:::: MENU ::::
Tampilkan postingan dengan label syaikh shalih fauzan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syaikh shalih fauzan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

PENGEBOMAN/PELEDAKAN DI NEGERI-NEGERI KAFIR, APAKAH TERMASUK JIHAD?
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Tanya :
"Apakah tindakan pembunuhan rahasia atau peledakan gedung-gedung pemerintahan di negeri-negeri kafir merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan merupakan amalan jihad?"

Jawab :
"Pembunuhan rahasia dan pengrusakan adalah PERKARA YANG TIDAK BOLEH. Karena itu akan memberikan kejelekan kepada kaum muslimin, dan akan menyebabkan pembunuhan massal dan pengusiran terhadap kaum muslimin.

Yang disyari'atkanya terhadap orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah dan menghadapi mereka di MEDAN TEMPUR, apabila kaum muslimin MEMILIKI KEMAMPUAN untuk menyiapkan bala tentara, bertempur dan berperang melawan orang-orang kafir sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi — shallallahu alaihi wa sallam —

Adapun pembunuhan rahasia dan penghancuran maka justru akan menimpakan kejelekan terhadap kaum muslimin!!
Rasulullah — shallallahu alaihi wa sallam — ketika masih berada di Makkah sebelum hijrah ke Madinah, ketika itu beliau diperintah untuk menahan diri (dari berperang dan membunuh orang-orang kafir, pen). Allah berfirman :
{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ } [النساء : 77]
"Tidakkah kalian perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka 'tahanlah tangan-tangan kalian, tegakkanlah shalat, dan bayarlah zakat." [an-Nisaa : 77]

Ketika itu beliau diperintah untuk menahan tangan dari memerangi orang-orang kafir. Karena saat itu kaum muslimin belum mempunyai kemampuan untuk memerangi orang-orang kafir. Kalau seandainya kaum muslimin membunuh satu orang kafir, niscaya kaum kafir itu akan membunuh dan menghabisi kaum muslimin semuanya. Karena mereka lebih kuat daripada kaum muslimin.
Kaum muslimin berada di bawah tekanan dan kekuatan kafir, sebagaimana kita saksikan dan kita dengar sekarang.

Pembunuhan rahasia dan peledakan bukan termasuk perkara dakwah, bukan pula jihad fi sabilillah.
Ini justru akan mengantarkan kejelekan kepada kaum muslimin, sebagaimana telah terjadi pada masa ini. ... "

al-Ajwibah al-Mufidah, hal. 229-230

==========================================================================
HUKUM MELAKUKAN PENGEBOMAN DI NEGERI KAFIR
Asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah

Tanya :
"Sebagian orang mengatakan bahwa peledakan di negeri-negeri orang kafir adalah benar, sebagai balasan atas perbuatan orang-orang kafir membantai kaum muslimin di Palestina dan lainnya.
Bagaimanakah hukum asal masalah ini?"

Jawab :
"Orang itu berkata berdasarkan pendapatnya sendiri, tidak berlandaskan ilmu.
Karena antar negara itu ada perjanjian-perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan. Masing-masing negara harus menjaga/menepati perjanjian dengan negara lainnya, tidak boleh ada khianat. Tindakan tersebut juga TIDAK termasuk jihad yang diizinkan syari'at, namun itu merupakan tindak kejahatan yang terlarang.
Karena mengakibatkan berbagai kerugian setelahnya. Tindak penyerangan ini tidak benar, meskipun terhadap orang kafir. Tidak benar sama sekali. Tidak ada satu pun dalil yang mendukungnya.

Antar negara-negara tersebut terdapat piagam-piagam, perjanjian-perjanjian, dan kesepakatan-kesepakatan. Maka tidak boleh seorang pun menempuh cara kekacauan, sehingga menyebabkan tersebarnya kekacauan di dunia. Maka justru berbalik, berbagai kerugian menimpa kaum muslimin dan lainnya serta orang-orang yang tak bersalah, yang darah mereka dilindungi oleh Islam.

