظه الله

Pertanyaan pertama:
Semoga Allah berbuat baik pada Anda, kami memohon kepada Anda arahan nasehat untuk sebagian thalibul ilmi dan pemuda salafi yang sibuk membicarakan kejelakan pemerintah beberapa negara-negara Teluk, dengan dalih bahwa para penguasa tersebut bukanlah pemimpin mereka dan negara tersebut bukan negara mereka, dan telah tersebar manhaj ini -sangat disayangkan sekali- sangat luas di media-media sosial dan lainnya, bersamaan dengan masuknya banyak dari pemuda salafi ke dalam politik praktis dan banyak dari mereka yang sibuk membicarakannya.

Jawaban:
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjawab pertanyaan ini, sehingga tidak menyisakan ruang ijtihad bagi kita dalam permasalahan ini, seperti dalam hadits yang telah shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits tersebut telah masyhur bagi banyak penuntut ilmu walillahilhamd, yaitu sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻧَﺼِﻴﺤَﺔٌ ﻟِﺬِﻱ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﻓَﻠَﺎ يُبدِهِ ﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻭَﻟْﻴَﺄْﺧُﺬْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺨْﻞُ ﺑِﻪِ وَليُحَدِّث فِيمَا بَينَهُ وبَينَهُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻗَﺒِﻠَﻬَﺎ فَذَاكَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﺃَﺩَّﻯ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ.

"Barangsiapa yang dia punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan, janganlah menampakkannya secara terang-terangan, peganglah tangannya, menyendirilah dengannya, dan berbicaralah empat mata dengannya, jika ia terima maka itulah yang diharapkan, jika tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya."

Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "untuk orang yang memiliki kekuasaan" sifatnya adalah umum. Jadi kata "dzu" yang datang disebutkan dalam hadits ini dalam keadaan majrur yaitu "li dzi sulthan" kata "dzu" di sini bermakna pemilik.

ﻣﻦ ﺫﺍﻙ ﺫﻭ ﺇﻥ ﺻﺤﺒﺔ ﺃﺑﺎﻥ
Demikian dikatakan oleh Ibnu Malik dalam al-Khulashah bahwa kata "dzu" bermakna pemilik.

Maka maknanya adalah barangsiapa yang punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan.

Jadi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkaitkan dengan pemimpinmu sendiri, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah mengaitkannya dengan pemimpin mana saja yang akan engkau nasehati, atau yang ingin engkau nasehati, maka janganlah engkau tampakkan secara terang-terangan, dan ini perintah yang jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga wajib bagi seorang hamba untuk melaksanakannya, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia adalah pengikut hawa nafsu (ahlul bid'ah).

Dan pemahaman yang tadi kalian sebutkan itu adalah pemahaman yang tidak benar, karena sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang punya nasehat untuk dzu sulthan" yaitu shahibu sulthan (yang memiliki kekuasaan).

Maka pemimpin mana saja dari para pemimpin kaum muslimin, wajib atas setiap muslim jika ingin menasehatinya agar tidak menampakkannya secara terang-terangan, karena padanya terdapat keburukan dan mengandung bahaya, dan karena sesungguhnya tujuan dari nasehat adalah menyampaikan kebaikan untuk orang lain dan memetik dari orang lain dan diberikan kepada yang lain, dalam hal ini yaitu dengan menyampaikan nasehatmu kepada pemerintah dan mengambil kebaikan darinya untuk rakyatnya dan bangsanya, juga untuk kaum muslimin pada umumnya yang berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi cara ini (mencela pemerintah negara lain) bertentangan dengan tujuan tersebut, apabila engkau menempuh cara semacam ini, engkau membicarakannya, dan engkau menyebarkannya, maka sesungguhnya si pemimpin tersebut tidak akan menerima nasehatmu, ketika itu engkau menjadi seperti yang dikatakan:

ﺭﺍﻡ ﻧﻔﻌﺎ ﻓﻀﺮّ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺪ *** ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻘﻮﻗﺎً

"Dia bermaksud untuk memberi manfaat, tetapi justru menimpakan mudharat tanpa sengaja.
Dan diantara perbuatan berbakti ada yang terkadang justru berupa kedurhakaan."

Dan saya mengajukan pertanyaan kepada orang yang mengatakan perkataan tersebut, yang mana dia bukan seorang penguasa: Apakah engkau ridha jika engkau ada di Saudi kemudian ada yang mencelamu dari orang yang berada di Kuwait?! Engkau tidak akan ridha, dan jika keadaannya seperti itu padahal engkau bukan seorang pemimpin, maka ambillah pelajaran dengan dirimu sendiri.

Maka dalih yang dia klaim berdasarkan wilayah kekuasaan dan teritorial untuk membenarkan perbuatannya itu tidaklah benar. Jadi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan dengan wilayah tertentu, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan kecuali dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga.

Maka pemahaman ini tidaklah benar, bahkan itu adalah pemahaman yang berpenyakit, dan wajib bagi yang telah mendengar kalimat ini untuk memahami firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang benar.

Dan saya membuatkan sebuah permisalan bagi yang mengucapkan seperti itu, apabila seseorang yang ada di Saudi apakah dia ridha dicela oleh seseorang dari Kuwait dengan dalih karena dia bukan orang Kuwait dan orang yang mencelanya adalah seorang Kuwait?! Ini tidaklah benar, dia tidak akan menerima, tidak mungkin dia memberimu udzur, dia akan membantahmu esok harinya di internet secara langsung, atau membantahmu di koran-koran, atau dia pergi ke negaramu untuk membantahmu dengan mendakwamu, dakwaannya adalah bahwa 'dia telah mencelaku atau merendahkanku', apakah dia akan menerima dalih itu?! Tidak akan menerima!!

Maka wajib bagi seorang hamba untuk berbuat kepada manusia dengan apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.

Inilah yang saya nasehatkan untuk diri saya dan ikhwah semuanya, adapun perkataan yang engkau sebutkan tadi adalah perkataan yang salah yang menunjukkan akan kejahilan dan ketidakpahaman atau di atas hawa nafsu.

نسأل الله العافية والسلامة.

Dengarkan audio beliau dibawah :arrow_heading_down: :
:inbox_tray: http://bit.ly/1WQ9r3d

Senin, 11 April 2016

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah

Foto foto tersebut adalah saat beliau sebagai menteri, ketika menjenguk korban luka di Yordan dan Sudan (tentara koalisi). Sesuatu yang tidak terelakkan pada seorang pejabat negara zaman sekarang, walau masyaikh Saudi sekalipun.
Mumayyi’un menghujat beliau dengan hal itu dan menghujat kita “kenapa tidak mentahdzir beliau”

Jawabnya:
1. Tahdzir terhadap mereka (al mumayyi’un) bukan semata karena foto, harap jangan terlena namun banyak hal urusan manhajiyyah.

