:::: MENU ::::

Minggu, 17 April 2016

Bingkisan Untukmu wahai para MLMiyun Dzulqarnainiyyun, para Facebooker dan para admin "Pelita (gak) Sunnah" yang sering mencela dan mencari² kesalahan Para Umara' (Penguasa & Pemimpin) Negara Yaman terkhusus Asy Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah (beliau adalah menteri Negara Yaman) dan yang lainnya.

Wasiat manakah yang kalian tempuh ???
Wasiat manakah diantara 2 wasiat ini yang kamu pilih ?

Apakah,...
Wasiat pertama :
Wasiat Anas bin Malik dan para Sahabat Kibar (Senior) radhiyallahu 'anhum :
Kami dilarang oleh kibar kami dari Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
"Janganlah kalian mencela umara' (penguasa² & pemimpin²) kalian, dan janganlah kalian mengkhianati mereka dan janganlah kalian membenci mereka, Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah kalian, karena sungguh urusan telah dekat."
diriwayatkan Ibnu Abi 'Ashim dlm As Sunnah 2/488, dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah.

ataukah,..
Wasiat kedua :

Wasiat Ibnu Saba' Al Yahudiy :
"Mulailah kalian untuk mencela Umara (Penguasa²/Pemimpin²) dan nampakkanlah itu sebagai tindakan amar ma'ruf nahi munkar, pikatlah dan ajak hati-hati manusia kepada perkara ini."
Tarikh Ar Rusul oleh Imam At Thabariy 4/340


#سؤال_بدون_جائزة

أي الوصيتين تختار ؟

- الوصية الأولى:
وصية أنس وكبار الصحابة رضي الله عنهم:
نهانا كبراؤنا من
أصحاب النبي ﷺ قال :
(لا تسبوا أمراءكم ولا تغشوهم ولا تبغضوهم واتقوا الله واصبروا فإن الأمر قريب)

رواه ابن أبي عاصم في السنة(٢/٤٨٨)
وصححه الألباني.

- الوصية الثانية:
وصية ابن سبأ اليهودي: 
(إبدؤوا في الطعن على أمرائكم
وأظهروا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر تستميلوا قلوب الناس
وادعوهم إلى هذا الأمر)

تاريخ الرسل للطبري(٤/٣٤٠)

SALAM
Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

HUKUM MENCELA PEMIMPIN/PENGUASA NEGARA LAIN & BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG DUNGU YANG MEMBOLEHKAN MENCELA PEMIMPIN NEGARA LAIN DENGAN DALIH "BUKAN PEMIMPIN KAMI"

Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Hadi Al Madkhali حفظه الله

Pertanyaan pertama:
Semoga Allah berbuat baik pada Anda, kami memohon kepada Anda arahan nasehat untuk sebagian thalibul ilmi dan pemuda salafi yang sibuk membicarakan kejelakan pemerintah beberapa negara-negara Teluk, dengan dalih bahwa para penguasa tersebut bukanlah pemimpin mereka dan negara tersebut bukan negara mereka, dan telah tersebar manhaj ini -sangat disayangkan sekali- sangat luas di media-media sosial dan lainnya, bersamaan dengan masuknya banyak dari pemuda salafi ke dalam politik praktis dan banyak dari mereka yang sibuk membicarakannya.

Jawaban:
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjawab pertanyaan ini, sehingga tidak menyisakan ruang ijtihad bagi kita dalam permasalahan ini, seperti dalam hadits yang telah shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits tersebut telah masyhur bagi banyak penuntut ilmu walillahilhamd, yaitu sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻧَﺼِﻴﺤَﺔٌ ﻟِﺬِﻱ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﻓَﻠَﺎ يُبدِهِ ﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻭَﻟْﻴَﺄْﺧُﺬْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺨْﻞُ ﺑِﻪِ وَليُحَدِّث فِيمَا بَينَهُ وبَينَهُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻗَﺒِﻠَﻬَﺎ فَذَاكَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﺃَﺩَّﻯ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻴْﻪِ.

"Barangsiapa yang dia punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan, janganlah menampakkannya secara terang-terangan, peganglah tangannya, menyendirilah dengannya, dan berbicaralah empat mata dengannya, jika ia terima maka itulah yang diharapkan, jika tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya."

Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "untuk orang yang memiliki kekuasaan" sifatnya adalah umum. Jadi kata "dzu" yang datang disebutkan dalam hadits ini dalam keadaan majrur yaitu "li dzi sulthan" kata "dzu" di sini bermakna pemilik.

ﻣﻦ ﺫﺍﻙ ﺫﻭ ﺇﻥ ﺻﺤﺒﺔ ﺃﺑﺎﻥ
Demikian dikatakan oleh Ibnu Malik dalam al-Khulashah bahwa kata "dzu" bermakna pemilik.

Maka maknanya adalah barangsiapa yang punya nasehat untuk siapa saja yang memiliki kekuasaan.

Jadi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkaitkan dengan pemimpinmu sendiri, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah mengaitkannya dengan pemimpin mana saja yang akan engkau nasehati, atau yang ingin engkau nasehati, maka janganlah engkau tampakkan secara terang-terangan, dan ini perintah yang jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga wajib bagi seorang hamba untuk melaksanakannya, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia adalah pengikut hawa nafsu (ahlul bid'ah).

Dan pemahaman yang tadi kalian sebutkan itu adalah pemahaman yang tidak benar, karena sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang punya nasehat untuk dzu sulthan" yaitu shahibu sulthan (yang memiliki kekuasaan).

Maka pemimpin mana saja dari para pemimpin kaum muslimin, wajib atas setiap muslim jika ingin menasehatinya agar tidak menampakkannya secara terang-terangan, karena padanya terdapat keburukan dan mengandung bahaya, dan karena sesungguhnya tujuan dari nasehat adalah menyampaikan kebaikan untuk orang lain dan memetik dari orang lain dan diberikan kepada yang lain, dalam hal ini yaitu dengan menyampaikan nasehatmu kepada pemerintah dan mengambil kebaikan darinya untuk rakyatnya dan bangsanya, juga untuk kaum muslimin pada umumnya yang berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi cara ini (mencela pemerintah negara lain) bertentangan dengan tujuan tersebut, apabila engkau menempuh cara semacam ini, engkau membicarakannya, dan engkau menyebarkannya, maka sesungguhnya si pemimpin tersebut tidak akan menerima nasehatmu, ketika itu engkau menjadi seperti yang dikatakan:

ﺭﺍﻡ ﻧﻔﻌﺎ ﻓﻀﺮّ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺪ *** ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻘﻮﻗﺎً

"Dia bermaksud untuk memberi manfaat, tetapi justru menimpakan mudharat tanpa sengaja.
Dan diantara perbuatan berbakti ada yang terkadang justru berupa kedurhakaan."

Dan saya mengajukan pertanyaan kepada orang yang mengatakan perkataan tersebut, yang mana dia bukan seorang penguasa: Apakah engkau ridha jika engkau ada di Saudi kemudian ada yang mencelamu dari orang yang berada di Kuwait?! Engkau tidak akan ridha, dan jika keadaannya seperti itu padahal engkau bukan seorang pemimpin, maka ambillah pelajaran dengan dirimu sendiri.

Maka dalih yang dia klaim berdasarkan wilayah kekuasaan dan teritorial untuk membenarkan perbuatannya itu tidaklah benar. Jadi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan dengan wilayah tertentu, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak boleh dikhususkan kecuali dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga.

Maka pemahaman ini tidaklah benar, bahkan itu adalah pemahaman yang berpenyakit, dan wajib bagi yang telah mendengar kalimat ini untuk memahami firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang benar.

Dan saya membuatkan sebuah permisalan bagi yang mengucapkan seperti itu, apabila seseorang yang ada di Saudi apakah dia ridha dicela oleh seseorang dari Kuwait dengan dalih karena dia bukan orang Kuwait dan orang yang mencelanya adalah seorang Kuwait?! Ini tidaklah benar, dia tidak akan menerima, tidak mungkin dia memberimu udzur, dia akan membantahmu esok harinya di internet secara langsung, atau membantahmu di koran-koran, atau dia pergi ke negaramu untuk membantahmu dengan mendakwamu, dakwaannya adalah bahwa 'dia telah mencelaku atau merendahkanku', apakah dia akan menerima dalih itu?! Tidak akan menerima!!

Maka wajib bagi seorang hamba untuk berbuat kepada manusia dengan apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.

Inilah yang saya nasehatkan untuk diri saya dan ikhwah semuanya, adapun perkataan yang engkau sebutkan tadi adalah perkataan yang salah yang menunjukkan akan kejahilan dan ketidakpahaman atau di atas hawa nafsu.

نسأل الله العافية والسلامة.

Dengarkan audio beliau dibawah :arrow_heading_down: :
:inbox_tray: http://bit.ly/1WQ9r3d

Senin, 11 April 2016

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah

Foto foto tersebut adalah saat beliau sebagai menteri, ketika menjenguk korban luka di Yordan dan Sudan (tentara koalisi). Sesuatu yang tidak terelakkan pada seorang pejabat negara zaman sekarang, walau masyaikh Saudi sekalipun.
Mumayyi’un menghujat beliau dengan hal itu dan menghujat kita “kenapa tidak mentahdzir beliau”

Jawabnya:
1. Tahdzir terhadap mereka (al mumayyi’un) bukan semata karena foto, harap jangan terlena namun banyak hal urusan manhajiyyah.

2. Foto foto yang mereka sebar tentang Syaikh Hani selalu diposting singkat tanpa dijelaskan kronologinya, -ini bentuk makar-.

3. Pernahkah beliau difoto dengan wanita sebagaimana yang terjadi pada mereka?

4. Pernahkah difoto dengan tokoh-tokoh hizbiyyin yang masyhur dengan hizbiyyahnya tanpa udzur sebagaimana mereka?

5. Pernahkah beliau memberi statement tamyi’ setelah foto dengan mereka yang dianggap hizbiyyin semisal: indahnya persatuan… atau memuji tokoh-tokoh hizbiyyin tersebut? sebagaimana yang mereka lakukan.