Peledakan dan pembunuhan-pembunuhan rahasia, serta berbagai aksi sporadis syaithaniyyah, TIDAKLAH TEGAK DI ATAS dalil-dalil dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Namun berdasarkan pemahaman-pemahaman yang keliru. Maka mereka itu akan menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang-orang yang telah mereka sesatkan tanpa ilmu, yaitu yang menjadi tentara dan mentaati mereka serta mengikuti mereka tanpa dalil. Bahkan mereka menipu para pengikutnya bahwa itu adalah jihad fi sabilillah. Sungguh mereka telah berdusta.

Jihad yang haq adalah jihad yang terpenuhi syarat-syaratnya dan tidak ada faktor-faktor penghalangnya.

Apakah kelompok-kelompok sesat itu telah menempuh jalan jihad yang haq??!
Jawabannya adalah : TIDAK.
Apakah kelompok-kelompok sesat itu memiliki kekuatan syar'i?
Jawabannya adalah : MEREKA TIDAK MEMILIKI KEKUATAN kecuali hanya mengikuti hawa nafsu, dan mentaati syaithan.
Mereka pun melakukan berbagai kerusakan, berupa menumpahkan darah, menghancurkan harta dengan penuh kebencian dan kedengkian, kezhaliman dan permusuhan.
Maka semoga mereka tertimpa apa yang sepantasnya bagi mereka, yaitu hukuman bagi para perusak dan pelaku kejahatan."

Nuzhatu al-Qaari fi Syarh Kitab al-'Ilmi min Shahih Al-Bukhari, hal. 102-103
______________________________________________________________________________
Majmu'ah Manhajul Anbiya
https://telegram.me/ManhajulAnbiya

Jumat, 02 Oktober 2015

)** Zakir Abdul Karim Naik (bahasa Hindi: ज़ाकिर अब्दुल करीम नायक; lahir 18 Oktober 1965; umur 49 tahun) adalah seorang  pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam  dan  perbandingan agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra. (Wikipedia)
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Dengar nama ini, Zakir Naik, pertama kali ketika ada seorang teman di kantor menyebut orang ini. Dia bilang baru nonton Zakir Naik di youtube. "Ada orang hebat banget, Zakir Naik, dokter, menguasai sekian bahasa, kalo debat nggak pernah kalah, membungkam orang-orang kristen, sekian banyak orang masuk islam karena orang ini" Ya, kurang lebih seperti itu yang dia katakan.
Dan lagi ketika atasan (yang saya tahu dia seorang berpaham ikhwani/ikhwanul muflisin) melihat teman saya ini sedang nonton Zakir Naik youtube, malah dipuji. "Nonton apa?" "Ini pak, Zakir Naik" "Oh...bagus, bagus".

Munculah pertanyaan dalam benak saya. Siapa Sebenarnya Zakir Naik ini? Bagaimana Aqidahnya?
Tukang debat? padahal yang saya ketahui dalam islam adalah larangan keras untuk jidal/debat.
Lagi penasaran, alhamdulillah, ada ikhwan yang men-share ke Grup WhatsApp FBF potongan audio dauroh Ust. Luqman hafidzohulloh di Singapura yang di dalamnya menjelaskan bagaimana aqidah dan manhaj Zakir Naik. Dan ternyata orang ini memiliki penyimpangan yang cukup mengerikan, memiliki pemahaman/keyakinan yang kufur. Walhamdulillah, yang terbaru ada bantahan dari Ust. Muhammad Umar As Sewed hafidzohulloh pada sesi tanya jawab dauroh Surabaya, Bekal Menghadapi Fitnah. Jazahumullohu khoiroo kepada ikhwanna yang telah men-sharenya.

Berikut sebagian bukti penyimpangan Zakir Naik:
Bukti suara dr.Zakir Naik (durasi 02:03) | Zakir calling Allah Brahma Vishnu
# Zakir Naik mengatakan boleh menamai Alloh dengan Brahma atau Wisnu.
Audio http://www.mediafire.com/penyimpangan_zakir_naik.mp3

Allah ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
“Hanya milik Allah al-asmaul-husna (nama-nama yang indah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut al-asmaul-husna itu” [QS. Al-A’raaf : 180].
Kok seenakmu sendiri, ya..Zakir Naik....!!!???

