:::: MENU ::::

Minggu, 22 Maret 2015

Bendera jihad telah dikibarkan oleh para ulama kibar, dan pertempuran melawan Rafidhah Najis Hutsiyun yang berupaya merebut satu persatu wilayah kaum muslimin langsung dibawah komando Presiden Yaman yang telah berhasil meloloskan diri dari tawanan Hutsy pasca mereka berhasil merebut istana Presiden Yaman di Shan'a, di saat itu pula barisan Pembela Watsiqah Kufriyah dari kalangan dedengkot para penggembos terus menyuarakan gerakan anti-jihad melawan sekutu Watsiqah Kufriyah mereka (Rafidhah Najis Pemberontak),memberikan gambaran-gambaran yang hina lagi rendah terhadap upaya Jihad mempertahankan diri dari serangan Pemberontak tersebut dan bahkan menyerukan agar tidak ikut campur dan tinggal di rumah saja sebagaimana yang terakhir diserukan oleh Al Mughoffal Abdurrahman.

Kamis, 19 Maret 2015

dari tanya jawab kajian rutin bulanan purwokerto 14 Maret 2015
oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidzohulloh

Pertanyaan:
Orang seperti apakah yang dikehendaki oleh Alloh dengan kebaikan? Apakah yang Alloh jadikan kaya di dunia?

Jawab
Ini sudah sering dibahas,
Bahwa Alloh Subhanahu Wta'ala kalau menghendaki kebaikan kepada seseorang, Alloh kasih dia ilmu. Man yuridillahu bihi khoiron, bifaqqihu fiddin.
Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan, Alloh faqihkan dia dalam agama.

Adapun dunia!! kekayaan!! Alloh berikan pada orang baik, Alloh berikan pula pada orang jelek. Alloh berikan pada orang kafir, Alloh berikan pada orang mukmin. Alloh berikan pada orang soleh, Alloh berikan pada orang tholeh. Dan kadang Alloh tidak berikan pada orang baik, Alloh tidak berikan pada orang jelek.
Itu tidak ada kaitannya dengan kecintaan Alloh pada hambaNya.

Rabu, 18 Maret 2015


Maka, Subhanalloh...
Kalau berbicara tentang faham 'nasionalisme', pada prakteknya ahlussunnah salafy itu yang paling baik. Secara praktek, bukan secara pemahaman. Na'am.
Beberapa kali saya berbincang-bincang, sekadar bincang-bincang saja, na'am, dengan apa namanya...aparat keamanan, dengan temen-temen begini yang baru ngaji, dokter, dan semisal, na'am.

Sekarang nasionalisme itu sebenarnya apa? Apakah orang yang mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan bersama lagu Indonesia raya lalu hormat kepada bendera merah putih? Itu yang disebut nasionalisme? Hanya sebatas itu?
Begitu murahnya nasionalisme di Indonesia.

Setiap orang kan bisa menghafalkan lagu Indonesia raya, na'am. Walaupun dia bukan orang Indonesia. Setiap orang bisa saja mengibarkan bendera (merah) putih lalu hormat.
Itu sudah bisa dikatakan orang Indonesia asli? Sejati? Nasionalismenya sudah teruji?

Tetapi misalkan contoh kecil saja, misalkan ketika pemerintah pusat katakan negara, untuk kepentingan bersama kepentingan bangsa menentukan lahan ini akan digunakan sebagai proyek negara, Jalan tol misalkan. Terjadi perlawanan, demonstrasi. Sebagian pihak menolak kalau harganya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Ini yang namanya nasionalisme? Ini yang namanya nasionalisme? na'am

Tapi seandainya yang memiliki lahan-lahan tersebut adalah ahlussunnah salafiyin, diberi ganti yang murahpun (akan) diberikan. Karena pemerintah yang menginginkan, untuk kepentingan bersama. Untuk kepentingan bersama. Silakan pak ambil lahan saya untuk kepentingan bersama. Sudah tidak perlu ribet berpikir. "Wah...yang untung pemerintah kalau begini, kita dapet ganti ruginya apa?"na'am.
Karena alhamdulillah ahlussunnah terbimbing, tebimbing dengan Al quran dan Sunnah Nabi Shalallohu 'alaihiwasallam.