6. Mereka lakukan hal ini terhadap beliau dalam rangka untuk menutupi dan membela penyimpangan-penyimpangan syaikh-syaikh mereka, ini merupakan makar yang sangat kejam.
Seharusnya mereka ingkari dengan dahsyat penyimpangan al-Ma’bary (Muhammad al-Imam -ed) yang jauh-jauh lebih mengerikan daripada “penyimpangan” yang mereka tuduhkan terhadap Syaikh Hany.

7. Ketika udzur-udzyr di atas tidak ada pada Syaikh Hany (anggaplah) dan masyaikh lainnya menyatakannya sebagai sebuah kesalahan atau penyimpangan, maka salafiyyin tidak akan segan mengingkarinya.
Ingat baik-baik!!

kalau seandainya hal tersebut terjadi (laa qaddarahullah) dan Salafiyyin mengeluarkan bantahan-bantahan, maka antum akan dapati mumayyi’in akan mengatakan: ini adalah korban berikutnya dari jama’ah tahdzir…
Itulah jahatnya peperangan yang mereka lancarkan pada salafiyyin dan ulamanya…

WA Thullab Al Bayyinah

Tambahan:
Sekarang Asy-syaikh Hany bin Buraik hafizhahullah telah menjadi bagian pemerintah (waliyul amr) di Yaman.
Maka, mencela beliau secara terang-terangan -walaupun dipastikan beliau salah, apalagi hanya tuduhan- adalah kebiasaan orang-orang KHAWARIJ.

Minggu, 10 April 2016



SOAL PERTAMA:
Telah sampai sebuah surat dari seorang anak muda dari Republik Arab Mesir, Amin Taufik, yang bekerja di Kerajaan Saudi Arabia di kota Zulfi. Ia mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai seorang anak—walhamdulillah—tetapi di tangan kanannya ada jari yang lebih. Apakah dosa apabila dia hilangkan jari ini? Apakah terkandung dosa dalam pandangan Anda menurut syariat ini?

Jawab:
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab sebagai berikut.
Tidak ada dosa menghilangkan jari yang lebih tersebut karena hal itu tergolong menghilangkan aib (cacat), dan yang tergolong menghilangkan aib itu tidak mengapa. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkan seseorang yang terpotong hidungnya untuk membuat hidung palsu dari perak. Namun, ketika ternyata menimbulkan bau, beliau mengganti dengan bahan dari emas dan Nabi membolehkan hal itu. Di sini wajib kita ketahui perbedaan antara operasi yang tujuannya menghilangkan aib dan operasi yang tujuannya adalah menambah keindahan (kecantikan atau ketampanan).
Kami katakan, operasi yang tujuannya untuk menghilangkan aib diperbolehkan karena maksudnya adalah membebaskan dari sesuatu yang membuat jelek, sebagaimana yang ditunjukkan oleh riwayat yang lalu. Adapun operasi yang tujuannya memperindah hukumnya haram.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pencabutan bulu/rambut wajah, bahkan melaknat orang yang melakukannya, melarang membuat tato, dan melarang mengikir gigi demi memperindah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga melarang menyambung rambut karena dengan itu akan menambah kecantikan bagi wanita.
Oleh karena itu, semua operasi yang tujuannya adalah memperindah maka itu haram karena dikiaskan (dianalogikan) dengan larangan mencabut bulu wajah, membuat tato. Semua operasi yang tujuannya menghilangkan aib diperbolehkan karena dikiaskan dengan perbuatan sahabat tersebut yang membuat hidung palsu dari emas dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyetujuinya.
Atas dasar ini, menghilangkan jari yang lebih, menghilangkan tsalul (semacam benjolan di kulit) dan sejenisnya yang tergolong aib serta membuat jelek hukumnya tidak mengapa. Akan tetapi, disyaratkan berkonsultasi dengan dokter spesialis sehingga seseorang tidak menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya
(Fatawa Nurun ‘Alad-Darb)
###

SOAL KEDUA:
Allah Subhanahu wata’ala mengaruniakan kepadaku dua anak. Setiap anak memiliki 24 jari, lebih dari umumnya. Apa pendapat Anda kalau saya hilangkan dengan bantuan dokter?

Jawab:
Para ulama (dahulu) menyebutkan dalam masalah ini bahwa tidak boleh memotong jari yang lebih. Namun, yang tampak, hal ini tidak diperbolehkan karena berbahaya bagi orang tersebut apabila jari itu dipotong. Di zaman sekarang ini, bahayanya—walhamdulillah—kecil, dan jauh dari mudarat. Maka dari itu, menurut kami dalam kondisi semacam ini tidak mengapa memotong jari yang lebih yang membuat jelek anggota tubuh. Adapun jika jari yang lebih tadi tidak membuat jelek anggota tubuh, yang semestinya dibiarkan apa adanya.
(Fatwa al-Lajnah ad-Daimah)

###
SOAL KETIGA:
Saya punya sepupu dan menikahi saudara perempuan saya, lalu melahirkan satu anak laki laki dan satu anak perempuan. Anak perempuan tersebut memiliki enam jari, dan jari yang keenam kecil. Apakah boleh dihilangkan dengan cara operasi?

Jawab:
Ya, diperbolehkan menghilangkan jari dari tangan atau kaki dengan operasi dengan syarat aman dari risiko pada orang tersebut, demikian juga bila ada yang lebih pada selain jari. Terkadang tambahan itu pada te linga, keluar sedikit darinya. Terkadang di kepala ada sesuatu yang turun dari kepalanya. Yang penting, segala yang menjadi aib dan membuat jelek bagian tubuh, tidak mengapa dihilangkan dengan operasi dan diperbagus tempat tersebut dengan syarat aman dari mudarat.
(Fatwa al-Lajnah ad-Daimah)
###

SOAL KEEMPAT:
Saya dikaruniai seorang anak perempuan, dan pada telapak tangan kirinya ada yang seperti jari keenam. Sebagian orang menyarankan agar jari yang lebih itu dihilangkan, karena hanya tergantung. Jari tersebut bergerak setiap kali tangannya bergerak. Kami mengharapkan penjelasan tentang hukum Islam terhadap operasi ini. Kami mohon kepada Allah Subhanahu wata’ala agar Anda mendapatkan taufik.

Jawab:
Tidak mengapa menghilangkan jari yang lebih dari telapak tangan anak wanita tersebut, apabila tidak mengandung risiko (bahaya). Allah Subhanahu wata’ala lah yang memberi taufik. Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam. 
(Ketua: Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz; Wakil: Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi; Anggota: Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan)

Selasa, 05 April 2016

Audio KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH “ASY-SYARI’AH” ke-12,
Tahun 1437 H / 2016 M
Dengan Tema:
“TUNTUNAN ISLAM DALAM MENJAGA KEUTUHAN HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA”

Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi hafizhahullah
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah
Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib hafizhahullah

KAJIAN UMUM:
Hari Ahad, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 03 April 2016 M

Di Masjid Agung Bantul – Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No.1, Bantul, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
01. Pembukaan || Ust Ysusuf || Link Donwload: http://bit.ly/1qoFkTK

02. Sesi 1 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Link Donwload: http://bit.ly/1UMQPBG

03. Sesi 2 || Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi (Penerjemah al-Ustadz Ruwaifi) || Link Donwload: http://bit.ly/1Y8cMZq

04. Sesi 3 || Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib [Penerjemah Ustadz Abu Mu’awiyah Askary] || Link Donwload: http://bit.ly/238v3sV

05. Sesi 4 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Link Donwload: http://bit.ly/1orZhHH

06. Sesi 5 || Asy-Syaikh Shalah Kantusy [Penerjemah Ustadz Qomar Suaidi] || Link Donwload: http://bit.ly/25Fd9jW

07. Penutup || Ust Ysusuf || Link Donwload: http://bit.ly/1qhHWTK

Senin, 04 April 2016

Bismillah,
Dengan mengharap ridha Allah,
Hadiri & ikutilah rangkaian safari dakwah Masyaikh ahlussunnah waljama'ah dari Yaman di kota-kota berikut
BALIKPAPAN
 
 TEMA:
“BAHAYA RADIKALISME TERHADAP AGAMA, BANGSA DAN NEGARA”
Upaya Membentengi Diri dari Ideologi Terorisme dan Radikalisme

Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Sabtu, 09 April 2016 M / 02 Rajab 1437 H.
Pukul: 10:00 – 12:00 WITA<
Tempat: Masjid Istiqomah Pertamina  Balikpapan,  Kalimantan Timur
TEMA:
“KOKOH BERAGAMA DIATAS METODE PARA NABI DAN RASUL”
Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Jum’at, 08 April 2016 M / 01 Rajab 1437 H
Waktu: Ba’da Maghrib –  selesai WITA
Tempat: Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qoyyim,Jl. Projakal KM5,5 RT053 No.267 Graha Indah
Kota Balikpapan –  Kalimantan Timur.

Dengan Pembicara:
Asy-Syaikh Zakariya Bin Syuaib Al-Adeni Hafizhahullah
Penerjemah:
Al-Ustadz Usamah Bin Faishal Mahri hafizhahullahu
CP: 082335537278

LIVE
Radio Ibnul Qoyyim 107,9 FM
Streaming :
www.radioibnulqoyyim.com
www.salafybpp.com
CP: 082335537278
Penyelenggara:
Panitia Daurah Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan

AMBON
Tema:
“INDAHNYA DAKWAH AHLUSSUNNAH”
-Radikalisme, Terorisme Bukan Islam-
Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hudzaifi hafizhahullah
Pendamping sekaligus penerjemah:
1. Al-Ustadz Ruwaifi’ hafizhahullah
2. Al-Ustadz Luqman Ba abduh hafizhahullah

Hari/tanggal: Sabtu, 9 April 2016/2 Rajab 1437 H.
Pukul: 09.00 – selesai.
Tempat: Masjid Abu Bakr ash-shiddiq
(Belakang Perum DPRD)
Kampung Muhajirin – Kebun Cengkeh.