Zakir Naik claims Allah can't do a 1000 things???!!!
# Zakir Naik mengklaim bahwa dia mengetahui 1000 hal yang tidak dapat Alloh lakukan.
YouTube - https://youtu.be/u0dy0CxFeks

Zakir Naik Still Thinks Allah Cannot Do All Things (video 2014)
# Zakir Naik Masih Berkeyakinan bahwa Alloh Tidak Kuasa atas Segala Sesuatu.
YouTube - https://m.youtube.com/watch?v=m3oKGnCVj_s 

Subhanallohi 'amma yaqulun
Maha suci Alloh dari apa yang dia ucapkan
Sangat Jelas, Sekian banyak disebutkan di dalam Al Quran.

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Sesungguhnya Alloh maha kuasa atas segala sesuatu.
...SEGALA SESUATU... 

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Berikut sebagian penjelasan siapa Zakir Naik:
Mengenal Penyimpangan Aqidah Dan Manhaj dr. Zakir Naik (India) Yang diberi "Rekomendasi" oleh Syaikh Wasiyullah 'Abbas Hafidzahullah

Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh-hafidzahullah-
Dauroh Fawaid Jarh wat Ta'dil
Singapura, 1-2Dzulhijjah 1436/ 14-15 September 2015
DOWNLOAD
Durasi 08:35

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Membantah Syubhat Lancang Zakir Naik bahwa dia Tahu Hal-Hal yang Tidak Bisa Alloh Lakukan.

Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Umar As Sewed -hafidzohulloh-
Dauroh Bekal Menghadapi Fitnah
Surabaya, 20 Dzulhijjah 1436 / 04 Oktober 2015
DOWNLOAD
Durasi 02.54

SYUBHAT KAUM FILSAFAT:  "SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN ALLAH? | APAKAH ALLAH BISA MENCIPTAKAN YANG LEBIH BESAR DARI-NYA?"

Ikhwanifiddiin a'azakumulloh (ada) syubhat, na'uzdubillah, syaithoniyah, sering berkata, membisikan:
"Siapa yang menciptakan ini? siapa yang begini? dan siapa yang menciptakan kamu?" Alloh...
Kemudian bertanya, "Siapa yang menciptakan Alloh?"

Ucapkan أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ !!
Ucapkan أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ !!
Itu syaithon yang berbicara. Karena dia manyamakan antara Khaliq dengan makhluq, dengan satu pertanyaan. Yang ditanya siapa yang menciptakan itu makhluq, sedangkan Alloh Al Khaliq (pencipta-pen). baarokallohufiykum.
Maka stop sampai disitu, dan ucapkan أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ !!
Jangan kamu layani ucapan seperti itu !!

Yang sejenis ini adalah kalimat, "Apakah Alloh bisa menciptakan yang lebih besar dari Dirinya?"
Ini juga sama. Kalau mengatakan tidak bisa berarti Alloh tidak berKuasa, kalau dikatakan bisa berati ada yang lebih besar dari Alloh Subhanahu Wata'ala.
 أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Ikhwanifiddiin a'azakumulloh, ini juga syubhat yang sama.
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Alloh Maha Kuasa, bisa berbuat apapun sekehendakNya !! Tapi, apakah Alloh mau?
Ati-ati, tadi syubhatnya sesungguhnya rawan atau rapuh sekali. Alloh tetap bisa berbuat apapun. "Berarti dia bisa menciptakan (yang lebih besar-pen)?"
Kalau Alloh kehendaki, tapi Alloh tidak akan mengendaki, kan begitu, selesai.
Nggak ada yang lebih besar dari Alloh Subhanahu Wata'ala.

Ikhwanifiddiin a'azakumulloh, jangan sampai terbawa fitnah ini akhirnya mengucapkan kalimat sesat seperti kalimatnya Zakir Naik, yang katanya ahli debat. Bahwa "aku memiliki 100 (1000-pen) perkara yang Alloh tidak bisa melakukannya."
Astaghfirulloh, ini ucapan-ucapan yang mengerikan, ucapan yang na'udzubillah, ucapan yang bertentangan dengan ucapan Alloh Subhanahu Wata'ala dalam Al Quran berkali-kali.
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Alloh atas segala sesuatu Maha Kuasa.
Maha Bisa !!
Dan ini iman !! Siapa yang tidak percaya, kafir.
Ini iman, ini aqidah !! Siapa yang tidak percaya bahwa Alloh 'ala kulli syaiinqadir, berarti dia kafir.
Ikhwanifiddiin a'azakumulloh, alhamdulillah.