Ketika harga bahan bakar minyak dinaikkan, BBM dinaikkan, oleh pemerintah.
Bagaimana sikap ahlussunnah salafiyin? Dari ujung Sumatera sampai ujung Papua, na'am, mereka yang betul-betul belajar sunnah Nabi shalallahu'alaihiwasallam tidak ada satu kata pun yang terucap sebagai bentuk celaan kepada pemerintah dan penguasa. Tidak...
Yang ada justru "ya sudah...Sabar, kita yang menyesuaikan, dikurangi jalan-jalannya, kan gitu. Dikurangi jalan-jalannya."
Karena kebijakan itu adalah kebijakan pemerintah, yang tentunya kita berprasangka baik berdasarkan sekian banyak pertimbangan. Tidak mungkin kebijakan yang kemudian mendzolimi rakyat dan warga, kemudian ditelurkan dan ditetapkan secara terang-terangan seperti itu. Nggak mungkin. Pasti melalui berbagai pertimbangan.

Siapa yang melakukan aksi demo, sampai pada tindakan anarkis? Membakar ban di jalan raya, memukuli polisi, bentrokan fisik dengan polisi, menyandera tangki-tangki minyak, na'am. Menyatakan memboikot ini dan itu, mencela dan mencaci maki.
Ada ahlussunnah yang melakukannya? Tidak !!!
Hizbiyun, ahlul bid'ah yang melakukannya. Hizbut Tahrir, melakukan aksi demo serentak dan serempak di seluruh Indonesia. Na'am. Di pusat kota-kota besar, na'am, melakukan aksi demonstrasi. Na'am.
Mahasiswa, yang katanya 'maha' tetapi bodohnya luar biasa. na'am. Di makassar, bentrokan fisik antara mahasiswa dengan aparat keamanan hanya karena urusan pemerintah menaikkan harga BBM. Tangki-tangki minyak disandera, padahal isi tangki tersebut sedang dinanti dan ditunggu oleh masyarakat di bagian sana. Bukan bertambah baik kondisinya, tambah rusak, nambah pekerjaan.
Ada ancaman mebakar SPBU, ada ancaman ini, ancaman itu, sampai kemudian objek-objek vital milik pertamina kemudian harus dijaga aparat keamanan, ini malah membuat susah, na'am. Warga sudah takut, masyarakat kemudian khawatir dan cemas, masing-masing lebih baik berdiam di dalam rumah. Na'am.

Coba kalau misalkan kita kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam
"Tu addunamaa 'alaikum wa tas aluuna haqqokum 'indalloh"
Ini bimbingan Nabi shalallahu'alaihiwasallam,
"sudah lakukan saja tugasmu sebagai rakyat, laksanakan kewajibanmu sebagai warga. cukup, titik sampai disitu."
Hak kita? Hak rakyat bagaimana?
Nabi menganjurkan, sebagai sebuah tuntunan hidup, mintalah kepada Alloh Subhanahu wata'ala. Kalau tidak diberikan di dunia, nanti di akherat Alloh akan berikan. Nanti di akherat Alloh akan berikan.

Lantas penguasa yang dzolim dibiarkan? Penguasa yang lalim seperti itu didiamkan?
Tidak, doakan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Alloh 'azza wa jalla. Berdoa agar orang-orang yang ada di sekeliling dan di sekitar pemimpin kita adalah orang-orang yang baik, bithonah ashsholihah, teman-teman baik, para pembisik-pembisik yang baik, bukan para pembisik-pembisik yang jahat.

Doakan, untuk presiden kita, wakil presiden kita, mendapatkan pembantu-pembantu yang baik, yang soleh. na'am. Para ulama sampai-sampai mengatakan kalau seandainya saya memiliki doa yang mustajab, akan aku berikan untuk kebaikan penguasa, karena kalau penguasanya baik, rakyatnya pun baik.

Sayang, tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat belum terlaksana. Tahukah apa salah satu tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat?
 Mendoakan kebaikan untuk pemimpin-pemimpin kita.
~Mendoakan presiden kita,
~mendoakan wakil presiden kita,
~mendoakan para menterinya, na'am
~mendoakan gubernur-gubernur di Indonesia.
Para pemerintah, penguasa itu didoakan kebaikan.