Kontak Person:
Ustadz Abu Farhan: +62 81317042543
Penyelenggara:
Alamat: Sekretariat Yayasan Abu Bakr ash-shiddiq.
Samping Masjid Abu Bakr ash-shiddiq Kampung Muhajirin Belakang Perumahan DPRD

 BALI
Tema :
” INDAHNYA ISLAM ” 
Hari I :
Senin , 26 Rajab 1437 H II 11 April 2016 M
Ba’da Asr
Bersama Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah hafizhahullaah
“Pentingnya Tauhid & Bahaya Syirik”
————–
Ba’da Maghrib
Bersama Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah hafizhahullaah
“Taat Waliyyul Amr”

Hari II :
Selasa, 27 Rajab 1437 H II 12 April 2016 M
Ba’da Asr
Bersama Asy-Syaikh Zakariya Salem Ahmed hafizhahullaah
“lndahnya Islam”
————–
Ba’da Maghrib
Bersama Asy-Syaikh Salah Futaini Kantosh hafizhahullaah
“Al ihtimam bis Sunnah”
TEMPAT :
di Masjid Raya Ukhuwwah
Jl. Kalimantan No. 19
Denpasar – Bali
=====================

»»» LIVE STREAMING «««
  RADIO AN NAJIYAH BALI
  RADIO RASYID
  RADIO MANHAJUL ANBIYA
 Simak Melalui :
»• Aplikasi Android :
  RII (Radio Islam Indonesia)
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam
  RASYID (Radio Salafy Indonesia)
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radiorasyid.app

Website :
www.annajiyah-bali.net
 Informasi :
  081337749139
  08113866656
 Penyelenggara :
Majelis Ta’lim An Najiyah Bali

MAKASSAR
 Tema :
INDAHNYA KEHIDUPAN BERNEGARA YANG BERNUANSA ISLAMI

Insya Allah Akan di laksanakan pada
HARI AHAD 03 Rajab 1437 H / 10 April 2016 M

Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abddullah Asy-Syarafi حفظه الله
Penerjemah :
Al Ustadz Ruwaifi Bin Sulaimi, Lc حفظه الله

Waktu
Pukul 13:00 – 17:00 Wita
Tempat
Masjid Al Markaz Al Islami
Jl. Masjid Raya No. 57 Makassar

Lokasi melalui google maps
http://maps.google.com/?cid=1863199332334016555&hl=in&gl=id

LIVE STREAMING
Radio Islam Makassar
Radio Manhajul Anbiya
www.daurahnasional.com
RII«»RASYID

Informasi lebih lanjut hub :
081245791008
082291766678
081355999445

ajak sanak saudara, teman, sahabat, anak, orangtua, karib kerabat & keluarga

PALEMBANG
Tema:
"HAKEKAT IMAN MENURUT AHLUSSUNNAH DAN AHLUL AHWA"
Pembicara:
Al Ustadz Muhammad Rijal Lc Hafizhahullah
Hari/tanggal: Sabtu-Ahad, 9-10 April 2016 / 2-3 Rajab 1437 H
.
Tema:
“TUNTUNAN ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DALAM AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR”

Pembicara:
Asy-Syaikh Sholah Futaini Kantosh Al-Adeni Hafizhahullah
Pendamping sekaligus penerjemah:
Al-Ustadz Qomar Su’adi hafizhahullahu

Insyaa Allah pada:
Hari/tanggal: Ahad, 10 April 2016 / 3 Rajab 1437 H.
Pukul: 16.00 WIB – selesai.
Tempat: Masjid Al-Amin, Ma’had Dhiyaaus Salaf, Lubay, Muara enim-Palembang, Sumatera Selatan

CP: 085273262037, 081367296060


MALANG
Dengan Pembicara Insyaa Allah:
Asy Syaikh Zakariya bin Saaib hafizhahullah
Penerjemah Insyaa Allah:
al-Ustadz Usamah Faisol Mahri
Sesi 1:
 Ahad 10 April 2016
 Masjid Al Istiqomah Ponpes AsSunnah Jl.Hasanudin Dusun Jeding ~Junrejo Batu
 Jam 09.00 ~ Dhuhur
 Materi : Bahaya Radikalisme Bagi Bangsa dan Agama

Sesi 1:
 Ahad 10 April 2016
 Masjid A.Yani Jl.Kahuripan Malang
 Bada Magrib ~ Isya’
 Tema : Membongkar Akar Pemahaman Radikalisme

 Muslimah  LIVE : Asrama Putri Ponpes AsSunnah

Penyelenggara: Ponpes AsSunnah Jl.Hasanudin Dusun Jeding Desa Junrejo Batu
Kontak:
  • 081334415668
  • 081235976840

Sumber: http://daurahnasional.com/

Kamis, 31 Maret 2016

KAJIAN ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
"ASY-SYARI'AH" ke-12, tahun 1437 H / 2016 M

Bismillah…
Segala Puji hanya bagi Allah, yang senantiasa memberikan berbagai limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya.
Termasuk, kemudahan dari-Nya kepada kami untuk melaksanakan Kajian Ilmiah Nasional secara rutin dengan menghadirkan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Kami sangat bersyukur bahwa Kajian-Kajian Ilmiah Nasional yang kami laksanakan memberikan manfaat yang besar terhadap kaum muslimin di negeri ini.
Semoga Allah senantiasa mengarahkan Pemerintah Indonesia kepada kebaikan dan mengaruniakan kepadanya keberadaan orang-orang shalih di sekitarnya.

Dengan Mengharap Ridha Allah Ta’ala semata
Hadirilah !
Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
"ASY-SYARI'AH" yang ke-12 Tahun 1437 H /2016 M

Dengan Tema:
"TUNTUNAN ISLAM DALAM MENANGKAL RADIKALISME UNTUK MENJAGA KEUTUHAN AGAMA & NEGARA"

Insya Allah dengan Pembicara:
Asy-Syaikh Ali Hussein Abdullah Asy-Syarafi hafizhahullah
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah
Asy-Syaikh Zakariya bin Syu’aib hafizhahullah

Insya Allah akan Diselenggarakan pada:
KAJIAN UMUM
Hari Ahad, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 3 April 2016 M
Di Masjid Agung Bantul – Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No.1, Bantul, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

KAJIAN ASATIDZAH:
Hari Ahad-Kamis, 25- 29 Jumadil Akhir 1437 H / 3-7 April 2016 M

Kontak Informasi:
Kajian Umum: 085100453237
Kajian Asatidzah: 081328022770
Informasi Umum: 081328078414

Kajian ini Insya Allah bisa diikuti melalui:
Radio Islam Jogja – www.radioislamjogja.com
Radio Rasyid – www.radiorasyid.com
Radio Manhajul Anbiya – www.manhajul-anbiya.net
Radio Islam Indonesia — www.radioislam.or.id

Website Resmi Daurah:
www.daurahnasional.com

Penyelenggara:
Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta
Jl. Godean Km. 5 Gg. Kenanga No. 26 B Patran, Banyuraden, Gamping, Sleman-DIY 55293

Insya Allah akan dilanjutkan "SAFARI DAKWAH" bersama masyaikh pada tanggal 30 Jumadal Akhirah - 8 Rajab 1437 H / 8-16 April 2016 di beberapa kota besar di Indonesia (Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Balikpapan, Ambon, Bali, dll)
Informasi selengkapnya menyusul insya Allah

dipublish resmi oleh
Channel Telegram Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
https://tlgrm.me/daurahnasional

Selasa, 29 Maret 2016


Tahukah anda siapakah Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rahimahullah?
Cobalah lontarkan pertanyaan ini kepada siapa saja yang anda jumpai. In sya Allah mereka akan mengenalnya. Dia adalah seorang wali, dia adalah ulama, dia adalah orang shalih. Ya, Nama Syaikh Abdul Qadir Al Jailani begitu populer dinegri kita. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang shalih, sekaligus sangat identik dengan berbagai karomah yang dimiliki. Ada yang meyakini bahwa beliau adalah Wali Allah yang mampu terbang tinggi di angkasa raya, atau berjalan diatas air dengan secepat kilat. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang sudah mati.
Sebenarnya, kisah tentang berbagai keajaiban inilah yang membuat sekian banyak orang mengagumi dan mengidolakan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Sampai sungguh disayangkan, perbuatan sebagian orang yang sangat berlebihan terhadap beliau. Yaitu menjadikan beliau wasilah (perantara) dalam doa. Dengan keyakinan, tanpa hal itu, doa mereka tidak akan dikabulkan. Jelas ini merupakan sikap yang melebihi batas dan kesesatan yang nyata. Sehingga alangkah baiknya jika kita mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.

Benarkah beliau mempunyai berbagai keajaiban tersebut Ataukah sekedar mitos atau dongeng hasil rekayasa orang orang, yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?

Nama lengkap beliau adalah Abdul Qadir bin Abi Shalih Abdullah bin Janki Duwast bin Abi Abdillah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdillah bin Musa Al Hauzy bin Abdullah Al Mahdi bin Al Hasan Al Mutsanna bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib Al Jailani. Dengan melihat kepada silsilah keturunan diatas, bisa diketahui bahwa beliau memiliki garis kerurunan yang mulia, karena berujung kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallahu ‘anhu. Beliau berasal dari negri jailan, sehingga sebutan Al Jailani merupakan nisbat kepada negeri tersebut. Jailan adalah sebuah nama untuk beberapa daerah yang terletak dibelakang Negeri Thabaristan. Beliau dilahirkan ditempat teraebut pada bulan Ramadhan tahun 470 H.

Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani merupakan salah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa saja yang membaca dan menelaah biografi beliau yang banyak disebutkan oleh para ulama, niscaya ia akan mendapatkan bahwa beliau berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat perjalanan hidup beliau selama menuntut ilmu agama. Beliau tiada pernah lepas dari bimbingan para Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sungguh Allah telah memberikan Taufik dan karunia yang sangat besar kepada beliau. Ya, Allah menanamkan rasa cinta terhadap ilmu agama semenjak beliau masih kanak kanak. Dalam usia yang masih sangat belia, yaitu pada umur 8 tahun, beliau telah meninggalkan tempat kelahiran dan merantau kekota Baghdad untuk menimba ilmu dari para ulama. Beliau belajar kepada Al Qodhi Abu Sa’ad Al Mukharrimi. Selain Itu beliau pun banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah ulama pada masa itu. Diantaranya Abu Ghalib Al Baqilani dan Abu Muhammad Ja’far As Sirraj. Beliau menimba ilmu dari ulama ulama tersebut, hingga mampu menguasai berbagai ilmu ushul dan khilaf (Perbedaan) pendapat para ulama. Bahkan Abu Sa’ad Al Mukharrimi, akhirnya menyerahkan pengelolaan sekolahnya di babul ajaj sepenuhnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.