Sesungguhnya syubhat-syubhat yang sperti itu sering disebarkan oleh kaum filsafat.
Makanya jangan belajar dari Plato, jangan belajar dari Aristo(teles-pen), jangan belajar dari orang Yunani.
Belajar dari Al quran wa sunnah, belajar dari para ulama salaf, belajar dari para sahabat dan tabi'in, belajar dari para imam-imam. Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, belajar dari mereka para aimmah (imam-imam ahlussunnah). Na'am. 

silakan buka
syubhat-kaum-filsafat-ust. Muhammad

Penjelasan lainnya dari beliau
DOWNLOAD
Durasi 03.34

ikhwanifiddin a'azakumullah,
Debat-debat seperti itu tidak sunnah, tidak nyunnah. Walaupun dulu pernah ada perdebatan yang lebih "keren", dalam tanda petik, dibandingkan dengan perdebatannya Dzakir Naik, dibandingkan dengan perdebatannya.....siapa...seniornya...dulu? na'am

Kenapa lebih "keren"? karena dengan kitab-kitab ahlussunnah, dengan riwayat, dengan sanad, dengan ilmu, betul-betul dengan ilmu.
Sampai para ulama ketika melihat... apa.. mau saya katakan bahasanya...?
Dari satu sisi kagum, syiah itu bungkam nggak bisa apa-apa, karena dengan hujjah-hujjah, dari kitab-kitab ahlussunnah dibandingkan dengan kitab-kitab mereka. Kitab kalian begini, kitab ahlussunnah begini. Sampai mereka emosi nggak bisa apa-apa.
Tetapi itupun diakhiri dengan kalimat, "Tapi aku tidak suka" kata masyaikh ketika ditunjukkan perdebatan tadi. "tapi aku tidak suka, dan itu tidak sunnah, tidak sunnah."

Berapa banyak kita diajarkan untuk menghindari perdebatan-perdebatan, ini malah bikin acara debat. nggak nyunnah. wallahuta'ala a'lam.

Dan kenyataannya beberapa mereka-mereka yang seneng debat ini tadi tergelincir. Dzakir naik tergelincir dalam sekian qoul-qoul (ucapan-ucapan) yang bathil yang menyimpang sesat. Yang seniornya juga sama, Ahmad dejjat tergelincir juga dalam sekian ucapan-ucapan yang berbahaya.
Dan tadi yang meruntuhkan syiah dalam debatnya yang berseri di televisi mesir, ternyata sururi, hizbi.

ikhwanifiddin a'azakumullah,
Ini yang terjadi. Mereka membahas perbandingan agama, tetapi belum tuntas membahas tentang agamanya sendiri. Apa ucapan Dzakir Naik?
"Aku memiliki 100 (1000-pen) bahkan lebih apa yang Allah tdk mampu."
astaghfirullah...astaghfirullah... apa yang Allah tidak mampu?
ikhwanifiddin a'azakumullah,
Saya tahu, sebagaimana para ulama juga tahu. Yang dimaksud permainan-permainan filsafat.
"Kita bisa punya anak, Allah nggak bisa" satu, dua, dia nyebutkan seratus apa yang Allah tidak bisa, aku bisa.

Ini kurang ajar kalimatnya, kalimat yang tidak pantas, kalimat yang sangat-sangat berbahaya, kalimat filsafat, kalimat yang mengerikan.
baarakallahufiikum

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Bantahan Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah terhadap Aqidah Zakir Naik
Shaikh Fawzan on Someone who Claims He Knows 1000 Things Allah Cannot Do! "He is a Mulhid!"
# Bahwa orang yang mengklaim dia mengetahui 1000 hal yang tidak dapat Alloh lakukan. Dia seorang yang Mulhid !! (terjatuh pada kekufuran)
Bedakan antara mengatakan terjatuh pada Kekufuran dengan memvonis Kafir
YouTube - https://youtu.be/4w5YYde7tBY 

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Bagaimana dengan tazkiyah Syaikh Washiyullah Abbas hafidzalullah ?
Kita berhusnudzan, bahwa Syaikh belum mengetahui atau belum sampai kepada beliau, apa (kesesatan/penyimpangan) yang ada pada Zakir Naik.
Silakan dengarkan audio penjelasan dari Ust. Luqman hafidzahullah di atas.