Ya Alloh berikan kesabaran kepada mereka dalam menjalankan amanah,
Ya Alloh bimbinglah mereka ke jalan yang lurus,
Ya Alloh jauhkan dari mereka orang-orang yang jahat,
Ya Alloh lembutkan hati mereka, hati para pemimpin kami untuk lebih memperhatikan rakyat kecil,
Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.... Doa !!!
Itu tugas dan kewajiban kita sebagai rakyat, yang ternyata kita belum tentu semua sudah melakukannya.
Doa secara khusus, di waktu yang khusus.

Coba bayangkan kalau 160 juta muslim dan muslimah di Indonesia sama-sama mendoakan tiap hari, mendoakan kebaikan untuk pemerintahnya, apakah Alloh akan membiarkan doa-doa begitu saja? Tidak, Alloh akan kabulkan.
Tapi sayangnya dari 160 atau 180 juta muslim ini yang pernah mendoakan pemerintah dengan baik berapa orang sih, berapa persen? Tidak perlu ya kita membayangkan orang yang ada di luaran sana, kita sekarang yang hadir di masjid ini. Coba misalkan secara jujur diadakan angket kecil-kecilan, yang pernah secara khusus mendoakan pemerintah, Ya Alloh..Ya Alloh semoga pemerintah kami.... Cuma berapa persen, berapa orang? Na'am
Padahal ini adalah salah satu prinsip dan salah satu aqidah ahlussunnatiwaljama'ah.


diranskrip dari potongan rekaman dauroh
ust. Abu Nasiim Mukhtar Iben Rifai
"Membina Keluarga Penuh Barokah"
30 Jan - 01 Feb 2015
Masjid Markaz Al Islamy, Pangkalan Bun, Kalimantan tengah.
Download audio

Selasa, 17 Maret 2015

1. Copy script (kode) yang di bawah ini
<div class="textwidget"><center><object width="250" height="500" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://radio-playlist.googlecode.com/svn/trunk/mediaplayer.swf" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="flashvars" value="width=250&height=500&file=http://radio-playlist.googlecode.com/svn/trunk/radio.xml&displayheight=100&shuffle=false&autostart=true&thumbsinplaylist=true&showeq=true&showstop=true" /><embed width="250" height="500" type="application/x-shockwave-flash" src="http://radio-playlist.googlecode.com/svn/trunk/mediaplayer.swf" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" flashvars="width=250&height=500&file=http://radio-playlist.googlecode.com/svn/trunk/radio.xml&displayheight=100&shuffle=false&autostart=true&thumbsinplaylist=true&showeq=true&showstop=true" /></embed></object></center></div>

2. Masuk ke Blog, Kemudian Pilih Tata Letak











3. Klik Tambahkan Gadget, Kemudian Muncul Jendela Baru, Lalu Klik HTML/JavaScript











4. Tahap Terakhir setelah klik HTML/JavaScript, paste kan script yang sudah antum copy seperti gambar di bawah ini










5. Klik Save
[mengingat kembali salah satu prinsip dari sekian prinsip Islam yang kebanyakan kaum muslimin sekarang tidak mengetahuinya]

(ditulis oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed)

Kewajiban taat kepada pemerintah merupakan salah satu prinsip Islam yang agung. Namun di tengah karut-marutnya kehidupan politik di negeri-negeri muslim, prinsip ini menjadi bias dan sering dituding sebagai bagian dari gerakan pro status quo. Padahal, agama yang sempurna ini telah mengatur bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap pemerintahnya, baik yang adil maupun yang zalim.

oleh Al-Ustadz Abu Sa’id Hamzah bin Halil dan Ummu Luqman Salma
 Tidak ada sebuah urusan pun kecuali telah dijelaskan oleh agama Islam yang sempurna ini. Agama yang telah diridhai oleh Allah, Rabb semesta alam. Agama yang menjadi nikmat agung yang diberikan kepada kaum muslimin. Segala aspek kehidupan manusia telah diatur dengan sedemikian indah. Bahkan, dalam urusan mencari jodoh dan berumah tangga, Islam telah mengaturnya dengan sebaik-baiknya.