Semenjak Itulah Pertualangan dakwah beliau dimulai. Dengan kesungguhan yang luar biasa, beliau melaksanakan Amanah tersebut. Beliau benar benar menjadikannya sebagai sarana untuk berdakwah dijalan Allah. Berbagai petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada penduduk yang tinggal disekitar madrasah tersebut. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Beliau mampu mengambil simpati orang banyak, yang selanjutnya mereka menimba ilmu dimadrasah tersebut. Bahkan tidak sedikit orang yang bertaubat dari kemaksiatan dan penyimpangan lantaran mendengar nasihat yang beliau sampaikan.

Adz Dzahabi menukilkan ucapan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab beliau. Siyar A’lamin Nubala ketika menyebutkan biografi beliau, syaikh berkata, lebih dari lima ratus orang masuk islam lewat tanganku. Dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat. Hal ini mengingatkan kita betapa besarnya pahala seseorang yang menjadi lantaran sampainya hidayah kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu yang Artinya, Demi Allah, sekiranya Allah memberikan hidayah kepada satu orang melalui engkau, maka hal itu lebih baik bagimu dari pada mendapatkan unta merah.(HR. Al Bukhari dan Muslim).
Unta merah adalah gambaran harta yang paling mewah dan berharga.

Para ulama pun mempersaksikan lurusnya akidah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Persaksikan tersebut muncul dari ulama yang sezaman dan langsung. Demikian pula ulama kalangan generasi sepeninggal beliau, yang telah menelaah dan meneliti buku buku karya beliau.
Mari kita simak penuturan salah seorang murid beliau, yang dikemudian hari menjadi ulama yang sangat terkenal. Yaitu Ibnu Qudamah. Suatu saat ibnu Qudamah pernah ditanya tentang Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau menjawab, saat kami tiba di kota baghdad, ternyata saat itu kami menjumpai Syaikh Abdul Qadir Al Jailani berada dipuncak tertinggi dalam hal ilmu, fatwa ,zuhud. Ibnu Rajab menyatakan, Syaikh Abdul Qadir Al Jailani termasuk seorang ulama yang komitmen terhadap sunnah dalam berbagai permasalahan yang berkenaan tentang sifat sifat Allah, takdir, dan yang semisalnya. Beliau pun sangat serius dalam membantah siapa saja yang menyelisihi perkara tersebut.

Bukti Semua ini adalah Syaikh Abdul Qadir sendiri berkata dalam kitabnya yang sangat terkenal, Al Ghunyah, Allah berada diatas langit, diatas Arsy, menguasai kerajaan Alam semesta, Ilmu Nya meliputi segala sesuatu, kepada Nya lah naik kata kata yang baik dan amalan shalih. Dia mengatur segala urusan dari langit kebumi, lalu urusan itu naik kepada Nya dalam satu hari yang sama dengan seribu tahun menurut manusia. Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada disegala tempat. Bahkan Dia diatas langit, diatas Arsy, sebagaimana Firman Allah berfirman yang artinya, Ar Rahman (Allah) tinggi Istiwa dia atas Arsy. (QS. Thaha:5). Dengan demikian, karya beliau yang bernama Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq ini, Menjadi salah satu bukti otentik yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ulama yang berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh para ulama masa kini. Diantaranya adalah Asy Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali Hafizhohullohu dalam kitab beliau yang berjudul Al Haddud Fashil, aku telah mendapatkan akidah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani di dalam Kitabnya Al Ghunyah ternyata beliau adalah seorang Salafi. Beliau menetapkan nama nama dan sifat sifat Allah, serta berbagai akidah yang lainnya diatas manhaj salaf. Beliau juga sangat perhatian dalam membantah berbagai kelompok sesat seperti Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyah, Jabriyah, Salimiyah, dan kelompok Lainnya.

Adapun mengenai berbagai kisah tentang karomah yang disandarkan kepada beliau, maka tidak semua kisah tersebut benar adanya. Syaikhul islam ibnu taimiyah Rohimahullah menjelaskan bahwa riwayat yang menyebutkan karomah yang beliau miliki telah mencapai derajat mutawatir (sangat banyak). Dan sebagian kisah itu memang benar adanya. Namun, tidak sedikit kisah kisah yang tidak bisa dipertanggung jawabkan keabsahan dan kebenarannya.

Oleh sebab itu Ibnu Rajab mengatakan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani adalah orang yang diagungkan pada masanya. Sungguh beliau telah dimuliakan oleh sekian banyak syaikh, baik kalangan ulama ataupun para ahli zuhud. Yang demikian itu karena beliau memiliki banyak keutamaan dan karamah. Ada seorang yang bernama Al Muqri Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri, yang menghimpun cerita cerita tentang berbagai keutamaan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab. Namun orang itu telah mencantumkan hal hal yang aneh dan dusta. Padahal cukuplah seorang itu dikatakan berdusta, jika dia menceritakan segala yang ia dengar. Sebagian kitab itu telah kubaca, dan Qolbuku tidak tenang untuk meriwayatkan  segala kisah yang ada didalamnya. Kecuali kisah kisah yang telah popouler dari kitab selainnya. Selain itu, banyak riwayat dalam kitab ini yang bersumber dari orang orang majhul (tidak dikenal) juga perkara perkara yang mustahil, sesat, klaim, dan ucapan  yang batil. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al jailani. (Dzail Thabaqat Hanabilah, 1/293, karya Ibnu Rajab).

Imam Adz Dzahabi Rohimahullah menyebutkan tidak ada ulama besar yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisahnya, selain Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rohimahullah. Namun, banyak dari riwayat riwayat itu tidak benar. Bahkan ada yang mustahil terjadi. Tidak ketinggalan Ibnu Katsir Rohimahullah juga memberikan komentarnya mengenai beliau ini dalam Al Bidayah Wan Nihayah, beliau mengatakan, orang orang banyak menukilkan hal dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, baik berupa ucapan, perbuatan, penyingkapan urusan ghaib, yang mayoritasnya adalah ghuluw (sikap ekstrim). Padahal beliau adalah seorang yang shalih dan wara’. Beliau menulis kitab Al Ghunyah dan Futuh Al Ghaib. Dalam kedua kitab ini terdapat perkara perkara yang baik, namun beliau kadang kadang membawakan hadits hadits lemah, bahkan palsu. Akan tetapi secara global, beliau merupakan seorang figur dikalangan pemimpin Masyaikh.

Terlepas dari berbagai karomah dengan berbagai versi yang disebutkan dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, sesungguhnya ada sebuah suri tauladan yang baik pada diri segenap kaum muslimin. Yaitu kesabaran beliau yang sangat menakjubkan dalam menghadapi cobaan dan ujian duniawi.
Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari berbagai penderitaan fisik maupun jiwa, kerugian harta benda, maupun kehilangan orang orang yang dicintai. Yang demikian ini pasti akan menimpa siapapun. Baik orang shalih maupun orang bejat, bahkan para Nabi sekalipun. Allah Menegaskan hal ini dalam firman Nya:
ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأنفس والثمرات، وبشر الصبرين
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 155).

Dalam Kitab Dzailu Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab Rohimahullah menyebutkan sebuah peristiwa yang pernah dialami oleh Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dikota Baghdad. Beliau berkata, Aku mengambil selada dan sisa sisa sayuran dari tepi sungai. Kesempitan hidup semakin memuncak karena melambungnya harga barang di Baghdad. Hal ini membuatku tidak makan selama beberapa hari. Bahkan aku terpaksa harus memungut sisa makanan yang terbuang untuk dimakan. Suatu hari aku keluar dari rumah menuju tepi sungai karena terdorong oleh rasa lapar yang sangat hebat. Barangkali aku bisa menemukan daun, sayuran, atau yang lainnya untuk dimakan.
Namun, tidaklah aku mendatangi suatu tempat, kecuali pasti telah ada orang lain yang mendahuluiku. Jika aku mendapatkannya, ternyata aku menyaksikan orang orang miskin saling berdesak desakan untuk memperebutkannya. Maka aku pun membiarkannya dalam keadaan aku menyukai makan tersebut. Akupun Pulang dengan berjalan ditengah kota, dan tidaklah aku menemukan sisa makanan yang terbuang, melainkan pasti ada yang telah mendahuluiku untuk mengambilnya. Akhirnya aku sampai dimasjid yasin yang terletak disebuah pasar kota baghdad. Aku benar benar sangat lemah dan tidak mampu lagi bertahan. Aku pun masuk kedalam masjid itu, lalu duduk di salah satu sudut masjid. Hampir saja kematian menjemputku waktu itu.

Dalam kondisi seperti, tiba tiba masuklah seorang pemuda ajam (non arab) dengan membawa roti dan daging daging panggang. Kemudian ia duduk dan memakannya. Setiap kali ia mengangkat tangan untuk menyuapkan makanan kemulutnya, mulutku ikut terbuka karena begitu beratnya kelaparan yang kurasakan itu. Sampai sampai aku mengingkari hal ini terjadi dalam diriku. Aku berkata, apa apaan ini, Aku Berkata. Tidaklah ada kecuali Allah atau kematian yang telah ditetapkan Oleh Nya. Tiba tiba pemuda tersebut menoleh kearahku dan melihatku lalu berkata, Bismillah, makanlah wahai saudaraku. Namun aku menolaknya. Maka pemuda itu bersumpah supaya aku memakannya, jiwaku ingin segera mengiyakan permintaan itu, namun diriku tidak menurutinya. Pemuda tersebut kembali bersumpah dan akhirnya aku memenuhi keinginannya, maka aku pun memakannya.