2. Foto foto yang mereka sebar tentang Syaikh Hani selalu diposting singkat tanpa dijelaskan kronologinya, -ini bentuk makar-.

3. Pernahkah beliau difoto dengan wanita sebagaimana yang terjadi pada mereka?

4. Pernahkah difoto dengan tokoh-tokoh hizbiyyin yang masyhur dengan hizbiyyahnya tanpa udzur sebagaimana mereka?

5. Pernahkah beliau memberi statement tamyi’ setelah foto dengan mereka yang dianggap hizbiyyin semisal: indahnya persatuan… atau memuji tokoh-tokoh hizbiyyin tersebut? sebagaimana yang mereka lakukan.

6. Mereka lakukan hal ini terhadap beliau dalam rangka untuk menutupi dan membela penyimpangan-penyimpangan syaikh-syaikh mereka, ini merupakan makar yang sangat kejam.
Seharusnya mereka ingkari dengan dahsyat penyimpangan al-Ma’bary (Muhammad al-Imam -ed) yang jauh-jauh lebih mengerikan daripada “penyimpangan” yang mereka tuduhkan terhadap Syaikh Hany.

7. Ketika udzur-udzyr di atas tidak ada pada Syaikh Hany (anggaplah) dan masyaikh lainnya menyatakannya sebagai sebuah kesalahan atau penyimpangan, maka salafiyyin tidak akan segan mengingkarinya.
Ingat baik-baik!!

kalau seandainya hal tersebut terjadi (laa qaddarahullah) dan Salafiyyin mengeluarkan bantahan-bantahan, maka antum akan dapati mumayyi’in akan mengatakan: ini adalah korban berikutnya dari jama’ah tahdzir…
Itulah jahatnya peperangan yang mereka lancarkan pada salafiyyin dan ulamanya…

WA Thullab Al Bayyinah

Tambahan:
Sekarang Asy-syaikh Hany bin Buraik hafizhahullah telah menjadi bagian pemerintah (waliyul amr) di Yaman.
Maka, mencela beliau secara terang-terangan -walaupun dipastikan beliau salah, apalagi hanya tuduhan- adalah kebiasaan orang-orang KHAWARIJ.

Minggu, 10 April 2016



SOAL PERTAMA:
Telah sampai sebuah surat dari seorang anak muda dari Republik Arab Mesir, Amin Taufik, yang bekerja di Kerajaan Saudi Arabia di kota Zulfi. Ia mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai seorang anak—walhamdulillah—tetapi di tangan kanannya ada jari yang lebih. Apakah dosa apabila dia hilangkan jari ini? Apakah terkandung dosa dalam pandangan Anda menurut syariat ini?

Jawab:
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab sebagai berikut.
Tidak ada dosa menghilangkan jari yang lebih tersebut karena hal itu tergolong menghilangkan aib (cacat), dan yang tergolong menghilangkan aib itu tidak mengapa. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkan seseorang yang terpotong hidungnya untuk membuat hidung palsu dari perak. Namun, ketika ternyata menimbulkan bau, beliau mengganti dengan bahan dari emas dan Nabi membolehkan hal itu. Di sini wajib kita ketahui perbedaan antara operasi yang tujuannya menghilangkan aib dan operasi yang tujuannya adalah menambah keindahan (kecantikan atau ketampanan).
Kami katakan, operasi yang tujuannya untuk menghilangkan aib diperbolehkan karena maksudnya adalah membebaskan dari sesuatu yang membuat jelek, sebagaimana yang ditunjukkan oleh riwayat yang lalu. Adapun operasi yang tujuannya memperindah hukumnya haram.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pencabutan bulu/rambut wajah, bahkan melaknat orang yang melakukannya, melarang membuat tato, dan melarang mengikir gigi demi memperindah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga melarang menyambung rambut karena dengan itu akan menambah kecantikan bagi wanita.
Oleh karena itu, semua operasi yang tujuannya adalah memperindah maka itu haram karena dikiaskan (dianalogikan) dengan larangan mencabut bulu wajah, membuat tato. Semua operasi yang tujuannya menghilangkan aib diperbolehkan karena dikiaskan dengan perbuatan sahabat tersebut yang membuat hidung palsu dari emas dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyetujuinya.
Atas dasar ini, menghilangkan jari yang lebih, menghilangkan tsalul (semacam benjolan di kulit) dan sejenisnya yang tergolong aib serta membuat jelek hukumnya tidak mengapa. Akan tetapi, disyaratkan berkonsultasi dengan dokter spesialis sehingga seseorang tidak menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya
(Fatawa Nurun ‘Alad-Darb)
###

SOAL KEDUA:
Allah Subhanahu wata’ala mengaruniakan kepadaku dua anak. Setiap anak memiliki 24 jari, lebih dari umumnya. Apa pendapat Anda kalau saya hilangkan dengan bantuan dokter?

Jawab:
Para ulama (dahulu) menyebutkan dalam masalah ini bahwa tidak boleh memotong jari yang lebih. Namun, yang tampak, hal ini tidak diperbolehkan karena berbahaya bagi orang tersebut apabila jari itu dipotong. Di zaman sekarang ini, bahayanya—walhamdulillah—kecil, dan jauh dari mudarat. Maka dari itu, menurut kami dalam kondisi semacam ini tidak mengapa memotong jari yang lebih yang membuat jelek anggota tubuh. Adapun jika jari yang lebih tadi tidak membuat jelek anggota tubuh, yang semestinya dibiarkan apa adanya.
(Fatwa al-Lajnah ad-Daimah)

###
SOAL KETIGA:
Saya punya sepupu dan menikahi saudara perempuan saya, lalu melahirkan satu anak laki laki dan satu anak perempuan. Anak perempuan tersebut memiliki enam jari, dan jari yang keenam kecil. Apakah boleh dihilangkan dengan cara operasi?