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
VIDEO
Ustadz Abu Khadeejah حفظه الله
 Silakan unduh link video
http://safeshare.tv/v/MgGKgRHSFGQ

Ustadz Muhammad Sewed حفظه الله
 Silakan unduh link video
http://safeshare.tv/v/Xp5XvYoXOCI

Sumber artikel:
http://bit.ly/Alfawaaid
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Salafy Singapura 🇸🇬

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Penutup:
Mungkin ada yang mengatakan, ya walaupun ada penyimpangannya, tapi kan bagaimana pun juga orang ini punya jasa yang besar terhadap islam, Sekian banyak orang masuk islam karena dia.
Jasa? Masuk Islam? Islam yang seperti apa? Iya, mungkin ada banyak orang yang masuk islam karena dia, tapi sekian banyak orang islam yang menjadi geser pemahamannya, menyimpang, atau minimalnya menjadi kabur/samar karena orang ini.
Berkeyakinan bahwa Alloh tidak kuasa atas segala sesuatu bukanlah perkara yang remeh. Itu pemahaman yang kufur. Sekian banyak ayat dalam Al Quran ditolak, karena pemahaman dia ini.

Ketika muncul syubhat-syubhat, bisikan pertanyaan-pertanyaan dari syaithon yang mirip yang diucapkan orang ini, Segeralah berhenti, tutup, jangan dilanjutkan dan ucapkan "a'udzubillahiminasysyaithanirrajim." "Alloh Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. Saya berimaan.
Bukan malah diteruskan, dilanjutkan, bahkan diucapkan dengan sombongnya di depan umat, bahwa "saya memiliki 1000 perkara yang Alloh tidak bisa melakukannya" kata dia.
A'udzubillahiminasysyaithanirrajim,
Astaghfirullahal'adzim,
Allahulmusta'an.

Tidak Ada Seorang Sahabat (Murid-murid Rasulullah) pun yang berani mengucapkan perkataan yang lancang seperti dia. Cukuplah kita dalam berislam, mengambil contoh kepada para generasi terbaik yang dibimbing, diajari, ditarbiyah oleh manusia terbaik di muka bumi yaitu Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Contohlah para sahabat.

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] |

Rabu, 23 September 2015


Oleh:  Asy-Syaikh al-'Allaamah Shalih al-Fauzan -hafidzahullah-

Hari Arafah ini memiliki keutamaan yang agung di dalamnya, Sebagaimana ketika Beliau -Shallallahu 'alaihi wasallam- ditanya tentang puasa pada hari tersebut maka beliau menjawab,

(ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ )
"Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun berikutnya" yakni yang akan datang.

Puasa arafah akan menghapuskan dosa selama dua tahun. Ini menunjukkan keagungan puasa di hari arafah.
# "Menghapus dosa yang lalu" Ini maknanya jelas, yang mana puasa tersebut akan menghapuskan dosa-dosa yang ada dan yang telah terjadi.

# Akan tetapi keadaannya "Menghapus dosa setahun yang akan datang" dalam keadaan padanya BELUM TERJADI apa-apa, maka di sini terdapat isykal.

Bagaimana akan menghapuskan sesuatu yang belum terjadi?
Maka para ulama berkata -yakni tentang makna 'menghapus dosa setahun berikutnya'- (adalah):

ﺃﻧﻪ ﻳﻮﻓﻖ ﻓﻲ ﺗﺠﻨﺐ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻌﺪﻫﺎ ، ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﺣﺼﻠﺖ ﻣﻨﻪ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﻓﻖ ﻟﻠﺘﻮﺑﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﻣﻌﻨﻰ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ
"Bahwasanya dia akan diberikan TAUFIQ untuk menjauhi kemaksiatan yang terdapat pada tahun setelahnya."