Pemuda itu bertanya kepadaku Apa kesibukanmu? Dari mana asalmu? Dan namamu siapa? Aku pun menjawab, Aku adalah orang yang sedang belajar Fiqih. Asalku dari Jailan.
Apakah engkau mengenal seorang pemuda asal jailan yang bernama Abdul Qadir, dia adalah cucu Abu Abdillah Ash Shauma’i Az Zahi?  Aku pun menjawab, Akulah orang nya seketika itu pemuda tersebut bergetar dan berubah raut wajahnya. Ia berkata Demi Allah aku sampai ke Baghdad, dengan sisa bekal yang tinggal sedikit. Aku selalu bertanya tentang dirimu, namun tidak seorang pun yang menunjukkanku kepadamu. Akhirnya bekalku habis. Sehingga selama tiga malam aku tidak memiliki uang untuk membeli makanan selain uangmu yang ada pada diriku. Bangkai telah halal bagiku (karena keadaan darurat) aku pun mengambil barang titipan untukmu yang berupa roti dan daging panggang. Makanlah dengan tenang karena makanan ini milikmu. Sekarang aku adalah tamumu, setelah sebelumnya engkau menjadi tamuku.

Aku pun bertanya kepadanya, kenapa bisa seperti itu? Ia pun bercerita, ibumu telah menitipkan kepadaku uang delapan dinar untukmu. Lalu aku membeli makanan dengan uang itu karena terpaksa. Sekarang aku meminta maaf kepadamu. Maka aku menyuruhmu diam dan menentramkan jiwanya. Kemudian aku memberinya sisa makanan dan sedikit uang sebagai bekal. Maka ia pun menerimanya dan pergi.

Demikianlah pembaca yang budiman, sepenggal kisah tentang kesabaran Syaikh Abdul Qadir Al Jailani Rohimahullah. Seorang yang mengaku mencintai Syaikh Abdul Qadir, maka hendaknya ia berusaha meneladaninya. Bagaimana semangat dan kesabaran beliau dalam menuntut ilmu, perjuangan beliau dalam mendakwahkan ilmu agama, akidah beliau, dan sifat sifat terpuji yang lainnya. Bukan diwujudkan dengan sekedar menyebut nyebut namanya dalam majlis dzikir atau doa. Apalagi dengan menjadikan beliau sebagai wasilah dalam berdoa kepada Allah. Ini adalah perbuatan Bid’ah yang terlarang dalam syariat islam, yang mengantarkan kepada kesyirikan.
Allahu’alam.

Selesai.

Penulis Al Ustadz Abu Hafiy Abdullah.
Sumber, Qudwah Edisi 02 vol 01/1433H/2012.
Klik Join telegram http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com
WA Fadhlul Islam Bandung

Kamis, 03 Maret 2016

FATWA PARA ULAMA TENTANG IKHWANUL MUSLIMIN (IM)

Fatwa Al Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rohimahulloh 
Beliau mengatakan, Pergerakan Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para Ulama karena mereka tidak punya semangat untuk berdakwah kepada mentauhidkan Allah ta’ala, mengingkari kesyirikan dan bid’ah, mereka mempunyai metode metode khusus yang terkurangi dengan tidak adanya semangat untuk berdakwah di jalan Allah ta’ala, tidak mengarahkan kepada aqidah yang benar yang merupakan jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Maka hendaknya perhatian Ikhwanul Muslimin adalah terhadap dakwah salafiyyah yaitu dakwah untuk mentauhidkan Allah ta’ala, mengingkari peribadahan kubur, bergantung kepada mayit mayit, beristighosah dengan penghuni kubur seperti Al Husain, Al Hasan, Al Badawi atau yang semisalnya.(1).

Beliau juga ditanya dengan sebuah pertanyaan berikut ini : Hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam tentang perpecahan Umat,
Sabda beliau
ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة
Akan tepecah umatku menjadi 73 golongan, semuanya dineraka kecuali satu.
Apakah jama’ah Tabligh dengan apa yang ada pada mereka berupa berbagai macam kesyirikan, bid’ah dan jama’ah Ikhwanul Muslimin dengan berkelompok kelompoknya mereka dan tidak taat serta patuh kepada penguasa, apakah kedua jama’ah ini termasuk 72 kelompok sesat.
Beliau menjawab : Siapa saja yang menyelisihi Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah maka dia masuk kedalam 72 kelompok yang sesat, sabda beliau umatku maksudnya adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah ta’ala dan menampakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Sehingga ada 73 golongan, satu kelompok yang selamat adalah mengikuti Nabi Shollallohu ‘alaihi Wasallam dan istiqomah diatas agama beliau. Adapun yang 72 golongan maka ada diantara mereka yang kafir, Pelaku maksiat, ahli bid’ah, bermacam macam.

Kemudian penanya mengatakan : Apakah Dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?
Maka Syaikh bin Baz menjawab : Ya, termasuk dari 72 golongan tersebut, sebagian ulama memandang bahwa kelompok khawarij termasuk orang orang kafir, namun mereka masuk dalam keumuman 72 golongan tersebut. (2)
—————————————
(1).Al majallah halaman 23, edisi 806. 25 shafar 1416 H dan Al Ajwibah al Mufid halaman 72.
(2).Dari kaset ‘as ilatun wa Ajwibah.

Sumber, Risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’wata ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj As salaf. (Faishol bin Abduh Qo’id al Hasyidi)
alih bahasa : Abu Luqman Abdullah.
cet. Maktabah Al ghuroba.


Fatwa Muhaddits Zaman Ini, Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani Rohimahulloh
Beliau ditanya : Apakah manhaj Ikhwanul Muslimin diatas Sunnah.
Maka beliau menjawab : Suatu hal yang telah diketahui bahwa diantara kaidah Ikhwanul Muslimin adalah KITA TOLONG MENOLONG PADA PERKARA YANG KITA SEPAKATI DAN KITA SALING MEMAAFKAN PADA HAL HAL YANG KITA PERSELISIHKAN. Kaidah ini tidak benar dan pada bagian yang terahir (kita saling memaafkan pada hal hal yang kita perselisihkan)
Ringkasnya Barokallohufiyka, Ikhwanul Muslimin berangkat dari kaidah yang diletakkan oleh pimpinan pertama mereka dan secara mutlak, oleh karena itu engkau tidak mendapatkan adanya usaha saling menasehati satu sama lain yang diambil dari dalil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, berdasarkan firman Allah ta’ala :
Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menepati kebenaran. (QS. Al Ashr 1-3).

Sebagaimana telah engkau ketahui bahwa kebenaran adalah lawan kebathilan dan kebathilan adalah pokok dan cabangnya, segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran adalah batil. Ungkapan (Kaidah) inilah yang menjadi penyebab tetapnya Ikhwanul Muslimin selama sekitar 70 tahun beramal dan berpikir jauh dari pemahaman islam yang benar dan selanjutnya mereka jauh untuk mewujudkan islam secara amaliyah, karena sesuatu yang kehilangan tidak mampu memberinya
(Dari kaset Liqo’ ma’a sururi milik Syaikh al bani side A).

Syaikh juga menegaskan sebagaimana dalam kaset beliau Liqo ma’a sururi, juz yang pertama side B, isinya adalah sebagai berikut. Tidak benar dikatakan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah karena mereka justru memerangi Sunnah.

Beliau juga ditanya tentang hukum masuk kedalam Partai At Tajammu’ Al Yamanu Lil Islah
Al Imam Al Albani Rohimahulloh menjawab:
Sungguh Partai partai di negri Islam tidak diperbolehkan karena Allah ta’ala berfirman:
Ketahuilah , bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung (QS Al Mujadilah 22).

Tidak ada disana kecuali satu golongan dan anda bisa memahami dari perkataan saya yang lalu seputar dakwah islamiyah dan kenapa kita menyerukan Al kitab, As Sunnah, Manhaj Salaf yang satu (Salafush Sholih) sehingga kaum muslimin menjadi satu golongan dan dia diatas satu manhaj. Oleh sebab itu tidak ada partai dalam islam dan terlebih lagi Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
Dan janganlah kamu termasuk orang orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka (QS Ar Rum :31-32).

Dan benar, saya bukan orang Yaman dan tidak pula datang ke Yaman. Akan tetapi saya mengetahui bahwa penyakit umat islam disemua negri islam adalah satu, yaitu jauhnya mereka sebagaimana baru saja kudengar dari sisi metode ilmiyah.
Bagaimana mereka mengetahui kesalahan dengan kebenaran, Bagaimana mereka mengetahui aqidah yang benar dari aqidah bathil, yaitu diatas manhaj salafus shalih sementara mereja jauh dari manhaj salafus shalih. Kemudian kebanyakan dari mereka mengerjakan amalan shalih namun mereka tidak mengharap wajah Allah ta’ala sebagaimana aku telah memulai pada perkataan yang kedua. Sekarang ini penyakit yang ada di negeri negeri islam adalah satu, tidak ada perbedaan antara disini (Yordania) dengan suria, antara jazirah Arab dan Tunisia dan antara Libia dan Maroko, kemudian kembali ke timur semuanya, penyakitnya adalah satu, yaitu jauhnya mereka dari petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta apa yang salafus shalih berada diatasnya.

Sekarang saya katakan : Perkumpulan ini At Tajammu’ Al Yamani Lil Islah-yang pertama, saya yakin tidak berdiri diatas pondasi Al Kitab Dan Sunnah. Saya yakin tidak dibangun di atas pondasi Al Kitab dan As Sunnah serta Manhaj Salaf… Saya bukan orang yaman tapi demikianlah realita yang terjadi di Yaman.

(Dari Kaset I’lamul Qodhi wad Dani Milik Syaikh Al Albani Rohimahulloh).
 Sumber, risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj As salaf.(Faishol bin Abduh Qo’id al Hasyidi). Alih Bahasa: Abu luqman Abdullah. cet Maktabah Al Ghuroba 

Fatwa Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rohimahullah, Anggota Majlis Ulama besar Saudi
Beliau ditanya apakah ada nash dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam yang membolehkan berbilangnya Jama’ah jama’ah dan Ikhwan

Maka Beliau menjawab : Ya, Saya katakan tidak ada dalam Al kitab dan Sunnah yang membolehkan berbilangnya kelompok kelompok dan jama’ah jama’ah, bahkan yang ada dalam Al Kitab dan As Sunnah adalah celaan terhadap hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman:
إن الذي فرقوا دينهم وكانوا شيعا لست منهم في شيء إنما أمرهم إلى اللّٰه ثم ينبئهم بما كانوا يفعلون
Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agama Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.(QS Al An’am :159).
Allah ta’ala berfirman:
من الذي فرقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون
Tiap tiap golongan mereka merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS ar Rum: 32).