Islam menghendaki kehidupan yang bersih nan mulia bagi manusia. Berbagai pintu yang bisa mengantarkan manusia menuju jurang kehinaan hidup ditutup rapat. Salah satu perbuatan yang hina adalah zina. Islam menutup semua pintu yang menuju ke sana. Misalnya, berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, memandang sesuatu yang tidak halal, wanita menghaluskan dan melembut-lembutkan suara atau ucapan di depan laki-laki yang bukan mahram, dan lain-lain.

Rabu, 04 Februari 2015

Bismillah, Dengan mengharap ridho Alloh سبحانه وتعالى semata,

Hadirilah Pengajian Akbar.
Insya Allah
Pemateri : Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed حفظه الله تعالى.
Tema :
Mengkritisi Aliran Garis Keras
( Syi’ah, ISIS dan yang semisalnya ) 
Tempat : Masjid At Taqwa , Procit Banjar Patroman, Jawa Barat.
Waktu Pukul : 09.00  WIB. – selesai.
Tanggal : Sabtu, 7 Februari 2015 M / 17 Robi’ul Akhir 1436 H 
Barokallohu fiikum.
IMG-20150204-WA0001


Selasa, 06 Januari 2015


بسم الله الرحمن الرحيم
Masalah:
Berapa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam pelaksanaan aqiqah?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini:

Pendapat pertama:
Pendapat jumhur ulama, mereka berpendapat bahwa untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing dan perempuan 1 ekor kambing.

[ Berlepas diri dari penyimpangan yang terjadi pada seorang guru ]*

عبرة لأولي الألباب
Ya ikhwan....
Al Ustadz Muhammad Afifudin As-sidawy, bisa kita jadikan ibroh di dalam menyikapi fitnah tatkala penyimpangan yang terjadi pada seorang guru.

Beliau punya riwayat belajar yang mayoritas guru-guru beliau telah menyimpang sedangkan beliau tetap istiqomah tanpa mendahulukan kecintaan yang berlebihan kepada sang guru.

Kalau penyimpangan itu terjadi pada orang yang bukan guru/syeikh kita, mungkin sangat gampang bagi kita untuk mengatakan salah dan meninggalkanya.
Adapun jika yang menyimpang itu adalah guru kita maka bukanlah hal yang gampang bagi seorang murid untuk melepaskannya.

Kita lihat guru-guru beliau yang telah menyimpang:

1. Aunur rofiq ghufron, mudir pondok al furqon gresik,
Hal yang telah kita ketahui semua bahwa ustadz afifuddin adalah alumnus ma'had alfurqon sekaligus santri yang langsung diutus ke ma'had degolan dengan membwa rekomendasi dari aunur rofiq, sebgaimana yang pernah beliau ceritakan kepada saya ketika masih di Al Bayyinah.

2. Ja'far umar tholib,
Terkait dengan kedudukan beliau Ustadz Afifuddin di sisi ja'far sangatlah dekat.
Sebagaimana yang diakuai oleh asatizah yang seangkatan dengan beliau ketika di degolan.

3. Yahya al hajury,
Perkara yang ma'ruf juga di kalangan kita ketika beliau pulang dari Yaman, teramat banyak fawaid dan tarjihat yang dinukilkan beliau dari al hajury pada dars 'aam Al Bayyinah tatkala itu.

4. Abdurohman al adeny,
Mulazamah beliau dengan al adeny lebih banyak dibanding dengan al hajury, bahkan beliau sangat dikenal dan dekat dengan al adeny ketika di Yaman.
Ketika beliau 2 kali berziaroh ke fiyush, al adeny mempersilahkan kepada ust.afifudin untuk muhadhoroh di hadapan para tholabah dengan berbahasa arab.

5. Muhammad al imam,
Walaupun beliau tidak pernah mulazamah dengan al imam tapi dahulu beliau sangat terpukau dengan metode pengajaran al imam bahkan DAHULU beliau sempat mengatakan andaikan saya belajar 4 tahun di ma'bar bukan di dammaj tentu banyak dapat fawaid.
Dan beliaupun banyak membeli karya tulis al imam.