Atau jikalau telah terjadi kemaksiatan darinya, maka dia akan diberi TAUFIQ untuk bertobat. Maka inilah makna 'menghapus dosa setahun berikutnya'.."


_________________
P E R T A N Y A A N :
Penghapusan ini berlaku untuk dosa besar dan kecil, ataukah khusus untuk dosa kecil saja?

J A W A B A N:
Penghapusan ini KHUSUS untuk dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa-dosa besar maka ia tidak akan dihapus kecuali dengan taubat, sebagaimana Firman Allah -جل جلاله :

﴿ ﺇﻥ ﺗﺠﺘﻨﺒﻮﺍ كبائرﻣﺎ ﺗﻨﻬﻮﻥ ﻋﻨﻪ ﻧﻜﻔﺮ ﻋﻨﻜﻢ ﺳﻴﺌﺎﺗﻜﻢ ﴾
"Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian dilarang darinya, (maka) kami akan mengampuni dosa-dosa kalian."

Hanya saja puasa pada hari arafah hanyalah bagi orang-orang yang tidak wuquf (di arafah).
Adapun orang-orang yang wuquf maka mereka berbuka di hari tersebut, dalam rangka mencontoh Nabi -Shallallahu 'alaihi wasallam, karena sesungguhnya Beliau wuquf pada hari tersebut dalam keadaan BERBUKA.


ـــــــــــــــــــــــــــــ
معنى تكــــفير صيام يوم عرفــــة لسنتين قبلـــــه وبعـــــده       

ﺍﻟﺸﻴﺦ العلامــــة ﺻﺎﻟـــــﺢ ﺍﻟﻔـــــﻮﺯﺍﻥ :

ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻓﻴﻪ ﻓﻀﻞ ﻋﻈﻴﻢ ، ﻭﻟﻤﺎ ﺳﺌﻞ ﷺ ﻋﻦ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻗﺎﻝ :  (ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ ) ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺒﻠﺔ ﻳﻜﻔﺮ ﺳﻨﺘﻴﻦ ، ﻫﺬﺍ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻞ ﺻﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ .

ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻫﺬﺍ ﻭﺍﺿﺢ ﻷﻧﻪ ﻳﻜﻔﺮ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﻣﻮﺟﻮﺩﺓ ﻭﺣﺎﺻﻠﺔ ﻭﻟﻜﻦ ﻛﻮﻧﻪ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺒﻠﺔ ﻭﻫﻮ ﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻣﻨﻪ ﺷﺊ ﻓﻬﺬﺍ ﻓﻴﻪ ﺇﺷﻜﺎﻝ ، ﻛﻴﻒ ﻳﻜﻔﺮ ﺷﻴﺌﺎ ﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ

ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ ﻳﻌﻨﻲ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ : ﺃﻧﻪ ﻳﻮﻓﻖ ﻓﻲ ﺗﺠﻨﺐ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻌﺪﻫﺎ ، ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﺣﺼﻠﺖ ﻣﻨﻪ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﻓﻖ ﻟﻠﺘﻮﺑﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﻣﻌﻨﻰ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ .

ﺍﻟﺴـــــﺆﺍﻝ : ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻟﻠﻜﺒﺎﺋﺮ ﻭﺍﻟﺼﻐﺎﺋﺮ ﺃﻡ ﺧﺎﺹ ﺑﺎﻟﺼﻐﺎﺋﺮ ؟

ﺍﻟﺠـــــﻮﺍﺏ :
((ﺍﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﺧﺎﺹ ﺑﺎﻟﺼﻐﺎﺋﺮ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﻓﻼ ﺗﻜﻔﺮ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﷻ : ﴿ ﺇﻥ ﺗﺠﺘﻨﺒﻮﺍ كبائرﻣﺎ ﺗﻨﻬﻮﻥ ﻋﻨﻪ ﻧﻜﻔﺮ ﻋﻨﻜﻢ ﺳﻴﺌﺎﺗﻜﻢ ﴾ .