Tidak diragukan lagi bahwa kelompok kelompok ini bertolak belakang dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah bahkan apa yang Dia Anjurkan dalam firman Nya:
Sesungguhnya (Agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertaqwalah kepada Ku (QS Al Mukminin: 52).

Adapun perkataan sebagian mereka : Bahwa tidak mungkin dakwah akan menjadi kuat melainkan jika berada di bawah kelompok. Kita katakan bahwa ini sama sekali tidak dibenar bahkan dakwah akan semakin kuat setiap kali seseorang semakin bernaung dibawah Kitabulloh dan Sunnah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam serta mengikuti Jejak Nabi dan Khulafa’ ar Rasyidin

(Dari kaset Majmu’ah Kalamil Ulama Fi Abdurahman abdul Kholiq pada side B).
Sumber,  risalatun Akhowiyah, limadza taroktu  da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj as Salaf, (Faishol bin Qo’id al Hasyidi), Alih Bahasa: Abu luqman abdullah, cet Maktabah al Ghuroba.

Fatwa Muhaddits Negeri Yaman Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rohimahulloh
Beliau ditanya apakah Jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jama’ah tabligh dan Qutbiyin termasuk Ahlus Sunnah Wal Jama’ah atau tidak?

Beliau menjawab : Adapun Jama’ah Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tabligh dan Qutbhiyin. Lebih pantas kalau kita menghakimi manhaj mereka, manhaj mereka bukanlah manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah. Adapun secara individu maka kalian telah ketahui bahwa ada sebagian orang tertipu, dan menjadi seorang Salafi lalu mereka datang kepadanya dalam rangka menolong agama Allah dan orang itupun berjalan bersama mereka sementara dia tidak mengetahui bagaimana keadaan mereka sebenarnya, sehingga mereka tercampur, masing masing individu tercampung sehingga tidak bisa memukul rata dalam menghukumi mereka.

Akan tetapi MANHAJ MEREKA BUKANLAH MANHAJ AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH (Dari kaset Al As’ilah As Sunniyah li’ alamatil bilad Al Yamaniyah

Fatwa Al Allamah Sholih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahulloh, anggota Majlis Besar Ulama Saudi
Beliau mengatakan: Musuh Musuh dakwah ini berusaha untuk menghabisinya dengan sekuat tenaga namun mereka tidak berhasil dan mereka berusaha untuk melawannya dengan menanamkan keraguan, merenggangkan persatuan, melemparkan syubhat dan mensifati dakwah ini dengan sifat sifat yang membuat lari manusia darinya , sehingga tidaklah hal itu kecuali menambah persatuan, kejelasan, penerimaan dan makmurnya dakwah ini. Dan diantara akhir dari semua itu adalah apa yang kami jalani sekarang inu berupa datangnya pemikiran pemikiran asing dan penuh Syubhat ke negeri kita dengan mengatasnamakan dakwah di atas jama’ah jama’ah yang menamakan dirinya dengan nama nama yang berbeda beda seperti Ikhwanul Msulimin, Jama’ah Tabligh, jama’ah ini dan itu dan tujuan mereka adalah satu yaitu menyingkirkan dakwah tauhid dan membubarkannya (Muqoddimah kitab Haqiqotut dakwah Ilallah halaman 3-4).

Selesai.

Sumber, risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’watal ikhwanul Muslimin wattaba’tu al Manhaj as Salaf ( Faishol bin Abduh qo’id al Hasyidi). Alih Bahasa Abu luqman abdullah, cet Maktabah al Ghuroba.

Klik join Chanel telegram  http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com
Fadhlul Islam Bandung

Minggu, 28 Februari 2016

Telah wafat Asy-Syaikh Abdurrahman Al Adeni
غفر الله له ورحمه وعفا عنا وعنه
Beliau ditembak ketika perjalanan menunaikan sholat dzuhur di markiznya Fyush

Asy Syaikh Hani bin Buraik hafidzahullaah meminta kita agar kita menahan diri dari membicarakannya dan agar kita memberikan maaf kepadanya dan beliau sendiri (Syaikh Hani) sudah memaafkan haknya beliau secara khusus dan semoga kejadian ini menjadikan sebagai syahid

Nasehat Al Ustadz Afifuddin hafidzahullah
Ambil ibrohnya Yaa Ikhwah..
Ini pelajaran besar dari Masyaikh, tentang rahmah ahlus sunnah.
Mereka memaafkan hal yang terkait dengan pribadi kepada seseorang yang selama ini memusuhinya, tatkala orang tersebut tertimpa musibah.

Adapun yang terkait dengan hal lainnya itu semua kita serahkan kepada Allah azza wa jalla.
Namun kesalahan, penyimpangan tetap diingkari, tapi bukan sekarang saatnya sebab akan menimbulkan fitnah yaitu situasi ini akan dimanfaatkan hizbiyyin untuk memukul dakwah salafiyyah.
Barokallahu fiikum.
=======
Adapun do'a rahmah dan maghfiroh, maka diperbolehkan sebab beliau bukan orang kafir, bahkan bukan ahli bid'ah, namun membantu mubtadi'.
Sekali lagi, ini adalah bukti adilnya ahlusunnah dalam menghukumi dan menyikapi.
rahmah ahlussunnah kepada kawan dan lawan.
Ahsanallahu ilaikum.

=======
Kronologis munculnya nasihat di atas adalah sebagai berikut

Berita Terbunuhnya Syaikh Abdurrohman Al Adny Rohimahullah telah tersebar...
Para ulama pun mendoakan rahmat dan ampunan untuk beliau.
Namun ada beberapa ikhwah yang mempertanyakan hal tersebut.
("Masa beliau didoakan rahmat? -pen)
Maka Ustadzuna Afifuddin As Sidawy Hafidzohullah Ta'ala wa Ro'aahu memberikan pemahaman dan penjelasan akan hal tersebut.

Namun yang disayangkan ada pihak-pihak yang menyikapinya dengan nagatif.*
(Menuduh ustadz mencela Asy Syaikh rahimahullah, padahal sebaliknya ustadz justru mendoakan rahmat untuk beliau)

Mari kita dengarkan dengan seksama kronologinya dari Ustadzuna Afifuddin As Sidawy Hafidzohullah Ta'ala wa Ro'aahu.

Download Audionya
DOWNLOAD 
=======
*Ustadz Afifuddin sudah bersama Syaikh Abdurrahman sejak pihak-pihak yang menyikapi nasihat diatas dengan negatif masih belum apa-apa di dalam dakwah ini.


Majmuah Thullab al Bayyinah

Kamis, 25 Februari 2016

saudiarabi_2vy7utx3
Kerajaan Arab Saudi adalah sebuah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir. Sebuah negeri yang diyakini tak satupun negara di dunia ini yang tidak mengenalnya. Baik itu negara sekuler terlebih lagi negara sesama muslim.
Banyak sekali keunikan atau kelebihan yang dimiliki negara dimana Islam berasal ini. Keunikan atau kelebihan yang tentunya akan sangat membahagiakan bagi warganya. Berikut beberapa fakta tentang keunikan atau kelebihan Arab Saudi yang tidak ditemui di negara lain.

1. Tidak ada pemilu untuk memilih kepala negara
Arab Saudi adalah negara monarki absolut. Tidak ada pemilu ala negara demokrasi seperti yang terjadi di berbagai negara. Meski berjuluk negeri kaya raya, namun proses pergantian tampuk pimpinan di Arab Saudi sangatlah hemat biaya, bahkan mungkin tanpa biaya sama sekali. Pergantian tongkat kepemimpinan dari Raja Abdullah yang meninggal dunia kepada Raja Salman hanya berlangsung beberapa menit setelah pembacaan surat keputusan. Kemudian diiringi baiat dan saling berjabatan tangan.
Tidak ada triliunan uang yang dihambur-hamburkan hanya untuk sebuah pesta demokrasi. Rakyat merasa aman, nyaman dan tentram. Mereka tidur di malam hari di bawah kekuasaan seorang raja, dan mereka bangun di pagi hari dalam keadaan kekuasaan sudah beralih ke raja berikutnya. Negara dalam kondisi damai, tanpa gejolak dan tanpa rasa takut. 

2. BBM di Arab Saudi sangat murah
BBM jenis oktan 91 hanya dihargai 0,75 riyal ( sekitar 2.700 rupiah). Itupun setelah mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang hanya 0,45 riyal (sekitar 1.600 rupiah). Sedangkan BBM jenis oktan 95 hanya seharga 0,90 riyal (3.250 rupiah) setelah sebelumnya seharga 0,60 riyal (2.150 rupiah). Harga 1 liter bensin di Saudi setara dengan setengah liter air minum kemasan di Indonesia. 

3. Pendidikan di Arab Saudi gratis, itupun masih ditambah dengan beasiswa yang diberikan kerajaan.
Secara umum seluruh universitas negeri di Saudi memberikan beasiswa penuh (full-scholarship). Mahasiswa sama sekali tidak dibebani biaya kuliah dan bahkan diberi uang bulanan atau mukafaah. Mukafaah di seluruh universitas negeri Saudi hampir sama yaitu sekitar 890 riyal per bulan (sekitar 3 juta rupiah) baik untuk S1, S2 maupun S3. Mahasiswa S2 atau S3 yang merangkap sebagai research assistant (RA) atau teaching assistant (TA) akan mendapat tambahan gaji. Besar kecilnya gaji tergantung universitas yang bersangkutan. Jika beruntung ikut proyek penelitian dosen bisa mendapat tambahan uang saku lagi.
Biaya hidup tidak terlalu besar, karena telah disediakan asrama gratis dan mendapat subsidi makan di kantin kampus. Dengan kondisi seperti ini rata-rata mahasiswa masih bisa menabung dari beasiswa yang diperoleh. Bagi mahasiswa yang membawa keluarga, maka harus menyewa rumah di luar dan di beberapa kampus disediakan pengganti biaya sewanya. 