Jawab:
Ya, diperbolehkan menghilangkan jari dari tangan atau kaki dengan operasi dengan syarat aman dari risiko pada orang tersebut, demikian juga bila ada yang lebih pada selain jari. Terkadang tambahan itu pada te linga, keluar sedikit darinya. Terkadang di kepala ada sesuatu yang turun dari kepalanya. Yang penting, segala yang menjadi aib dan membuat jelek bagian tubuh, tidak mengapa dihilangkan dengan operasi dan diperbagus tempat tersebut dengan syarat aman dari mudarat.
(Fatwa al-Lajnah ad-Daimah)
###

SOAL KEEMPAT:
Saya dikaruniai seorang anak perempuan, dan pada telapak tangan kirinya ada yang seperti jari keenam. Sebagian orang menyarankan agar jari yang lebih itu dihilangkan, karena hanya tergantung. Jari tersebut bergerak setiap kali tangannya bergerak. Kami mengharapkan penjelasan tentang hukum Islam terhadap operasi ini. Kami mohon kepada Allah Subhanahu wata’ala agar Anda mendapatkan taufik.

Jawab:
Tidak mengapa menghilangkan jari yang lebih dari telapak tangan anak wanita tersebut, apabila tidak mengandung risiko (bahaya). Allah Subhanahu wata’ala lah yang memberi taufik. Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam. 
(Ketua: Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz; Wakil: Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi; Anggota: Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan)

Selasa, 05 April 2016

Audio KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH “ASY-SYARI’AH” ke-12,
Tahun 1437 H / 2016 M
Dengan Tema:
“TUNTUNAN ISLAM DALAM MENJAGA KEUTUHAN HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA”

Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi hafizhahullah
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah
Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib hafizhahullah

KAJIAN UMUM:
Hari Ahad, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 03 April 2016 M

Di Masjid Agung Bantul – Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No.1, Bantul, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
01. Pembukaan || Ust Ysusuf || Link Donwload: http://bit.ly/1qoFkTK

02. Sesi 1 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Link Donwload: http://bit.ly/1UMQPBG

03. Sesi 2 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Link Donwload: http://bit.ly/1Y8cMZq

04. Sesi 3 || Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib [Penerjemah Ustadz Abu Mu’awiyah Askary] || Link Donwload: http://bit.ly/238v3sV

05. Sesi 4 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Link Donwload: http://bit.ly/1orZhHH

06. Sesi 5 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Link Donwload: http://bit.ly/25Fd9jW

07. Penutup || Ust Ysusuf || Link Donwload: http://bit.ly/1qhHWTK

Senin, 04 April 2016

Bismillah,
Dengan mengharap ridha Allah,
Hadiri & ikutilah rangkaian safari dakwah Masyaikh ahlussunnah waljama'ah dari Yaman di kota-kota berikut
BALIKPAPAN
 
 TEMA:
“BAHAYA RADIKALISME TERHADAP AGAMA, BANGSA DAN NEGARA”
Upaya Membentengi Diri dari Ideologi Terorisme dan Radikalisme

Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Sabtu, 09 April 2016 M / 02 Rajab 1437 H.
Pukul: 10:00 – 12:00 WITA<
Tempat: Masjid Istiqomah Pertamina  Balikpapan,  Kalimantan Timur
TEMA:
“KOKOH BERAGAMA DIATAS METODE PARA NABI DAN RASUL”
Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Jum’at, 08 April 2016 M / 01 Rajab 1437 H
Waktu: Ba’da Maghrib –  selesai WITA
Tempat: Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qoyyim,Jl. Projakal KM5,5 RT053 No.267 Graha Indah
Kota Balikpapan –  Kalimantan Timur.

Dengan Pembicara:
Asy-Syaikh Zakariya Bin Syuaib Al-Adeni Hafizhahullah
Penerjemah:
Al-Ustadz Usamah Bin Faishal Mahri hafizhahullahu
CP: 082335537278

LIVE
Radio Ibnul Qoyyim 107,9 FM
Streaming :
www.radioibnulqoyyim.com
www.salafybpp.com
CP: 082335537278
Penyelenggara:
Panitia Daurah Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan

AMBON
Tema:
“INDAHNYA DAKWAH AHLUSSUNNAH”
-Radikalisme, Terorisme Bukan Islam-
Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hudzaifi hafizhahullah
Pendamping sekaligus penerjemah:
1. Al-Ustadz Ruwaifi’ hafizhahullah
2. Al-Ustadz Luqman Ba abduh hafizhahullah

Hari/tanggal: Sabtu, 9 April 2016/2 Rajab 1437 H.
Pukul: 09.00 – selesai.
Tempat: Masjid Abu Bakr ash-shiddiq
(Belakang Perum DPRD)
Kampung Muhajirin – Kebun Cengkeh.

Kontak Person:
Ustadz Abu Farhan: +62 81317042543
Penyelenggara:
Alamat: Sekretariat Yayasan Abu Bakr ash-shiddiq.
Samping Masjid Abu Bakr ash-shiddiq Kampung Muhajirin Belakang Perumahan DPRD

 BALI
Tema :
” INDAHNYA ISLAM ” 
Hari I :
Senin , 26 Rajab 1437 H II 11 April 2016 M
Ba’da Asr
Bersama Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah hafizhahullaah
“Pentingnya Tauhid & Bahaya Syirik”
————–
Ba’da Maghrib
Bersama Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah hafizhahullaah
“Taat Waliyyul Amr”

Hari II :
Selasa, 27 Rajab 1437 H II 12 April 2016 M
Ba’da Asr
Bersama Asy-Syaikh Zakariya Salem Ahmed hafizhahullaah
“lndahnya Islam”
————–
Ba’da Maghrib
Bersama Asy-Syaikh Salah Futaini Kantosh hafizhahullaah
“Al ihtimam bis Sunnah”
TEMPAT :
di Masjid Raya Ukhuwwah
Jl. Kalimantan No. 19
Denpasar – Bali
=====================

»»» LIVE STREAMING «««
  RADIO AN NAJIYAH BALI
  RADIO RASYID
  RADIO MANHAJUL ANBIYA
 Simak Melalui :
»• Aplikasi Android :
  RII (Radio Islam Indonesia)
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam
  RASYID (Radio Salafy Indonesia)
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radiorasyid.app

Website :
www.annajiyah-bali.net
 Informasi :
  081337749139
  08113866656
 Penyelenggara :
Majelis Ta’lim An Najiyah Bali

MAKASSAR
 Tema :
INDAHNYA KEHIDUPAN BERNEGARA YANG BERNUANSA ISLAMI

Insya Allah Akan di laksanakan pada
HARI AHAD 03 Rajab 1437 H / 10 April 2016 M

Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abddullah Asy-Syarafi حفظه الله
Penerjemah :
Al Ustadz Ruwaifi Bin Sulaimi, Lc حفظه الله

