:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label MLM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MLM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2015

Tanya Jawab Kajian Ilmiyah
Ma'had Anshorussunnah, Bone Sul-Sel
11-12 Muharam 1437H / 24-25 Oktober 2015M
dijawab Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy
=======================================================================
Mohon penjelasan singkat manhaj dakwah Dzulkarnain dan pengikutnya !?

Ma'ruf ya akhi, antum kok tanya lagi, ha.....ma'ruf ya...
Sekarang ini barokallohufiykum, sekarang ini subhanalloh dari kalangan mukhadzdzilin-mumayyi'in, ketika muncul fitnah-fitnah ditengah-tengah mereka, langsung serempak membela. Bukan semata-mata yang di dalam negeri, di luar negeri serempak membela. Luar biasa, ini...luar biasa penyimpangannya ya ikhwan.
Muncul fitnah Al Imam di Yaman, barokallohufiykum. Masyaikhul Kibar bicara, tegas meminta taubat dari watsiqah yang ada. Subhanalloh, yang membela ha ula ini ya ikhwan. Yang membela Al Imam dan yang bersama dengan dia, mereka-mereka ini, mereka-mereka ini ya ikhwan, dari kalangan Sanusiyin hadza ya ikhwan. Luar biasa...

Ketika muncul seorang da'i, da'i ya ikhwan. Yang sejak dulu nggak pernah dikenal di kalangan salafiyin, hata ini ha ula(dzulqarnain dkk) tidak mengenal mereka sebelumnya ya ikhwan.
Muncul da'i yang namanya Dr. Zakir Naik dari India wa la Pakistan ya ikhwan. Ini ditahdzir oleh para Masyaikh.
Dikatakan oleh Syaikh Fauzan, "mulhid". Dia mengatakan Alloh itu tidak Maha Kuasa atas segala sesuatu. na'uzubillahimindzalik. Disampaikan kepada Syaih Sholeh Fauzan, "mulhid, hadza mulhid" kata beliau. Menyamakan Alloh 'Azzawajall dengan brahmana, dengan krisna, dengan yang lain-lainnya. na'udzubillahimindzalik. Wadheh penyimpangan yang ada.
Thoyyib, mereka-mereka ini membelanya, ha ula lengkap dengan rodjaiyunnya ya ikhwan. Dulu nggak dikenal, ditampilkan sekarang rame-rame oleh link-linknya rodja ya ikhwan. ini juga membela ha ula.
Subhanalloh, hampir semuanya yang menyimpang-menyimpang di zaman ini, yang masuk dalam kerangka tamyi', kerangka takhdzil, mukhadzdzilin bisa bersatu padu gitu ya ikhwan, membela mereka. Subhanalloh.

Sehinga semakin gambang, semakin jelas barokallohufiykum, ini semuanya. Fahim tum? loh kok diem saja?

Nah, begitu....
(Dzulqarnain dkk) Secara pergeserannya terus bergeser menuju kepada rodjaiyin halabiyin. Rodjaiyin halabiyin, grupnya firanda dan kawan-kawannya itu bergeser kepada ikhwanul muslimin. Toriqohnya, uslubnya, gayanya, arahnya kesana ya ikhwan. Allohulmusta'an walahaulawalaquwwata illabillahil 'aliyyil'adzim.

Hadza huwa, semakin lama bukan semakin bagus, semakin lama semakin mengerikan, barokallohufiykum. Sehingga kalau masih ada di era sekarang ini yang masih menbela-bela kita katakan pahlawan kesiangan, barokallohufiykum. Pahlawan kesiangan ya ikhwan.

Na'am, antum terus jalan pada dakwahnya antum, jangan tolah toleh, jangan memikirkan ha ula, lurus dakwahnya antum. Jangan digubris mereka semua, barokallohufiykum. na'am
Wallohu ta'ala a'lam bishshowab.

DOWNLOAD AUDIO

Sumber: WSI

Senin, 17 Agustus 2015

1. Muhammad al-Imam berkhidmat untuk kaum Hutsi (Rafidah) dengan khidmat yang tiada bandingannya.
Dia membukakan jalan untuk mereka :
# maka dia berfatwa untuk meletakkan senjata,  menyerahkan kota-kota kepada mereka.
# dia mentahdzir asy-Syaikh Hani',  karena beliau menggerakkan jihad melawan Hutsi.
Lalu setelah itu al-Imam membual dengan bangga mengatakan,  "Saya terdesak/terpaksa."