Akan tetapi sikap ust.afifudin yang dahulunya seperti ini, tidak menghalangi beliau untuk mengatakan al haq, sehingga semua nama tersebut tidak ditoleh lagi oleh beliau tatkala mereka menyimpang.
Bahkan beliau tidak sungkan-sungkan memperingatkan ummat dari bahaya pemikiran orang-orang ini tadi di muhadhoroh-muhadhoroh beliau.

Jadikanlah sikap seperti ini sebagai pelajaran, wahai saudaraku yang masih berada di fiyush dan ma'bar.
Sungguh cinta kalian yang ekstrim terhadap sang guru akan membinasakan kalian sendiri.

فاعتبروا يا أولي الألباب.
sumber: WA Thullab al-Bayyinah

)* judul dari editor
________________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah.  Dikutip dari WA Salafy Solo

Senin, 05 Januari 2015

Orang Yang Jahil Tentang Tauhid
Pertanyaan: Apakah seseorang yang tidak mengetahui urusan yang berkaitan dengan tauhid diberi uzur?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih al-Utsaimin Rahimahullah menjawabnya sebagai berikut.

Pemberian uzur karena jahil (bodoh) adalah satu hal yang pasti dalam seluruh urusan agama seorang hamba. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Sesungguhnya Kami wahyukan kepadamu sebagaimana Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya.”

sampai firman-Nya:
“Para rasul yang memberi kabar gembira dan memberi peringatan, agar tidak ada lagi bagi manusia alasan setelah pengutusan para rasul.” (an-Nisa: 163—165)

Rabu, 24 Desember 2014

(Menjawab Tuduhan Keji Para Pendengki Terkait Bayan Rujuk Ust. Saifuddin Zuhri hafidzohulloh)

Kolaborasi Halabiyun, Kumpulan Thullabul Hawa' dan Syuhada Al IskandarKOLABORASI HALABIYUN: KUMPULAN THULLABUL HAWA’ DAN SYUHADA AL ISKANDAR
Alhamdulillah was Sholatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala Alihi wa Ashabihi Waman Tabi’a Hudahu Ila Yaumil Qiyamah. Wa Asyhadu Alla Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluhu, Amma Ba’du :

Selasa, 23 Desember 2014

Bismillah,

Berikut Rekaman Kajian Ilmiyah Bersama Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed Hafizhahulloh, pembahasan Kitab “Aqidah Wasithiyah” karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh,


Pertemuan Pertama – Download disini
Pertemuan Kedua – Download disini
Pertemuan Ketiga – Download disini
Pertemuan Keempat – Download disini
Pertemuan Kelima – Download disini
Pertemuan Ke 6 – Download disini
Pertemuan Ke 7 – Download disini

Senin, 22 Desember 2014

(ditulis oleh: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari)

Membaca al-Fatihah ayat demi ayat
Setelah membaca basmalah, mulailah Rasulullah n membaca surah al-Fatihah yang beliau baca ayat demi ayat. Beliau n berhenti setiap satu ayat, sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Salamah x ketika ditanya tentang bacaan Rasulullah n. Ummu Salamah x menjawab,
“Adalah beliau memotong bacaan ayat demi ayat ….”
(HR. Ahmad 6/302, hadits ini shahih bi dzatihi bila tidak ada ‘an’anah1 Ibnu Juraij, namun hadits ini memiliki mutaba’ah)
Terkadang Rasulullah n membaca dengan memendekkan lafadz ﭞ (dibaca مَلِكِ) dan pada kesempatan lain beliau n memanjangkannya (dibaca مَالِكِ).
Dua bacaan ini, kata al-Hafizh Ibnu Katsir t, shahih mutawatir dalam qira’ah sab’ah. (Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim, 1/32)

Membaca al-Fatihah Merupakan Rukun shalat
Rasulullah n bersabda:

Minggu, 14 Desember 2014


Download Audio

Terkait rujuknya beliau ini terdapat banyak catatan, dan yang terakhir adalah beliau berjalan bersama mereka mutamayyi'in.
##Silakan baca: saifuddin-zuhri-bermasalah-lagi-alamat


untuk audio dari asatidz in syaa Alloh menyusul
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Tak terasa, perjalanan dakwah suku Lauje sudah masuk bulan ke sebelas. Kendala dan rintangan silih berganti menghadang Dakwah terhadap muallaf Lauje. Hanya karena pertolongan Allah semata dakwah ini masih bisa berlanjut hingga sekarang. Walaupun di sana-sini masih banyak kekurangan yang butuh pembenahan.
Masjid Alhidayah1PEMBANGUNAN MASJID SELESAI
Pada akhir bulan Sya’ban 1435 lalu, pembangunan masjid muallaf telah berhasil diselesaikan. Segala pujian kesempurnaan tertuju kepada Al-Khaliq, yang hanya karena pertolongan-Nya masjid bisa selesai terbangun. Masjid dengan ukuran 8×8 m dengan lantai dan dinding papan sudah bisa dipakai untuk shalat dan mengaji oleh para muallaf. Beralaskan karpet merah, jendela kaca, dengan kusen dan daun pintu dari kayu jati, masjidnya tergolong ”mewah” untuk masjid di gunung Lauje, demikian pengakuan beberapa warga gunung. Nama Masjidnya adalah Masjid Al-Hidayah, sesuai dengan tujuan didirikannya, yaitu sebagai sarana meraih hidayah bagi para muallaf  in syaa Allah. Pak Andi selaku ketua DKM menginginkan masjid bisa diresmikan untuk persiapan ibadah bulan Ramadhan. Maka Pak Andi mengundang beberapa kepala desa sekitar dan para imam masjid, juga Pak Camat. Surat undanganpun dilayangkan kepada mereka. Qaddarallah di waktu yang sama, hampir seluruh kepala desa dan camat sedang ada pertemuan di kantor pemerintah kabupaten Parigi. Merekapun tidak bisa hadir pada peresmian masjid. Para imam desa juga tidak ada yang hadir. Wallahu a’lam apakah lantaran berbagai isu fitnah yang disebarkan orang yang tidak bertanggung jawab atau ada sebab lainnya.

Masjid Alhidayah3Akhirnya peresmian masjid hanya dihadiri oleh beberapa warga muallaf dan seorang mubalig sekaligus kepala sekolah Madrasah Al-Khairat desa Pebo Unang, yang lebih dikenal warga dengan nama Ustadz Ramli. Beliau memberikan kata sambutan dan menyemangati ikhwah dan para muallaf agar tidak berkecil hati untuk terus melanjutkan dakwah di gunung. Beliau menyampaikan simpati dan dukungan sepenuhnya terhadap dakwah. Kata sambutan beliau cukup mengharukan hingga beberapa ikhwah menitikkan air mata. Memang pasca tersebar derasnya isu fitnah, sekalipun ikhwah dari Poso sudah bersusah payah berganti-gantian datang membangun masjid dan mengajak warga Lauje, ternyata yang mau mendekat dari kalangan muallaf tidak lagi seperti dulu. Memang para Da’i cuma bisa menyampaikan, adapun hidayah adalah mutlak di tangan Allah semata. Alhamdulillah masih ada beberapa muallaf yang mau mendekat. Karena rumah-rumah mereka yang jauh dari masjid, maka terkadang sebagian mereka tidak hadir, terlebih ketika turun hujan.
Bacaan Basmalah
Rasulullah sholallohu'alaihiwasallam mengucapkan:
tanpa mengeraskan suara, sebagaimana dipahami dari hadits Anas bin Malik rodhiyallohu'anhu yang memiliki banyak jalan dengan lafadz yang berbeda-beda, dan semua menunjukkan bahwa Nabi sholallohu'alaihiwasallam tidak mengeraskan suara ketika mengucapkan basmalah.
Salah satu jalannya adalah dari Syu’bah, dari Qatadah, dari Anas rodhiyallohu'anhu, ia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ n وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ c كَانُوا يَفْتَتِحُونَ الصَّلاَةَ بِـ { ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ}
“Sesungguhnya Nabi sholallohu'alaihiwasallam, Abu Bakr dan Umar rodhiyallohu'anhum, membuka (bacaan dengan suara keras) dalam shalat mereka dengan ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.”
(HR. Al-Bukhari no. 743 dan Muslim no. 888)