Waktu
Pukul 13:00 – 17:00 Wita
Tempat
Masjid Al Markaz Al Islami
Jl. Masjid Raya No. 57 Makassar

Lokasi melalui google maps
http://maps.google.com/?cid=1863199332334016555&hl=in&gl=id

LIVE STREAMING
Radio Islam Makassar
Radio Manhajul Anbiya
www.daurahnasional.com
RII«»RASYID

Informasi lebih lanjut hub :
081245791008
082291766678
081355999445

ajak sanak saudara, teman, sahabat, anak, orangtua, karib kerabat & keluarga

PALEMBANG
Tema:
"HAKEKAT IMAN MENURUT AHLUSSUNNAH DAN AHLUL AHWA"
Pembicara:
Al Ustadz Muhammad Rijal Lc Hafizhahullah
Hari/tanggal: Sabtu-Ahad, 9-10 April 2016 / 2-3 Rajab 1437 H
.
Tema:
“TUNTUNAN ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DALAM AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR”

Pembicara:
Asy-Syaikh Sholah Futaini Kantosh Al-Adeni Hafizhahullah
Pendamping sekaligus penerjemah:
Al-Ustadz Qomar Su’adi hafizhahullahu

Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Ahad, 10 April 2016 / 3 Rajab 1437 H.
Pukul: 16.00 WIB – selesai.
Tempat: Masjid Al-Amin, Ma’had Dhiyaaus Salaf, Lubay, Muara enim-Palembang, Sumatera Selatan

CP: 085273262037, 081367296060


MALANG
Dengan Pembicara Insyaa Allah:
Asy Syaikh Zakariya bin Saaib hafizhahullah
Penerjemah Insyaa Allah:
al-Ustadz Usamah Faisol Mahri
Sesi 1:
 Ahad 10 April 2016
 Masjid Al Istiqomah Ponpes AsSunnah Jl.Hasanudin Dusun Jeding ~Junrejo Batu
 Jam 09.00 ~ Dhuhur
 Materi : Bahaya Radikalisme Bagi Bangsa dan Agama

Sesi 1:
 Ahad 10 April 2016
 Masjid A.Yani Jl.Kahuripan Malang
 Bada Magrib ~ Isya’
 Tema : Membongkar Akar Pemahaman Radikalisme

 Muslimah  LIVE : Asrama Putri Ponpes AsSunnah

Penyelenggara: Ponpes AsSunnah Jl.Hasanudin Dusun Jeding Desa Junrejo Batu
Kontak:
  • 081334415668
  • 081235976840

Sumber: http://daurahnasional.com/

Kamis, 31 Maret 2016

KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
"ASY-SYARI'AH" ke-12, tahun 1437 H / 2016 M

Bismillah…
Segala Puji hanya bagi Allah, yang senantiasa memberikan berbagai limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya.
Termasuk, kemudahan dari-Nya kepada kami untuk melaksanakan Kajian Ilmiah Nasional secara rutin dengan menghadirkan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Kami sangat bersyukur bahwa Kajian-Kajian Ilmiah Nasional yang kami laksanakan memberikan manfaat yang besar terhadap kaum muslimin di negeri ini.
Semoga Allah senantiasa mengarahkan Pemerintah Indonesia kepada kebaikan dan mengaruniakan kepadanya keberadaan orang-orang shalih di sekitarnya.

Dengan Mengharap Ridha Allah Ta’ala semata
Hadirilah !
Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
"ASY-SYARI'AH" yang ke-12 Tahun 1437 H /2016 M

Dengan Tema:
"TUNTUNAN ISLAM DALAM MENANGKAL RADIKALISME UNTUK MENJAGA KEUTUHAN AGAMA & NEGARA"

Insya Allah dengan Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi hafizhahullah
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah
Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib hafizhahullah

Insya Allah akan Diselenggarakan pada:
KAJIAN UMUM
Hari Ahad, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 3 April 2016 M
Di Masjid Agung Bantul – Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No.1, Bantul, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

KAJIAN ASATIDZAH:
Hari Ahad-Kamis, 25- 29 Jumadil Akhir 1437 H / 3-7 April 2016 M

Kontak Informasi:
Kajian Umum: 085100453237
Kajian Asatidzah: 081328022770
Informasi Umum: 081328078414

Kajian ini Insya Allah bisa diikuti melalui:
Radio Islam Jogja – www.radioislamjogja.com
Radio Rasyid – www.radiorasyid.com
Radio Manhajul Anbiya – www.manhajul-anbiya.net
Radio Islam Indonesia — www.radioislam.or.id

Website Resmi Daurah:
www.daurahnasional.com

Penyelenggara:
Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta
Jl. Godean Km. 5 Gg. Kenanga No. 26 B Patran, Banyuraden, Gamping, Sleman-DIY 55293

Insya Allah akan dilanjutkan "SAFARI DAKWAH" bersama masyaikh pada tanggal 30 Jumadal Akhirah - 8 Rajab 1437 H / 8-16 April 2016 di beberapa kota besar di Indonesia (Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Balikpapan, Ambon, Bali, dll)
Informasi selengkapnya menyusul insya Allah

dipublish resmi oleh
Channel Telegram Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
https://tlgrm.me/daurahnasional

Selasa, 29 Maret 2016


Tahukah anda siapakah Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rahimahullah?
Cobalah lontarkan pertanyaan ini kepada siapa saja yang anda jumpai. In sya Allah mereka akan mengenalnya. Dia adalah seorang wali, dia adalah ulama, dia adalah orang shalih. Ya, Nama Syaikh Abdul Qadir Al Jailani begitu populer dinegri kita. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang shalih, sekaligus sangat identik dengan berbagai karomah yang dimiliki. Ada yang meyakini bahwa beliau adalah Wali Allah yang mampu terbang tinggi di angkasa raya, atau berjalan diatas air dengan secepat kilat. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang sudah mati.
Sebenarnya, kisah tentang berbagai keajaiban inilah yang membuat sekian banyak orang mengagumi dan mengidolakan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Sampai sungguh disayangkan, perbuatan sebagian orang yang sangat berlebihan terhadap beliau. Yaitu menjadikan beliau wasilah (perantara) dalam doa. Dengan keyakinan, tanpa hal itu, doa mereka tidak akan dikabulkan. Jelas ini merupakan sikap yang melebihi batas dan kesesatan yang nyata. Sehingga alangkah baiknya jika kita mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.