2. Muhammad Al-Imam berkhutbah dengan khutbah yang lantang, di dalamnya dia mengatakan bahwa MEMERANGI HUTSI (Rafidhah)  adalah FITNAH.
Setelah kemenangan salafiyun, dia berkata:

انتصارات إلى جهنم
"KEMENANGAN MENUJU JAHANNAM.!!!"
Demikianlah, dia terus menjalin hubungan dengan para pembesar Hutsi, dan mencela pasukan koalisi (dalam operasi "Asifatul Hazm pimpinan Saudi, pen), dengan mengatakan bahwa mereka adalah pembunuh."

3. Sejelek-jelek manusia adalah hutsi, mereka lebih najis dan lebih kafir daripada kaum Tartar.
Hutsi telah melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin yang belum pernah diperbuat Tartar, dengan atas nama Islam.
Namun,  Muhammad Al-Imam mempersaksikan mereka dengan keislaman dan persaudaraan keimanan.

4. Hutsi (Rafidah) memerangi kaum muslimin di muka bumi dengan senjata-senjata berat, sedangkan Muhammad Al-Imam ikut berperang bersama mereka (Hutsi) dari atas mimbar!!Ketika masjid-masjid hutsi diledakkan oleh Daisy (ISIS) maka Muhammad al-Imam menjerit demi membela Hutsi.
Namun,  ketika Hutsi kalah, dia berteriak (sambil menangis)

5. Al-'Alamah al-Wadi'i telah berwasiat untuk mendirikan markiz-markiz (ma'had-ma'had ilmu,  pen) dalam rangka
# menegakkan As-Sunnah, dan
# memerangi kesyirikan

bukan dalam rangka bermegah-megahan
Barakah hanyalah datang dari Allah dan orang yang benar adalah orang yang diberi taufiq oleh Allah.
Kita berlindung kepada Allah dari penyimpangan setelah istiqamah sebelumnya.

6. Al-Imam telah terjatuh dalam dua watsiqah (perjanjian) :
# Watsiqah yang mempersaksikan Hutsi (Rafidhah) dengan iman, dab membolehkan kebebasan berfikir,
# Watsiqah untuk memperingatkan (mentahdzir) seorang salafy yang dizhalimi yang tidak ada salah padanya kecuali karena dia telah menggerakkan semangat untuk memerangi Hutsi berdasarkan fatwa ulama.

7. Muhammad al-Imam menasihatkan supaya tidak membicarakan fitnah, dalam keadaan dia sendiri adalah orang yang paling sering masuk dalam fitnah, bahkan dia menandatangani poin-poin perjanjian kekufuran.
# Prinsip-prinsipnya dalam menyikapi fitnah, membuat bingung pengikutnya dan goncang seakan mereka hidup di planet lain.

8. Dahulu para Thalabah Dammaj menolak berbagai kebid'ahan dan kezhaliman al-Hajuri, namun mereka tidak mampu menampakkannya terang-terangan karena khawatir diusir dari Dammaj.
# Begitupula sikap mereka terhadap Muhammad al-Imam, tidak mampu terang-terangan karena khawatir diusir dan tidak diberi bantuan dana.

9. Para pengekor Muhammad Al-Imam telah menipu diri-diri mereka sendiri dengan menyatakan bahwa fulan dan fulan bersama kami.
# Ini adalah ciri-ciri hizbiyyun, yaitu selalu terikat/bergantung pada tokoh-tokoh/sosok-sosok tertentu, padahal telah tampak dalil/bukti-bukti (akan kebatilannya) .
# Datanglah bantahan Asy-Syaikh Muhammad  Al-Madkhali laksana PETIR.

10. Mereka (Muhammad Al-Imam dan para pengikutnya) mengira bahwa diamnya sebagian ulama adalah tanda setuju dengan mereka.
Mereka tidak mengerti kesabaran para ulama.
# Ketika telah diterima (bantahan) ke tangan Al-Imam keluarlah kertas penjelasan yang sangat lemah, dia mengatakan,  "Aku tidak bermaksud itu.... Aku tidak memaukan itu... "
Ini adalah jalan ahlul ahwa (pengekor hawa nafsu).

SELESAI,  Alhamdulillah

@Arafatbinhassan
WA Majmu'ah Manhajul Anbiya

Senin, 10 Agustus 2015

Nashihat ana (Al Ustadz Muhammad As Sewed):
 

# Agar Salafiyyin jangan menghadiri acara Hizbiyyin, Mutalawwinin, PENGKHIANAT yang diam ketika Ahlus Sunnah dibantai namun sebaliknya marah - marah ketika Ahlus Sunnah menang

# Jangan menghadiri kajian PENDUSTA Abdul Hadi al Umairi yang sudah DITAHDZIR oleh Syaikh Rabie' hafidzahullahu ta'ala

# Jangan menghadiri kajian YANG DIADAKAN oleh Maakirin, La'abin yang tidak peduli atau tidak mementingkan agama Allah, ketika dianggap sama dengan agama Syi'ah yang jelas - jelas anti Al Qur'an, anti Sunnah, anti Shahabah Ridhwanullahu ajma'in

# Jangan menghadiri majelis YANG DIUNDANG padanya orang yang membela :
~Sang Murji' Ali al Halabi,
~Sang Pencela Nabi Masyhur Hasan Salman,
~Sang PENGKHIANAT dalam jihad di Yaman al mubtadi' Muhammad al imam.