Al-Imam Ash-Shan’ani rohimahulloh menyatakan, hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi sholallohu'alaihiwasallam, Abu Bakr dan Umar rodhiyallohu'anhum tidak memperdengarkan kepada makmum (orang yang shalat di belakang mereka) ucapan basmalah dengan suara keras saat membaca Al-Fatihah (dalam shalat jahriyah). Mereka membacanya dengan sirr/perlahan. (Subulus Salam 2/191)

Adapun ucapan Anas, “Mereka membuka (bacaan dengan suara keras) dalam shalat mereka dengan Alhamdulillah…” tidak mesti dipahami bahwa mereka tidak membaca basmalah secara sirr.
(Fathul Bari, 2/294)

Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh mengatakan, “Makna hadits ini adalah Nabi sholallohu'alaihiwasallam, Abu Bakr, Umar, dan Utsman rodhiyallohu'anhum, mengawali bacaan Al-Qur’an dalam shalat dengan (membaca) Fatihatul Kitab sebelum membaca surah lainnya. Bukan maknanya mereka tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.” (Sunan At-Tirmidzi, 1/156)

Ulama berselisih pandang dalam masalah men-jahr-kan (mengucapkan dengan keras) ucapan basmalah ataukah tidak dalam shalat jahriyah. Sebetulnya, semua ini beredar dan bermula dari perselisihan apakah basmalah termasuk ayat dalam surah Al-Fatihah atau bukan. Juga, apakah basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri pada setiap permulaan surah dalam Al-Qur’an selain surah Al-Bara’ah (At-Taubah), ataukah bukan ayat sama sekali kecuali dalam ayat 30 surah An-Naml? Insya Allah pembaca bisa melihat keterangannya pada artikel: Apakah Basmalah Termasuk Ayat dari Surah Al-Fatihah?

Kami (penulis) dalam hal ini berpegang dengan pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa basmalah dibaca dengan sirr. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Al-Imam At-Tirmidzi rohimahulloh berkata, “Yang diamalkan oleh mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi n—di antara mereka Abu Bakr, Umar, Utsman, dan selainnya rodhiyallohu'anhum—dan ulama setelah mereka dari kalangan tabi’in, serta pendapat yang dipegang Sufyan ats-Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad, dan Ishaq, bahwasanya ucapan basmalah tidak dijahrkan. Mereka mengatakan, orang yang shalat mengucapkannya dengan perlahan, cukup didengarnya sendiri.” (Sunan At-Tirmidzi, 1/155)

Guru besar kami, Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muqbil ibnu Hadi al-Wadi’i rohimahulloh, dalam kitab beliau, Al-Jami’us Shahih mimma Laisa fish Shahihain (2/97), menyatakan bahwa riwayat hadits-hadits yang menyebutkan basmalah dibaca secara sirr itu lebih shahih/kuat daripada riwayat yang menyebutkan bacaan basmalah secara jahr.

Adapun Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh dan pengikut mazhabnya, juga—sebelum mereka—beberapa sahabat, di antaranya Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Ibnuz Zubair rodhiyallohu'anhum, serta kalangan tabi’in, berpendapat bahwa bacaan basmalah dijahrkan. (Sunan At-Tirmidzi, 1/155)

sumber: www.asysyariah.com
transkrip faedah dari Ust. Muhammad umar As Sewed
potongan audio dauroh Tegal


Ikhwanifiddin a'azakumullah,
ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan,
kemudian berpikir di perasaannya, "kayaknya nggak bener deh...masa semua salah, emang yang bener salaf tok?"

Kalau iya mau apa?

ikhwanifiddin a'azakumullah,
dikira salaf itu adalah nama kelompok/ organisasi yang dipimpin ustadz fulan, dikira mereka begitu.
Sehingga (mereka mengatakan -pen), "masa kelompok ini paling bener sendiri, yang lain salah?"
BUKAN...
salafiyah nggak ada kelompok kelompokan, nggak ada imam, nggak ada amirul mu'minin.
itu hanya TUDUHAN HIZBIYIN !!!
hanya TUDUHAN HIZBIYIN !!! 
bahwa "ini kelompok salaf ini amirnya adalah fulan"

Sama...dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik, dikirimkan lewat WA, suara.
Suara orang jahil, suara orang bodoh, bahwa..
"Dakwah salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh, dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu"

Yang pernah milih dia siapa? kapan pemilunya? kapan kita musyawarah memilih amirul mu'minin?
NGGAK ADA, itu tuduhan mereka saja.

Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?
Dulu, "amirnya" adalah panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib, iya kan? toh sekarang ditinggal.
Apa namanya? Bukan hizbiyah. Kita melihat kalau salah ya ditinggal.
Walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali. berdoa, berdoa supaya kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali mau apa?

Demikian pula terjadi, kalau na'udzubillah terjadi pada saya, pada ustadz Luqman, pada ustadz lainnya....akan diperlakukan seperti itu oleh salafiyin.
Kenapa? Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok kelompokan, walhamdulillahirobbil'alamin.
Cuma mereka dengan kacamata bodohnya mereka, dengan kacamata mereka yang sempit, mengira bahwa ini kelompok baru dengan pemimpin baru, pencetus baru.

Padahal ini ikhwanifiddin a'azakumulloh sudah ada sejak para sahabat masih hidup.
Anas bin Malik mengatakan, kalau dibangkitkan seorang dari salaf melihat kalian, maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali shalatnya. kecuali shalatnya. beliau menangis....
Sudah menyebutkan salaf, "kalau dibangkitkan dari salaf"

Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya....Imam Al Auza'i menyatakan " 'alaika bi atsari man salaf" hendaklah kalian ikut jejak-jejak salaf, "wa in rofadhokannas" walaupun manusia menolakmu !!!
ini bukti, kalau dakwah salafiyah bukan "dagang sapi" bukan "dagang kue"
'alaika bi atsari man salaf, wa in rofadhokannas" hendaklah engkau pegang jejak-jejak salaf, walaupun manusia menolakmu.
Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap berpegang salaf.

Jangan seperti dagang, "ah..kayaknya  ini nggak laku, kita ganti saja kismisnya dengan a...wijen supaya laku. Oh, ternyata ini nggak laku, kasih keju supaya laku"
Agama nggak demikian, SUDAH BAKU dari Alloh Subhanahu Wata'ala, SUDAH BAKU diajarkan oleh Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasalam, kita hanya menyampaikan, Kalau mereka menerima alhamdulillah, kalau mereka menolak....'alaihi billah. Atas mereka dengan Alloh Subhanahu Wata'alah. urusannya....bainuhu wa baina robbuh, antara dia denga Alloh Subhanahu Wata'ala.
KITA HANYA MENYAMPAIKAN !!! barokallohu fiikum.

download audio

Senin, 08 Desember 2014

Kenapa kita tidak mengakui taubatnya Dzulqarnain bin Sunusi
Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah
Pertanyaan: 
 Saya dulu dengar kalo ustadz dzulqarnain telah taubat dari sekian poin kesalahan, tetapi sekarang saya dengar taubatnya ustadz dzulqarnain belum diakui, ini kenapa ustadz? Mohon penjelasannya..
Jawaban :
Ya itu tadi, karena poin-poin kesalahannya sendiri kemudian dilanggar, kan gitu.. seperti misalkan berlepas diri dari ja’far shalih, dari abdul barr, dari yang lain, sekarang masih berhubungan.
Apa..apa namanya? Kejujuran dan kebenaran ketika…apa namanya…menyatakan ruju’ bahkan poin-poin ruju’nya jelas itu adalah kesengajaan dihapus dari website pribadinya, naam, wallahua’lam

****
Catatan:
# Transkrip dari tanya jawab daurah sumpiyuh dengan tema “mengenal lebih dekat asy Syaikh Rabi bin Hadi al Madkhali”
# Link kalimat rujuk dan penjelasan yang hilang dari web pribadi Dzulqarnain bin Sunusi ~ http://dzulqarnain.net/kalimat-rujuk-dan-penjelasan.html

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alhamdulillah kalimat tersebut masih tersimpan di tembolok archive.org

Berikut ebook ” KALIMAT RUJUK DAN PENJELASAN AL USTADZ  DZULQARNAIN ” [yang hilang dari website yang menjadi tempat keluarnya pernyataan tersebut] ~  
KALIMAT RUJUK DAN PENJELASAN AL USTADZ  DZULQARNAIN
image_pdfimage_print
Apik Elek Bloge Dewek