Benarkah beliau mempunyai berbagai keajaiban tersebut Ataukah sekedar mitos atau dongeng hasil rekayasa orang orang, yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?

Nama lengkap beliau adalah Abdul Qadir bin Abi Shalih Abdullah bin Janki Duwast bin Abi Abdillah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdillah bin Musa Al Hauzy bin Abdullah Al Mahdi bin Al Hasan Al Mutsanna bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib Al Jailani. Dengan melihat kepada silsilah keturunan diatas, bisa diketahui bahwa beliau memiliki garis kerurunan yang mulia, karena berujung kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallahu ‘anhu. Beliau berasal dari negri jailan, sehingga sebutan Al Jailani merupakan nisbat kepada negeri tersebut. Jailan adalah sebuah nama untuk beberapa daerah yang terletak dibelakang Negeri Thabaristan. Beliau dilahirkan ditempat teraebut pada bulan Ramadhan tahun 470 H.

Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani merupakan salah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa saja yang membaca dan menelaah biografi beliau yang banyak disebutkan oleh para ulama, niscaya ia akan mendapatkan bahwa beliau berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat perjalanan hidup beliau selama menuntut ilmu agama. Beliau tiada pernah lepas dari bimbingan para Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sungguh Allah telah memberikan Taufik dan karunia yang sangat besar kepada beliau. Ya, Allah menanamkan rasa cinta terhadap ilmu agama semenjak beliau masih kanak kanak. Dalam usia yang masih sangat belia, yaitu pada umur 8 tahun, beliau telah meninggalkan tempat kelahiran dan merantau kekota Baghdad untuk menimba ilmu dari para ulama. Beliau belajar kepada Al Qodhi Abu Sa’ad Al Mukharrimi. Selain Itu beliau pun banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah ulama pada masa itu. Diantaranya Abu Ghalib Al Baqilani dan Abu Muhammad Ja’far As Sirraj. Beliau menimba ilmu dari ulama ulama tersebut, hingga mampu menguasai berbagai ilmu ushul dan khilaf (Perbedaan) pendapat para ulama. Bahkan Abu Sa’ad Al Mukharrimi, akhirnya menyerahkan pengelolaan sekolahnya di babul ajaj sepenuhnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.

Semenjak Itulah Pertualangan dakwah beliau dimulai. Dengan kesungguhan yang luar biasa, beliau melaksanakan Amanah tersebut. Beliau benar benar menjadikannya sebagai sarana untuk berdakwah dijalan Allah. Berbagai petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada penduduk yang tinggal disekitar madrasah tersebut. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Beliau mampu mengambil simpati orang banyak, yang selanjutnya mereka menimba ilmu dimadrasah tersebut. Bahkan tidak sedikit orang yang bertaubat dari kemaksiatan dan penyimpangan lantaran mendengar nasihat yang beliau sampaikan.

Adz Dzahabi menukilkan ucapan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab beliau. Siyar A’lamin Nubala ketika menyebutkan biografi beliau, syaikh berkata, lebih dari lima ratus orang masuk islam lewat tanganku. Dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat. Hal ini mengingatkan kita betapa besarnya pahala seseorang yang menjadi lantaran sampainya hidayah kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu yang Artinya, Demi Allah, sekiranya Allah memberikan hidayah kepada satu orang melalui engkau, maka hal itu lebih baik bagimu dari pada mendapatkan unta merah.(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Unta merah adalah gambaran harta yang paling mewah dan berharga.

Para ulama pun mempersaksikan lurusnya akidah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Persaksikan tersebut muncul dari ulama yang sezaman dan langsung. Demikian pula ulama kalangan generasi sepeninggal beliau, yang telah menelaah dan meneliti buku buku karya beliau.
Mari kita simak penuturan salah seorang murid beliau, yang dikemudian hari menjadi ulama yang sangat terkenal. Yaitu Ibnu Qudamah. Suatu saat ibnu Qudamah pernah ditanya tentang Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau menjawab, saat kami tiba di kota baghdad, ternyata saat itu kami menjumpai Syaikh Abdul Qadir Al Jailani berada dipuncak tertinggi dalam hal ilmu, fatwa ,zuhud. Ibnu Rajab menyatakan, Syaikh Abdul Qadir Al Jailani termasuk seorang ulama yang komitmen terhadap sunnah dalam berbagai permasalahan yang berkenaan tentang sifat sifat Allah, takdir, dan yang semisalnya. Beliau pun sangat serius dalam membantah siapa saja yang menyelisihi perkara tersebut.

Bukti Semua ini adalah Syaikh Abdul Qadir sendiri berkata dalam kitabnya yang sangat terkenal, Al Ghunyah, Allah berada diatas langit, diatas Arsy, menguasai kerajaan Alam semesta, Ilmu Nya meliputi segala sesuatu, kepada Nya lah naik kata kata yang baik dan amalan shalih. Dia mengatur segala urusan dari langit kebumi, lalu urusan itu naik kepada Nya dalam satu hari yang sama dengan seribu tahun menurut manusia. Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada disegala tempat. Bahkan Dia diatas langit, diatas Arsy, sebagaimana Firman Allah berfirman yang artinya, Ar Rahman (Allah) tinggi Istiwa dia atas Arsy. (QS. Thaha:5). Dengan demikian, karya beliau yang bernama Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq ini, Menjadi salah satu bukti otentik yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ulama yang berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh para ulama masa kini. Diantaranya adalah Asy Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali Hafizhohullohu dalam kitab beliau yang berjudul Al Haddud Fashil, aku telah mendapatkan akidah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani di dalam Kitabnya Al Ghunyah ternyata beliau adalah seorang Salafi. Beliau menetapkan nama nama dan sifat sifat Allah, serta berbagai akidah yang lainnya diatas manhaj salaf. Beliau juga sangat perhatian dalam membantah berbagai kelompok sesat seperti Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyah, Jabriyah, Salimiyah, dan kelompok Lainnya.

Adapun mengenai berbagai kisah tentang karomah yang disandarkan kepada beliau, maka tidak semua kisah tersebut benar adanya. Syaikhul islam ibnu taimiyah Rohimahullah menjelaskan bahwa riwayat yang menyebutkan karomah yang beliau miliki telah mencapai derajat mutawatir (sangat banyak). Dan sebagian kisah itu memang benar adanya. Namun, tidak sedikit kisah kisah yang tidak bisa dipertanggung jawabkan keabsahan dan kebenarannya.