4. Jalanan di Arab Saudi kualitas tol semua, dan gratis
Arab Saudi sangat memperhatikan masalah infrastruktur, termasuk soal sarana jalan. Jalan tol penghubung Mekkah dan Jeddah misalnya. Selain memiliki track lurus lempang, kondisi jalan juga mulus dan lebar. Dua jalur yang berlawanan arah selalu disekat rapi, sehingga membuat semakin nyamannya para driver saat mengemudi. Mengemudi berapapun jauhnya tak begitu melelahkan bagi para driver disana. Soal kemacetan? Maaf, Anda salah alamat, ini Arab Saudi, macet adalah hal yang sangat langka ditemui. 

5. Wajib shalat berjamaah di masjid
Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang mengharuskan penduduknya untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan selama pelaksanaan salat berjamaah yang mana setiap toko harus ditutup ketika telah dikumandangkan azan tanda masuknya waktu salat wajib. Lalu bagaimana dengan para PKL yang menggelar dagangan di pinggir jalan? Aman, tidak ada yang berani mencuri dagangan mereka satu pun. Berbeda dengan negara lain, yang lengah sesaat saja, sepeda motor pun lenyap. 

6. Tingkat kriminalitas sangat rendah
Masih terkait dengan poin sebelumnya, mengapa PKL di Arab Saudi dengan mudahnya meninggalkan lapaknya untuk shalat berjamaah? Ya, karena tidak ada yang berani mencuri dagangannya. Mencuri dagangan orang, berarti tangan bakal copot. Ketatnya penerapan syariat Islam di Arab Saudi berimbas pada rendahnya tingkat kriminalitas. Tentu kita tidak mengatakan bahwa Arab Saudi 100% bebas kriminalitas, namun apabila dibandingkan dengan negara lain, bahkan negara Islam sekalipun, yang tidak menerapkan syariat Islam, maka akan jauh sekali kondisinya.
Dan sekali pun kita mendengar berita kriminal di Arab Saudi, biasanya tidak jauh dari kasus TKI dan berita kriminalitas di kalangan anggota kerajaan, yang tentunya sangat tendensius. Sumber berita biasanya tidak jauh dari media-media Syiah, kelompok radikal khawarij dan musuh-musuh Arab Saudi lainnya. 

7. Arab Saudi negara paling dermawan di dunia
Sejak tahun 1970-an, Arab Saudi telah menyumbangkan bantuan sebesar 49 miliar poundsterling yang membuatnya menjadi negara donor terbesar di dunia. Sebagai contoh, untuk Aceh saat terjadi bencana tsunami saja, Arab Saudi menggelontorkan US$70 (Sekitar Rp 651 Milyar). Semua bantuan Arab Saudi yang mayoritasnya diperuntukkan ke negara-negara Islam bersifat hibah, tanpa syarat apapun.
Mengapa Arab Saudi begitu royal menyumbangkan kekayaannya untuk negara lain? Setidaknya ada dua hal yang berpengaruh, pertama karena memang Arab Saudi adalah negara kaya raya. Yang kedua, sudah menjadi karakter orang Arab yang begitu bersemangat untuk berderma. Hal ini bisa dilihat saat musim haji atau umrah, bagaimana antusiasme warga Arab Saudi untuk menjamu tamu-tamu Allah dari berbagai penjuru dunia. 

8. Warga Arab Saudi bebas pajak penghasilan
Tidak ada pajak penghasilan yang dipungut dari warga Arab Saudi. Bahkan bukan hanya warga Arab Saudi, warga negara-negara Teluk yang memiliki kerjasama dengan Arab Saudi seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab umumnya dibebaskan dari pembayaran pajak penghasilan, akan tetapi mereka tetap harus tunduk pada aturan pembayaran zakat. 

9. Syiar-syiar Kuffar Dilarang
Di saat negara-negara muslim masyarakatnya resah karena tingkat kehamilan di luar nikah sangat tinggi, terutama pasca perayaan Valentine’s Day. Atau tindak kriminal yang meningkat saat momen perayaan Tahun Baru, warga Arab Saudi masih adem ayem. Mereka bisa tidur nyenyak pada malam tahun baru maupun malam Valentine. Tidak ada kekhawatiran kemana perginya anak mereka pada momen-momen penuh kemaksiatan tersebut.
Valentine, Perayaan Natal dan Tahun Baru, konser musik dan berbagai event hura-hura adalah sesuatu yang terlarang di negeri itu. Jangankan perayaan Valentine, ada sedikit saja yang mengarah ke sana, polisi syariah sudah bertindak tegas. Sehingga jangan berharap bisa menemukan toko-toko yang menjual pernak-pernik Valentine atau terompet Tahun Baru di Arab Saudi.

10. Proteksi terhadap warga sangat tinggi
Sudah menjadi isu yang mendunia, bahwa di Arab Saudi wanita dilarang mengemudi mobil. Meski banyak diprotes, apalagi oleh dunia barat, kebijakan ini sebenarnya untuk melindungi kaum wanita. Dengan diperbolehkannya wanita mengemudi, akan membuat mereka lebih sering meninggalkan rumah melebihi kebutuhan. Tugas-tugas keluarga akan terbengkalai. Dan para wanita akan menampakkan wajah-wajah mereka di jalan-jalan.
Dengan diamnya para wanita di rumah dan tidak berkeliaran dengan mobil-mobil mereka, keamanan dapat lebih ditingkatkan. Keamanan untuk para wanita tersebut dan juga keamanan untuk pengguna jalan lainnya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa wanita bukanlah pengemudi yang baik. Tabiat wanita yang mudah panik, kurang mampu mengambil keputusan, akan sangat berbahaya jika berada di jalan raya. Jika peraturan ini bisa diterapkan di negara lain, maka tidak ada lagi kekhawatiran pada pengemudi pria akan bertemu dengan ibu-ibu yang lampu sein-nya ke kanan dan motornya justru belok ke kiri.
Wallahu a’lam. “fs”

Sumber: http://serambiharamain.com
===============================
*sedikit tambahan pengalaman pribadi:
Syiar Kuffar Dilarang.
Logo club-club sepakbola kafir yang mengandung unsur salib Barcelona / AC Milan, pada bagian salibnya dihilangkan, tidak berbentuk cross melainkan hanya garis lurus.

Ketika membeli barang anda tidak perlu khawatir kecewa, (terutama di dua tanah haram : Makkah & Madinah). Karena barang yang dibeli bisa ditukarkan, atau bahkan dibatalkan bahkan semata-mata dengan alasan tidak cocok. Sebagaimana Islam mengaturnya.

Minggu, 14 Februari 2016

Bismillah
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya, memohon ampunan dariNya, dan berlindung kepadaNya, dari kejahatan diri kita dan segala keburukan amal perbuatan kita.
Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang dapat memberikan hidayah kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad-shallallahu'alaihiwasallam- adalah hamba dan utusanNya.

Amma ba'du.
Ikhwatifillah ahlussunnah, salafiyyin, yang semoga senantiasa dalam lindungan Allah. Sungguh saya mencintai kalian karena Allah. Saya mencintai kalian karena agama yang ada pada kalian. Bukan karena kita sama-sama menjadi anggota sebuah oraganisasi, atau kita sama-sama tergabung dalam suatu "jamaah", atau sama-sama lulusan pondok pesantren tertentu, atau sama-sama menjadi murid ustadz Fulan, atau sama-sama berasal dari suku A, atau sama-sama berasal dari daerah B, atau sama-sama bekerja di perusahaan C. Atau, atau, atau  lainnya... Bukan, Bukan seperti itu demi Allah...
Sungguh persaudaraan ini semata-mata atas dasar agama, atas dasar Islam, walhamdulillah.

Pada tulisan ini saya ingin mengajak diri saya pribadi khususnya, dan kepada segenap ikhwah salafiyyin pada umumnya, untuk sejenak kita menegok ke belakang, melihat keadaan kita sebelum mengenal sunnah. Ada di mana kita? Bagaimana kondisi kita? Bagaimana kita memahami agama ini?
Mungkin ada diantara kita dulu yang punya pemahaman khawarij, mengkafirkan sesama muslimin, mengkafirkan pemerintah muslim. Mungkin ada pula diantara kita yang dulu memiliki pemahaman rafidhah syi'ah, penghina sahabat Rosul. Mungkin pula dulu kita menjadi kuburiyun, para penyembah kubur, musyrikun. Atau mungkin ada diantara kita yang dulu sudah mulai mengerti sunnah tapi tertipu dengan para penipu dari Sururiyun, Rodjaiyun, atau pemahaman sesat yang lainnya. Na'udzubillah

Sungguh kalau bukan karena taufiq, hidayah dari Allah ta'ala, tentu kita tidak akan bisa seperti sekarang ini. Mendapatkan kenikmatan yang begitu besar, nikmat yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Yaitu nikmat hidayah, petunjuk bisa berjalan di atas tauhid, di atas sunnah, bisa mengenal sunnah, bisa mengenal agama ini dengan benar, murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam, dan bisa selamat dari pemahaman-pemahaman sesat tersebut. walhamdulillah.
Dengan pertolongan Allah, kita dimudahkan untuk mengenal agama ini. Kita ditolong oleh Allah dengan adanya ustadz-ustadz ahlussunnah di sekitar kita, di negeri kita ini. dengan sebab beliau-beliaulah (setelah Allah) kita bisa mengenal agama ini dengan benar. Beliau yang tanpa lelah terus berusaha mendakwahkan, mengajarkan agama ini, terus memikirkan bagaimana agar kaum muslimin bisa bertauhid dan menjauhi syirik, bisa menjalani sunnah dan menjauhi bid'ah, bisa memahami agamanya dengan benar sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad -shalallahu'alaihiwasallam-.

Seseorang belum dikatakan mensyukuri Allah Subhanahu Wata'ala jika belum berterimakasih terhadap kebaikan orang.
Hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi shalallahu'alaihiwasallam :
لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.” (HR. Al-Bukhari)
Sedangkan Allah Ta'ala berfirman :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan ingatlah ketika Rabb kalian memaklumkan: Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah (nikmat Kami) dan jika kalian mengkufurinya sungguh azab-Ku sangat pedih.”
(Ibrahim: 7)

Ya..Ikhwan...Begitu besarnya jasa asatidzah kepada kita, begitu besar apa yang beliau berikan kepada kita, ini tidak bisa diukur dengan apapun. Janganlah ada diantara kita menjadi orang-orang yang tidak punya rasa terimakasih, menjadi orang yang tidak bisa bersyukur. Yang mana perbuatan ini diancam oleh Allah dengan adzab yang pedih.