 ﻭﻟﻜﻦ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺻﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﻟﻐﻴﺮ ﻭﺍﻗﻒ ﺑﻬﺎ ، ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻮﺍﻗﻒ ﺑﻌﺮﻓﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻔﻄﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻓﺈﻧﻪ ﻭﻗﻒ ﻣﻔﻄﺮﺍ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻴﻮﻡ)) .

 [ ﺗﺴﻬﻴﻞ ﺍﻹﻟـــــﻤﺎﻡ ٢٤١/٣ ].
منقــــــول من شبكــــــة سحــــــــاب .

Alih Bahasa :  Admin AppSalafy
_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Selasa, 11 Agustus 2015

APAKAH HARUS MENYEBUTKAN KEBAIKAN AHLI BID’AH KETIKA KITA MENTAHDZIR MEREKA

Pernyataan Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah Shaleh bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah:

Berkata Fadhilatusy Syaikh Shaleh al-Fauzan di dalam kitabnya “al-Ajwibah al-Mufidah ‘ala as ilatil manahijil jadidah” hal 13, sebagai jawaban atas sebuah pertanyaan:
Apakah menjadi sebuah keharusan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang kita mentahdzir umat darinya?

Maka asy-Syaikh menjawab:
Apabila engkau menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka maka artinya engkau menyeru untuk mengikuti mereka. Jangan, jangan engkau sebutkan kebaikan-kebaikan mereka. Sebutkan kesalahan-kesalahan yang ada pada mereka saja! Karena engkau tidaklah dibebani untuk mempelajari dan mengevaluasi kondisi-kondisi mereka. Tetapi engkau dibebani untuk menjelaskan kesalahan yang ada pada mereka supaya mereka bertaubat dari kesalahan tersebut dan supaya orang-orang selain mereka berhati-hati darinya. Adapun bila engkau menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka, maka mereka akan mengatakan: Semoga Allah membalasi anda kebaikan, inilah yang kami harapkan…… selesai penukilan dari beliau.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120146
Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
Arsip WSI || http://forumsalafy.net/

Jumat, 24 Juli 2015

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Sebagian ahli bid’ah berdalih dengan kisah Abu Hurairah bahwa boleh belajar kepada ahli bid’ah karena Abu Hurairah mengambil ilmu dari syetan?
Haditsnya sebagai berikut (–pent), Abu Hurairah menceritakan:

وَكَّلَنِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ، فَأَتَانِي آتٍ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ، فَقُلْتُ: لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَصَّ الحَدِيثَ، فَقَالَ: إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوْبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ))

“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam menugaskan diriku untuk menjaga harta zakat di bulan Ramadhan, tiba-tiba ada seseorang datang mencuri makanan sehingga aku pun menangkapnya dan aku katakan kepadanya: “Aku benar-benar akan mengadukan dirimu kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.” Kisahnya panjang. Maka orang itu berkata: “Jika engkau berbaring di tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi, karena engkau akan selalu mendapatkan penjaga dari Allah dan syetan tidak akan mendekatimu hingga Shubuh.” Dan Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda: “Dia (syetan) menyampaikan ucapan yang benar kepadamu, hanya saja dia pendusta. Dia adalah syetan.”
(Lihat Shahih Al-Bukhary no. 5010 –pent)

Jawaban:
Abu Hurairah mengambil ilmu dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, tidak mengambil dari syetan (Asy-Syaikh tertawa –pent).

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam yang mengabarkan hal itu dan Abu Hurairah tidak mengambil berita tersebut dari syetan dan tidak bersandar kepada ucapan syetan, tetapi hanya bersandar kepada perkataan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوْبٌ.

“Dia (syetan) menyampaikan ucapan yang benar kepadamu, hanya saja dia pendusta.”
Ini termasuk cara pendalilan yang bathil, ucapan semacam ini termasuk pendalilan yang bathil.”

Arsip WSI || http://forumsalafy.net/?p=2188

Senin, 02 Juni 2014

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
| | |
Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban:
Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. 

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara. Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka.

Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara. Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

Sumber artikel:
Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209
Alih bahasa: Abu Almass
Kamis, 23 Rajab 1435 H
Apik Elek Bloge Dewek