Oleh sebab itu Ibnu Rajab mengatakan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani adalah orang yang diagungkan pada masanya. Sungguh beliau telah dimuliakan oleh sekian banyak syaikh, baik kalangan ulama ataupun para ahli zuhud. Yang demikian itu karena beliau memiliki banyak keutamaan dan karamah. Ada seorang yang bernama Al Muqri Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri, yang menghimpun cerita cerita tentang berbagai keutamaan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab. Namun orang itu telah mencantumkan hal hal yang aneh dan dusta. Padahal cukuplah seorang itu dikatakan berdusta, jika dia menceritakan segala yang ia dengar. Sebagian kitab itu telah kubaca, dan Qolbuku tidak tenang untuk meriwayatkan  segala kisah yang ada didalamnya. Kecuali kisah kisah yang telah popouler dari kitab selainnya. Selain itu, banyak riwayat dalam kitab ini yang bersumber dari orang orang majhul (tidak dikenal) juga perkara perkara yang mustahil, sesat, klaim, dan ucapan  yang batil. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al jailani. (Dzail Thabaqat Hanabilah, 1/293, karya Ibnu Rajab).

Imam Adz Dzahabi Rohimahullah menyebutkan tidak ada ulama besar yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisahnya, selain Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rohimahullah. Namun, banyak dari riwayat riwayat itu tidak benar. Bahkan ada yang mustahil terjadi. Tidak ketinggalan Ibnu Katsir Rohimahullah juga memberikan komentarnya mengenai beliau ini dalam Al Bidayah Wan Nihayah, beliau mengatakan, orang orang banyak menukilkan hal dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, baik berupa ucapan, perbuatan, penyingkapan urusan ghaib, yang mayoritasnya adalah ghuluw (sikap ekstrim). Padahal beliau adalah seorang yang shalih dan wara’. Beliau menulis kitab Al Ghunyah dan Futuh Al Ghaib. Dalam kedua kitab ini terdapat perkara perkara yang baik, namun beliau kadang kadang membawakan hadits hadits lemah, bahkan palsu. Akan tetapi secara global, beliau merupakan seorang figur dikalangan pemimpin Masyaikh.

Terlepas dari berbagai karomah dengan berbagai versi yang disebutkan dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, sesungguhnya ada sebuah suri tauladan yang baik pada diri segenap kaum muslimin. Yaitu kesabaran beliau yang sangat menakjubkan dalam menghadapi cobaan dan ujian duniawi.
Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari berbagai penderitaan fisik maupun jiwa, kerugian harta benda, maupun kehilangan orang orang yang dicintai. Yang demikian ini pasti akan menimpa siapapun. Baik orang shalih maupun orang bejat, bahkan para Nabi sekalipun. Allah Menegaskan hal ini dalam firman Nya:
ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأنفس والثمرات، وبشر الصبرين
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 155).

Dalam Kitab Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab Rohimahullah menyebutkan sebuah peristiwa yang pernah dialami oleh Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dikota Baghdad. Beliau berkata, Aku mengambil selada dan sisa sisa sayuran dari tepi sungai. Kesempitan hidup semakin memuncak karena melambungnya harga barang di Baghdad. Hal ini membuatku tidak makan selama beberapa hari. Bahkan aku terpaksa harus memungut sisa makanan yang terbuang untuk dimakan. Suatu hari aku keluar dari rumah menuju tepi sungai karena terdorong oleh rasa lapar yang sangat hebat. Barangkali aku bisa menemukan daun, sayuran, atau yang lainnya untuk dimakan.
Namun, tidaklah aku mendatangi suatu tempat, kecuali pasti telah ada orang lain yang mendahuluiku. Jika aku mendapatkannya, ternyata aku menyaksikan orang orang miskin saling berdesak desakan untuk memperebutkannya. Maka aku pun membiarkannya dalam keadaan aku menyukai makan tersebut. Akupun Pulang dengan berjalan ditengah kota, dan tidaklah aku menemukan sisa makanan yang terbuang, melainkan pasti ada yang telah mendahuluiku untuk mengambilnya. Akhirnya aku sampai dimasjid yasin yang terletak disebuah pasar kota baghdad. Aku benar benar sangat lemah dan tidak mampu lagi bertahan. Aku pun masuk kedalam masjid itu, lalu duduk di salah satu sudut masjid. Hampir saja kematian menjemputku waktu itu.

Dalam kondisi seperti, tiba tiba masuklah seorang pemuda ajam (non arab) dengan membawa roti dan daging daging panggang. Kemudian ia duduk dan memakannya. Setiap kali ia mengangkat tangan untuk menyuapkan makanan kemulutnya, mulutku ikut terbuka karena begitu beratnya kelaparan yang kurasakan itu. Sampai sampai aku mengingkari hal ini terjadi dalam diriku. Aku berkata, apa apaan ini, Aku Berkata. Tidaklah ada kecuali Allah atau kematian yang telah ditetapkan Oleh Nya. Tiba tiba pemuda tersebut menoleh kearahku dan melihatku lalu berkata, Bismillah, makanlah wahai saudaraku. Namun aku menolaknya. Maka pemuda itu bersumpah supaya aku memakannya, jiwaku ingin segera mengiyakan permintaan itu, namun diriku tidak menurutinya. Pemuda tersebut kembali bersumpah dan akhirnya aku memenuhi keinginannya, maka aku pun memakannya.

Pemuda itu bertanya kepadaku Apa kesibukanmu? Dari mana asalmu? Dan namamu siapa? Aku pun menjawab, Aku adalah orang yang sedang belajar Fiqih. Asalku dari Jailan.
Apakah engkau mengenal seorang pemuda asal jailan yang bernama Abdul Qadir, dia adalah cucu Abu Abdillah Ash Shauma’i Az Zahi?  Aku pun menjawab, Akulah orang nya seketika itu pemuda tersebut bergetar dan berubah raut wajahnya. Ia berkata Demi Allah aku sampai ke Baghdad, dengan sisa bekal yang tinggal sedikit. Aku selalu bertanya tentang dirimu, namun tidak seorang pun yang menunjukkanku kepadamu. Akhirnya bekalku habis. Sehingga selama tiga malam aku tidak memiliki uang untuk membeli makanan selain uangmu yang ada pada diriku. Bangkai telah halal bagiku (karena keadaan darurat) aku pun mengambil barang titipan untukmu yang berupa roti dan daging panggang. Makanlah dengan tenang karena makanan ini milikmu. Sekarang aku adalah tamumu, setelah sebelumnya engkau menjadi tamuku.