# Jangan menghadiri PEMBELA orang - orang yang telah ditahdzir oleh para ulama, yaitu:
~Syaikh Washiyyullah yang washiyyahnya hanya untuk hizbiyyin.
~Jangan pula hadir di majelis GRUP MEREKA ahlul watsiqah al mujrimah adz dzhalimah Syaikh Utsman As Salimi wa man ma'ah.


Cirebon ~ Senin, 25 syawwal 1436 H / 10 Agustus 2015
Sumber: WhatsApp Salafy Cirebon

Rabu, 24 Desember 2014

(Menjawab Tuduhan Keji Para Pendengki Terkait Bayan Rujuk Ust. Saifuddin Zuhri hafidzohulloh)

Kolaborasi Halabiyun, Kumpulan Thullabul Hawa' dan Syuhada Al IskandarKOLABORASI HALABIYUN: KUMPULAN THULLABUL HAWA’ DAN SYUHADA AL ISKANDAR
Alhamdulillah was Sholatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala Alihi wa Ashabihi Waman Tabi’a Hudahu Ila Yaumil Qiyamah. Wa Asyhadu Alla Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluhu, Amma Ba’du :

Jumat, 05 September 2014

Bismillahirrohmanirrohim. o
menjawab tahdziran farhan aceh thdp syaikh hani dan ustadz luqman ba abduh
MENJAWAB TAHDZIRAN FARHAN ACEH
TERHADAP ASY SYAIKH HANI’ BIN BURAIK & USTADZ LUQMAN BA’ABDUH
Pengantar
Telah kita ketahui bersama pada makalah yang lalu bagaimana Asy Syaikh Abdul Hadi (sahabat dekat Syaikh Utsman As Salimi) mengaku mendapatkan tugas untuk membela para ikhwah di sini (para MLM & ustadz Dzulqarnain maksudnya) yang kemudian berujung pada keluarnya tahdzir beliau terhadap Al Ustadz Luqman yang setelah disingkap bukti-buktinya ternyata tidak lebih dari tahdziran senjata makan tuan berikut bukti nyata bahwa acara daurah beliau  diselenggarakan di markas besarnya orang-orang yang memang menentang tahdziran Asy Syaikh Rabi’ terhadap Al Ustadz Dzulqarnain dan bahkan menikam secara khabits langkah mengikuti bimbingan Ulama Kibar semisal Asy Syaikh Rabi’ sebagai jalan kesesatan (baca: khuruj ’anil haq) sembari menunggu kematian beliau!!! Allahumma…

Kamis, 04 September 2014

MENJAWAB SYUBHAT & TUDUHAN KEJI TERHADAP SEGENAP ASATIDZAH AHLUSSUNNAH INDONESIA & KEGIATAN TAHUNAN DAURAH MASYAIKH DI MA’HAD AL ANSHOR JOGYAKARTA:
VETERAN AJANG  POLITIKUS & REUNI MANTAN LJ!!!!

Walhamdulillah untuk kesekian kalinya telah usai rangkaian daurah Miratsul Anbiya yang kegiatannya berpusat di Masjid Agung Bantul dan di Ma’had Al Anshor Joyakarta yang langsung dibawah bimbingan Asy Syaikh Rabi’ dari sejak awalnya diselenggarakan. Namun demikian, upaya pembusukan dan penyebaran syubhat serta fitnahan  ternyata masih terus disebarluaskan.
Berikut yang masih disebarluaskan:
fitnahan dan tuduhan keji yang masih terus disebarluarkan
Gambar 1. Screenshot fitnahan dan tuduhan keji yang masih terus disebarluarkan

Hal mana menunjukkan bahwa daurah masyaikh yang secara rutin tiap tahun diadakan dari sejak awalnya dibawah arahan dan bimbingan Asy Syaikh Rabi’ dan masyaikh sunnah lainnya – walhamdulillah – dicap dan dituding secara jorok hanya sebagai ajang reuni mantan LJ dan ajang politik!!!! Sungguh ini adalah kedustaan yang sangat nyata!!
Apik Elek Bloge Dewek