Untuk itu, saya mengajak diri saya pribadi dan antum semuanya untuk bersyukur, berterimakasih atas apa yang Asatidzah telah berikan kepada kita. Berterimakasihlah dengan cara apapun semampu kita. Dan yang sungguh sangat ringan namun besar, berterima kasihlah melalui doa.
Sempatkanlah dalam shalat-shalat malam kita sedikit meluangkan waktu mendoakan kebaikan untuk asatidzah kita.
Jangan ragu untuk menyebutkan nama-nama beliau dalam doa kita, ustadz Muhammad As Sewed, ustadz Usamah, ustadz Luqman, ustadz Abu Hamzah Yusuf, ustadz Abdurrahman Mubarak, ustadz Afifuddin, ustadz Qomar, ustadz Askary, ustadz Sarbini, ustadz Abdurrahman Lombok, ustadz Rijal, ustadz Saiful bahri, ustadz Ahmad Khodim, ustadz Abdush Shomad, ustadz Mukhtar, dan yang lainnya yang kita tahu beliau berkomitmen di atas sunnah hafidzahumullah.

Ya Allah, berikanlah keikhlasan kepada asatidzah kami dalam berdakwah, perbaikilah niat-niat beliau.
Ya Allah, berikanlah kesehatan, kekuatan untuk beliau,
Ya Allah, lapangkanlah dada beliau dalam mendakwahkan agama ini, lindungilah dari musuh-musuh agama yang terus mengeluarkan makar.
Ya Allah, berikanlah taufiq kepada beliau agar apa yang disampaikan kepada kami dari agamaMu, sesuai dengan apa yang dibawa oleh Rasul shalallahu'alaihiwasallam,
Ya Allah, lembutkanlah hati-hati beliau untuk mudah menerima al haq, dan mudah ruju' jika salah,
Ya Allah, ampunilah beliau jika ada kekeliruan dalam menyampaikan.
Ya Allah, berikanlah kesitiqamahan kepada beliau untuk terus berada di atas al haq,
Ya Allah, berikanlah pahala yang besar disiMu atas kebaikan-kebaikan yang mereka berikan. Jazaahumullahu khairaa.
aamiin
=============================================================================
ditulis oleh Admin setelah mendengar tausiyah dari Ust. Mukhtar iben RIfai hafidzahullah
di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto,
14 Februari 2016,
Muqadimah daurah Makar Yahudi terhadap NKRI.
download audionya
DOWNLOAD 

Daurah pada awalnya dijadwalkan akan diisi oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidzahullah, namun qaddarullah beliau berhalangan, dan ternyata dikarenakan sakit.
Ya Allah berikanlah kesembuhan untuk beliau, berikanah beliau kesehatan. Aamiin
Berikut kami sajikan rekaman audio kajian tematik
"Pemurtadan Terselubung di Balik Jaringan Islam Nusantara"
Pembicara : Al Ustadz Luqman Ba'abduh hafidzahullah
Tempat : Masjid Al Mujahidin, Slipi, Jakbar
waktu : 14 Februari 2016 / Pukul 09.30 WIB sampai menjelang dzuhur

di antaranya membahas
▪ Perbuatan murtad menurut syari'ah
▪ Pandangan ulama madzhab Syafi'i dalam membahas masalah murtad dan pembatal keimanan
▪ Yang memiliki hak dan wewenang untuk mengurus kasus murtad adalah pemerintah dan aparatnya
▪ Tentang keyakinan bahwa SEMUA AGAMA BENAR
▪ Contoh-contoh penistaan Al-Qur'an dan Syari'ah Islam oleh kaum Liberal
▪ Sepak terjang kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual) di Indonesia
▪ Upaya kaum liberal dalam pemutarbalikan syari'ah pernikahan (beda jenis kelamin) dan sejarah Nabi Luth dan kaumnya
 
DOWNLOAD AUDIO
klik disini
*Klik kanan, save link as
atau jika melalui smartphone, klik tahan, klik save link

link alternatif
klik disini
*klik link diatas, akan diarahkan ke mediafire, lalu klik download
==========================================================================

AUDIO KAJIAN TAMBAHAN
Tausiyah
"Agar Anak Tidak Menjadi Teroris"
pembicara : Al Ustadz Luqman ba'abduh hafidzahullah
tempat : masjid Mujahiddin, Slipi, Jakbar
waktu : 14 Februari 2016, ba'da maghrib sampai menjelang isya
DOWNLOAD AUDIO
klik disini
*Klik kanan, save link as
atau jika melalui smartphone, klik tahan, klik save link
klik disini
*klik link diatas, akan diarahkan ke mediafire, lalu klik download

Ditengah-tengah tausiyah diinformasikan bahwa bapak Kapolres hendak merapat menuju ke lokasi kajian, namun karena keterbatasan waktu sehingga tidak sempat hadir untuk mengikuti kajian.
Dan akan diadakan ramah tamah ustadz dan jajaran kepolisian, ba'da shalat Isya. wallahu a'lam apakah acara ramah tamah tersebut terlaksana atau tidak.
Yang jelas ini menjadi bukti bahwa, Ahlussunnah waljama'ah berjalan bersama penguasa, ahlussunnah dipimpin oleh penguasa negeri ini, bukan oleh ustadz, atau tokoh tersendiri.


==========================================================================
Silakan didengarkan dan direnungkan dengan seksama, dengan hati yang terbuka, pelan-pelan, jangan terburu-buru.
in syaa Allah bagi yang hatinya masih bersih akan memahami bagaimana bahayanya pemahaman yang dibawa orang-orang di dalam Islam Nusantara, sehingga tidak akan menuduh kepada kami (Ahlussunnah/Salafiyin) dengan tuduhan-tuduhan dusta.
Allohuyahdina wayahdikum

sumber:
http://salafyjakarta.info/

Rabu, 10 Februari 2016

 
Berkata Abu Bakr bin Ayyas :
'Aku berkata kepada Al A'masy :
"Berapa orang yang engkau lihat pada (majelis) Ibrahim ??"

beliau berkata :
" 3 orang, 4 orang,..2 orang...".
[ Al Ju'diyát 779 dengan sanad shahih ]

* Ibrahim yaitu Ibrahim bin Yazid An Nakha'i, seorang Tabi'in yang faqih, fatwa-fatwa beliau telah memenuhi banyak kitab-kitab, rahimahullah,..dan tidaklah di majelis beliau kecuali beberapa orang saja.
Maka Perhatikanlah !!

قال أبو بكر بن عياش : قلت للأعمش :
كم من كنت ترى عند إبراهيم ؟

قال : ثلاثة ، اربعة ، اثنين ...
[ الجعديات ٧٧٩ بسند صحيح ]

وإبراهيم هو ابن يزيد النخغي التابعي الفقيه وقد ملأت فتاويه الكتب رحمه الله وما كان في مجلسه الا العدد القليل ، فتأمل

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Berkata Al Imam Al Auza'i :
"Aku melihat Az Zuhri dan Muhammad bin Al Munkadir, keduanya duduk bermajelis di Al Masjidil Haram, dan tidak ada bersama mereka orang yang ketiga yang (ikut) menuntut ilmu"
[ Tarikh Abi Zur'ah Ad Dimasyqi 2299 ]

* Imam Az Zuhri dan Muhammad bin Al Munkadir termasuk dari para Imam Islam dan merupakan pada tingkatan Tabi'in senior.

قال الإمام الأوزاعي :
رأيت الزهري ومحمد بن المنكدر ، جالسين في المسجد الحرام ، ما معهم ثالث يطلب العلم
[ تاريخ أبي زرعة الدمشقي ٢٢٩٩ ]

الزهري ومحمد من أئمة الإسلام الكبار من طبقة التابعين

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Berkata Al Imam Al Auza'i :
"Adalah Atho' termasuk manusia yang paling diridhoi disisi manusia (di zamannya,-red), dan tidaklah yang hadir dimajelis beliau kecuali 7 atau 8 orang"
[ Tarikh Abi Zur'ah Ad-Dimasyqi 2300 ]

* yaitu Atho bin Abi Robah seorang Tabi'in yang mulia dan seorang Imam.

قال الإمام الأوزاعي :
كان عطاء من أرضى الناس عند الناس

وما كان ينهد لمجلسه إلا سبعة أو ثمانية

[ تاريخ أبي زرعة الدنشقي ٢٣٠٠ ]

عطاء هو ابن أبي رباح تابعي جليل إمام

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Maka perhatikanlah wahai saudaraku -semoga Allah Ta'ala memberimu taufiqNya- janganlah bangga dengan banyaknya manusia yang hadir dimajelismu dan janganlah bersedih dan berkecil hati dengan sedikitnya manusia yang hadir dimajelismu.

Karena sesungguhnya manusia yang lebih mulia darimu (diantaranya; Imam Az Zuhri, Muhammad bin Al Munkadir, Ibrahim An Nakha'i dan Atho bin Abi Robah رحمهم الله جميعا) tidaklah hadir dimajelis mereka kecuali 2, 3, atau sampai 8 orang saja...

dan manusia yang lebih mulia darimu (diantaranya; Al Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله ) tidak pernah merasa bangga dan sombong dengan banyaknya manusia yang hadir dimajelisnya.

وفقنا الله وإياكم لما يحبه ويرضاه من القول والعمل
ورزقنا وإياكم نيةً صادقة وهمةً عالية للدعوة إلى دينه الحق .

Semoga Allah memberikan Taufiq kepada kami dan kalian kepada apa yang Dia cintai dan ridhai dari perkataan dan amalan.
Dan semoga Allah mengaruniai kami dan kalian niat yang jujur (ikhlas) serta tekad yang tinggi untuk berdakwah kepada agama-Nya yang haq.

آمين اللهم آمين،..

sumber: WA Ahlussunnah Jakut
Apik Elek Bloge Dewek