Aku pun bertanya kepadanya, kenapa bisa seperti itu? Ia pun bercerita, ibumu telah menitipkan kepadaku uang delapan dinar untukmu. Lalu aku membeli makanan dengan uang itu karena terpaksa. Sekarang aku meminta maaf kepadamu. Maka aku menyuruhmu diam dan menentramkan jiwanya. Kemudian aku memberinya sisa makanan dan sedikit uang sebagai bekal. Maka ia pun menerimanya dan pergi.

Demikianlah pembaca yang budiman, sepenggal kisah tentang kesabaran Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rohimahullah. Seorang yang mengaku mencintai Syaikh Abdul Qadir, maka hendaknya ia berusaha meneladaninya. Bagaimana semangat dan kesabaran beliau dalam menuntut ilmu, perjuangan beliau dalam mendakwahkan ilmu agama, akidah beliau, dan sifat sifat terpuji yang lainnya. Bukan diwujudkan dengan sekedar menyebut nyebut namanya dalam majlis dzikir atau doa. Apalagi dengan menjadikan beliau sebagai wasilah dalam berdoa kepada Allah. Ini adalah perbuatan Bid’ah yang terlarang dalam syariat islam, yang mengantarkan kepada kesyirikan.
Allahu’alam.

Selesai.

Penulis Al Ustadz Abu Hafiy Abdullah.
Sumber, Qudwah Edisi 02 vol 01/1433H/2012.
Klik Join telegram http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com
WA Fadhlul Islam Bandung

Kamis, 03 Maret 2016

FATWA PARA ULAMA TENTANG IKHWANUL MUSLIMIN (IM)

Fatwa Al Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rohimahulloh 
Beliau mengatakan, Pergerakan Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para Ulama karena mereka tidak punya semangat untuk berdakwah kepada mentauhidkan Allah ta’ala, mengingkari kesyirikan dan bid’ah, mereka mempunyai metode metode khusus yang terkurangi dengan tidak adanya semangat untuk berdakwah di jalan Allah ta’ala, tidak mengarahkan kepada aqidah yang benar yang merupakan jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Maka hendaknya perhatian Ikhwanul Muslimin adalah terhadap dakwah salafiyyah yaitu dakwah untuk mentauhidkan Allah ta’ala, mengingkari peribadahan kubur, bergantung kepada mayit mayit, beristighosah dengan penghuni kubur seperti Al Husain, Al Hasan, Al Badawi atau yang semisalnya.(1).

Beliau juga ditanya dengan sebuah pertanyaan berikut ini : Hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam tentang perpecahan Umat,
Sabda beliau
ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة
Akan tepecah umatku menjadi 73 golongan, semuanya dineraka kecuali satu.
Apakah jama’ah Tabligh dengan apa yang ada pada mereka berupa berbagai macam kesyirikan, bid’ah dan jama’ah Ikhwanul Muslimin dengan berkelompok kelompoknya mereka dan tidak taat serta patuh kepada penguasa, apakah kedua jama’ah ini termasuk 72 kelompok sesat.
Beliau menjawab : Siapa saja yang menyelisihi Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah maka dia masuk kedalam 72 kelompok yang sesat, sabda beliau umatku maksudnya adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah ta’ala dan menampakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Sehingga ada 73 golongan, satu kelompok yang selamat adalah mengikuti Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam dan istiqomah diatas agama beliau. Adapun yang 72 golongan maka ada diantara mereka yang kafir, Pelaku maksiat, ahli bid’ah, bermacam macam.

Kemudian penanya mengatakan : Apakah Dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?
Maka Syaikh bin Baz menjawab : Ya, termasuk dari 72 golongan tersebut, sebagian ulama memandang bahwa kelompok khawarij termasuk orang orang kafir, namun mereka masuk dalam keumuman 72 golongan tersebut. (2)
—————————————
(1).Al majallah halaman 23, edisi 806. 25 shafar 1416 H dan Al Ajwibah al Mufid halaman 72.
(2).Dari kaset ‘as ilatun wa Ajwibah.

Sumber, Risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’wata ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj As salaf. (Faishol bin Abduh Qo’id al Hasyidi)
alih bahasa : Abu Luqman Abdullah.
cet. Maktabah Al ghuroba.


Fatwa Muhaddits Zaman Ini, Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani Rohimahulloh
Beliau ditanya : Apakah manhaj Ikhwanul Muslimin diatas Sunnah.
Maka beliau menjawab : Suatu hal yang telah diketahui bahwa diantara kaidah Ikhwanul Muslimin adalah KITA TOLONG MENOLONG PADA PERKARA YANG KITA SEPAKATI DAN KITA SALING MEMAAFKAN PADA HAL HAL YANG KITA PERSELISIHKAN. Kaidah ini tidak benar dan pada bagian yang terahir (kita saling memaafkan pada hal hal yang kita perselisihkan)
Ringkasnya Barokallohufiyka, Ikhwanul Muslimin berangkat dari kaidah yang diletakkan oleh pimpinan pertama mereka dan secara mutlak, oleh karena itu engkau tidak mendapatkan adanya usaha saling menasehati satu sama lain yang diambil dari dalil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, berdasarkan firman Allah ta’ala :
Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menepati kebenaran. (QS. Al Ashr 1-3).

Sebagaimana telah engkau ketahui bahwa kebenaran adalah lawan kebathilan dan kebathilan adalah pokok dan cabangnya, segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran adalah batil. Ungkapan (Kaidah) inilah yang menjadi penyebab tetapnya Ikhwanul Muslimin selama sekitar 70 tahun beramal dan berpikir jauh dari pemahaman islam yang benar dan selanjutnya mereka jauh untuk mewujudkan islam secara amaliyah, karena sesuatu yang kehilangan tidak mampu memberinya
(Dari kaset Liqo’ ma’a sururi milik Syaikh al bani side A).

Syaikh juga menegaskan sebagaimana dalam kaset beliau Liqo ma’a sururi, juz yang pertama side B, isinya adalah sebagai berikut. Tidak benar dikatakan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah karena mereka justru memerangi Sunnah.

Beliau juga ditanya tentang hukum masuk kedalam Partai At Tajammu’ Al Yamanu Lil Islah
Al Imam Al Albani Rohimahulloh menjawab:
Sungguh Partai partai di negri Islam tidak diperbolehkan karena Allah ta’ala berfirman:
Ketahuilah , bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung (QS Al Mujadilah 22).

Tidak ada disana kecuali satu golongan dan anda bisa memahami dari perkataan saya yang lalu seputar dakwah islamiyah dan kenapa kita menyerukan Al kitab, As Sunnah, Manhaj Salaf yang satu (Salafush Sholih) sehingga kaum muslimin menjadi satu golongan dan dia diatas satu manhaj. Oleh sebab itu tidak ada partai dalam islam dan terlebih lagi Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
Dan janganlah kamu termasuk orang orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka (QS Ar Rum :31-32).

Dan benar, saya bukan orang Yaman dan tidak pula datang ke Yaman. Akan tetapi saya mengetahui bahwa penyakit umat islam disemua negri islam adalah satu, yaitu jauhnya mereka sebagaimana baru saja kudengar dari sisi metode ilmiyah.
Bagaimana mereka mengetahui kesalahan dengan kebenaran, Bagaimana mereka mengetahui aqidah yang benar dari aqidah bathil, yaitu diatas manhaj salafus shalih sementara mereja jauh dari manhaj salafus shalih. Kemudian kebanyakan dari mereka mengerjakan amalan shalih namun mereka tidak mengharap wajah Allah ta’ala sebagaimana aku telah memulai pada perkataan yang kedua. Sekarang ini penyakit yang ada di negeri negeri islam adalah satu, tidak ada perbedaan antara disini (Yordania) dengan suria, antara jazirah Arab dan Tunisia dan antara Libia dan Maroko, kemudian kembali ke timur semuanya, penyakitnya adalah satu, yaitu jauhnya mereka dari petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta apa yang salafus shalih berada diatasnya.

Sekarang saya katakan : Perkumpulan ini At Tajammu’ Al Yamani Lil Islah-yang pertama, saya yakin tidak berdiri diatas pondasi Al Kitab Dan Sunnah. Saya yakin tidak dibangun di atas pondasi Al Kitab dan As Sunnah serta Manhaj Salaf… Saya bukan orang yaman tapi demikianlah realita yang terjadi di Yaman.

(Dari Kaset I’lamul Qodhi wad Dani Milik Syaikh Al Albani Rohimahulloh).
 Sumber, risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj As salaf.(Faishol bin Abduh Qo’id al Hasyidi). Alih Bahasa: Abu luqman Abdullah. cet Maktabah Al Ghuroba 

Fatwa Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rohimahullah, Anggota Majlis Ulama besar Saudi
Beliau ditanya apakah ada nash dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam yang membolehkan berbilangnya Jama’ah jama’ah dan Ikhwan

Maka Beliau menjawab : Ya, Saya katakan tidak ada dalam Al kitab dan Sunnah yang membolehkan berbilangnya kelompok kelompok dan jama’ah jama’ah, bahkan yang ada dalam Al Kitab dan As Sunnah adalah celaan terhadap hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman:
إن الذي فرقوا دينهم وكانوا شيعا لست منهم في شيء إنما أمرهم إلى اللّٰه ثم ينبئهم بما كانوا يفعلون
Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agama Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.(QS Al An’am :159).
Allah ta’ala berfirman:
من الذي فرقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون
Tiap tiap golongan mereka merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS ar Rum: 32).

Tidak diragukan lagi bahwa kelompok kelompok ini bertolak belakang dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah bahkan apa yang Dia Anjurkan dalam firman Nya:
Sesungguhnya (Agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertaqwalah kepada Ku (QS Al Mukminin: 52).

Adapun perkataan sebagian mereka : Bahwa tidak mungkin dakwah akan menjadi kuat melainkan jika berada di bawah kelompok. Kita katakan bahwa ini sama sekali tidak dibenar bahkan dakwah akan semakin kuat setiap kali seseorang semakin bernaung dibawah Kitabulloh dan Sunnah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam serta mengikuti Jejak Nabi dan Khulafa’ ar Rasyidin

(Dari kaset Majmu’ah Kalamil Ulama Fi Abdurahman abdul Kholiq pada side B).
Sumber,  risalatun Akhowiyah, limadza taroktu  da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj as Salaf, (Faishol bin Qo’id al Hasyidi), Alih Bahasa: Abu luqman abdullah, cet Maktabah al Ghuroba.

Fatwa Muhaddits Negeri Yaman Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rohimahulloh
Beliau ditanya apakah Jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jama’ah tabligh dan Qutbiyin termasuk Ahlus Sunnah Wal Jama’ah atau tidak?

Beliau menjawab : Adapun Jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tabligh dan Qutbhiyin. Lebih pantas kalau kita menghakimi manhaj mereka, manhaj mereka bukanlah manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah. Adapun secara individu maka kalian telah ketahui bahwa ada sebagian orang tertipu, dan menjadi seorang Salafi lalu mereka datang kepadanya dalam rangka menolong agama Allah dan orang itupun berjalan bersama mereka sementara dia tidak mengetahui bagaimana keadaan mereka sebenarnya, sehingga mereka tercampur, masing masing individu tercampung sehingga tidak bisa memukul rata dalam menghukumi mereka.

Akan tetapi MANHAJ MEREKA BUKANLAH MANHAJ AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH (Dari kaset Al As’ilah As Sunniyah li’ alamatil bilad Al Yamaniyah

Fatwa Al Allamah Sholih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahulloh, anggota Majlis Besar Ulama Saudi
Beliau mengatakan: Musuh Musuh dakwah ini berusaha untuk menghabisinya dengan sekuat tenaga namun mereka tidak berhasil dan mereka berusaha untuk melawannya dengan menanamkan keraguan, merenggangkan persatuan, melemparkan syubhat dan mensifati dakwah ini dengan sifat sifat yang membuat lari manusia darinya , sehingga tidaklah hal itu kecuali menambah persatuan, kejelasan, penerimaan dan makmurnya dakwah ini. Dan diantara akhir dari semua itu adalah apa yang kami jalani sekarang inu berupa datangnya pemikiran pemikiran asing dan penuh Syubhat ke negeri kita dengan mengatasnamakan dakwah di atas jama’ah jama’ah yang menamakan dirinya dengan nama nama yang berbeda beda seperti Ikhwanul Msulimin, Jama’ah Tabligh, jama’ah ini dan itu dan tujuan mereka adalah satu yaitu menyingkirkan dakwah tauhid dan membubarkannya (Muqoddimah kitab Haqiqotut dakwah Ilallah halaman 3-4).

Selesai.

Sumber, risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj as Salaf ( Faishol bin Abduh qo’id al Hasyidi). Alih Bahasa Abu luqman abdullah, cet Maktabah al Ghuroba.

Klik join Chanel telegram  http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com
Fadhlul Islam Bandung
Apik Elek Bloge Dewek